Semua Artikel

Ilustrasi untuk Pemerintah Diminta Buat Regulasi Tembakau Alternatif

Pemerintah Diminta Buat Regulasi Tembakau Alternatif

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo meminta pemerintah mengeluarkan regulasi yang berbeda bagi produk tembakau, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin. Keberadaan regulasi yang berbeda bagi produk tembakau alternatif dan rokok dipercaya dapat melindungi masyarakat dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Ilustrasi untuk Nikotin vs TAR: Mana yang Lebih Berbahaya?

Nikotin vs TAR: Mana yang Lebih Berbahaya?

TAR merupakan zat beracun yang terbentuk dari pembakaran, bersifat lengket dan bisa menempel pada paru-paru, sedangkan nikotin memiliki karakteristik efek adiktif dan psikoaktif yang memberikan efek kecanduan yang dapat ditemukan di sayuran seperti terung, tomat, dan kafein.

Ilustrasi untuk Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto, menegaskan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin hanya ditujukan bagi perokok dewasa sebagai opsi berisiko lebih rendah. Ia menegaskan bahwa produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk remaja atau non-perokok. Riset APVI dengan BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya pada produk ini lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, sementara studi internasional dengan empat juta responden di AS, Kanada, dan Eropa Barat membuktikan kekhawatiran bahwa rokok elektronik memicu remaja merokok tidak berdasar, justru diikuti penurunan prevalensi merokok pada kelompok muda. APVI berkomitmen terus mengedukasi publik dan mendorong regulasi seimbang demi perlindungan kelompok rentan.

Ilustrasi untuk Asap Memasak vs Kendaraan Bermotor

Asap Memasak vs Kendaraan Bermotor

Seperti kita ketahui sebelumnya, asap memiliki efek yang tidak baik bagi tubuh, baik dalam jangka pendek maupun jangka Panjang. Lalu, apakah asap memasak sama berbahayanya dengan asap kendaraan bermotor? Temukan ulasan singkatnya di infografik berikut ini.

Ilustrasi untuk Apa dampak pembakaran sampah pada manusia dan kesehatannya?

Apa dampak pembakaran sampah pada manusia dan kesehatannya?

Salah satu material yang tidak bisa dihindari dari kehidupan sehari-hari adalah sampah. Hal ini dikarenakan dalam setiap kegiatan yang dilakukan, seperti ketika kita makan atau minum, maka sisa makanan dan minuman tersebut akan berujung ke fase pembuangan sampah.

Dalam mengelola sampah, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang sampah, hingga ada yang membakar sampah. Namun, membakar sampah adalah cara pengelolaan sampah yang memiliki banyak dampak buruk baik bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Ketika membakar sampah, maka sampah akan menghasilkan asap yang dapat mencemari lingkungan dan memicu polusi udara. Asap hasil pembakaran sampah ini dapat mengontaminasi udara yang kita hirup. Mari, kita bahas lebih lanjut terkait bahaya membakar sampah dan dampaknya di artikel ini.

Ilustrasi untuk Perbandingan Cara Memasak Ayam

Perbandingan Cara Memasak Ayam

Ada banyak cara untuk menyajikan ayam yang lezat di rumah. Mulai dari digoreng, direbus, dipanggang, hingga disajikan secara barbekyu. Namun, cara mana yang lebih sehat dan minim risiko?

Ilustrasi untuk Nikotin Aerosol Tembakau Dipanaskan vs. Rokok Elektronik

Nikotin Aerosol Tembakau Dipanaskan vs. Rokok Elektronik

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar nikotin pada produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan dalam gas yang dihasilkan dari produk tersebut bila dibandingkan dengan rokok elektronik dan rokok konvensional.

Ilustrasi untuk Apa Kata BfR Jerman tentang Kantung Nikotin (Nicotine Pouch)?

Apa Kata BfR Jerman tentang Kantung Nikotin (Nicotine Pouch)?

Pada 2022, Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR), yang merupakan lembaga penilaian risiko kesehatan independen milik pemerintah Jerman, menerbitkan kajian ilmiah mengenai kantung nikotin (nicotine pouch), produk nikotin oral tanpa tembakau yang kian berkembang di Eropa. Dalam kajian tersebut, BfR menegaskan bahwa produk ini bukan tanpa risiko, mengingat nikotin tetap bersifat adiktif. Namun, BfR juga mencatat perbedaan mendasar dibanding rokok yang dibakar: bahwa kantung nikotin tidak melibatkan pembakaran, sehingga tidak menghasilkan tar, karbon monoksida, dan berbagai senyawa toksik lainnya yang menjadi penyebab utama beban penyakit akibat rokok.

