Left arrow Kembali

Studi JAMA Merekomendasikan Produk Tembakau Alternatif untuk Perokok Dewasa

19 Oktober 2026

Studi terbaru Jurnal Asosiasi Medis Amerika (JAMA) merekomendasikan produk tembakau alternatif dibahas sebagai salah satu pilihan bagi perokok dewasa yang ingin berhenti merokok.

Studi terbaru Jurnal Asosiasi Medis Amerika (JAMA) merekomendasikan produk tembakau alternatif dibahas sebagai salah satu pilihan bagi perokok dewasa yang ingin berhenti merokok.

Studi yang terbit pada 30 Juli 2026 itu menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko setiap pilihan.

Studi berjudul Nicotine E-Cigarettes for Cigarette Smoking Cessation: Recommendations to US-Based Clinicians tersebut dipimpin peneliti University of Kansas Cancer Center Eleanor L. S. Leavens.

"Tidak ada satu pendekatan yang dapat membantu semua perokok untuk berhenti,” kata Eleanor, Senin (14/9).

Menurut dia, perokok dewasa perlu diberikan sejumlah pilihan dan dilibatkan dalam pembahasan mengenai manfaat serta risiko setiap opsi.

Pendekatan tersebut dikenal sebagai shared decision-making, yang mempertimbangkan tujuan, preferensi, dan kondisi kesehatan perokok dewasa.

Baca Juga:

Eleanor menegaskan produk tembakau alternatif bukan produk yang aman atau bebas risiko. Namun, pembahasannya dinilai penting sebagai bagian dari upaya membantu perokok meninggalkan rokok yang dibakar.

Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Dr. Indra Mustika mengatakan pendekatan berbasis risiko juga penting diterapkan tenaga kesehatan di Indonesia.

"Tenaga kesehatan perlu mampu melakukan komunikasi yang berbasis bukti ilmiah dan tidak bias terhadap produk,” ujar Indra.

Indra menyebut rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin memiliki karakteristik serta profil risiko yang berbeda.

Dia juga merujuk penelitian klinis yang pernah dilakukannya yang menemukan perubahan sejumlah indikator biologis rongga mulut pada kelompok yang beralih ke produk tembakau alternatif.

 

Penelitian tersebut antara lain menunjukkan peningkatan Total Antioxidant Oxidative Capacity (TAOC) serta penurunan TNF-α dan sel mikronukleus (MNC).

"Peningkatan kadar antioksidan serta penurunan TNF-α menunjukkan perbaikan lingkungan biologis pada rongga mulut pengguna produk tembakau alternatif dibandingkan kelompok yang terus merokok,” katanya.

Meski demikian, Indra menegaskan produk tembakau alternatif tetap memiliki risiko.

Oleh karena itu, informasi kepada perokok dewasa perlu disampaikan secara objektif dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik setiap produk.