07 February 2022

Apa itu Perokok Pasif dan Apa Perbedaan Perokok Aktif dan Pasif?

Jika ditanya tentang perbedaan perokok aktif dan pasif, mungkin Anda bisa menjawabnya dengan mudah. Tapi, tahukah Anda, bagi para perokok pasif, mereka juga dapat merasakan dampak negatif dari paparan asap rokok yang diembuskan oleh para perokok aktif? Kali ini, Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan perokok aktif dan pasif, apa saja yang menyebabkan seseorang menjadi perokok pasif dan cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek berbahaya paparan asap rokok agar #JadiLebihPaham.

Apa Itu Perokok Pasif dan Seperti Apa Dampaknya serta Perbedaan Perokok Aktif dan Pasif

Seperti yang dilansir dari Better Health, perokok pasif adalah orang-orang yang ikut mengisap asap rokok yang dihembuskan oleh para perokok. Sayangnya, paparan asap rokok ini juga menyebabkan perokok pasif berisiko terkena berbagai jenis penyakit sama halnya dengan perokok aktif itu sendiri. Jika Anda sekarang tinggal atau beraktivitas di dalam lingkungan perokok aktif, risiko terkena berbagai jenis penyakit, seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung menjadi lebih tinggi. 

Risiko ini juga semakin tinggi bagi anak-anak dan perempuan hamil yang menjadi perokok pasif. Anak-anak yang menjadi perokok pasif pun dapat terkena risiko penyakit pernapasan, seperti asma, bronkitis, hingga pneumonia. Bagi wanita hamil sendiri, hidup sebagai perokok pasif dapat meningkatkan risiko keguguran dan still birth.

Baca Juga: Mana Produk Tembakau Alternatif yang Lebih Efektif Membantu Anda Berhenti Merokok?

Ada beberapa tipe asap rokok yang sering dihirup perokok pasif yang masih banyak belum diketahui orang, yakni Second-hand smoke dan Third-hand Smoke. Kita bahas sedikit mengenai hal ini. Ketika Anda berada di sekitar perokok aktif, Anda akan mengisap asap rokok yang diembuskan perokok dan partikel asap yang berada di udara, inilah yang dinamakan sebagai Second-hand smoke.

Hal yang paling berbahaya dari Second-hand smoke menurut Cleveland Clinic adalah racun-racun yang Anda hirup tidak hanya mematikan. Namun sebenarnya Anda juga menghirup racun-racun dari napas perokok aktif. Jika Anda belum tahu, ketika rokok yang dibakar sudah mau habis, maka asap rokok yang dihasilkan dua kali lebih berbahaya dan mematikan, dibandingkan asap rokok pada saat rokok baru dinyalakan. 

Bagaimana dengan Third-hand Smoke? Mayo Clinic menjelaskan bahwa Third-hand Smoke adalah jenis asap rokok dan berbagai zat berbahaya yang terkandung di dalamnya yang tertinggal di permukaan barang dalam ruangan yang sering digunakan perokok. Residu asap rokok ini dapat bereaksi dengan polutan dalam ruangan dan tercampur sehingga menimbulkan risiko kesehatan bagi perokok pasif yang terpapar.

Baca Juga: Kandungan Asap Rokok dan Risiko yang Ditimbulkan

Cara Mengurangi Risiko Kesehatan Pada Perokok Aktif dan Pasif

Melihat bagaimana efek berbahaya yang dapat ditimbulkan rokok, bagi perokok aktif dan pasif, sebaiknya perokok aktif segera berhenti merokok. Namun seperti kita ketahui, berhenti merokok itu cukup sulit apalagi kalau sudah menjadi kebiasaan. Melepaskan diri dari ketergantungan akan nikotin pada rokok juga cukup berat. 

Tapi jangan khawatir, Anda dapat mencoba metode harm reduction yang didukung dengan bukti ilmiah bisa menjadi solusinya. Bagi yang belum tahu, metode harm reduction adalah gaya hidup dengan mengurangi risiko zat-zat berbahaya bagi kesehatan, misalnya dari zat berbahaya pada rokok konvensional. Salah satu caranya adalah agar perokok aktif beralih ke Produk Tembakau Alternatif. 

Produk Tembakau Alternatif dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengurangi kebiasaan merokok tapi tetap ingin mendapat asupan nikotin. Produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan dapat menghantarkan nikotin dan tidak menghasilkan asap sehingga di beberapa jurnal disebutkan memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok.

Baca Juga: Dampak Buruk Asap Rokok pada Kecerdasan Intelektual Anak Anda!

Penggunaan Produk Tembakau Alternatif juga sudah diterapkan di berbagai negara seperti Selandia Baru, Inggris, dan sejumlah negara lainnya. Hasilnya, jumlah perokok aktif berkurang sekaligus mengurangi dampak negatif bagi sekitarnya, karena produk yang tidak menghasilkan asap tidak menyebabkan perokok pasif.
Sekarang Anda sudah tahu perbedaan perokok aktif dan pasif, sekaligus langkah-langkah dalam mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan. Anda dapat membaca artikel-artikel bermanfaat lainnya dari Kabar agar #JadiLebihPaham.

Share