22 December 2021

Dampak Negatif Rokok Terhadap Kesehatan

Merokok memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Bahkan informasi mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan akibat dari penggunaan produk ini sudah tercetak di bungkus rokok, seperti menyebabkan kanker paru, stroke, dan serangan jantung. 

Menurut National Cancer Institute (NCI), asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang sebagian besar ada di dalam TAR, yang merupakan hasil pembakaran rokok. Bahkan ada 250 bahan kimia yang terkandung di dalam TAR dan 100 di antaranya dapat berisiko tinggi menimbulkan banyak penyakit, seperti kanker. Simak penjelasan dampak negatif rokok dan informasi lebih lanjut tentang penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan kebiasaan merokok di bawah ini.

Dampak Negatif Rokok

Berikut beberapa dampak negatif yang bisa Anda alami dari kebiasaan merokok:

1. Kanker 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention United States (CDC US) racun yang terdapat dalam asap rokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih sulit untuk membunuh sel kanker. Racun tersebut merusak atau mengubah DNA yang mengontrol pertumbuhan dan fungsi sel. Ketika DNA rusak, sel dapat mulai tumbuh di luar kendali dan meningkatkan risiko kanker bagi perokok aktif.

“Ketika ini terjadi, sel kanker terus tumbuh tanpa henti,” demikian pernyataan CDC di laman resminya. 

2. Imun Tubuh Melemah 

Dikutip dari laman National Cancer Institute, sistem imun tubuh adalah jaringan kompleks sel, jaringan, organ, dan zat yang membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit lainnya. Ternyata kesehatan tubuh dengan dukungan imun dapat berkurang akibat merokok.

 

“Merokok berpotensi merusak sistem kekebalan tubuh dan dapat membuat tubuh kurang berhasil melawan penyakit. Hal ini meningkatkan risiko beberapa gangguan kekebalan dan autoimun – kondisi yang disebabkan ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat,” demikian penjelasan dari CDC. 

Baca Juga: Bahaya TAR Bagi Kesehatan

3. Diabetes

Merokok juga berpotensi menyebabkan perokok terkena diabetes. Menurut Laporan Surgeon General 2014, bahan kimia dalam asap rokok menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh dan dapat mengganggu fungsinya. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh yang menurunkan efektivitas insulin. 

Bahan kimia yang dikandung asap rokok yang memenuhi oksigen dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerusakan sel atau yang disebut stres oksidatif. Baik stres oksidatif dan peradangan mungkin terkait dengan peningkatan risiko diabetes. 

“Perokok 30% sampai 40% lebih mungkin untuk terkena diabetes tipe 2 daripada yang bukan perokok,” demikian isi dari laporan tersebut. 

Laporan ini juga menjelaskan yang menjadi permasalahan adalah TAR yang dihasilkan dari proses pembakaran rokok, justru bukan dari nikotin, karena nikotin adalah zat adiktif. Sekitar 100 bahan kimia di dalam TAR diketahui berisiko tinggi terhadap kesehatan.

4. Mengganggu Sistem Reproduksi 

Dampak negatif lainnya dari merokok adalah mengganggu sistem reproduksi, baik bagi pria maupun wanita, baik perokok aktif dan perokok pasif. Temuan ini kerap dibuktikan oleh beragam hasil penelitian.

“Studi menunjukkan bahwa merokok mempengaruhi produksi hormon yang dapat membuat perokok wanita lebih sulit untuk hamil. Bagi pria yang merokok lebih mungkin memiliki DNA yang rusak dalam sperma mereka, ini juga dapat mengurangi kesuburan,” demikian dikutip dari laman CDC. 

Baca Juga: Masih Keliru Memahami TAR dan Nikotin? Ini Bedanya!

Cara Mengurangi Risiko Terkena Penyakit

Lalu bagaimana agar mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit di atas? Anda pasti tidak ingin kebiasaan merokok meningkatkan risiko terkena penyakit yang mematikan. Berikut ini beberapa rekomendasi yang dapat perokok lakukan: 

1. Cold Turkey 

Meskipun tidak mudah, cold turkey atau berhenti sepenuhnya menjadi cara paling baik. Dengan berhenti sepenuhnya, tentu paparan asap rokok dan TAR juga akan terhenti. 

2. Berhenti Bertahap 

Jika berhenti total dirasa sulit, kamu bisa mencoba untuk berhenti mengonsumsi rokok secara bertahap dan perlahan. Upaya ini bisa dilakukan dengan beragam cara seperti mengurangi jumlah konsumsi dan intensitas merokok secara perlahan. 

3. Beralih ke Alternatif Lebih Rendah Risiko

Jika cara-cara di atas belum cukup efektif, beragam produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik atau vape, maupun snus mungkin bisa menjadi solusi lainnya untuk mengurangi merokok secara perlahan. Produk tersebut tidak melalui proses pembakaran sehingga tidak menghasilkan asap dan TAR seperti pada rokok. 

Khusus produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, pemanasannya menghasilkan uap atau aerosol. Memang produk tembakau alternatif tidak sepenuhnya bebas risiko, namun penggunaan produk tembakau alternatif cukup efektif untuk menekan jumlah perokok dewasa di berbagai negara.

Baca Juga: Berbeda dengan Rokok, Produk Tembakau Alternatif Tidak Hasilkan TAR 

“Hal terbaik yang dapat dilakukan seorang perokok adalah berhenti merokok sepenuhnya. Dan, bukti menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif adalah salah satu alat bantu berhenti paling efektif yang tersedia, membantu sekitar 50 ribu perokok berhenti setiap tahun (Inggris),” ujar John Newton, Direktur Peningkatan Kesehatan di Public Health England (PHE).

Kunjungi artikel Kabar agar Anda tahu lebih banyak tentang berbagai dampak rokok terhadap kesehatan Anda.

Share