31 May 2021

Fakta-Fakta Menarik tentang Nikotin yang Perlu Diketahui

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa nikotin yang secara alami ditemukan di tanaman tembakau menjadi penyebab terjadinya ketergantungan terhadap rokok[1]. Tetapi nikotin ternyata lebih dari sekadar itu. Berikut ini adalah fakta-fakta tentang nikotin yang belum diketahui banyak orang:

Berikut ini adalah fakta-fakta tentang nikotin yang belum diketahui banyak orang:

  1. Nikotin terdapat pada tanaman lain selain tembakau

    Kandungan nikotin dalam tembakau memang tidak terbantahkan, tetapi secara alami nikotin dihasilkan juga oleh berbagai tanaman lain, seperti keluarga terung-terungan (Solanaceae), kembang kol, kentang, dan tomat dalam kadar yang lebih rendah.

  2. Nikotin memiliki efek adiktif

    Nikotin adalah senyawa dalam golongan alkaloid yang bersifat basa dan mengandung atom karbon, hidrogen, dan nitrogen. Pada tumbuhan, alkaloid adalah pelindung dari serangan hama, penguat tumbuhan dan pengatur kerja hormon.

    Nikotin bersifat stimulan. Dalam tubuh manusia, nikotin dapat meningkatkan mekanisme tubuh, terutama yang berkaitan dengan fungsi kewaspadaan dan pemrosesan isyarat, ketajaman memori, konsentrasi, dan perhatian dalam jangka pendek.

    Ketika nikotin berikatan dengan reseptor di otak, nikotin tersebut akan melepaskan dopamin, suatu senyawa kimiawi di otak yang dapat meningkatkan suasana hati, seperti perasaan senang dan bahagia Efek ketergantungan terhadap nikotin tidak semata mata dari senyawa nikotin namun kebiasaan atau ritual serta keadaan emosi dan stres, serta dapat meningkatkan ketergantungan dari penggunanya. Akan tetapi, nikotin bukanlah penyebab utama penyakit terkait merokok.

  3. Kandungan nikotin dalam sebatang rokok

    Di Indonesia, sebatang rokok rata-rata mengandung sekitar 8-20 mg nikotin[2].  Perokok hanya menghisap antara 1-1,5 mg nikotin untuk satu batang rokok yang dihisap. Masalahnya, saat dibakar, asap rokok melepaskan lebih dari 7.000 bahan kimia yang sebagian besar terkandung di dalam tobacco residue alias TAR. Menurut National Cancer Institute (NCI), lebih dari 250 bahan kimia dalam TAR adalah bahan berbahaya dan 70 di antaranya dapat menyebabkan kanker[3]. Oleh karena itu, zat-zat yang berbahaya terhadap kesehatan tersebut ialah akibat dari pembakaran.

Dari sini kita tahu bahwa nikotin memang dapat menyebabkan orang kecanduan merokok, tetapi nikotin bukanlah zat yang menjadi penyebab utama timbulnya penyakit terkait merokok, meskipun nikotin sendiri tidak bebas risiko. Berbagai bahan kimia berbahaya lain — yang terkandung dalam TAR — yang menyebabkan berbagai penyakit akibat merokok.

Share