Ilustrasi untuk Penggunaan Rokok Elektronik: Studi di Yunani

Penggunaan Rokok Elektronik: Studi di Yunani

Penelitian yang didanai oleh German Federal Institute for Risk Assessment (BfR), sebuah divisi dalam Departemen Bahan Kimia dan Keamaan Produk dari Jerman ini bertujuan untuk melakukan uji toksikologi dari emisi produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar yang ada di pasaran.

Ilustrasi untuk Kebijakan Tembakau Alternatif Harus Berdasarkan Penelitian

Kebijakan Tembakau Alternatif Harus Berdasarkan Penelitian

Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) meneliti produk tembakau alternatif, Risk Assessment of E-Liquid dan Oral Health Findings. Penelitian ini diharap dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan mengenai produk tembakau alternatif. Seperti apa temuan penelitan tersebut?

Ilustrasi untuk Hasil Riset Rokok Elektronik di Inggris

Hasil Riset Rokok Elektronik di Inggris

Rokok elektronik semakin menjadi tren di masyarakat. Lalu apakah rokok elektronik ini memiliki risiko yang lebih kecil dibanding rokok konvensional? Apakah efektif untuk membuat perokok dewasa berhenti merokok secara total? Simak hasil laporan badan Kesehatan masyarakat Inggris, berikut.

Ilustrasi untuk Polusi: Rokok Elektronik vs. Tembakau Dipanaskan

Polusi: Rokok Elektronik vs. Tembakau Dipanaskan

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan paparan kandungan metal dan organik bagi pengguna pasif dari produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn) yang baru muncul di pasaran dengan membandingkannya dengan emisi yang dihasilkan rokok konvensional  dan rokok elektronik.

Ilustrasi untuk Arvindo: Tembakau Alternatif sebagai Solusi untuk Kurangi Perokok

Arvindo: Tembakau Alternatif sebagai Solusi untuk Kurangi Perokok

Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia Firmansyah, berharap pemerintah memanfaatkan produk tembakau alternatif (PTA) untuk menurunkan angka perokok, mengacu pada kesuksesan negara lain. Data dari Laporan Office for National Statistic Inggris menunjukkan, penurunan jumlah perokok di negaranya (12,9% pada 2022 dibandingkan dengan 13,3% pada 2021) dan Swedia (5,16% pada 2022 dibandingkan dengan 11% pada 2015) berkat dukungan pemerintah terhadap PTA.

Ilustrasi untuk Dampak Negatif Rokok Terhadap Kesehatan

Dampak Negatif Rokok Terhadap Kesehatan

Rokok berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan pernapasan, seperti kaker paru, stroke, dan serangan jantung. Apa saja penyebab dan potensi lainnya yang ditimbulkan oleh rokok? Simak selengkapnya di sini.

Ilustrasi untuk PAHs dalam PM2.5: Dampak Metode Memasak di Cina

PAHs dalam PM2.5: Dampak Metode Memasak di Cina

Penelitian ini melakukan pengujian untuk membandingkan kandungan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang dihasilkan dari lima aktivitas memasak yang berbeda di Cina.

Ilustrasi untuk Pengurangan Risiko, Solusi Efektif Atasi Masalah Rokok

Pengurangan Risiko, Solusi Efektif Atasi Masalah Rokok

Produk tembakau alternatif bahayanya berkurang karena tidak melalui proses pembakaran, melainkan pemanasan, sehingga menghasilkan uap bukan asap. Dengan demikian, produk tersebut tidak menghasilkan TAR dan berbagai zat kimia berbahaya bagi tubuh manusia.

Ilustrasi untuk Cara Cegah Tembakau Alternatif di Kalangan Remaja

Cara Cegah Tembakau Alternatif di Kalangan Remaja

Banyaknya remaja yang mengonsumsi rokok elektronik, membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyatakan penggunaan rokok elektronik sudah ditahap epidemi. Lalu, apakah pemerintah Amerika Serikat melarang rokok elektronik, atau regulasinya yang diperketat?

Ilustrasi untuk Pengurangan Risiko Tembakau: Ubah Pandangan tentang Nikotin

Pengurangan Risiko Tembakau: Ubah Pandangan tentang Nikotin

Tim peneliti dari berbagai universitas di Amerika Serikat melakukan tinjauan penelitian untuk memahami potensi Alternative Nicotine Delivery Systems (ANDS) atau produk penghantar nikotin alternatif dalam upaya pengendalian tembakau.

