ITB: Tembakau Dipanaskan Berisiko Lebih Rendah
Hasil kajian dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.
Hasil kajian dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.
Nikotin dari asap rokok dapat menempel di tangan, menimbulkan bau dan noda kekuningan. Cara paling efektif menghilangkannya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air hangat selama 20 detik, atau menggunakan campuran baking soda, sabun cair, dan perasan jeruk untuk hasil lebih bersih. Hindari bahan kimia keras agar kulit tidak iritasi. Nikotin juga bisa menempel melalui thirdhand smoke di rumah dan pakaian. Untuk membantu tubuh mengeluarkan nikotin, perbanyak air putih, konsumsi vitamin C, dan jaga pola makan sehat. Bila bau atau noda tak hilang, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dengan langkah sederhana ini, tangan terasa lebih bersih, segar, dan bebas dari bau rokok.
Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia Firmansyah, berharap pemerintah memanfaatkan produk tembakau alternatif (PTA) untuk menurunkan angka perokok, mengacu pada kesuksesan negara lain. Data dari Laporan Office for National Statistic Inggris menunjukkan, penurunan jumlah perokok di negaranya (12,9% pada 2022 dibandingkan dengan 13,3% pada 2021) dan Swedia (5,16% pada 2022 dibandingkan dengan 11% pada 2015) berkat dukungan pemerintah terhadap PTA.
Banyak masyarakat yang menganggap rokok konvensional dan rokok elektronik sama-sama berbahaya bagi Kesehatan. Namun, dengan penelitian yang semakin banyak dilakukan, ditemukan bahwa rokok elektronik berbeda dengan rokok konvensional. Mulai dari cara pemakaian, hingga risiko yang dihasilkan.
Vape sebagai salah satu produk tembakau alternatif mempunyai beberapa perbedaan dengan rokok. Perbedaan paling mencolok antara rokok dan vape adalah cara penggunaannya. Rokok dikonsumsi dengan dibakar dan menghasilkan asap, sedangkan penggunaan vape memanfaatkan proses pemanasan untuk menghantarkan nikotin sehingga menghasilkan uap, bukan asap.
Banyaknya remaja yang mengonsumsi rokok elektronik, membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyatakan penggunaan rokok elektronik sudah ditahap epidemi. Lalu, apakah pemerintah Amerika Serikat melarang rokok elektronik, atau regulasinya yang diperketat?
Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan tajuk Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok. Kajian tersebut juga menemukan bahwa perokok dewasa mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk beralih dari kebiasaannya merokok setelah menggunakan produk tembakau alternatif selama enam bulan, dibandingkan terapi pengganti nikotin.
Kebiasaan merokok saat berkendara menimbulkan berbagai risiko serius. Residu beracun dari asap rokok akan menempel di interior mobil, terutama di bagian jok, atap kabin, dan karpet. Bau rokok yang kuat dan sulit dihilangkan juga menciptakan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan pengemudi maupun penumpang. Meski jendela dibuka atau sirkulasi AC diaktifkan, sistem sirkulasi udara mobil tidak cukup efektif untuk menghilangkan bahaya ini sepenuhnya. Aktivitas seperti ini bukan hanya mengganggu, tapi juga buruk bagi kesehatan orang lain di dalam kabin.
Public Health England, sebuah divisi dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial Inggris, kembali melakukan tinjauan penelitian di tahun 2018 untuk merangkum bukti ilmiah terkini sebagai dasar perumusan kebijakan dan regulasi pemerintah Inggris terkait rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar.
Eksperimen yang dilakukan oleh tim peneliti dari Public Health England menemukan fakta menarik terkait perbedaan konsumsi rokok elektronik dan rokok konvensional. Seperti apa hasil eksperimennya? Simak infografik berikut.
Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Budiyanto menyatakan semua lini di industri rokok elektronik akan sangat terdampak akibat Rancangan Permenkes yang merupakan turunan dari aturan PP No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Sebab, kebijakan itu berpotensi besar mendorong tumbuhnya peredaran rokok elektronik ilegal di pasaran.
“Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mendorong sebagian perokok dewasa mulai beralih ke produk tembakau alternatif”
Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO)
Rokok elektronik tidak hanya terdiri dari satu macam atau jenis saja. Ada berbagai macam-macam rokok elektronik yang perlu Anda ketahui agar dapat membantu dalam meninggalkan kebiasaan merokok.Rokok elektronik adalah bagian dari Produk Tembakau Alternatif. Kehadiran produk ini bisa menjadi alternatif untuk Anda yang sedang berusaha mengurangi risiko bahaya dari zat-zat di dalam rokok konvensional.
Karsinogen adalah senyawa dan paparan yang dapat menimbulkan kanker. Paparan ini dihasilkan dari nutrisi, asap rokok, sinar ultraviolet. Cari tahu mengenai bahaya karsinogen di artikel berikut ini!
Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) kini menaungi lebih dari 1.500 anggota di seluruh Indonesia, mulai dari sektor ritel, distributor/importir, hingga produsen. Sementara itu, Perkumpulan Produsen Eliquid Indonesia (PPEI) memproyeksikan penyerapan tenaga kerja industri REL hingga 2030 diprediksi meningkat 1%-3% per tahun, atau bertambah hingga 210.00 - 280.000.
Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) mendorong pemerintah untuk lebih terbuka dalam menyikapi diskusi dan penelitian bersama terkait risiko produk vape dan tembakau alternatif.
Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) dan Aliansi Vaper Indonesia (AVI) berkomitmen untuk menjual produk tembakau alternatif hanya kepada konsumen dewasa, bukan kepada anak-anak di bawah umur, non-perokok, serta ibu hamil dan menyusui. Selain itu, APVI dan AVI juga berkomitmen untuk memastikan kualitas produk tembakau alternatif dan memberikan edukasi serta informasi akurat kepada masyarakat mengenai penggunaan produk tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak kesehatan bagi pengguna pasif yang terpapar asap dari rokok dan uap yang dihasilkan rokok elektronik.
Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Badan Kesehatan Dunia (WHO), Prof. Tikki Pangestu berpendapat bahwa pengurangan bahaya tembakau perlu dilakukan melalui kajian ilmiah agar dapat mendukung penanggulangan masalah rokok. Berikut pendapat lengkapnya.
TAR adalah komponen zat padat yang terbentuk dari pembakaran rokok. Sebanyak 250 bahan kimia yang terkandung di dalam TAR, termasuk karbon monoksida, amoniak, dan hidrogen sianida, adalah zat yang sangat berbahaya karena berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kanker.
Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) meneliti produk tembakau alternatif, Risk Assessment of E-Liquid dan Oral Health Findings. Penelitian ini diharap dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan mengenai produk tembakau alternatif. Seperti apa temuan penelitan tersebut?
Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 69 juta perokok. Menurut Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), berhenti merokok sepenuhnya sering terhambat gejala putus nikotin, sehingga produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa. Studi dari Inggris dan Royal College of Physicians menunjukkan risikonya lebih rendah dan peluang berhenti meningkat hingga 64,9 persen. Meski demikian, misinformasi dan penyalahgunaan rokok elektronik masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi pengurangan berbasis risiko, penegakan hukum, dan edukasi publik agar manfaatnya tepat sasaran.
Kajian ilmiah menunjukkan vape memiliki risiko jauh lebih rendah daripada rokok dan dapat membantu menurunkan prevalensi merokok, sebagaimana terlihat dalam contoh internasional seperti Inggris (Program Swap to Stop). Para pakar juga menekankan pentingnya sains sebagai dasar pembentukan regulasi di Indonesia.
Sebuah penelitian oleh Universitas Padjadjaran, Indonesia, mengungkap bagaimana merokok dan vaping memengaruhi kesehatan gusi. Studi ini melibatkan 15 peserta yang dibagi menjadi non-perokok, perokok, dan pengguna vape. Selama 21 hari, peserta tidak membersihkan gigi bawah mereka untuk mengamati perubahan peradangan gusi. Mengejutkannya, perokok menunjukkan peradangan gusi (gingivitis) yang lebih sedikit dibandingkan non-perokok dan pengguna vape. Hal ini menunjukkan bahwa merokok dapat menyembunyikan penyakit gusi yang sebenarnya. Pengguna vape menunjukkan respons gusi yang mirip dengan non-perokok, menunjukkan bahwa vaping memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah bagi kesehatan gusi dibandingkan merokok.
