Candle Light Dinner Bersama Si Dia? Kenali Risikonya! | KoalisiIndonesiaBebasTar

26 February 2019

Candle Light Dinner Bersama Si Dia? Kenali Risikonya!

Candle light dinner atau makan malam dengan cahaya lilin telah sejak lama menjadi standar momen romantis bersama orang tersayang. Namun tahukah Anda bahwa gestur romantis tersebut justru bisa membahayakan masa depan Anda dan pasangan? 

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan nasional American Chemical Society di tahun 2009 menyatakan bahwa lilin yang berbahan dasar parafin mengeluarkan toksin yang dapat menyebabkan kanker. Pasalnya, parafin dibuat dari minyak bumi sehingga harus dicampur dengan toluena dan bensol, dua senyawa karsinogen yang telah terbukti memicu penyakit kanker, agar bisa menjadi lilin yang biasa kita nikmati dan gunakan. Toluena terutama sangat berbahaya karena dapat memicu kerusakan DNA dan menyerang sistem saraf utama dalam tubuh manusia. Kedua toksin ini juga ditemukan pada asap pembakaran solar atau rokok, sehingga mengekspos penikmat lilin pada risiko yang sama dengan saat menghirup asap knalpot kendaraan berbahan bakar diesel atau menghisap asap rokok. 

Bahaya lain dari menggunakan lilin adalah keberadaan partikel karbon tidak murni di udara. Pembakaran tidak sempurna yang terjadi saat kita menyalakan lilin menghadirkan partikel karbon tidak murni dalam jumlah besar, dan membuat kita terpapar pada kandungan Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). PAHs adalah karsinogen yang juga dapat ditemukan pada TAR hasil pembakaran rokok, pembakaran biomassa, pembakaran minyak bumi, produksi logam, dan asap knalpot kendaraan. Paparan terhadap PAHs telah terbukti terhubung dengan meningkatnya mutasi genetik dan cacat DNA. Bahkan, studi terhadap 500.000 warga Amerika di 116 kota yang berbeda membuktikan bahwa terpapar partikel karbon tidak murni dalam waktu lama meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru serta kanker jantung.  

Bagaimana dengan lilin aromaterapi yang kerap kita nikmati di rumah untuk menciptakan atmosfir romantis bersama pasangan? Selain mengandung parafin dan menghasilkan PAHs, lilin aromaterapi juga kerap mengandung limonene. Meski aman untuk digunakan sebagai perasa makanan, penelitian dari Universitas York menemukan bahaya laten dari senyawa yang digunakan untuk memberi aroma ini. Saat terekspos pada ozon di udara, satu dari dua partikel molekul limonene bermutasi menjadi formaldehida. Konsentrasi tinggi formaldehida di ruangan tertutup untuk jangka waktu yang cukup lama dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan, salah satunya kanker. Maka mulai sekarang, alangkah baiknya jika kita lebih teliti memilih lilin yang akan kita gunakan untuk menciptakan momen romantis bersama pasangan. 

Share