Semua Artikel

Ilustrasi untuk Uap Tembakau Modifikasi Risiko dan Dampak Sel Tubuh

Uap Tembakau Modifikasi Risiko dan Dampak Sel Tubuh

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak perbandingan dari paparan produk tembakau dengan modifikasi risiko (dipanaskan bukan dibakar) dan rokok konvensional pada perilaku gerakan sel monosit antar sel endotel.

Ilustrasi untuk Lebih Paham Tentang Produk Tembakau Alternatif

Lebih Paham Tentang Produk Tembakau Alternatif

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) setiap tahun ada 225.700 kematian di Indonesia yang diasosiasikan dengan penyakit terkait kebiasaan merokok. Mempertimbangkan risiko tersebut, dalam beberapa tahun terakhir telah diperkenalkan salah satu opsi solusi dalam bentuk produk tembakau alternatif. Kehadiran produk tembakau alternatif dapat menjadi opsi yang lebih rendah risiko bagi perokok dewasa yang ingin berhenti tetapi belum bisa. Apa saja alternatif yang tersedia? Baca selengkapnya!

Ilustrasi untuk YKPP: Aturan Tembakau Alternatif Harus Berdasar Penelitian

YKPP: Aturan Tembakau Alternatif Harus Berdasar Penelitian

Dengan manfaat yang diberikan dari produk tembakau alternatif, Inggris, Jepang, Kanada, dan Selandia Baru kini menggunakannya sebagai salah satu alternatif untuk menekan angka prevalensi perokok. Pemerintah pun diharapkan untuk melakukan kajian terhadap produk tembakau alternatif ini.

Ilustrasi untuk Apakah boleh merokok di ruangan ber-AC?

Apakah boleh merokok di ruangan ber-AC?

Merokok adalah kebiasaan yang berisiko bukan hanya bagi perokok aktif, tapi juga berbahaya bagi orang-orang di sekitar perokok dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok ini sering kali dilakukan di berbagai lokasi, bahkan di dalam rumah atau di dalam ruangan yang menggunakan air conditioner (AC).

Ilustrasi untuk Perbedaan Cara Konsumsi Produk Tembakau (Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional vs Produk Tembakau yang Dipanaskan)

Perbedaan Cara Konsumsi Produk Tembakau (Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional vs Produk Tembakau yang Dipanaskan)

Rokok Elektrik (Vape) bekerja dengan memanaskan cairan mengandung nikotin hingga menghasilkan uap, tanpa pembakaran. Produk tembakau yang dipanaskan memanaskan tembakau tanpa mencapai suhu pembakaran. Sebaliknya, rokok konvensional membakar tembakau dan menghasilkan TAR berbahaya. Nikotin bersifat adiktif, tetapi bukan penyebab utama penyakit akibat merokok. TAR, yang terbentuk dari pembakaran tembakau, adalah penyebab utama dan meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti kanker dan gangguan paru-paru. Rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko lebih rendah karena tidak mengandung TAR hasil dari pembakaran.

 

Ilustrasi untuk Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Prof. Tikki Pangestu, mantan Direktur Riset Kebijakan Penelitian & Kerja Sama WHO, menyoroti lambatnya penerapan strategi pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) di Indonesia. Padahal, berbagai kajian menunjukkan bahwa produk tembakau yang tidak melalui proses pembakaran berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok, sehingga menurunkan risiko penyakit terkait tembakau. Menurutnya, inovasi ini belum dimanfaatkan secara optimal, antara lain karena lima hal utama: sikap WHO yang belum mendukung pendekatan ini, perbedaan regulasi antarnegara, maraknya misinformasi tentang produk alternatif, rendahnya kepercayaan publik terhadap inovasi dari industri, serta fokus perdebatan yang lebih menitikberatkan pada risiko bagi anak-anak dibanding membantu perokok dewasa. Pendekatan yang terlalu restriktif, menurut Prof. Tikki, justru berisiko mendorong pasar gelap seperti yang terjadi di Australia

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif vs Rokok: Tanggapan Asosiasi Vape

Produk Tembakau Alternatif vs Rokok: Tanggapan Asosiasi Vape

Ketua Asosiasi Retail Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia menanggapi masih banyaknya kesalahan persepsi publik yang menyamakan produk tembakau alternatif dengan rokok, dan tidak jarang dianggap berbahaya terhadap kesehatan sehingga dianggap tak layak sebagai opsi bagi perokok dewasa beralih dari kebiasaannya.

