Semua Artikel

Ilustrasi untuk Selandia Baru Menuju Bebas Asap 2025: Pendekatan Inovatif dalam Mengurangi Jumlah Perokok

Selandia Baru Menuju Bebas Asap 2025: Pendekatan Inovatif dalam Mengurangi Jumlah Perokok

Setelah sempat gagal mencapai target mengurangi tingkat perokok dewasa menjadi 10 persen pada tahun 2018, termasuk menerapkan rekomendasi dari Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) dari WHO, Pemerintah Selandia Baru kini menerapkan regulasi menuju negara Bebas Asap 2025. Dengan memberikan ragam pilihan produk rendah risiko bagi perokok untuk beralih dari kebiasaan merokok, Selandia Baru telah berhasil menurunkan tingkat merokok menjadi sekitar 6,86 persen.

Ilustrasi untuk YKPP: Aturan Tembakau Alternatif Harus Berdasar Penelitian

YKPP: Aturan Tembakau Alternatif Harus Berdasar Penelitian

Dengan manfaat yang diberikan dari produk tembakau alternatif, Inggris, Jepang, Kanada, dan Selandia Baru kini menggunakannya sebagai salah satu alternatif untuk menekan angka prevalensi perokok. Pemerintah pun diharapkan untuk melakukan kajian terhadap produk tembakau alternatif ini.

Ilustrasi untuk Mengapa Rumah Dapat Menjadi Sumber Polusi?

Mengapa Rumah Dapat Menjadi Sumber Polusi?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kualitas udara di dalam rumah dipengaruhi oleh konsentrasi polutan dari luar, terutama bagi yang tinggal di dekat area industri atau jalan raya yang ramai, sumber polusi di dalam rumah, karakteristik bangunan, serta kebiasaan penghuninya.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur Riset WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia

Mantan Direktur Riset WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia

Meski kampanye anti-rokok terus digaungkan, jumlah perokok di Indonesia tetap tinggi—mencapai 60 juta orang. Menurut mantan Direktur WHO, Prof. Tikki Pangestu, hal ini disebabkan oleh penolakan terhadap pendekatan pengurangan risiko, kebijakan yang terlalu fokus pada larangan, dan misinformasi soal produk alternatif. Ia menilai pendekatan yang terlalu ideologis justru menghambat upaya kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang yang membutuhkan solusi lebih pragmatis.

Ilustrasi untuk Nikotin vs TAR: Mana yang Lebih Berbahaya

Nikotin vs TAR: Mana yang Lebih Berbahaya

Banyak info beredar mengenai Nikotin dan TAR. Lalu apa perbedaannya? Apakah sama bahayanya? Di dalam infographic ini, Anda dapat dengan mudah mengenali perbedaan nikotin dan TAR.

Ilustrasi untuk KABAR Tegaskan Komitmen Penelitian Tembakau Alternatif

KABAR Tegaskan Komitmen Penelitian Tembakau Alternatif

Banyaknya mispersepsi di masyarakat soal kandungan berbahaya pada rokok, membuat Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) menilai penelitian lebih lanjut sangat diperlukan mengenai produk tembakau alternatif agar pembuat kebijakan, perokok, dan masyarakat mendapatkan edukasi yang sesuai.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif vs Rokok: Apa Bedanya?

Tembakau Alternatif vs Rokok: Apa Bedanya?

Perbedaan terbesar terletak pada proses konsumsi. Rokok dikonsumsi dengan cara dibakar yang menghasilkan asap, sedangkan produk tembakau alternatif dikonsumsi dengan cara dipanaskan, sehingga menghasilkan uap untuk memberi asupan nikotin kepada penggunanya.

Ilustrasi untuk Fakta-Fakta Menarik tentang Nikotin yang Perlu Diketahui

Fakta-Fakta Menarik tentang Nikotin yang Perlu Diketahui

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa nikotin yang secara alami ditemukan di tanaman tembakau menjadi penyebab terjadinya ketergantungan terhadap rokok. Tetapi nikotin ternyata lebih dari sekadar itu. Temukan fakta selengkapnya tentang nikotin!

Ilustrasi untuk Asosiasi Tegaskan Komitmen Cegah Akses Tembakau bagi Anak

Asosiasi Tegaskan Komitmen Cegah Akses Tembakau bagi Anak

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Garinda Kartasasmita sayangkan banyak informasi keliru yang menyatakan pelaku usaha menyasar anak-anak sebagai target konsumen produk tembakau alternatif (PTA). Asosiasi tekankan kembali komitmen dan upaya pemasaran bertanggung jawab.

