Semua Artikel

Ilustrasi untuk KABAR Tegaskan Komitmen Penelitian Tembakau Alternatif

KABAR Tegaskan Komitmen Penelitian Tembakau Alternatif

Banyaknya mispersepsi di masyarakat soal kandungan berbahaya pada rokok, membuat Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) menilai penelitian lebih lanjut sangat diperlukan mengenai produk tembakau alternatif agar pembuat kebijakan, perokok, dan masyarakat mendapatkan edukasi yang sesuai.

Ilustrasi untuk Pakar Unpad: Langkah Pemerintah Kurangi Perokok

Pakar Unpad: Langkah Pemerintah Kurangi Perokok

Di tahun 2021, Global Adult Tobacco Survey memaparkan sebanyak 63,4 persen perokok berencana untuk berhenti merokok. Angka ini menjadi peluang untuk upaya menurunkan prevalensi di Indonesia. Akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Amaliya, mendorong strategi pemanfaatan produk tembakau alternatif sebagai program pelengkap pemerintah dalam upaya tersebut.

Ilustrasi untuk Dampak Buruk Asap Rokok pada Kecerdasan Intelektual Anak Anda!

Dampak Buruk Asap Rokok pada Kecerdasan Intelektual Anak Anda!

Paparan asap rokok sejak dini memengaruhi fungsi sinaptik dan perkembangan otak. Ketika anak masih berusia sangat muda, itu adalah saat mereka masih mengembangkan sistem saraf mereka dan berada dalam kondisi yang sangat rentan terhadap paparan dari lingkungan luar.

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik Lebih Efektif Bantu Perokok Berhenti

Rokok Elektronik Lebih Efektif Bantu Perokok Berhenti

Dalam eksperimen yang melibatkan hampir 900 perokok ini, ditemukan bahwa 18% pengguna rokok elektronik telah "bebas asap" setelah satu tahun, dibandingkan dengan 9,9% perokok yang mencoba berhenti merokok dengan bantuan produk terapi pengganti nikotin lainnya.

Ilustrasi untuk Asosiasi Rokok Elektronik Luncurkan #VapersBeHeard

Asosiasi Rokok Elektronik Luncurkan #VapersBeHeard

Lewat kampanye ini, pengguna produk tembakau alternatif dari berbagai negara di Asia ingin aspirasi mereka didengar oleh para pembuat kebijakan serta masyarakat umum. Aspirasi mereka salah satunya adalah menjadi bagian dari proses pembuatan kebijakan terkait produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk APVI Tingkatkan Pengawasan Produk Tembakau Alternatif

APVI Tingkatkan Pengawasan Produk Tembakau Alternatif

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita menyatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan serta edukasi publik untuk mendukung pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan produk tembakau alternatif di pasaran. Harapannya, perokok dewasa dan masyarakat bisa terus mendapatkan informasi akurat dan menghindari produk ilegal. Beberapa tahun terakhir, APVI terus berkolaborasi dengan lembaga-lembaga berwenang dalam menjalankan Gerakan Pencegahan Penyalahgunaan Rokok Elektrik (GEPPREK) dan menyediakan Satgas APVI untuk menerima aduan masyarakat terkait penyalahgunaan PTA ilegal.

Ilustrasi untuk Cara Cegah Tembakau Alternatif di Kalangan Remaja

Cara Cegah Tembakau Alternatif di Kalangan Remaja

Banyaknya remaja yang mengonsumsi rokok elektronik, membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyatakan penggunaan rokok elektronik sudah ditahap epidemi. Lalu, apakah pemerintah Amerika Serikat melarang rokok elektronik, atau regulasinya yang diperketat?

Ilustrasi untuk Pengurangan Risiko: Solusi untuk yang Sulit Berhenti Merokok

Pengurangan Risiko: Solusi untuk yang Sulit Berhenti Merokok

Head of Medical Community Alodokter, Alni Magdalena menjelaskan bahwa bagi perokok yang kesulitan untuk berhenti, konsep pengurangan risiko melalui penggunaan produk tembakau alternatif dapat menjadi solusi, setidaknya untuk mengurangi paparan TAR.