Ilustrasi untuk Komitmen Cegah Penyalahgunaan, Asosiasi Vaporiser Bali (AVB) Gandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Denpasar

Komitmen Cegah Penyalahgunaan, Asosiasi Vaporiser Bali (AVB) Gandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Denpasar

Dalam sosialisasi ini, AVB menegaskan penolakan terhadap oknum yang memanfaatkan industri vape untuk peredaran narkoba dan untuk terus menerapkan aturan ketat, termasuk larangan penjualan kepada konsumen di bawah 21 tahun.

“(Sosialisasi) ini adalah bentuk komitmen integritas dari asosiasi untuk menyatakan perang terhadap peredaran gelap narkotika, khususnya melalui penyalahgunaan liquid vape yang dicampur zat terlarang,” kata Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Leo Deddy.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif Turunkan Prevalensi Perokok

Tembakau Alternatif Turunkan Prevalensi Perokok

Akses dan pemanfaatan produk tembakau alternatif telah terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi prevalensi perokok jika dibandingkan dengan pendekatan pelarangan total. Hal ini disampaikan oleh pakar dari berbagai negara dalam acara Innovation Summit Southeast Asia di Asia School of Business, Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Lebih Lanjut Paparan Pakar dari Berbagai Negara

Ilustrasi untuk Riset: Tembakau Alternatif Berisiko Rendah, Perlu Regulasi Khusus

Riset: Tembakau Alternatif Berisiko Rendah, Perlu Regulasi Khusus

Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektronik, memiliki profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok. Berdasarkan kajian ilmiah di Indonesia dan berbagai negara, pengaturan untuk produk tembakau alternatif seharusnya berbeda dari rokok.

Ilustrasi untuk Produk Bebas Asap Berkorelasi Kuat dengan Keberhasilan Beralih dari Rokok: Bukti Terbaru dari Inggris

Produk Bebas Asap Berkorelasi Kuat dengan Keberhasilan Beralih dari Rokok: Bukti Terbaru dari Inggris

Sebuah studi terbaru di Inggris menemukan bahwa penggunaan produk bebas asap, seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, berkorelasi kuat dengan keberhasilan berhenti merokok. Meski jumlah pengguna produk tembakau yang dipanaskan masih terbatas, hasilnya tetap signifikan. Kantong nikotin juga menunjukkan potensi, namun data yang tersedia belum cukup kuat untuk disimpulkan secara pasti.

Ilustrasi untuk Belajar dari Inggris Soal Pengendalian Tembakau

Belajar dari Inggris Soal Pengendalian Tembakau

Pada tahun 2017, Departemen Sosial dan Kesehatan Inggris mencetuskan Rencana Pengendalian Tembakau untuk tahun 2017-2022. Perencaan ini secara rinci dirancang untuk mengendalikan konsumsi tembakau dari hulu ke hilir, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi dan kontrol melalui regulasi formal.

Ilustrasi untuk RI Perlu Regulasi Tembakau Alternatif, Belajar dari Inggris

RI Perlu Regulasi Tembakau Alternatif, Belajar dari Inggris

Dalam laporan yang bertajuk 'E-cigarettes', dapat disimpulkan bahwa rokok elektronik berpotensi memiliki risiko kesehatan sekitar 95% lebih rendah daripada rokok. Berdasarkan hal tersebut, regulasi mengenai produk tembakau alternatif jadi agenda penting untuk diselesaikan.

Ilustrasi untuk Selandia Baru: Aturan Baru untuk Tembakau Alternatif

Selandia Baru: Aturan Baru untuk Tembakau Alternatif

Kementerian Kesehatan Selandia Baru merilis rekomendasi peraturan terkait produk tembakau alternatif untuk mendukung perokok dewasa beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko kesehatan lebih rendah.

Ilustrasi untuk Unpad Bangun Pusat Kajian Pengurangan Bahaya untuk Masalah Rokok

Unpad Bangun Pusat Kajian Pengurangan Bahaya untuk Masalah Rokok

Universitas Padjadjaran dan Universitas Catania, meluncurkan Pusat Kajian Pengurangan Bahaya. Guru Besar Ilmu Kedokteran Spesialis Penyakit Dalam Universitas Catania, Italia, Prof Riccardo Polosa menjelaskan, kerja sama ini sudah terjalin lebih dari 5 tahun. Salah satu kajian tersebut adalah pengurangan bahaya rokok.