Ilustrasi untuk Inilah Macam-Macam Rokok Elektronik yang Bisa Anda Temui

Inilah Macam-Macam Rokok Elektronik yang Bisa Anda Temui

Rokok elektronik tidak hanya terdiri dari satu macam atau jenis saja. Ada berbagai macam-macam rokok elektronik yang perlu Anda ketahui agar dapat membantu dalam meninggalkan kebiasaan merokok.Rokok elektronik adalah bagian dari Produk Tembakau Alternatif. Kehadiran produk ini bisa menjadi alternatif untuk Anda yang sedang berusaha mengurangi risiko bahaya dari zat-zat di dalam rokok konvensional. 

 

Ilustrasi untuk Riset: Tembakau Alternatif Berisiko Rendah, Perlu Regulasi Khusus

Riset: Tembakau Alternatif Berisiko Rendah, Perlu Regulasi Khusus

Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektronik, memiliki profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok. Berdasarkan kajian ilmiah di Indonesia dan berbagai negara, pengaturan untuk produk tembakau alternatif seharusnya berbeda dari rokok.

Ilustrasi untuk Apa dampak pembakaran sampah pada manusia dan kesehatannya?

Apa dampak pembakaran sampah pada manusia dan kesehatannya?

Salah satu material yang tidak bisa dihindari dari kehidupan sehari-hari adalah sampah. Hal ini dikarenakan dalam setiap kegiatan yang dilakukan, seperti ketika kita makan atau minum, maka sisa makanan dan minuman tersebut akan berujung ke fase pembuangan sampah.

Dalam mengelola sampah, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang sampah, hingga ada yang membakar sampah. Namun, membakar sampah adalah cara pengelolaan sampah yang memiliki banyak dampak buruk baik bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Ketika membakar sampah, maka sampah akan menghasilkan asap yang dapat mencemari lingkungan dan memicu polusi udara. Asap hasil pembakaran sampah ini dapat mengontaminasi udara yang kita hirup. Mari, kita bahas lebih lanjut terkait bahaya membakar sampah dan dampaknya di artikel ini.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif: Bebas TAR, Berbeda dengan Rokok

Tembakau Alternatif: Bebas TAR, Berbeda dengan Rokok

Proses pembakaran pada rokok menghasilkan senyawa kimia berbahaya, TAR. Hal ini berbeda dengan Produk tembakau alternatif yang tidak memiliki proses pembakaran, sehingga bebas dari TAR. Menurut hasil studi, produk tembakau alternatif memiliki risiko Kesehatan yang lebih rendah.

Ilustrasi untuk Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto, menegaskan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin hanya ditujukan bagi perokok dewasa sebagai opsi berisiko lebih rendah. Ia menegaskan bahwa produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk remaja atau non-perokok. Riset APVI dengan BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya pada produk ini lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, sementara studi internasional dengan empat juta responden di AS, Kanada, dan Eropa Barat membuktikan kekhawatiran bahwa rokok elektronik memicu remaja merokok tidak berdasar, justru diikuti penurunan prevalensi merokok pada kelompok muda. APVI berkomitmen terus mengedukasi publik dan mendorong regulasi seimbang demi perlindungan kelompok rentan.

Ilustrasi untuk Perkembangan Teknologi Produk Tembakau Alternatif

Perkembangan Teknologi Produk Tembakau Alternatif

Berbagai perkembangan teknologi produk tembakau alternatif serta aplikasi smartphone yang berhubungan, hadir untuk memudahkan serta membantu para perokok aktif yang telah beralih, baik sekedar untuk mengurangi risiko kesehatan atau bahkan untuk berhenti total.

Ilustrasi untuk Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Berantas Vape Ilegal

Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Berantas Vape Ilegal

Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Firmansyah Siregar, mendukung langkah pemerintah memberantas peredaran vape ilegal, namun mengingatkan agar regulasi tidak bersifat berlebihan hingga mengancam pelaku usaha legal.

Ilustrasi untuk Hasil Riset, Rokok Elektronik Berhasil Mengurangi Bahaya TAR

Hasil Riset, Rokok Elektronik Berhasil Mengurangi Bahaya TAR

Sebuah riset dari Public Health England menyimpulkan, rokok elektronik 95% lebih rendah risiko daripada rokok konvensional. Rokok elektronik tidak mengandung TAR dan karbon monoksida, yang merupakan zat paling berbahaya, yang dihasilkan dari pembakaran tembakau.

Ilustrasi untuk Hasil Riset Rokok Elektronik di Inggris

Hasil Riset Rokok Elektronik di Inggris

Rokok elektronik semakin menjadi tren di masyarakat. Lalu apakah rokok elektronik ini memiliki risiko yang lebih kecil dibanding rokok konvensional? Apakah efektif untuk membuat perokok dewasa berhenti merokok secara total? Simak hasil laporan badan Kesehatan masyarakat Inggris, berikut.

