Mengenal lebih dekat dengan
Kantong Nikotin
Kantong nikotin adalah salah satu jenis produk tembakau alternatif yang populer di Swedia. Kantong nikotin adalah salah satu jenis produk tembakau alternatif yang berbentuk kantung kecil mengandung nikotin. Produk ini dikonsumsi dengan cara diletakkan di antara gusi dan bibir untuk menghantarkan nikotin.
Penggunaan kantong nikotin juga tidak melalui proses pembakaran, sehingga produk tembakau alternatif ini memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok.
Bagi perokok dewasa yang kesulitan untuk berhenti merokok, mereka dapat beralih ke kantong nikotin yang lebih rendah risiko daripada rokok untuk mengurangi risiko akibat kebiasaan merokok.
Artikel Terkait - Produk Tembakau Alternatif
Pemerintah Diminta Buat Regulasi Tembakau Alternatif
Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo meminta pemerintah mengeluarkan regulasi yang berbeda bagi produk tembakau, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin. Keberadaan regulasi yang berbeda bagi produk tembakau alternatif dan rokok dipercaya dapat melindungi masyarakat dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Apa Kata BfR Jerman tentang Kantung Nikotin (Nicotine Pouch)?
Pada 2022, Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR), yang merupakan lembaga penilaian risiko kesehatan independen milik pemerintah Jerman, menerbitkan kajian ilmiah mengenai kantung nikotin (nicotine pouch), produk nikotin oral tanpa tembakau yang kian berkembang di Eropa. Dalam kajian tersebut, BfR menegaskan bahwa produk ini bukan tanpa risiko, mengingat nikotin tetap bersifat adiktif. Namun, BfR juga mencatat perbedaan mendasar dibanding rokok yang dibakar: bahwa kantung nikotin tidak melibatkan pembakaran, sehingga tidak menghasilkan tar, karbon monoksida, dan berbagai senyawa toksik lainnya yang menjadi penyebab utama beban penyakit akibat rokok.
Produk Tembakau Alternatif Butuh Aturan Khusus
Asosiasi-asosiasi konsumen menolak jika regulasi produk tembakau alternatif disamakan dengan rokok konvensional. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen produk tembakau alternatif dan perokok dewasa.