Ilustrasi untuk ITB: Tembakau Dipanaskan Berisiko Lebih Rendah

ITB: Tembakau Dipanaskan Berisiko Lebih Rendah

Hasil kajian dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Ilustrasi untuk Dampak Kesehatan dari Legalisasi Nikotin dengan Vaporisasi

Dampak Kesehatan dari Legalisasi Nikotin dengan Vaporisasi

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Melbourne di Selandia Baru ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut dampak kesehatan dan implikasinya pada anggaran negara dari melegalisasi penjualan produk mengandung nikotin yang dipanaskan dan menghasilkan vaporisasi (penguapan).

Ilustrasi untuk Apa itu Perokok Pasif dan Apa Perbedaan Perokok Aktif dan Pasif?

Apa itu Perokok Pasif dan Apa Perbedaan Perokok Aktif dan Pasif?

Ada beberapa tipe asap rokok yang sering dihirup perokok pasif yang masih banyak belum diketahui orang, yakni Second-hand smoke dan Third-hand Smoke. Kita bahas sedikit mengenai hal ini. Ketika Anda berada di sekitar perokok aktif, Anda akan mengisap asap rokok yang diembuskan perokok dan partikel asap yang berada di udara, inilah yang dinamakan sebagai Second-hand smoke.

Ilustrasi untuk Turunkan Jumlah Perokok, Indonesia Bisa Tiru Jepang

Turunkan Jumlah Perokok, Indonesia Bisa Tiru Jepang

Jepang menjadi negara di Asia yang sukses menurunkan prevalensi perokok dalam beberapa tahun terakhir. Kesuksesan tersebut karena sikap terbuka Pemerintah Jepang dalam memanfaatkan penggunaan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan snus, yang menerapkan konsep pengurangan bahaya, sebagai menjadi solusi dalam mengurangi angka perokok.

Ilustrasi untuk Peneliti ITB Dorong Kajian Tembakau Alternatif

Peneliti ITB Dorong Kajian Tembakau Alternatif

Peneliti Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) berharap Indonesia memiliki lebih banyak kajian ilmiah terkait aspek manfaat dan keamanan produk tembakau alternatif menyusul telah berbedarnya produk pengganti rokok konvensional itu di Indonesia. SF-ITB telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan judul “Perbandingan Profil Risiko Kesehatan Produk Tembakau yang Dipanaskan Versus Rokok Kretek Indonesia,” yang telah dipaparkan dalam 5th Scientific Summit di Athena, Yunani pada bulan September yang lalu.

Ilustrasi untuk APVI dan AVI: Tembakau Alternatif Hanya untuk Konsumen Dewasa

APVI dan AVI: Tembakau Alternatif Hanya untuk Konsumen Dewasa

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) dan Aliansi Vaper Indonesia (AVI) berkomitmen untuk menjual produk tembakau alternatif hanya kepada konsumen dewasa, bukan kepada anak-anak di bawah umur, non-perokok, serta ibu hamil dan menyusui. Selain itu, APVI dan AVI juga berkomitmen untuk memastikan kualitas produk tembakau alternatif dan memberikan edukasi serta informasi akurat kepada masyarakat mengenai penggunaan produk tersebut.

Ilustrasi untuk Payung Hukum Produk Tembakau Alternatif

Payung Hukum Produk Tembakau Alternatif

Sebagai produk yang berpotensi memberikan solusi mengurangi bahaya kesehatan pada para perokok, pemerintah tidak bisa membiarkan produk tembakau alternatif berkembang tanpa payung hukum yang jelas. Hal ini guna menjaga pengembangan produk tembakau alternatif agar tidak salah tujuan.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur Riset WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia

Mantan Direktur Riset WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia

Meski kampanye anti-rokok terus digaungkan, jumlah perokok di Indonesia tetap tinggi—mencapai 60 juta orang. Menurut mantan Direktur WHO, Prof. Tikki Pangestu, hal ini disebabkan oleh penolakan terhadap pendekatan pengurangan risiko, kebijakan yang terlalu fokus pada larangan, dan misinformasi soal produk alternatif. Ia menilai pendekatan yang terlalu ideologis justru menghambat upaya kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang yang membutuhkan solusi lebih pragmatis.

Ilustrasi untuk Asap Rokok vs. Uap Tembakau Alternatif: Mana Berbahaya?

Asap Rokok vs. Uap Tembakau Alternatif: Mana Berbahaya?