Ilustrasi untuk Strategi Pengendalian Tembakau ala Kanada

Strategi Pengendalian Tembakau ala Kanada

Di Kanada, Setiap tahunnya, 45.000 penduduk Kanada meninggal karena merokok tembakau. Untuk mengubah kondisi ini, Kanada mencanangkan sebuah strategi empat langkah untuk mencapai target konsumsi tembakau sebesar kurang dari 5% pada tahun 2035.

Ilustrasi untuk Menghambat Info Tembakau Alternatif, Langgar Etika

Menghambat Info Tembakau Alternatif, Langgar Etika

Upaya sejumlah pihak dalam menghambat akses publik maupun informasi terkait produk tembakau alternatif dinilai melanggar prinsip etika, moral, dan keadilan. Sebab, setiap masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar tentang sebuah produk yang mereka konsumsi, termasuk produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik Bantu Orang Tua Lindungi Anak dari Bahaya

Rokok Elektronik Bantu Orang Tua Lindungi Anak dari Bahaya

Menurut data WHO pada tahun 2015, lebih dari 40 juta balita di Indonesia menjadi perokok pasif karena memiliki orang tua atau keluarga dekat perokok. Dengan maraknya penggunaan rokok elektronik, apakah rokok elektronik dapat mengurangi jumlah perokok pasif?

Ilustrasi untuk Mengapa Sampah Tidak Boleh Dibakar? Bahaya, Dampak, dan Solusi Pengelolaannya

Mengapa Sampah Tidak Boleh Dibakar? Bahaya, Dampak, dan Solusi Pengelolaannya

Membakar sampah sangat membahayakan kesehatan manusia dan mencemari lingkungan. Proses ini menghasilkan polusi udara yang mengandung zat beracun seperti dioksin dan karbon monoksida. Sebagai gantinya, diperlukan solusi seperti daur ulang, kompos, dan edukasi pengelolaan sampah yang benar.

 

Ilustrasi untuk Nikotin Bermanfaat Jika Dikonsumsi dengan Risiko Rendah

Nikotin Bermanfaat Jika Dikonsumsi dengan Risiko Rendah

Ahli Toksikologi dan akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Shoim Hidayat mengungkapkan bahwa nikotin sebetulnya memiliki beragam manfaat bagi tubuh manusia. Asalkan, dikonsumsi dalam jumlah tepat dan dengan cara yang rendah risiko, dikutip dari ANTARA.

Ilustrasi untuk Vape Lebih Efektif Dibanding NRT: Temuan Baru dari Australia

Vape Lebih Efektif Dibanding NRT: Temuan Baru dari Australia

Penelitian dari University of New South Wales (UNSW Sydney) menemukan bahwa penggunaan vape lebih efektif membantu perokok dewasa mengurangi kebiasaan berisikonya, termasuk melalui pemanfaatan NRT (Nicotine Replacement Therapy).

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko, Ada Buktinya?

Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko, Ada Buktinya?

Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan tajuk Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok. Kajian tersebut juga menemukan bahwa perokok dewasa mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk beralih dari kebiasaannya merokok setelah menggunakan produk tembakau alternatif selama enam bulan, dibandingkan terapi pengganti nikotin.

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik: Lebih Rendah Risiko dari Rokok?

Rokok Elektronik: Lebih Rendah Risiko dari Rokok?

Public Health England (PHE), mempublikasikan video eksperimen yang menunjukkan bahaya rokok dan bagaimana menghindarinya dengan beralih pada rokok elektronik. Apakah rokok elektronik lebih rendah risiko?

Ilustrasi untuk Penggunaan Rokok Elektronik: Studi di Yunani

Penggunaan Rokok Elektronik: Studi di Yunani

Penelitian yang didanai oleh German Federal Institute for Risk Assessment (BfR), sebuah divisi dalam Departemen Bahan Kimia dan Keamaan Produk dari Jerman ini bertujuan untuk melakukan uji toksikologi dari emisi produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar yang ada di pasaran.

Ilustrasi untuk Studi Percontohan: Peradangan Gusi pada Perokok vs Pengguna Rokok Elektronik (Vape)

Studi Percontohan: Peradangan Gusi pada Perokok vs Pengguna Rokok Elektronik (Vape)

Sebuah penelitian oleh Universitas Padjadjaran, Indonesia, mengungkap bagaimana merokok dan vaping memengaruhi kesehatan gusi. Studi ini melibatkan 15 peserta yang dibagi menjadi non-perokok, perokok, dan pengguna vape. Selama 21 hari, peserta tidak membersihkan gigi bawah mereka untuk mengamati perubahan peradangan gusi. Mengejutkannya, perokok menunjukkan peradangan gusi (gingivitis) yang lebih sedikit dibandingkan non-perokok dan pengguna vape. Hal ini menunjukkan bahwa merokok dapat menyembunyikan penyakit gusi yang sebenarnya. Pengguna vape menunjukkan respons gusi yang mirip dengan non-perokok, menunjukkan bahwa vaping memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah bagi kesehatan gusi dibandingkan merokok.