Ilustrasi untuk Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Prof. Tikki Pangestu, mantan Direktur Riset Kebijakan Penelitian & Kerja Sama WHO, menyoroti lambatnya penerapan strategi pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) di Indonesia. Padahal, berbagai kajian menunjukkan bahwa produk tembakau yang tidak melalui proses pembakaran berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok, sehingga menurunkan risiko penyakit terkait tembakau. Menurutnya, inovasi ini belum dimanfaatkan secara optimal, antara lain karena lima hal utama: sikap WHO yang belum mendukung pendekatan ini, perbedaan regulasi antarnegara, maraknya misinformasi tentang produk alternatif, rendahnya kepercayaan publik terhadap inovasi dari industri, serta fokus perdebatan yang lebih menitikberatkan pada risiko bagi anak-anak dibanding membantu perokok dewasa. Pendekatan yang terlalu restriktif, menurut Prof. Tikki, justru berisiko mendorong pasar gelap seperti yang terjadi di Australia

Ilustrasi untuk Mana Penghasil Zat Pemicu Kanker Paling Tinggi

Mana Penghasil Zat Pemicu Kanker Paling Tinggi

Senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) merupakan salah satu senyawa penyebab kanker (bersifat karsinogenik) yang paling kuat dan dihasilkan dari asap yang ada di sekitar kita. Mana yang lebih bahaya? Pelajari di Infografik ini.

Ilustrasi untuk Apa Itu Cukai, HPTL, dan Produk Olahan Tembakau?

Apa Itu Cukai, HPTL, dan Produk Olahan Tembakau?

Artikel ini memberikan gambaran tentang HPTL dan struktur cukai yang dikenakan padanya. Cukai Hasil Tembakau (CHT) ini menjadi salah satu komponen penerimaan negara sehingga memiliki peran penting dan strategis. CHT turut dikenakan pada Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 198/PMK.010/2020 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Ilustrasi untuk Regulasi Tembakau Alternatif Turunkan Prevalensi Merokok

Regulasi Tembakau Alternatif Turunkan Prevalensi Merokok

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan menjelaskan, produk tembakau alternatif telah terbukti memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok, karena tidak melalui proses pembakaran dalam penggunaannya.

Ilustrasi untuk Rokok Konvensional vs Rokok Elektronik

Rokok Konvensional vs Rokok Elektronik

Rokok elektronik semakin populer dikalangan masyakarat. Rokok elektronik dipercaya oleh sebagian orang sebagai solusi untuk berhenti merokok. Lalu apakah rokok elektronik benar lebih aman dan efektif dibandingkan rokok konvensional?

Ilustrasi untuk Tembakau Dipanaskan: Risiko Kesehatan

Tembakau Dipanaskan: Risiko Kesehatan

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan penelitian terkait penelitian-penelitian mengenai produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn) dengan membandingkan antara hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh pelaku industri tembakau dan penelitian independen.

Ilustrasi untuk Peneliti Dunia Bahas Tembakau Alternatif di Polandia

Peneliti Dunia Bahas Tembakau Alternatif di Polandia

Peneliti di Pusat Bedah Jantung Onassis di Athena-Yunani Konstantinos E. Farsalinos mengungkapkan penggunaan produk tembakau alternatif yang menerapkan konsep dipanaskan dapat mengeliminasi komponen atau zat berbahaya yang biasanya dihasilkan dari pembakaran rokok, sehingga potensi risikonya lebih rendah.

Ilustrasi untuk Pentingnya Penyesuaian Dosis Nikotin Saat Ingin Berhenti Merokok

Pentingnya Penyesuaian Dosis Nikotin Saat Ingin Berhenti Merokok

Sebuah studi yang dilakukan oleh Queen Mary University of London, menemukan bahwa perokok yang dapat mengatur asupan nikotin mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk berhenti merokok. Lalu, bagaimana cara mengatur asupan nikotin untuk para perokok?

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif: Risiko Lebih Rendah?

Produk Tembakau Alternatif: Risiko Lebih Rendah?

Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, kantong nikotin dan rokok elektronik, terbukti memiliki profil risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok. Dokter Spesialis Paru dr. Yahya Sp.P, mengungkapkan produk tembakau alternatif hanya berisi uap air dan beberapa essens, dan tidak menyebabkan orang sekitarnya menjadi perokok pasif.

Ilustrasi untuk Pentingnya Sosialisasi Risiko Produk Tembakau Alternatif

Pentingnya Sosialisasi Risiko Produk Tembakau Alternatif

Ketua Umum Asosiasi Vaporizer Bali (AVB) I Gde Agus Mahartika mengatakan, masyarakat, khususnya perokok dewasa, harus diberikan sosialisasi terkait profil risiko dan pemanfaatan produk tembakau alternatif. Alasannya, produk ini kerap diinformasikan sama berbahayanya dengan rokok. Padahal, secara kajian ilmiah, produk ini memiliki profil risiko yang lebih rendah ketimbang rokok.  Sejumlah penelitian ini sudah dilakukan baik di Indonesia maupun mancanegara. Asosiasi pelaku usaha berharap pemerintah dapat mendukung penelitian lebih lanjut agar perokok dewasa dapat memanfaatkan produk tembakau alternatif secara lebih maksimal. 

