17 November 2021

Nikotin vs TAR: Mana yang Lebih Berbahaya?

Salah satu kandungan pada rokok bernama nikotin, seringkali disebut-sebut sebagai salah satu sumber yang paling berbahaya pada rokok. Sampai saat ini, beberapa orang masih beranggapan kalau nikotin adalah penyebab yang membuat rokok menjadi sesuatu yang berisiko terhadap kesehatan manusia.

Lalu apakah benar seperti itu? Kita cari tahu dulu, apa sebenarnya nikotin.

Apa itu Nikotin?

Nikotin adalah senyawa kimia yang secara alami terdapat pada berbagai macam tumbuhan. Sama halnya dengan kafein, nikotin adalah zat yang bersifat sebagai stimulan ringan dan adiktif yang dapat

menimbulkan efek ketergantungan pada pemakainya. Karena sifat nikotin yang adiktif ini, menyebabkan para perokok sulit untuk berhenti merokok.

Saat masuk ke dalam tubuh, nikotin dapat merangsang otak untuk melepaskan hormon dopamin yang membuat perasaan menjadi lebih senang dan tenang untuk sementara waktu. Pada tubuh yang sehat, nikotin bahkan tak memiliki efek yang signifikan.

Nikotin memang membuat kecanduan, tapi tidak memicu berbagai penyakit yang lazim disebutkan pada kemasan rokok, ungkap Dr. drg. Amaliya, MSc Ph.D, Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia dan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) dikutip dari Tirto.

Sumber nikotin yang paling tinggi konsentrasinya terdapat pada tanaman tembakau. Namun ternyata nikotin tidak hanya terdapat pada tembakau, tanaman lain dari rumpun Solanaceae, seperti kentang, terung, atau tomat, juga mengandung nikotin.

Setelah sekilas mengenal apa itu nikotin, kita akan membahas mengenai apa itu TAR. Simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Asap Knalpot vs. Asap Rokok, Apa Dampaknya Bagi Paru-Parumu?

Apa itu TAR?

TAR adalah zat beracun yang terbentuk dari pembakaran. TAR bisa terbentuk dari berbagai macam pembakaran, mulai dari pembakaran sampah, pembakaran makanan seperti sate, atau pembakaran tembakau seperti rokok. TAR mengandung berbagai senyawa yang merupakan substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan bisa menempel pada paru-paru setelah proses pembakaran. Hasil pembakaran inilah yang membuat produk tembakau jadi suatu hal yang berbahaya bagi kesehatan.

Dilansir dari detikHealth, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Bandung dan Pendiri YPKP Indonesia, Prof. Dr. Achmad Syawqie Yazid, Drg., M.S mengungkapkan TAR lebih bahaya dari nikotin.

Selama ini, orang lebih banyak mendiskusikan mengenai bahaya nikotin yang menyebabkan kecanduan. Padahal, TAR jauh lebih berbahaya karena mengandung zat-zat karsinogenik yang dihasilkan dari pembakaran rokok, ungkap Prof Syawqie.

Prof. Syawqie mengungkapkan kekhawatirannya tentang masyarakat yang mungkin masih berasa bias dengan perbedaan bahaya nikotin dan TAR. Untuk itu, ia mewakili YPKP Indonesia dan lima perhimpunan lainnya yaitu Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Vapers Indonesia (AVI), Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI), serta Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), membentuk koalisi bernama KABAR (Koalisi Indonesia Bebas TAR) yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya TAR.

Baca Juga: Efek Asap Rokok pada Hewan Peliharaan

Nikotin dan TAR, Bahaya Mana?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh institusi medis di Inggris bernama UK Royal College of Physicians, telah membuktikan bahwa risiko penyakit akibat kebiasaan merokok tidak disebabkan oleh nikotin. Bahaya yang mengancam kesehatan justru berasal dari kandungan berbahaya lain dan disebabkan oleh pembakaran rokok tembakau, yaitu TAR.

Berbeda dengan nikotin yang memang alami terdapat di tembakau, kandungan TAR pada rokok yang merupakan zat kimia dan partikel padat (solid carbon) hanya dihasilkan saat rokok dibakar. TAR merupakan zat karsinogenik yang dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh.

Selain bersifat karsinogenik yang dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker pada tubuh, TAR pada rokok juga bisa menyebabkan gigi berwarna kekuningan atau kecokelatan akibat terjadinya penumpukan partikel padat (Solid Carbon). Zat kimia ini dapat menempel pada lapisan terluar gigi (email), sehingga membuat gigi tampak lebih kuning. Gigi juga bisa semakin terlihat menguning dan mengalami kerusakan, apabila tidak dirawat dengan baik dan benar.

Baca Juga: Apa Efek Menghirup Uap Produk Tembakau Alternatif?

Ketika terhirup, TAR juga akan mengendap di dalam paru-paru. Dalam jangka waktu yang lama, endapan TAR dapat menimbulkan berbagai macam penyakit di paru-paru, seperti emfisema, bronkitis, PPOK, dan kanker paru.

Dapat kita simpulkan bahwa TAR merupakan zat yang lebih berbahaya pada rokok. Anda dapat mengetahui lebih banyak tentang zat kimia ini dari artikel TAR di website ini.

Selain mengedukasi masyarakat tentang bahaya TAR, KABAR juga menginisiasi Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (GEBRAK!) sebagai sebuah gerakan yang mengedukasi tentang pentingnya upaya pengurangan resiko bahaya TAR dan asap rokok melalui produk tembakau alternatif. Bergabunglah dalam diskusi kami dan LIKE Facebook GEBRAK sekarang!


Share

https://www.alodokter.com/nikotin-vs-tar-manakah-yang-lebih-berbahaya