Pernahkah Anda terpikir mengapa rokok yang dibakar mengeluarkan asap, sedangkan produk tembakau alternatif mengeluarkan uap? Apakah asap dan uap ini mengandung senyawa yang sama? Manakah yang lebih berbahaya bagi kesehatan?

Ilustrasi untuk Pakar Onkologi Teliti Fakta Tembakau Alternatif

Pakar Onkologi Teliti Fakta Tembakau Alternatif

Di Amerika Serikat, sebuah penelitian dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut terhadap strategi peralihan perokok ke penggunaan produk tembakau alternatif. Diperkirakan 6,6 juta orang di Amerika Serikat dapat terhindar dari kematian dini jika perokok beralih ke rokok elektronik.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Akibat Merokok

Produk Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Akibat Merokok

Pemerhati Kesehatan Publik, dr. Tri Budhi Baskara mengatakan, produk tembakau alternatif telah terbukti memiliki kandungan toksin yang lebih rendah sampai 95% dibandingkan rokok dan telah terbukti efektif menurunkan angka perokok di berbagai negara, contohnya Swedia dan Jepang.

Ilustrasi untuk Perbandingan Emisi Rokok vs Produk Tembakau Alternatif

Perbandingan Emisi Rokok vs Produk Tembakau Alternatif

Produk tembakau alternatif umumnya memiliki uap yang lebih banyak dibandingkan dengan asap rokok. Lalu, apakah artinya produk tembakau alternatif tidak lebih baik? Atau produk tembakau alternatif adalah solusi efektif untuk mengurangi bahaya merokok?

Ilustrasi untuk Dorong Perokok Dewasa Beralih ke Tembakau Alternatif

Dorong Perokok Dewasa Beralih ke Tembakau Alternatif

Aktivitas merokok berkorelasi dengan meningkatnya risiko terjangkit beragam penyakit tidak menular. Untuk mengurangi angka perokok serta masalah kesehatan yang berkaitan dengan merokok, pemerintah diharapkan bisa mengadopsi solusi baru, seperti salah satunya mendorong perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Perbedaan Cara Konsumsi Produk Tembakau (Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional vs Produk Tembakau yang Dipanaskan)

Perbedaan Cara Konsumsi Produk Tembakau (Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional vs Produk Tembakau yang Dipanaskan)

Rokok Elektrik (Vape) bekerja dengan memanaskan cairan mengandung nikotin hingga menghasilkan uap, tanpa pembakaran. Produk tembakau yang dipanaskan memanaskan tembakau tanpa mencapai suhu pembakaran. Sebaliknya, rokok konvensional membakar tembakau dan menghasilkan TAR berbahaya. Nikotin bersifat adiktif, tetapi bukan penyebab utama penyakit akibat merokok. TAR, yang terbentuk dari pembakaran tembakau, adalah penyebab utama dan meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti kanker dan gangguan paru-paru. Rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko lebih rendah karena tidak mengandung TAR hasil dari pembakaran.

 

Ilustrasi untuk Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Prof. Tikki Pangestu, mantan Direktur Riset Kebijakan Penelitian & Kerja Sama WHO, menyoroti lambatnya penerapan strategi pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) di Indonesia. Padahal, berbagai kajian menunjukkan bahwa produk tembakau yang tidak melalui proses pembakaran berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok, sehingga menurunkan risiko penyakit terkait tembakau. Menurutnya, inovasi ini belum dimanfaatkan secara optimal, antara lain karena lima hal utama: sikap WHO yang belum mendukung pendekatan ini, perbedaan regulasi antarnegara, maraknya misinformasi tentang produk alternatif, rendahnya kepercayaan publik terhadap inovasi dari industri, serta fokus perdebatan yang lebih menitikberatkan pada risiko bagi anak-anak dibanding membantu perokok dewasa. Pendekatan yang terlalu restriktif, menurut Prof. Tikki, justru berisiko mendorong pasar gelap seperti yang terjadi di Australia

Ilustrasi untuk Diskusi KABAR: Pengurangan Bahaya Tembakau untuk Pariwisata Bali

Diskusi KABAR: Pengurangan Bahaya Tembakau untuk Pariwisata Bali

Dengan terus bertumbuhnya sektor pariwisata Bali paska pandemi dan beragamnya kebiasaan wisatawan, Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bersama pelaku pariwisata di Bali mengkaji manfaat pengurangan bahaya tembakau untuk mengatasi permasalahan merokok dan mendukung pariwisata Bali yang nyaman dan tetap ramah wisatawan.