Ilustrasi untuk Perlu Upaya Baru Tekan Prevalensi Perokok

Perlu Upaya Baru Tekan Prevalensi Perokok

Upaya baru untuk menekan prevalensi perokok di Indonesia harus diintensifkan pemerintah dengan alternatif lebih rendah risiko? Bagaimana bisa?

Ilustrasi untuk Cara Menghilangkan Nikotin di Gigi: Solusi Aman untuk Senyum Lebih Cerah

Cara Menghilangkan Nikotin di Gigi: Solusi Aman untuk Senyum Lebih Cerah

Nikotin dari rokok bisa meninggalkan noda kuning yang membandel pada gigi. Cara menghilangkan nikotin di gigi melibatkan perawatan kebersihan mulut yang konsisten, pemilihan pasta gigi khusus, serta konsultasi dengan dokter gigi. Langkah-langkah ini penting untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut serta mengurangi dampak kebiasaan merokok.

 

Ilustrasi untuk Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tikki Pangestu mendorong Indonesia untuk mengambil pelajaran dari keberhasilan Swedia dan Norwegia dalam menekan angka prevalensi merokok yang tinggi yakni 69.1 juta Perokok. Melalui pemaksimalan penggunaan produk-produk tembakau alternatif seperti kantong nikotin, rokok elektrik, dan tembakau yang dipanaskan, Swedia berhasil menurunkan prevalensi merokok di negaranya dari 11% menjadi 5.16% pada tahun 2015, sementara Norwegia berhasil menurunkan dari 44% menjadi 16.20% dalam kurun 20 tahun dari tahun 2000.

Ilustrasi untuk Perkembangan Teknologi Produk Tembakau Alternatif

Perkembangan Teknologi Produk Tembakau Alternatif

Berbagai perkembangan teknologi produk tembakau alternatif serta aplikasi smartphone yang berhubungan, hadir untuk memudahkan serta membantu para perokok aktif yang telah beralih, baik sekedar untuk mengurangi risiko kesehatan atau bahkan untuk berhenti total.

Ilustrasi untuk Hindari dan Kurangi Bahaya Asap Knalpot

Hindari dan Kurangi Bahaya Asap Knalpot

Menjaga kualitas udara yang kita hirup merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan. Tetapi, tinggal di perkotaan membuat kita tidak dapat menghindari paparan emisi gas buang kendaraan bermotor atau lebih dikenal dengan asap knalpot.

Ilustrasi untuk Saran untuk Pemerintah Kurangi Jumlah Perokok di Tanah Air

Saran untuk Pemerintah Kurangi Jumlah Perokok di Tanah Air

Pemerhati Kesehatan Publik, Tri Budhi Baskara berharap pemerintah dan pihak berwenang untuk aktif menyebarkan informasi tentang bahaya TAR yang dikandung rokok kepada masyarakat. Menurutnya, dengan memberikan informasi yang benar bisa membantu pemerintah untuk menurunkan prevalensi perokok.

Ilustrasi untuk Kolaborasi Antar Sektor Diperlukan untuk Menekan Konsumsi Rokok

Kolaborasi Antar Sektor Diperlukan untuk Menekan Konsumsi Rokok

Membahas isu konsumsi rokok di Indonesia tidak dapat dilihat dari satu faktor saja. Upaya menekan konsumsi rokok ini butuh kerja sama kuat antar elemen seperti pemerintah, akademisi, dan berbagai elemen lain agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran, terukur, dan proporsional.

Ilustrasi untuk TAR, Bukan Nikotin, Pemicu Utama Penyakit Rokok

TAR, Bukan Nikotin, Pemicu Utama Penyakit Rokok

Peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor University (IPB), Mohammad Khotib, menjelaskan nikotin secara alami terdapat pada tembakau, sedang TAR muncul akibat proses pembakaran tembakau.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif, Solusi Turunkan Prevalensi Merokok

Tembakau Alternatif, Solusi Turunkan Prevalensi Merokok

Sejumlah pakar kesehatan sepakat keberadaan produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu solusi menekan tingginya tingkat konsumsi (prevalensi) merokok masyarakat dewasa di Indonesia. Hal ini telah terbukti di sejumlah negara lain yang sebelumnya mengalami situasi sama dengan Indonesia

Ilustrasi untuk Asap Rokok vs. Uap Tembakau Alternatif: Mana Berbahaya?

