Left arrow Kembali

Dampak Paparan Rokok vs Rokok Elektronik

Eksperimen yang dilakukan oleh tim peneliti dari Public Health England menemukan fakta menarik terkait perbedaan konsumsi rokok elektronik dan rokok konvensional. Seperti apa hasil eksperimennya? Simak infografik berikut.

Dampak paparan rokok vs rokok elektronik kadang menjadi perdebatan di kalangan pengguna dua produk tembakau tersebut, mana yang lebih rendah risiko kesehatannya. Melalui penelitian yang telah diterbitkan oleh UK Health Security Agency, menjelaskan bagaimana perbandingan paparan asap rokok konvensional dengan paparan uap rokok elektronik. Simak informasi selengkapnya di bawah ini agar Anda #JadiLebihPaham.

Baca Juga: Bahaya Asap Knalpot Berwarna Putih Pada Kendaraan Bermotor Bagi Mesin dan Kesehatan

Dampak Paparan Rokok vs Rokok Elektronik

Eksperimen yang dilakukan oleh tim peneliti dari Public Health England mencoba melihat seberapa besar perbedaan paparan asap rokok konvensional dengan paparan uap rokok elektronik. Sebelumnya seperti kita ketahui, ada perbedaan dari cara penggunaan rokok konvensional dengan rokok elektronik.

Rokok konvensional digunakan melalui proses pembakaran sehingga menghasilkan asap. Sebaliknya, rokok elektronik menggunakan proses pemanasan sehingga menghasilkan uap. Lalu bagaimana dengan perbandingan paparan asap dan uap tadi terhadap tubuh kita?

Di dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan dua tabung kaca berisi kapas yang memiliki pipa pengisap di bagian atas. Selanjutnya dilakukan proses pembakaran rokok konvensional dan pemanasan rokok elektronik pada masing-masing tabung.

Mereka mencoba membentuk pola konsumsi rokok konvensional dan rokok elektronik dalam jangka waktu sebulan. Untuk rokok konvensional, digunakan sampai 16 bungkus sebagai pola konsumsi satu bulan.

Baca Juga: 4 Tanaman Rumah Cegah Polusi Asap Rokok

Hasil yang didapatkan adalah kandungan TAR yang sangat besar dari asap rokok membuat kapas menjadi berwarna kecokelatan hingga cenderung kehitaman. Seluruh kapas yang ada di dalam tabung untuk rokok konvensional memiliki warna yang hampir sama. Jadi hasil yang didapatkan di dalam tabung tersebut menggambarkan dengan apa yang terdapat di dalam tubuh ketika mengonsumsi rokok konvensional dalam jangka waktu sebulan.

Bagaimana dengan rokok elektronik? Melalui proses pemanasan yang menghasilkan uap, paparan rokok elektronik dalam periode yang sama memberikan hasil kapas yang lebih bersih. Puluhan kapas yang ada di dalam tabung kaca tersebut cenderung putih tidak berwarna kecokelatan. Memang, masih ada terlihat bercak cokelat namun tidak sepekat hasil dari rokok konvensional. Selain itu, kandungan kapas-kapas tersebut lebih banyak mengandung air sehingga dapat lebih rendah risiko kesehatannya untuk tubuh kita.

Eksperimen ini menunjukkan bahwa walaupun memang tidak sepenuhnya bebas risiko kesehatan, setidaknya efek rokok elektronik 95% lebih rendah risikonya dibandingkan dengan rokok konvensional. 

Baca Juga: Efek Asap Rokok pada Hewan Peliharaan

Cara Mengurangi Zat-Zat Berbahaya pada Rokok Konvensional

Rokok elektronik merupakan salah satu bagian dari Produk Tembakau Alternatif pada metode harm reduction. Bagi yang belum tahu, harm reduction adalah metode yang memberikan Anda alternatif untuk mengurangi bahaya risiko zat kimia pada rokok konvensional dengan berbagai cara. Salah satunya mengubah pola konsumsi rokok konvensional dengan beralih ke Produk Tembakau Alternatif seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan.

Ya, rokok elektronik yang less harmful dibandingkan rokok konvensional dapat menjadi solusi bagi Anda yang sedang ingin berhenti merokok. Produk ini juga dapat membantu Anda tetap mendapat asupan nikotin dengan kadar yang lebih rendah dan mengurangi zat-zat berbahaya akibat kebiasaan merokok, seperti yang dijelaskan di atas. 

Semoga informasi dapat paparan rokok vs rokok elektronik yang diberikan di atas dapat menjadi pengetahuan baru bagi Anda. Jangan lupa untuk cek artikel Kabar lainnya agar #JadiLebihPaham.

YouTube