Ilustrasi untuk Efek Asap Rokok pada Hewan Peliharaan

Efek Asap Rokok pada Hewan Peliharaan

Kita tentunya sudah akrab dengan segala efek buruk rokok dan asap rokok terhadap diri kita sendiri dan orang lain. Namun efek buruk rokok ternyata juga mengancam hewan peliharaan kita di rumah!

Ilustrasi untuk Ketua Kabar: Kebijakan Merokok Harus Berdasar Riset

Ketua Kabar: Kebijakan Merokok Harus Berdasar Riset

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (Kabar) Ariyo Bimmo menekankan pentingnya kajian ilmiah berbasis riset sebagai landasan kebijakan guna mengurangi bahaya rokok. Hal ini, kata dia, sekaligus membantu pemerintah menjawab permasalahan tingginya prevalensi perokok yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Ilustrasi untuk Perlu Tidak Ya, Fatwa Soal Produk Tembakau Elektronik

Perlu Tidak Ya, Fatwa Soal Produk Tembakau Elektronik

Produk tembakau alternatif terus beredar di tengah masyarakat Indonesia. Dengan semakin maraknya jenis produk alternatif tembakau, pertanyaan dari publik pun bermunculan. Bagaimana status halal, haram, atau makruh dari produk ini? Perlukah ulama melahirkan fatwa?

Ilustrasi untuk Studi Percontohan: Peradangan Gusi pada Perokok vs Pengguna Rokok Elektronik (Vape)

Studi Percontohan: Peradangan Gusi pada Perokok vs Pengguna Rokok Elektronik (Vape)

Sebuah penelitian oleh Universitas Padjadjaran, Indonesia, mengungkap bagaimana merokok dan vaping memengaruhi kesehatan gusi. Studi ini melibatkan 15 peserta yang dibagi menjadi non-perokok, perokok, dan pengguna vape. Selama 21 hari, peserta tidak membersihkan gigi bawah mereka untuk mengamati perubahan peradangan gusi. Mengejutkannya, perokok menunjukkan peradangan gusi (gingivitis) yang lebih sedikit dibandingkan non-perokok dan pengguna vape. Hal ini menunjukkan bahwa merokok dapat menyembunyikan penyakit gusi yang sebenarnya. Pengguna vape menunjukkan respons gusi yang mirip dengan non-perokok, menunjukkan bahwa vaping memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah bagi kesehatan gusi dibandingkan merokok.

Ilustrasi untuk Cara Ala Bali untuk Mengurangi Polusi Udara di Rumah

Cara Ala Bali untuk Mengurangi Polusi Udara di Rumah

Menjalankan filosofi Tri Hita Karana (THK) yang menekankan keseimbangan alam, dapat juga kita lakukan dengan mudah di rumah. Hal ini berguna untuk melindungi rumah dari polusi udara walaupun lahan yang dimiliki terbatas. Apa saja yang perlu dilakukan? Simak artikel menarik berikut.

Ilustrasi untuk Cara konsumsi tembakau pengaruhi profil risiko penggunanya

Cara konsumsi tembakau pengaruhi profil risiko penggunanya

Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Garindra Kartasasmita, menjelaskan bahwa cara mengonsumsi tembakau, apakah dipanaskan atau dibakar, ternyata mempengaruhi profil risiko pada konsumennya.

Ilustrasi untuk Langkah Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Kurangi Masalah Rokok

Langkah Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Kurangi Masalah Rokok

Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bergerak aktif untuk mencari solusi atas masalah rokok di Indonesia. Salah satunya melalui KABAR Roadshow, sebuah kegiatan untuk mensosialisasikan mengenai konsep harm reduction atau pengurangan risiko dengan cara beralih pada produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Ini Dia Cara Paling Efektif untuk Berhenti Merokok!

Ini Dia Cara Paling Efektif untuk Berhenti Merokok!

Berhenti merokok adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Pasalnya, setiap perokok yang berusaha berhenti akan menghadapi nicotine withdrawal atau gejala putus zat nikotin. Beragam metode dilakukan untuk membantu perokok dewasa berhenti merokok, namun mana yang paling efektif?

Ilustrasi untuk Benarkah Uap Rokok Elektronik Tidak Berbahaya?

Benarkah Uap Rokok Elektronik Tidak Berbahaya?

Jika dibandingkan dengan rokok, rokok elektronik dan vape memang menghasilkan uap yang lebih banyak. Namun, apakah uap yang lebih banyak tersebut lebih berbahaya dibanding asap rokok? Atau justru sebaliknya?