Ilustrasi untuk Emisi Obat Nyamuk Bakar dan Implikasinya bagi Kesehatan

Emisi Obat Nyamuk Bakar dan Implikasinya bagi Kesehatan

Penelitian ini melakukan uji emisi untuk menentukan tingkat partikel halus (partikulat berdiameter <2.5 mikrometer - PM2.5), senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), volatile organic compounds (VOCs), aldehida, dan keton dari hasil pembakaran obat nyamuk bakar dan implikasinya bagi kesehatan.

Ilustrasi untuk Cara Ini Diklaim Bisa Turunkan Bahaya Rokok, Benarkah?

Cara Ini Diklaim Bisa Turunkan Bahaya Rokok, Benarkah?

Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran (Unpad), Amaliya, menjelaskan penerapan sistem pemanasan pada produk tembakau alternatif menghasilkan uap sehingga bebas TAR saat digunakan oleh konsumen.

Ilustrasi untuk Perlu Upaya Baru Tekan Prevalensi Perokok

Perlu Upaya Baru Tekan Prevalensi Perokok

Upaya baru untuk menekan prevalensi perokok di Indonesia harus diintensifkan pemerintah dengan alternatif lebih rendah risiko? Bagaimana bisa?

Ilustrasi untuk Konsumen Minta Regulasi untuk Tembakau Alternatif

Konsumen Minta Regulasi untuk Tembakau Alternatif

Ketua Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Johan Sumantri menilai regulasi yang sesuai profil risiko produk dipercaya akan menciptakan peralihan perokok dewasa menuju ke produk tembakau alternatif secara masif, sekaligus mencegah penyalahgunaan terhadap produk ini. Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo sependapat dengan Johan.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Akibat Merokok

Produk Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Akibat Merokok

Pemerhati Kesehatan Publik, dr. Tri Budhi Baskara mengatakan, produk tembakau alternatif telah terbukti memiliki kandungan toksin yang lebih rendah sampai 95% dibandingkan rokok dan telah terbukti efektif menurunkan angka perokok di berbagai negara, contohnya Swedia dan Jepang.

Ilustrasi untuk Cara konsumsi tembakau pengaruhi profil risiko penggunanya

Cara konsumsi tembakau pengaruhi profil risiko penggunanya

Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Garindra Kartasasmita, menjelaskan bahwa cara mengonsumsi tembakau, apakah dipanaskan atau dibakar, ternyata mempengaruhi profil risiko pada konsumennya.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tikki Pangestu mendorong Indonesia untuk mengambil pelajaran dari keberhasilan Swedia dan Norwegia dalam menekan angka prevalensi merokok yang tinggi yakni 69.1 juta Perokok. Melalui pemaksimalan penggunaan produk-produk tembakau alternatif seperti kantong nikotin, rokok elektrik, dan tembakau yang dipanaskan, Swedia berhasil menurunkan prevalensi merokok di negaranya dari 11% menjadi 5.16% pada tahun 2015, sementara Norwegia berhasil menurunkan dari 44% menjadi 16.20% dalam kurun 20 tahun dari tahun 2000.

Ilustrasi untuk Lindungi Balita dari Third-hand Smoke

Lindungi Balita dari Third-hand Smoke

Third-Hand Smoke lebih berisiko terhadap balita. Hasil penelitian menunjukkan, balita yang tinggal Bersama perokok, memiliki tingkat ratio nikotin yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan beragam faktor, salah satunya balita sering bermain di area THS terakumulasi.

Ilustrasi untuk Tembakau Dipanaskan: Risiko Kesehatan

Tembakau Dipanaskan: Risiko Kesehatan

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan penelitian terkait penelitian-penelitian mengenai produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn) dengan membandingkan antara hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh pelaku industri tembakau dan penelitian independen.

Ilustrasi untuk Kebijakan Tembakau Alternatif Harus Berdasarkan Penelitian

Kebijakan Tembakau Alternatif Harus Berdasarkan Penelitian

Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) meneliti produk tembakau alternatif, Risk Assessment of E-Liquid dan Oral Health Findings. Penelitian ini diharap dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan mengenai produk tembakau alternatif. Seperti apa temuan penelitan tersebut?

Ilustrasi untuk RI Perlu Regulasi Tembakau Alternatif, Belajar dari Inggris

RI Perlu Regulasi Tembakau Alternatif, Belajar dari Inggris

Dalam laporan yang bertajuk 'E-cigarettes', dapat disimpulkan bahwa rokok elektronik berpotensi memiliki risiko kesehatan sekitar 95% lebih rendah daripada rokok. Berdasarkan hal tersebut, regulasi mengenai produk tembakau alternatif jadi agenda penting untuk diselesaikan.