Asap Rokok vs. Uap Tembakau Alternatif: Mana Berbahaya?

Pernahkah Anda terpikir mengapa rokok yang dibakar mengeluarkan asap, sedangkan produk tembakau alternatif mengeluarkan uap? Apakah asap dan uap ini mengandung senyawa yang sama? Manakah yang lebih berbahaya bagi kesehatan?

Ilustrasi untuk Pengamat: Penurunan Perokok Butuh Regulasi Transparan

Pengamat: Penurunan Perokok Butuh Regulasi Transparan

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan mengatakan, masyarakat membutuhkan regulasi yang transparan dan akuntabel, terkait produk tembakau alternatif demi menurunkan prevalensi perokok Indonesia yang tinggi.

Ilustrasi untuk Tembakau yang Dipanaskan Lebih Rendah Risiko

Tembakau yang Dipanaskan Lebih Rendah Risiko

Dalam forum Scientific Summit on Tobacco Harm Reduction ke-4, peneliti VVT Technical Research Centre of Finland Teemu Karkela menjelaskan perbedaan asap rokok dan aerosol yang dihasilkan produk tembakau yang dipanaskan serta dampak atas perbedaan risiko kedua produk tersebut. Di mana letak perbedaan sebenarnya? Baca selengkapnya!

Ilustrasi untuk Pemerintah Harus Pisahkan Aturan Produk Tembakau Alternatif

Pemerintah Harus Pisahkan Aturan Produk Tembakau Alternatif

Prevalensi perokok telah terbukti menurun di berbagai negara maju seperti Inggris yang menerapkan pendekatan pengurangan risiko pada aktivitas merokok (harm reduction). Dengan 90 juta perokok pada tahun 2016 silam, bagaimana baiknya pemerintah menekan prevalensi perokok?

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif vs Rokok: Apa Bedanya?

Tembakau Alternatif vs Rokok: Apa Bedanya?

Perbedaan terbesar terletak pada proses konsumsi. Rokok dikonsumsi dengan cara dibakar yang menghasilkan asap, sedangkan produk tembakau alternatif dikonsumsi dengan cara dipanaskan, sehingga menghasilkan uap untuk memberi asupan nikotin kepada penggunanya.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Akibat Merokok

Produk Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Akibat Merokok

Pemerhati Kesehatan Publik, dr. Tri Budhi Baskara mengatakan, produk tembakau alternatif telah terbukti memiliki kandungan toksin yang lebih rendah sampai 95% dibandingkan rokok dan telah terbukti efektif menurunkan angka perokok di berbagai negara, contohnya Swedia dan Jepang.

Ilustrasi untuk Vape vs Rokok: Mana Pilihan yang Lebih Baik untuk Anda?

Vape vs Rokok: Mana Pilihan yang Lebih Baik untuk Anda?

Vape sebagai salah satu produk tembakau alternatif mempunyai beberapa perbedaan dengan rokok. Perbedaan paling mencolok antara rokok dan vape adalah cara penggunaannya. Rokok dikonsumsi dengan dibakar dan menghasilkan asap, sedangkan penggunaan vape memanfaatkan proses pemanasan untuk menghantarkan nikotin sehingga menghasilkan uap, bukan asap. 

 

Ilustrasi untuk Perlu Tidak Ya, Fatwa Soal Produk Tembakau Elektronik

Perlu Tidak Ya, Fatwa Soal Produk Tembakau Elektronik

Produk tembakau alternatif terus beredar di tengah masyarakat Indonesia. Dengan semakin maraknya jenis produk alternatif tembakau, pertanyaan dari publik pun bermunculan. Bagaimana status halal, haram, atau makruh dari produk ini? Perlukah ulama melahirkan fatwa?

Ilustrasi untuk Selebriti Beralih ke Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Merokok

Selebriti Beralih ke Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Merokok

Banyak selebriti dunia diketahui berhenti merokok dan beralih menggunakan produk tembakau alternatif untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok. Simak nama-nama selebriti tersebut dan alasan mereka beralih.

