Regulasi Tembakau Alternatif Ciptakan Iklim Ekonomi Positif
Asosiasi meminta pemerintah segera menerbitkan regulasi terpisah yang spesifik dan sesuai fakta bagi produk tembakau alternatif.
Asosiasi meminta pemerintah segera menerbitkan regulasi terpisah yang spesifik dan sesuai fakta bagi produk tembakau alternatif.
Profesor Riccardo Polosa dari Universitas Catania, Italia, menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok, dan nikotin bukanlah zat yang menyebabkan kanker.
Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Badan Kesehatan Dunia (WHO), Prof. Tikki Pangestu berpendapat bahwa pengurangan bahaya tembakau perlu dilakukan melalui kajian ilmiah agar dapat mendukung penanggulangan masalah rokok. Berikut pendapat lengkapnya.
Penelitian ini melakukan uji emisi untuk menentukan tingkat partikel halus (partikulat berdiameter <2.5 mikrometer - PM2.5), senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), volatile organic compounds (VOCs), aldehida, dan keton dari hasil pembakaran obat nyamuk bakar dan implikasinya bagi kesehatan.
Asap knalpot berwarna putih yang dihasilkan karena oli yang masuk ke dalam ruang bakar dan terbakar bersama dengan bensin ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan dan kondisi mesin kendaraan bermotor!
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dua skenario pengendalian tembakau di Amerika Serikat tanpa dan dengan penggunaan rokok elektronik.
"Asap rokok mengandung banyak zat kimia berbahaya bagi perokok dan non-perokok termasuk hidrogen sianida, karbon monoksida dan amonia,” berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa zar berbahaya yang bisa ditimbulkan dari hasil pembakaran rokok. Yuk simak penjelasannya!
Ahli toksikologi dari Universitas Airlangga, Shoim Hidayat menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif dapat dijadikan salah satu solusi dalam membantu perokok dewasa untuk berhenti merokok secara bertahap, seperti yang dilakukan di Inggris, Jepang, dan Selandia Baru.
Sejumlah pakar dan akademisi berharap agar kajian berbasis sains yang komprehensif terkait profil risiko produk tembakau alternatif bisa ditingkatkan dan dilakukan secara kolaboratif sebagai upaya memperluas informasi yang akurat. Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR), Dedek Prayudi mengungkapkan bahwa kajian yang dimaksud harus melibatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Sendirian di rumah hanya ditemani binatang peliharaan, apakah menjadikan rumah tempat aman untuk merokok?
Riset Universitas Bern bertajuk “Electronic Nicotine-Delivery Systems for Smoking Cessation” yang dipublikasikan di New England Journal Medicine pada Februari 2024 lalu menyimpulkan produk tembakau alternatif (PTA) lebih efektif dibadingkan konseling berhenti merokok. Selain keefektifannya untuk beralih merokok, pemanfaatan PTA ternyata juga berdampak positif dalam mengurangi dampak kesehatan akibat merokok.
Eksperimen yang dilakukan oleh tim peneliti dari Public Health England menemukan fakta menarik terkait perbedaan konsumsi rokok elektronik dan rokok konvensional. Seperti apa hasil eksperimennya? Simak infografik berikut.
Untuk mengurangi polutan yang dihasilkan dari aktivitas merokok, tentu cara paling baik adalah dengan tidak merokok sama sekali atau berhenti bagi yang sudah merokok. Namun, jika tidak bisa berhenti total, perokok bisa mempertimbangkan untuk menggunakan produk tembakau alternatif.
Melihat manfaat berhenti merokok pada wajah, tentu semakin banyak perokok yang ingin mencoba berhenti merokok. Namun memang tidak dapat dimungkiri bahwa berhenti merokok secara total seringkali sulit dilakukan. Beruntung, bagi perokok yang menemui kesulitan seperti itu saat ini bisa menengok pendekatan harm reduction (pengurangan bahaya).
Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) Muhammad Nurkhoiron menyatakan dukungannya pada penggunaan produk tembakau alternatif sebagai upaya pengurangan risiko konsumsi tembakau di Indonesia. Dukungan pada produk tersebut merupakan perwujudan prioritas pada maslahah.
Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 69 juta perokok. Menurut Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), berhenti merokok sepenuhnya sering terhambat gejala putus nikotin, sehingga produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa. Studi dari Inggris dan Royal College of Physicians menunjukkan risikonya lebih rendah dan peluang berhenti meningkat hingga 64,9 persen. Meski demikian, misinformasi dan penyalahgunaan rokok elektronik masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi pengurangan berbasis risiko, penegakan hukum, dan edukasi publik agar manfaatnya tepat sasaran.
Banyak orang yang sering merokok ketika sudah selesai makan. Namun ternyata ada berbagai bahaya merokok setelah makan yang harus dihindari.
Hantaman pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu sempat melumpuhkan berbagai sektor usaha, termasuk industri kreatif yang digeluti Muhammad David.
Banyak mispersepsi mengenai nikotin. Ada yang bilang nikotin adalah sumber masalah dari perokok, menyebabkan kecanduan, berbahaya untuk Kesehatan, dll. Apakah semua itu benar? Temukan jawabannya di infografik ini.
Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto, menegaskan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin hanya ditujukan bagi perokok dewasa sebagai opsi berisiko lebih rendah. Ia menegaskan bahwa produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk remaja atau non-perokok. Riset APVI dengan BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya pada produk ini lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, sementara studi internasional dengan empat juta responden di AS, Kanada, dan Eropa Barat membuktikan kekhawatiran bahwa rokok elektronik memicu remaja merokok tidak berdasar, justru diikuti penurunan prevalensi merokok pada kelompok muda. APVI berkomitmen terus mengedukasi publik dan mendorong regulasi seimbang demi perlindungan kelompok rentan.
Ada berbagai alternatif pengganti rokok yang dinilai lebih sehat, mulai dari makanan yang membantu mengalihkan kebiasaan merokok, hingga produk tembakau modern seperti vaping dan heated tobacco. Alternatif ini hadir sebagai bagian dari pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang ingin tetap mempertahankan gaya hidup tertentu namun dengan paparan zat yang lebih rendah.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendukung lahirnya regulasi berbasis kajian ilmiah untuk produk tembakau alternatif guna melindungi konsumen sekaligus menurunkan prevalensi perokok di Indonesia. Regulasi berbasis kajian ilmiah itu akan melengkapi strategi pengurangan angka perokok yang sudah ada yakni kawasan bebas rokok, gambar peringatan kesehatan, larangan iklan, dan berbagai promosi kesehatan.
Dalam eksperimen yang melibatkan hampir 900 perokok ini, ditemukan bahwa 18% pengguna rokok elektronik telah "bebas asap" setelah satu tahun, dibandingkan dengan 9,9% perokok yang mencoba berhenti merokok dengan bantuan produk terapi pengganti nikotin lainnya.
Mohammad Khotib, peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan, menghalangi perokok dewasa untuk tidak merokok merupakan hal yang sangat berat, sehingga salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko. Hal ini dapat digunakan untuk mengurangi dampak kesehatan yang ditimbulkan jika dibandingkan dengan lanjut merokok.
Dengan terus bertumbuhnya sektor pariwisata Bali paska pandemi dan beragamnya kebiasaan wisatawan, Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bersama pelaku pariwisata di Bali mengkaji manfaat pengurangan bahaya tembakau untuk mengatasi permasalahan merokok dan mendukung pariwisata Bali yang nyaman dan tetap ramah wisatawan.
Popularitas rokok elektronik semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Lalu apa efek rokok elektronik? Simak penjelasan berikut!
