Sekata Kopi Medan: Inovasi Hadirkan Area Khusus Produk Tembakau Alternatif
Hantaman pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu sempat melumpuhkan berbagai sektor usaha, termasuk industri kreatif yang digeluti Muhammad David.
Hantaman pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu sempat melumpuhkan berbagai sektor usaha, termasuk industri kreatif yang digeluti Muhammad David.
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengatakan keberadaan regulasi bagi produk tembakau alternatif akan mendorong pertumbuhan industri sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), mengatakan bahwa produk tembakau alternatif (PTA) dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Hal ini sejalan dengan hasil riset “Effects of Reduced-Risk Nicotine-Delivery Products on Smoking Prevalence and Cigarette Sales: An Observational Study” yang dirilis pada September 2023 oleh Queen Mary University of London. Studi tersebut menunjukkan penurunan tingkat merokok lebih cepat di Inggris dan Amerika Serikat berkat penggunaan PTA antara 2004 dan 2019, berbanding terbalik dengan Australia yang memberlakukan kontrol ketat untuk PTA.
Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari berbagai universitas di Yunani ini bertujuan untuk memahami tingkat adopsi dan penggunaan rokok elektronik di provinsi Attica, Yunani.
Pemerintah diminta turut serta pada upaya mengurangi bahaya tembakau. Salah satunya dengan menyediakan informasi komprehensif dan berimbang mengenai manfaat dari produk-produk tembakau alternatif.
Vape hadir dengan beragam bentuk dan rasa yang sangat berbeda dengan rokok. Vape juga memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok, karena tidak menghasilkan TAR yang berbahaya untuk tubuh. Untuk lebih jelasnya lagi, mari simak penjelasan di bawah ini agar Anda #JadiLebihPaham.
Seperti ungkapan Michael Russell, “People smoke for nicotine but they die from the TAR”. Ya, yang berbahaya dari rokok adalah TAR yang mengandung karsinogen, yaitu zat yang memicu kanker. Lalu, apakah produk tembakau alternatif lebih aman sehingga bisa menjadi solusi berhenti merokok?
Produk tembakau alternatif seperti vape dan produk tembakau yang dipanaskan menyediakan nikotin tanpa proses pembakaran. Tidak adanya hasil pembakaran seperti TAR dan zat-zat racun mereduksi sekitar 90 persen tingkat risikonya.
Pernahkah Anda terpikir mengapa rokok yang dibakar mengeluarkan asap, sedangkan produk tembakau alternatif mengeluarkan uap? Apakah asap dan uap ini mengandung senyawa yang sama? Manakah yang lebih berbahaya bagi kesehatan?
Tren Vape atau rokok elektronik terus berkembang di masyarakat sebagai alternatif pengganti rokok tembakau. Silang pendapat pun terjadi, banyak masyarakat menganggap Vape atau Rokok Elektronik sama bahayanya dengan rokok tembakau. Bagaimana faktanya?
Jika dibandingkan dengan rokok, rokok elektronik dan vape memang menghasilkan uap yang lebih banyak. Namun, apakah uap yang lebih banyak tersebut lebih berbahaya dibanding asap rokok? Atau justru sebaliknya?
World Health Organization (WHO) telah memasukkan polusi udara ke dalam daftar tantangan kesehatan global. Keputusan ini diambil oleh WHO karena mereka menemukan bahwa setiap harinya, sembilan dari sepuluh penduduk bumi menghirup udara yang tercemar.
Tanaman penyerap debu adalah tanaman hias yang mampu menangkap partikel debu dan menyerap zat polutan di udara, membantu menciptakan udara di dalam ruangan yang lebih bersih. Meskipun efeknya tidak sekuat alat pembersih udara, tanaman ini tetap memberi manfaat bagi kesehatan dan keindahan rumah, terutama dalam upaya pengurangan paparan asap rokok bagi penghuni dewasa.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan menjelaskan, produk tembakau alternatif telah terbukti memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok, karena tidak melalui proses pembakaran dalam penggunaannya.
TAR mengandung karsinogen yaitu zat pemicu kanker. Zat ini bisa merusak sel dalam berbagai organ tubuh. Selain paru-paru, TAR juga dikenal sebagai penyebab kanker mulut dan tenggorokan. Bahaya TAR bahkan bisa dilihat langsung, contohnya gigi para perokok yang biasanya lebih kuning.
Tim Penulis Lakpesdam PBNU, Idris Masudi, mengatakan kehidupan warga NU sangat akrab dengan tembakau. Bukan hanya sebagai perokok, namun juga tidak sedikit yang ekonominya bergantung pada tembakau. Untuk itu inovasi dibutuhkan untuk mengurangi dampak buruk asap rokok.