Ilustrasi untuk Efek Cold Turkey pada Otak Saat Berhenti Merokok

Efek Cold Turkey pada Otak Saat Berhenti Merokok

Cold turkey adalah metode berhenti merokok secara langsung atau seketika. Cara ini dipercaya efektif, namun sebagian besar orang yang mencoba metode ini mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan oleh reseptor nikotin pada otak yg bekerja secara aktif ‘menagih’ nikotin secara terus menerus.

Ilustrasi untuk KABAR Roadshow Medan: Kunci Jitu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Kota Medan

KABAR Roadshow Medan: Kunci Jitu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Kota Medan

dr. Cashtry Meher menilai bahwa memaksimalkan konsep pengurangan bahaya tembakau melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa untuk mengurangi kebiasaan merokok sekaligus membantu Pemerintah Kota Medan dalam menurunkan prevalensi merokok serta angka Penyakit Tidak Menular (PTM).

Ilustrasi untuk Bukti Ilmiah dari Negara yang Berhasil Menurunkan Angka Merokok

Bukti Ilmiah dari Negara yang Berhasil Menurunkan Angka Merokok

Data global menunjukkan bahwa penurunan prevalensi merokok tidak lagi secepat dekade sebelumnya. Namun, beberapa negara justru mampu menekan angka tersebut jauh lebih cepat melalui penerapan Tobacco Harm Reduction (THR) dan regulasi yang jelas terhadap produk nikotin yang tidak melalui proses pembakaran (non-combustion).

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Bantu Perokok Dewasa Beralih

Produk Tembakau Alternatif Bantu Perokok Dewasa Beralih

Produk tembakau alternatif ternyata memiliki peran potensial dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaannya. Fakta ini dituturkan oleh Ahli Studi Nikotin dan Tembakau, dari London South Bank University (LSBU) Lynne Dawkins yang mengungkapkan bahwa perokok dewasa yang menggunakan produk tembakau alternatif memiliki kemungkinan 55 persen lebih besar untuk beralih dari kebiasaan merokoknya dalam tiga bulan.

Ilustrasi untuk Tren: Adopsi Pendekatan Tobacco Harm Reduction pada Negara-negara Maju

Tren: Adopsi Pendekatan Tobacco Harm Reduction pada Negara-negara Maju

Sejumlah negara maju seperti Swedia, Jepang, Amerika Serikat, dan Selandia Baru telah mulai mengoptimalkan penggunaan produk tembakau alternatif sebagai bagian dari pendekatan Tobacco Harm Reduction untuk menekan risiko kesehatan akibat merokok. Pendekatan ini berlandaskan konsensus ilmiah yang menunjukkan bahwa sumber utama bahaya rokok berasal dari asap hasil pembakaran, bukan dari nikotin.

Ilustrasi untuk APVI Tolak Kemasan Polos pada Rokok Elektronik: Alasan dan Dampak

APVI Tolak Kemasan Polos pada Rokok Elektronik: Alasan dan Dampak

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasmita menilai penerapan kebijakan kemasan polos tanpa merek pada produk tembakau alternatif hanya akan menciptakan berbagai permasalahan baru, termasuk meningkatnya peredaran dan konsumsi produk ilegal di publik.

Ilustrasi untuk Merokok dan Menggunakan Rokok Elektronik, Apa Bedanya?

Merokok dan Menggunakan Rokok Elektronik, Apa Bedanya?

Banyak masyarakat yang menganggap rokok konvensional dan rokok elektronik sama-sama berbahaya bagi Kesehatan. Namun, dengan penelitian yang semakin banyak dilakukan, ditemukan bahwa rokok elektronik berbeda dengan rokok konvensional. Mulai dari cara pemakaian, hingga risiko yang dihasilkan.

Ilustrasi untuk Inilah Alasan Ibu Hamil Dilarang Makan Sate

Inilah Alasan Ibu Hamil Dilarang Makan Sate

Sate yang dibakar terlalu panas mengandung zat kimia berbahaya dan dapat memicu kanker, sedangkan sate yang tidak matang secara merata memiliki risiko virus yang mengancam tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Seperti apa detailnya? Simak artikel ini.

Ilustrasi untuk Ketua Kabar: Kebijakan Merokok Harus Berdasar Riset

Ketua Kabar: Kebijakan Merokok Harus Berdasar Riset

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (Kabar) Ariyo Bimmo menekankan pentingnya kajian ilmiah berbasis riset sebagai landasan kebijakan guna mengurangi bahaya rokok. Hal ini, kata dia, sekaligus membantu pemerintah menjawab permasalahan tingginya prevalensi perokok yang belum terselesaikan hingga saat ini.