TAR sering disebut sebagai salah satu kandungan yang berbahaya dalam asap rokok. Dilansir dari NHS, TAR adalah zat lengket berwarna cokelat yang dapat menodai gigi dan jari perokok. Di dalam TAR, terdapat kandungan zat-zat bersifat karsinogen yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Berikut ini adalah penjelasan mengenai TAR pada rokok yang perlu kamu waspadai!
Minimnya informasi risiko kesehatan dari produk tembakau alternatif, akan merugikan jutaan perokok yang saat ini mungkin sedang mencari solusi alternatif dengan risiko kesehatan yang lebih rendah. Konsekuensinya sangat jelas: Lebih sedikit perokok yang akan berhenti dan lebih banyak perokok yang terancam jiwanya.
Akses dan pemanfaatan produk tembakau alternatif telah terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi prevalensi perokok jika dibandingkan dengan pendekatan pelarangan total. Hal ini disampaikan oleh pakar dari berbagai negara dalam acara Innovation Summit Southeast Asia di Asia School of Business, Kuala Lumpur, Malaysia.
Baca Lebih Lanjut Paparan Pakar dari Berbagai Negara
Setiap isapan asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya. Sayangnya, asap rokok tidak hanya dapat terhirup oleh perokok, namun juga oleh orang-orang di sekitarnya. Berikut ini daftar sejumlah zat berbahaya yang terkandung dalam asap rokok:
Dalam kesehatan publik, pengurangan risiko (Harm Reduction) merupakan pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan dan sosial yang terkait kebiasaan atau penggunaan zat tertentu dengan memberikan alternatif lebih baik yang dapat menjadi pilihan pengguna. Seperti apa detailnya?
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dua skenario pengendalian tembakau di Amerika Serikat tanpa dan dengan penggunaan rokok elektronik.
Asap dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna yang kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti asap knalpot, asap ketika memasak, asap rokok, asap pembakaran sampah, lilin, dan lain sebagainya. Selain mengganggu aktivitas, asap juga menimbulkan resiko kesehatan.
Kehadiran rokok elektronik atau vape yang masih terhitung baru. Meskipun bebas TAR, rokok elektronik tetap mengandung nikotin yang yang bersifat adiktif. Selain itu, uap yang dihasilkan rokok elektronik pun tidak hanya memuat nikotin saja, sehingga risiko penggunaannya tetap ada dan kita perlu waspada.
Studi terbaru dari JAMA Network bertajuk “Prevalence of Popular Smoking Cessations Aids in England and Associations with Quit Success” menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, merupakan alat bantu berhenti merokok paling populer pada 2023-2024, digunakan oleh 40,2% dari 25.094 perokok. Praktisi kesehatan dr. Jeffrey Ariesta Putra menekankan bahwa harga produk tembakau alternatif yang lebih mahal dibandingkan rokok konvensional menjadi hambatan bagi perokok dewasa yang ingin beralih. Ia menyarankan pemerintah memberikan insentif untuk mengurangi prevalensi perokok di Indonesia.
Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Melbourne di Selandia Baru ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut dampak kesehatan dan implikasinya pada anggaran negara dari melegalisasi penjualan produk mengandung nikotin yang dipanaskan dan menghasilkan vaporisasi (penguapan).
Di Kanada, Setiap tahunnya, 45.000 penduduk Kanada meninggal karena merokok tembakau. Untuk mengubah kondisi ini, Kanada mencanangkan sebuah strategi empat langkah untuk mencapai target konsumsi tembakau sebesar kurang dari 5% pada tahun 2035.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak perbandingan dari paparan produk tembakau dengan modifikasi risiko (dipanaskan bukan dibakar) dan rokok konvensional pada perilaku gerakan sel monosit antar sel endotel.