Ilustrasi untuk KABAR Roadshow Medan: Kunci Jitu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Kota Medan

KABAR Roadshow Medan: Kunci Jitu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Kota Medan

dr. Cashtry Meher menilai bahwa memaksimalkan konsep pengurangan bahaya tembakau melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa untuk mengurangi kebiasaan merokok sekaligus membantu Pemerintah Kota Medan dalam menurunkan prevalensi merokok serta angka Penyakit Tidak Menular (PTM).

Ilustrasi untuk Kolaborasi Antar Sektor Diperlukan untuk Menekan Konsumsi Rokok

Kolaborasi Antar Sektor Diperlukan untuk Menekan Konsumsi Rokok

Membahas isu konsumsi rokok di Indonesia tidak dapat dilihat dari satu faktor saja. Upaya menekan konsumsi rokok ini butuh kerja sama kuat antar elemen seperti pemerintah, akademisi, dan berbagai elemen lain agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran, terukur, dan proporsional.

Ilustrasi untuk Strategi Cegah Misinformasi Tembakau Alternatif

Strategi Cegah Misinformasi Tembakau Alternatif

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Sahid Jakarta (USAHID), diperlukan strategi komunikasi yang berbeda tentang produk tembakau alternatif untuk mengurangi misinformasi, yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan masyarakat dan status sosial masyarakat. Dalam mengimplementasikan strategi komunikasi tersebut, perlu dibangun kolaborasi dengan melibatkan pemangku kepentingan (pentahelix), seperti pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Ilustrasi untuk Misinformasi Tembakau Alternatif Ancam Jutaan Jiwa

Misinformasi Tembakau Alternatif Ancam Jutaan Jiwa

Minimnya informasi risiko kesehatan dari produk tembakau alternatif, akan merugikan jutaan perokok yang saat ini mungkin sedang mencari solusi alternatif dengan risiko kesehatan yang lebih rendah. Konsekuensinya sangat jelas: Lebih sedikit perokok yang akan berhenti dan lebih banyak perokok yang terancam jiwanya.

Ilustrasi untuk Vape Lebih Efektif Dibanding NRT: Temuan Baru dari Australia

Vape Lebih Efektif Dibanding NRT: Temuan Baru dari Australia

Penelitian dari University of New South Wales (UNSW Sydney) menemukan bahwa penggunaan vape lebih efektif membantu perokok dewasa mengurangi kebiasaan berisikonya, termasuk melalui pemanfaatan NRT (Nicotine Replacement Therapy).

Ilustrasi untuk Bukti Ilmiah Terkini soal Regulasi E-cigarettes

Bukti Ilmiah Terkini soal Regulasi E-cigarettes

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penelitian terkait dampak kesehatan dari sistem penghantar nikotin elektronik atau rokok elektronik dan kaitannya dengan implikasi regulasi terkait produk tersebut.

Ilustrasi untuk Pentingnya Kajian Multidisiplin Produk Tembakau Alternatif

Pentingnya Kajian Multidisiplin Produk Tembakau Alternatif

Sejumlah pakar dan akademisi berharap agar kajian berbasis sains yang komprehensif terkait profil risiko produk tembakau alternatif bisa ditingkatkan dan dilakukan secara kolaboratif sebagai upaya memperluas informasi yang akurat. Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR), Dedek Prayudi mengungkapkan bahwa kajian yang dimaksud harus melibatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Dinilai Efektif Ubah Kebiasaan Merokok

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Efektif Ubah Kebiasaan Merokok

Produk tembakau alternatif dinilasi berpotensi memiliki peran yang krusial dalam membantu perokok dewasa yang kesulitan berhenti merokok. Kesimpulan tersebut berdasarkan penelitian systematic review tentang Effectiveness and Safety of Alternative Tobacco and Nicotine Product for Smoking Reduction and Cessation yang dilakukan oleh Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran.

Ilustrasi untuk Polusi: Rokok Elektronik vs. Tembakau Dipanaskan

Polusi: Rokok Elektronik vs. Tembakau Dipanaskan

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan paparan kandungan metal dan organik bagi pengguna pasif dari produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn) yang baru muncul di pasaran dengan membandingkannya dengan emisi yang dihasilkan rokok konvensional  dan rokok elektronik.