Prof. Tikki Pangestu, mantan Direktur Riset Kebijakan Penelitian & Kerja Sama WHO, menyoroti lambatnya penerapan strategi pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) di Indonesia. Padahal, berbagai kajian menunjukkan bahwa produk tembakau yang tidak melalui proses pembakaran berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok, sehingga menurunkan risiko penyakit terkait tembakau. Menurutnya, inovasi ini belum dimanfaatkan secara optimal, antara lain karena lima hal utama: sikap WHO yang belum mendukung pendekatan ini, perbedaan regulasi antarnegara, maraknya misinformasi tentang produk alternatif, rendahnya kepercayaan publik terhadap inovasi dari industri, serta fokus perdebatan yang lebih menitikberatkan pada risiko bagi anak-anak dibanding membantu perokok dewasa. Pendekatan yang terlalu restriktif, menurut Prof. Tikki, justru berisiko mendorong pasar gelap seperti yang terjadi di Australia
Merokok sangat memengaruhi penampilan. Gigi kuning, rambut rontok, kulit kusam, dan kulit keriput adalah perubahan-perubahan fisik yang dirasakan oleh perokok aktif. Dengan hadirnya produk tembakau alternatif, apakah produk tersebut aman untuk penampilan? Beberapa studi pun dilakukan untuk menjawab ini.
Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bergerak aktif untuk mencari solusi atas masalah rokok di Indonesia. Salah satunya melalui KABAR Roadshow, sebuah kegiatan untuk mensosialisasikan mengenai konsep harm reduction atau pengurangan risiko dengan cara beralih pada produk tembakau alternatif.
Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Garindra Kartasasmita, menjelaskan bahwa cara mengonsumsi tembakau, apakah dipanaskan atau dibakar, ternyata mempengaruhi profil risiko pada konsumennya.
Pada akhirnya, rokok elektronik dapat menjadi alternatif terbaru bagi Anda yang memang sedang mencari solusi terbaik untuk berhenti merokok. Produk rokok elektronik sudah semakin mudah ditemukan pada saat ini. Banyak orang merasa rokok elektronik tetap mampu memenuhi kebutuhan nikotin yang ada di dalam rokok konvensional.
Pada bulan Maret 2017, Penas Tanggul, sebuah kawasan perumahan miskin di Jakarta Timur menjadi kawasan tanpa rokok pertama di ibu kota. Bagaimana Kawasan pemukiman miskin dapat menjaga lingkungannya untuk dapat bebas rokok?
Produk tembakau alternatif ternyata memiliki peran potensial dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaannya. Fakta ini dituturkan oleh Ahli Studi Nikotin dan Tembakau, dari London South Bank University (LSBU) Lynne Dawkins yang mengungkapkan bahwa perokok dewasa yang menggunakan produk tembakau alternatif memiliki kemungkinan 55 persen lebih besar untuk beralih dari kebiasaan merokoknya dalam tiga bulan.
Sebuah studi terbaru di Inggris menemukan bahwa penggunaan produk bebas asap, seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, berkorelasi kuat dengan keberhasilan berhenti merokok. Meski jumlah pengguna produk tembakau yang dipanaskan masih terbatas, hasilnya tetap signifikan. Kantong nikotin juga menunjukkan potensi, namun data yang tersedia belum cukup kuat untuk disimpulkan secara pasti.
Profesor Tikki Pangestu, mantan Direktur Riset Kebijakan Penelitian dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menekankan pentingnya kebijakan berbasis ilmiah dan analisis rasional untuk menurunkan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai 70 juta orang. Jepang dapat dijadikan contoh terkait keberhasilannya menerapkan produk tembakau alternatif.
Produk tembakau alternatif umumnya memiliki uap yang lebih banyak dibandingkan dengan asap rokok. Lalu, apakah artinya produk tembakau alternatif tidak lebih baik? Atau produk tembakau alternatif adalah solusi efektif untuk mengurangi bahaya merokok?
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dampak polusi udara bagi kesehatan terutama di negara-negara berkembang yang masih menggunakan bahan bakar biomassa sebagai sumber energi utama.