Pada 2022, Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR), yang merupakan lembaga penilaian risiko kesehatan independen milik pemerintah Jerman, menerbitkan kajian ilmiah mengenai kantung nikotin (nicotine pouch), produk nikotin oral tanpa tembakau yang kian berkembang di Eropa. Dalam kajian tersebut, BfR menegaskan bahwa produk ini bukan tanpa risiko, mengingat nikotin tetap bersifat adiktif. Namun, BfR juga mencatat perbedaan mendasar dibanding rokok yang dibakar: bahwa kantung nikotin tidak melibatkan pembakaran, sehingga tidak menghasilkan tar, karbon monoksida, dan berbagai senyawa toksik lainnya yang menjadi penyebab utama beban penyakit akibat rokok.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Garinda Kartasasmita sayangkan banyak informasi keliru yang menyatakan pelaku usaha menyasar anak-anak sebagai target konsumen produk tembakau alternatif (PTA). Asosiasi tekankan kembali komitmen dan upaya pemasaran bertanggung jawab.
Istilah “popcorn lung” kerap dikaitkan dengan rokok elektronik (khususnya vape). Tapi, apa benar vape bisa menyebabkan penyakit ini?
Faktanya, tidak.
Menurut Cancer Research Inggris, belum ada kasus terkonfirmasi popcorn lung pada pengguna vape.
Asap rokok dihasilkan dari proses pembakaran rokok dan menghasilkan lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya, termasuk TAR yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker serta merupakan penyebab utama banyak penyakit berbahaya terkait kebiasaan merokok. Oleh karena itu, asap rokok memiliki profil risiko yang tinggi bagi para perokok. Mari kita bahas secara lebih lanjut mengenai dampak asap rokok terhadap kesehatan perokok dan cara untuk mengurangi risikonya di artikel ini.
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengatakan keberadaan regulasi bagi produk tembakau alternatif akan mendorong pertumbuhan industri sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
Apakah bahaya TAR bagi tubuh? Mari kita pelajari lebih lanjut tentang apa itu TAR serta bahayanya bagi tubuh dan juga cara mengurangi bahaya dari TAR.
Jika dibandingkan dengan rokok, rokok elektronik dan vape memang menghasilkan uap yang lebih banyak. Namun, apakah uap yang lebih banyak tersebut lebih berbahaya dibanding asap rokok? Atau justru sebaliknya?
Beberapa tahun terakhir, semakin banyak hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa peningkatan polusi udara di kota-kota besar berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Lalu, bagaimana cara kita melindungi diri sendiri dan orang tersayang dari polusi udara?
Aktivitas merokok berkorelasi dengan meningkatnya risiko terjangkit beragam penyakit tidak menular. Untuk mengurangi angka perokok serta masalah kesehatan yang berkaitan dengan merokok, pemerintah diharapkan bisa mengadopsi solusi baru, seperti salah satunya mendorong perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif.
Meski kampanye anti-rokok terus digaungkan, jumlah perokok di Indonesia tetap tinggi—mencapai 60 juta orang. Menurut mantan Direktur WHO, Prof. Tikki Pangestu, hal ini disebabkan oleh penolakan terhadap pendekatan pengurangan risiko, kebijakan yang terlalu fokus pada larangan, dan misinformasi soal produk alternatif. Ia menilai pendekatan yang terlalu ideologis justru menghambat upaya kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang yang membutuhkan solusi lebih pragmatis.
Nikotin akan menyebabkan efek kecanduan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Namun, Nikotin tidak memicu berbagai penyakit yang biasa disebutkan pada kemasan rokok. Tidak hanya dalam produk tembakau, nikotin juga terkandung dalam sayuran, seperti kembang kol, kentang, terong, dan tomat.
Kementerian Kesehatan Selandia Baru merilis rekomendasi peraturan terkait produk tembakau alternatif untuk mendukung perokok dewasa beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko kesehatan lebih rendah.
Pemerhati Kesehatan Publik, Tri Budhi Baskara berharap pemerintah dan pihak berwenang untuk aktif menyebarkan informasi tentang bahaya TAR yang dikandung rokok kepada masyarakat. Menurutnya, dengan memberikan informasi yang benar bisa membantu pemerintah untuk menurunkan prevalensi perokok.
Sejumlah negara maju seperti Swedia, Jepang, Amerika Serikat, dan Selandia Baru telah mulai mengoptimalkan penggunaan produk tembakau alternatif sebagai bagian dari pendekatan Tobacco Harm Reduction untuk menekan risiko kesehatan akibat merokok. Pendekatan ini berlandaskan konsensus ilmiah yang menunjukkan bahwa sumber utama bahaya rokok berasal dari asap hasil pembakaran, bukan dari nikotin.