Ilustrasi untuk Sudah Benarkah Masker Pelindung Polusi Udara yang Anda Gunakan

Sudah Benarkah Masker Pelindung Polusi Udara yang Anda Gunakan

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya sekitar 6,5 juta kematian terjadi karena polusi udara. Untuk melindungi diri dari polusi udara, masker dipercaya oleh banyak orang Ketika beraktivitas di luar. Namun, apakah penggunaan masker sudah cukup efektif?

Ilustrasi untuk Industri Produk Tembakau Alternatif Butuh Kajian Ilmiah

Industri Produk Tembakau Alternatif Butuh Kajian Ilmiah

Industri produk tembakau alternatif membutuhkan kajian ilmiah yang menyeluruh mengenai produk HPTL. Ketua KABAR Ariyo Bimmo mengatakan kajian ilmiah memiliki peran penting untuk kehadiran dan penerimaan produk HPTL di masyakarat.

Ilustrasi untuk RI Bisa Belajar dari Swedia soal Kebijakan Rokok

RI Bisa Belajar dari Swedia soal Kebijakan Rokok

Penggunaan produk tembakau alternatif untuk menurunkan prevalensi merokok dilakukan di Swedia. Berkat memanfaatkan produk tembakau alternatif, terutama snus atau kantong nikotin, tingkat kematian terkait konsumsi produk nikotin di Swedia jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.

Ilustrasi untuk KABAR Puji Langkah FDA Izinkan Produk Tembakau Alternatif

KABAR Puji Langkah FDA Izinkan Produk Tembakau Alternatif

Dengan dikeluarkannya izin edar produk tembakau alternatif di Amerika Serikat, FDA bagai BPOM-nya AS, tentu sudah melakukan kajian mendalam terhadap produk tembakau alternatif, termasuk risikonya. Hal ini diharapkan menjadi acuan negara-negara lain untuk menyusun regulasi bagi produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Ketua AKVINDO: Tembakau Alternatif, Solusi Realistis Permasalahan Merokok

Ketua AKVINDO: Tembakau Alternatif, Solusi Realistis Permasalahan Merokok

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 69 juta perokok. Menurut Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), berhenti merokok sepenuhnya sering terhambat gejala putus nikotin, sehingga produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa. Studi dari Inggris dan Royal College of Physicians menunjukkan risikonya lebih rendah dan peluang berhenti meningkat hingga 64,9 persen. Meski demikian, misinformasi dan penyalahgunaan rokok elektronik masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi pengurangan berbasis risiko, penegakan hukum, dan edukasi publik agar manfaatnya tepat sasaran.

Ilustrasi untuk Apa Itu Polusi: Pengertian, Jenis, Dampak, dan Solusi Pengurangan Paparan

Apa Itu Polusi: Pengertian, Jenis, Dampak, dan Solusi Pengurangan Paparan

Polusi merupakan masuknya zat atau energi berbahaya ke lingkungan yang dapat merusak keseimbangan alam dan membahayakan kesehatan manusia. Polusi dapat terjadi pada udara, air, tanah, suara, dan cahaya, dengan sumber utama berasal dari aktivitas manusia seperti kendaraan bermotor, industri, limbah rumah tangga, serta pembakaran bahan bakar fosil.

Di Indonesia, polusi udara menjadi isu utama karena tingginya emisi kendaraan dan aktivitas industri, yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Selain di luar ruangan, polusi juga dapat terjadi di dalam ruangan melalui asap rokok, kompor, dan bahan kimia rumah tangga.

Dampak polusi meliputi gangguan pernapasan, penyakit jantung, kerusakan organ, perubahan iklim, hingga penurunan keanekaragaman hayati. Untuk mengurangi dampaknya, diperlukan upaya bersama melalui pengelolaan limbah yang lebih baik, pengurangan emisi, penggunaan teknologi rendah polusi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Dengan langkah sederhana dan dukungan kebijakan pemerintah, pengurangan paparan polusi dapat dilakukan demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Ilustrasi untuk Apa Efek Menghirup Uap Produk Tembakau Alternatif?

Apa Efek Menghirup Uap Produk Tembakau Alternatif?

Pertumbuhan pesat produk tembakau alternatif dan penggunanya memunculkan sebuah kekhawatiran. Akankah uap produk tembakau alternatif mengganggu keseharian kita? Dan jika ya, apa risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan?