Banyak info beredar mengenai Nikotin dan TAR. Lalu apa perbedaannya? Apakah sama bahayanya? Di dalam infographic ini, Anda dapat dengan mudah mengenali perbedaan nikotin dan TAR.
Banyak masyarakat yang menganggap rokok konvensional dan rokok elektronik sama-sama berbahaya bagi Kesehatan. Namun, dengan penelitian yang semakin banyak dilakukan, ditemukan bahwa rokok elektronik berbeda dengan rokok konvensional. Mulai dari cara pemakaian, hingga risiko yang dihasilkan.
Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan, dianggap memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.
Menurut sebuah studi yang dilakukan tim peneliti University of Melbourne, di Selandia Baru, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik atau vape dapat membawa dampak positif terhadap kesehatan masyarakat. Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Membahas isu konsumsi rokok di Indonesia tidak dapat dilihat dari satu faktor saja. Upaya menekan konsumsi rokok ini butuh kerja sama kuat antar elemen seperti pemerintah, akademisi, dan berbagai elemen lain agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran, terukur, dan proporsional.
Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, inovasi dan teknologi adalah hal yang penting untuk dikembangkan. Pemerintah sebagai pembuat regulasi, perlu membuka diri dengan berbagai inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya sekitar 6,5 juta kematian terjadi karena polusi udara. Untuk melindungi diri dari polusi udara, masker dipercaya oleh banyak orang Ketika beraktivitas di luar. Namun, apakah penggunaan masker sudah cukup efektif?
Di Kanada, Setiap tahunnya, 45.000 penduduk Kanada meninggal karena merokok tembakau. Untuk mengubah kondisi ini, Kanada mencanangkan sebuah strategi empat langkah untuk mencapai target konsumsi tembakau sebesar kurang dari 5% pada tahun 2035.
Dengan manfaat yang diberikan dari produk tembakau alternatif, Inggris, Jepang, Kanada, dan Selandia Baru kini menggunakannya sebagai salah satu alternatif untuk menekan angka prevalensi perokok. Pemerintah pun diharapkan untuk melakukan kajian terhadap produk tembakau alternatif ini.
Sejumlah negara maju seperti Swedia, Jepang, Amerika Serikat, dan Selandia Baru telah mulai mengoptimalkan penggunaan produk tembakau alternatif sebagai bagian dari pendekatan Tobacco Harm Reduction untuk menekan risiko kesehatan akibat merokok. Pendekatan ini berlandaskan konsensus ilmiah yang menunjukkan bahwa sumber utama bahaya rokok berasal dari asap hasil pembakaran, bukan dari nikotin.
Hasil penelitian oleh Profesor Amaliya dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengindikasikan adanya perbaikan kualitas gusi yang sama dengan non-perokok pada pengguna rokok elektronik (vape) yang telah berhenti dari merokok saat mengalami peradangan gusi buatan. Dalam kajian klinis ini, terlihat dampak pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi pada pengguna vape. Dengan kata lain, kondisi pertahanan gusi pengguna vape dapat kembali normal ketika dilakukan peradangan gusi buatan (Gingivitis Experimental).
Pertumbuhan pesat produk tembakau alternatif dan penggunanya memunculkan sebuah kekhawatiran. Akankah uap produk tembakau alternatif mengganggu keseharian kita? Dan jika ya, apa risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan?
Filipina menjadi negara di Asia Tenggara dengan regulasi yang progresif dan inklusif untuk pengurangan dampak buruk tembakau. Pada Juli 2022, Filipina mengambil sebuah langkah besar untuk memanfaatkan potensi produk tembakau alternatif untuk memitigasi dampak kesehatan epidemi rokok melalui pengesahan UU tentang Produk Vape Nikotin dan Non-Nikotin . Indonesia mempelajari langkah Filipina untuk menghasilkan peraturan perundang-undangan yang lebih inklusif, adil, dan progresif demi mengatasi permasalahan merokok.