Left arrow Kembali

7 Zat Racun yang Terdapat Dalam Rokok

"Asap rokok mengandung banyak zat kimia berbahaya bagi perokok dan non-perokok termasuk hidrogen sianida, karbon monoksida dan amonia,” berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa zar berbahaya yang bisa ditimbulkan dari hasil pembakaran rokok. Yuk simak penjelasannya!

Rokok menjadi salah satu produk yang dapat dengan mudah diakses dan dinikmati oleh berbagai kalangan. Namun, apakah Anda tahu bahwa banyak zat berbahaya yang terdapat dalam satu batang rokok? 

Ketika dibakar, rokok menghasilkan lebih dari 7.000 jenis bahan kimia yang dapat berisiko menyebabkan sejumlah penyakit terkait kebiasaan merokok.

“Asap rokok mengandung banyak zat kimia berbahaya bagi perokok dan non-perokok termasuk hidrogen sianida, karbon monoksida dan amonia,” demikian penjelasan dari National Cancer Institute pada laman resminya. 

Beberapa Zat Berbahaya Pada Rokok

Berikut ini adalah 7 zat berbahaya dalam rokok. Simak penjelasannya ya!

1. Aseton

Aseton adalah zat kimia mudah terbakar yang biasanya ada di dalam cairan pembersih kuku. Sebetulnya, aseton dapat dihasilkan tubuh dalam proses pemecahan lemak dan dapat dikeluarkan melalui urine atau napas. Namun, kadar aseton yang berlebihan dalam tubuh berisiko menimbulkan dampak negatif, seperti pusing, mual, hingga muntah.

Baca Juga: Asap Knalpot vs. Asap Rokok, Apa Dampaknya Bagi Paru-Parumu?

2. Arsenik

Arsenik dikenal sebagai zat kimia beracun yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit akibat merokok. Kandungan arsenik dalam asap rokok dapat menyebabkan  gangguan kesehatan, hingga  menimbulkan kanker paru atau ginjal.

3. Amonia

Amonia adalah zat beracun yang biasa terdapat dalam deodoran. Amonia dapat menimbulkan iritasi saluran pernapasan hingga nyeri tenggorokan. 

4. Formaldehida

Sering menghirup formaldehida dapat menyebabkan iritasi pada sel dan saluran pernapasan. Risiko lain yang mengintai dari paparan formaldehida adalah kanker darah, trakea, dan hidung.

5. Benzena

Benzena adalah senyawa beracun yang diproduksi dalam proses pembakaran rokok. Paparan zat ini dalam jangka panjang dapat merusak sumsum tulang serta menyebabkan gangguan pada darah. Bahkan, benzena juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker darah atau leukemia.

Baca Juga: Efek Asap Rokok pada Hewan Peliharaan

6. Hidrogen Sianida

Zat ini bisa memengaruhi sistem pernapasan karena dapat melekat pada silia, yaitu sel kecil yang berfungsi untuk menjaga saluran pernapasan tetap bersih. Hidrogen sianida juga dapat mengganggu pertumbuhan janin pada ibu hamil dan menyebabkan kerusakan saraf. 

7. Karbon Monoksida

Karbon monoksida adalah zat yang dihasilkan dari proses pembakaran, tidak hanya pada rokok, tetapi juga kompor, tungku, hingga kendaraan. Karbon monoksida yang masuk ke dalam saluran pernapasan dapat mengikat hemoglobin lalu menghasilkan karboksihemoglobin. Hal ini dapat membuat kadar oksigen di seluruh tubuh berkurang. Bahkan, jika kadar zat ini dalam darah mencapai lebih dari 1%, maka akan timbul gejala sakit kepala, gangguan penglihatan, denyut jantung meningkat, hingga cepat lelah.

Cara Terhindar dari Zat-Zat Berbahaya Rokok

Lantas, bagaimana supaya kalian terhindar dari zat-zat berbahaya di atas?

1. Berhenti Merokok

Meskipun tidak mudah, upaya ini adalah yang terbaik dan paling efektif agar Anda terhindar dari zat-zat berbahaya pada rokok. 

“Berhenti sepenuhnya adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan dan banyak pilihan dukungan yang tersedia,” demikian penjelasan Cancer Research UK pada laman resminya. 

Baca Juga: Efek Asap Rokok pada Hewan Peliharaan

2. Berhenti Perlahan

Jika berhenti sepenuhnya dirasa  berat, maka Anda dapat mencoba mengurangi konsumsi harian Anda. Misalnya, jika dalam satu hari Anda biasa menghabiskan satu bungkus rokok, maka cobalah untuk menguranginya menjadi setengah bungkus. 

“Mengurangi konsumsi bisa menjadi cara yang baik untuk membantu Anda memulai berhenti merokok secara jangka panjang. Penting juga bagi Anda untuk merencanakan dengan baik dan mengatur tanggal berhenti,” seperti dikutip dari nhsinform.scot.

3. Produk Tembakau Alternatif 

Anda juga bisa beralih ke produk tembakau alternatif apabila dua cara di atas terasa berat. Berdasarkan sejumlah kajian ilmiah di dalam dan luar negeri, produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, terbukti memiliki risiko kesehatan yang 90%-95% lebih rendah daripada rokok karena tidak adanya proses pembakaran. 

Jadi, telah dibuktikan bahwa persepsi tentang risiko produk tembakau alternatif yang sama dengan rokok itu sebenarnya salah. Pada akhirnya produk tembakau alternatif memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok.

Nah bagi kalian yang ingin menghindari zat-zat berbahaya pada rokok, silakan coba tiga solusi di atas ya. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Source: Klik Dokter, https://koalisibebastar.com/isu-merokok/artikel/berbeda-dengan-rokok-produk-tembakau-alternatif-tidak-hasilkan-tar, https://gaya.tempo.co/read/1529682/perokok-rentan-terkena-penyakit-paru-paling-mematikan, https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/tobacco/cessation-fact-sheet https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/causes-of-cancer/smoking-and-cancer/how-does-smoking-cause-cancer https://www.nhsinform.scot/healthy-living/stopping-smoking/how-to-stop/cutting-down-to-quit