Ilustrasi untuk Arvindo: Tembakau Alternatif sebagai Solusi untuk Kurangi Perokok

Arvindo: Tembakau Alternatif sebagai Solusi untuk Kurangi Perokok

Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia Firmansyah, berharap pemerintah memanfaatkan produk tembakau alternatif (PTA) untuk menurunkan angka perokok, mengacu pada kesuksesan negara lain. Data dari Laporan Office for National Statistic Inggris menunjukkan, penurunan jumlah perokok di negaranya (12,9% pada 2022 dibandingkan dengan 13,3% pada 2021) dan Swedia (5,16% pada 2022 dibandingkan dengan 11% pada 2015) berkat dukungan pemerintah terhadap PTA.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif dan Dampaknya pada Kesehatan Selandia Baru

Tembakau Alternatif dan Dampaknya pada Kesehatan Selandia Baru

Ketersediaan produk tembakau alternatif, berpotensi untuk menghemat anggaran kesehatan Selandia Baru hingga $2.5 milyar. Bagaimana peran produk tembakau alternatif dalam penghematan anggaran kesehatan di Selandia baru? Simak infografik berikut.

Ilustrasi untuk Peneliti Ungkap Tembakau Alternatif Berisiko Kesehatan Rendah

Peneliti Ungkap Tembakau Alternatif Berisiko Kesehatan Rendah

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran mengungkapkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan lebih rendah dibanding rokok konvensional. Mereka pun sedang melanjutkan SMILE study yang mengevaluasi dampak penggunaan produk tembakau alternatif secara jangka panjang yang berkolaborasi dengan peneliti dari beberapa negara seperti Italia, Polandia dan Moldova. Yun Mukmin Akbar, peneliti Pusat Studi Kedokteran Gigi Militer Universitas Padjajaran mengatakan hal ini dapat menjadi ajang kolaborasi riset Indonesia dan negara lain di bidang kedokteran gigi. “Riset pengurangan bahaya tembakau punya potensi besar, terutama mengkaji perilaku merokok di kalangan militer yang menerapkan keilmuan di bidang kedokteran gigi militer” ungkapnya.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif Tingkatkan Kesehatan Gusi

Tembakau Alternatif Tingkatkan Kesehatan Gusi

Hasil kajian klinis yang dilakukan akademisi dari Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Padjajaran, drg. Amaliya, M.Sc. Ph.D, bersama drg. Agus Susanto, Sp.Perio dan drg. Jimmy Gunawan, Sp.Perio membuktikan bahwa pengguna rokok elektronik yang telah berhenti merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi yang dibuktikan dengan tingkat peradangan dan pendarahan gusi yang sama seperti yang dialami oleh non-perokok. 

Ilustrasi untuk Kandungan PAHs di Udara dan Efek Kesehatan

Kandungan PAHs di Udara dan Efek Kesehatan

Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk memahami polutan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs), dari kandungan senyawa, proses transformasi, paparan terhadap manusia, hingga dampak kesehatan yang diakibatkan.

Ilustrasi untuk Penggunaan Rokok Elektronik: Studi di Yunani

Penggunaan Rokok Elektronik: Studi di Yunani

Penelitian yang didanai oleh German Federal Institute for Risk Assessment (BfR), sebuah divisi dalam Departemen Bahan Kimia dan Keamaan Produk dari Jerman ini bertujuan untuk melakukan uji toksikologi dari emisi produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar yang ada di pasaran.

Ilustrasi untuk Perokok Berhak Dapatkan Info Produk Tembakau Alternatif

Perokok Berhak Dapatkan Info Produk Tembakau Alternatif

Perokok dewasa mempunyai hak untuk menggunakan produk penghantar nikotin yang lebih rendah risiko, seperti produk tembakau alternatif guna mengurangi pravalensi merokok serta memperbaiki kualitas hidup di masa depan, menurut Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR Ariyo Bimmo.

Ilustrasi untuk Penelitian Tembakau Alternatif untuk Kurangi Prevalensi Perokok

Penelitian Tembakau Alternatif untuk Kurangi Prevalensi Perokok

Aktivis Pengurangan Bahaya Merokok dari Inggris yang merupakan panelis diskusi Global Forum Nicotine 2023 (GFN23) di Warsawa, Polandia, Clive Bates mengatakan, penelitian yang masif mengenai produk tembakau alternatif sangat diperlukan untuk keterbukaan informasi yang akurat, terutama mengenai profil risiko dari produk tersebut. Pada kesempatan berbeda, Peneliti dan Dosen Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Neily Zakiyah, juga sependapat penyebarluasan informasi tentang profil risiko dan manfaat dari produk tembakau alternatif sebaiknya berbasis fakta dan kajian ilmiah. Pasalnya, kajian bukti efektivitas rokok elektronik dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tikki Pangestu mendorong Indonesia untuk mengambil pelajaran dari keberhasilan Swedia dan Norwegia dalam menekan angka prevalensi merokok yang tinggi yakni 69.1 juta Perokok. Melalui pemaksimalan penggunaan produk-produk tembakau alternatif seperti kantong nikotin, rokok elektrik, dan tembakau yang dipanaskan, Swedia berhasil menurunkan prevalensi merokok di negaranya dari 11% menjadi 5.16% pada tahun 2015, sementara Norwegia berhasil menurunkan dari 44% menjadi 16.20% dalam kurun 20 tahun dari tahun 2000.

Ilustrasi untuk Dampak Buruk Asap Rokok pada Kecerdasan Intelektual Anak Anda!

Dampak Buruk Asap Rokok pada Kecerdasan Intelektual Anak Anda!

Paparan asap rokok sejak dini memengaruhi fungsi sinaptik dan perkembangan otak. Ketika anak masih berusia sangat muda, itu adalah saat mereka masih mengembangkan sistem saraf mereka dan berada dalam kondisi yang sangat rentan terhadap paparan dari lingkungan luar.

Ilustrasi untuk BNN Ajak Asosiasi Rokok Elektronik Cegah Peredaran Narkoba

BNN Ajak Asosiasi Rokok Elektronik Cegah Peredaran Narkoba

Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pelaku usaha di industri rokok elektronik untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Kerja sama ini diyakini akan mempersempit celah oknum yang memanfaatkan cairan rokok elektronik untuk mengedarkan narkoba.

Ilustrasi untuk Temuan BRIN: Tembakau Alternatif dengan Zat Berbahaya Lebih Rendah

Temuan BRIN: Tembakau Alternatif dengan Zat Berbahaya Lebih Rendah

Prof. Bambang Prasetya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penelitian lebih lanjut tentang produk tembakau alternatif untuk mengurangi risiko kesehatan. Penelitian BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya dalam produk ini lebih rendah. Dia menekankan pentingnya riset ilmiah sebagai dasar untuk pembuatan suatu kebijakan publik dalam diskusi di APHRF 2024.

Ilustrasi untuk Pelajari Berbagai Dampak Asap Rokok Terhadap Kesehatan

Pelajari Berbagai Dampak Asap Rokok Terhadap Kesehatan

Asap rokok dihasilkan dari proses pembakaran rokok dan menghasilkan lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya, termasuk TAR yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker serta merupakan penyebab utama banyak penyakit berbahaya terkait kebiasaan merokok. Oleh karena itu, asap rokok memiliki profil risiko yang tinggi bagi para perokok. Mari kita bahas secara lebih lanjut mengenai dampak asap rokok terhadap kesehatan perokok dan cara untuk mengurangi risikonya di artikel ini.

Ilustrasi untuk Pemerintah Diminta Perjelas Informasi Tembakau Alternatif

Pemerintah Diminta Perjelas Informasi Tembakau Alternatif

Pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif sebagai upaya mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Sebab, informasi berdasarkan kajian ilmiah tersebut diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih baik bagi perokok dewasa)yang ingin terus menggunakan produk mengandung nikotin. Senada, Dr Dwinita Wikan, Kepala Pusat Penelitian Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan masih sedikit penelitian ilmiah tentang produk tembakau alternatif. 

Ilustrasi untuk Mengenal Bahaya Karsinogenik TAR

Mengenal Bahaya Karsinogenik TAR

Ahli toksikologi sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), Shoim Hidayat, menjelaskan TAR berbeda jauh dengan nikotin, khususnya dari sisi bahaya yang ditimbulkan. TAR adalah zat kimia dan partikel padat yang dihasilkan dari proses pembakaran pada rokok, ungkapnya. Mengacu kepada National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker paru-paru, emfisema, atau penyakit lainnya. Di sisi lain, Shoim mengatakan nikotin tidak bersifat karsinogenik. Nikotinpun dapat ditemukan pada beberapa tanaman lainnya selain tembakau, seperti kentang, terong dan tomat.