Banyak masyarakat yang menganggap rokok konvensional dan rokok elektronik sama-sama berbahaya bagi Kesehatan. Namun, dengan penelitian yang semakin banyak dilakukan, ditemukan bahwa rokok elektronik berbeda dengan rokok konvensional. Mulai dari cara pemakaian, hingga risiko yang dihasilkan.
Merokok dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan kematian dini, terutama akibat paparan asap hasil pembakaran tembakau. Konsep pengurangan bahaya tembakau muncul sebagai pendekatan untuk memberikan alternatif lebih rendah risiko bagi perokok.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya sekitar 6,5 juta kematian terjadi karena polusi udara. Untuk melindungi diri dari polusi udara, masker dipercaya oleh banyak orang Ketika beraktivitas di luar. Namun, apakah penggunaan masker sudah cukup efektif?
Kita tentunya sudah akrab dengan segala efek buruk rokok dan asap rokok terhadap diri kita sendiri dan orang lain. Namun efek buruk rokok ternyata juga mengancam hewan peliharaan kita di rumah!
Proses pembakaran pada rokok menghasilkan senyawa kimia berbahaya, TAR. Hal ini berbeda dengan Produk tembakau alternatif yang tidak memiliki proses pembakaran, sehingga bebas dari TAR. Menurut hasil studi, produk tembakau alternatif memiliki risiko Kesehatan yang lebih rendah.
Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Firmansyah Siregar, mendukung langkah pemerintah memberantas peredaran vape ilegal, namun mengingatkan agar regulasi tidak bersifat berlebihan hingga mengancam pelaku usaha legal.
Penelitian menemukan daging barbekyu mengandung zat yang bersifat karsinogenik yang bernama Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH). Zat ini terbentuk dari lemak dan sari daging yang dimasak dengan temperatur tinggi dan menghasilkan asap yang menempel pada daging. Lalu bagaimana cara aman mengonsumsi barbekyu?
Tanpa disadari, ada banyak hal terjadi di sekitar kita yang dapat memicu penyakit kanker. Mulai dari yang paling kita kenali, yaitu asap rokok, hingga asap pembakaran sampah yang tanpa sadar hampir selalu ada di sekitar kita.
Nikotin merupakan senyawa alami yang diproduksi oleh tanaman keluarga Solanaceae, termasuk tembakau, tomat, kentang, dan terung. Nikotin dapat diserap tubuh melalui berbagai jalur, termasuk melalui inhalasi, penyerapan melalui mukosa mulut dan hidung, penyerapan melalui kulit, serta melalui saluran pencernaan. Ketika dicerna oleh tubuh, nikotin menstimulasi sistem saraf pusat, menghasilkan sensasi rileks sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Penting dipahami bahwa nikotin berbeda dengan TAR yaitu zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran.
Komunitas pengguna vape Therion DNA Indonesia menggandeng BNN Kabupaten Bekasi untuk peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyalahgunaan narkotika. Melalui inisiatif tes urine anggota komunitasnya, Therion DNA Indonesia mendorong penggunaan yang bertanggung jawab melalui pendekatan yang edukatif, kolaboratif, dan berbasis kesadaran.
Konsep pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) memanfaatkan kehadiran produk tembakau alternatif sebagai strategi alternatif mengurangi prevalensi perokok di Indonesia. Namun, keberadaannya harus disertai dengan regulasi yang berfungsi sebagai rambu-rambu.
Asap rokok menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada manusia. Kamu bisa mempertimbangkan sejumlah upaya berikut agar anak, pasangan, orang tua, atau saudara yang bukan perokok di rumah terbebas dari risiko paparan asap rokok.
Banyak info beredar mengenai Nikotin dan TAR. Lalu apa perbedaannya? Apakah sama bahayanya? Di dalam infographic ini, Anda dapat dengan mudah mengenali perbedaan nikotin dan TAR.
Upaya sejumlah pihak dalam menghambat akses publik maupun informasi terkait produk tembakau alternatif dinilai melanggar prinsip etika, moral, dan keadilan. Sebab, setiap masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar tentang sebuah produk yang mereka konsumsi, termasuk produk tembakau alternatif.
Cara terbaik bagi perokok dewasa untuk mengurangi risiko dari kebiasaan merokok adalah dengan berhenti sepenuhnya. Namun, jika sulit dilakukan, terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan menerapkan pendekatan pengurangan bahaya tembakau yang memanfaatkan penggunaan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik atau vape, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.
Setiap isapan asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya. Sayangnya, asap rokok tidak hanya dapat terhirup oleh perokok, namun juga oleh orang-orang di sekitarnya. Berikut ini daftar sejumlah zat berbahaya yang terkandung dalam asap rokok:
Paparan asap rokok sejak dini memengaruhi fungsi sinaptik dan perkembangan otak. Ketika anak masih berusia sangat muda, itu adalah saat mereka masih mengembangkan sistem saraf mereka dan berada dalam kondisi yang sangat rentan terhadap paparan dari lingkungan luar.
Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pelaku usaha di industri rokok elektronik untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Kerja sama ini diyakini akan mempersempit celah oknum yang memanfaatkan cairan rokok elektronik untuk mengedarkan narkoba.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dampak polusi udara bagi kesehatan terutama di negara-negara berkembang yang masih menggunakan bahan bakar biomassa sebagai sumber energi utama.
Asosiasi meminta pemerintah segera menerbitkan regulasi terpisah yang spesifik dan sesuai fakta bagi produk tembakau alternatif.
Ada beberapa tipe asap rokok yang sering dihirup perokok pasif yang masih banyak belum diketahui orang, yakni Second-hand smoke dan Third-hand Smoke. Kita bahas sedikit mengenai hal ini. Ketika Anda berada di sekitar perokok aktif, Anda akan mengisap asap rokok yang diembuskan perokok dan partikel asap yang berada di udara, inilah yang dinamakan sebagai Second-hand smoke.
Penelitian ini melakukan eksperimen dalam ruang tertutup untuk melihat senyawa volatile organic compounds (VOCs) dan konsentrasi partikel di dalam ruangan setelah pembakaran dupa dan lilin.
Hasil survei internal yang dilakukan oleh KABAR pada bulan Juli 2019 lalu menunjukkan bahwa tidak adanya regulasi merupakan salah satu faktor yang membuat perokok ragu dan enggan untuk beralih ke produk tembakau alternatif. Regulasi seperti apa yang diperlukan? Dan mengapa ini penting?
Penelitian ini melakukan uji emisi untuk menentukan tingkat partikel halus (partikulat berdiameter <2.5 mikrometer - PM2.5), senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), volatile organic compounds (VOCs), aldehida, dan keton dari hasil pembakaran obat nyamuk bakar dan implikasinya bagi kesehatan.
Hasil kajian klinis yang dilakukan akademisi dari Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Padjajaran, drg. Amaliya, M.Sc. Ph.D, bersama drg. Agus Susanto, Sp.Perio dan drg. Jimmy Gunawan, Sp.Perio membuktikan bahwa pengguna rokok elektronik yang telah berhenti merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi yang dibuktikan dengan tingkat peradangan dan pendarahan gusi yang sama seperti yang dialami oleh non-perokok.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan paparan kandungan metal dan organik bagi pengguna pasif dari produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn) yang baru muncul di pasaran dengan membandingkannya dengan emisi yang dihasilkan rokok konvensional dan rokok elektronik.
Produk tembakau alternatif bahayanya berkurang karena tidak melalui proses pembakaran, melainkan pemanasan, sehingga menghasilkan uap bukan asap. Dengan demikian, produk tersebut tidak menghasilkan TAR dan berbagai zat kimia berbahaya bagi tubuh manusia.
Produk Tembakau Alternatif dipandang sebagai alternatif untuk mengatasi ketergantungan merokok di samping layanan konseling dengan dokter. Simak pendapat Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, dr. Tribowo Tuahta Ginting, Sp.KJ(K) berikut.
Selama ini, nikotin dilabeli sebagai zat yang paling berbahaya bagi kesehatan ketimbang TAR. Lantas, manakah yang sebenarnya lebih berbahaya? Nikotin bukan karsinogen dan juga tidak menjadi penyebab utama bahaya rokok. Peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Khotib menjelaskan, nikotin adalah senyawa kimia yang secara alami terdapat pada tembakau. Di sisi lain, TAR adalah senyawa yang muncul dari proses pembakaran, dan berisiko menyebabkan penyakit.
Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 69 juta perokok. Menurut Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), berhenti merokok sepenuhnya sering terhambat gejala putus nikotin, sehingga produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa. Studi dari Inggris dan Royal College of Physicians menunjukkan risikonya lebih rendah dan peluang berhenti meningkat hingga 64,9 persen. Meski demikian, misinformasi dan penyalahgunaan rokok elektronik masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi pengurangan berbasis risiko, penegakan hukum, dan edukasi publik agar manfaatnya tepat sasaran.
Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, inovasi dan teknologi adalah hal yang penting untuk dikembangkan. Pemerintah sebagai pembuat regulasi, perlu membuka diri dengan berbagai inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas.
American Cancer Society (ACS) membuat pernyataan publik resmi mengenai penghapusan penggunaan tembakau yang dibakar. Hal ini didorong oleh kesadaran bahwa tembakau yang dibakar memiliki risiko kesehatan tinggi dan salah satu faktor penyebab utama penyakit tidak menular di Amerika Serikat.
Ini 4 fakta yang kamu perlu ketahui soal produk tembakau alternatif (PTA). Pertama, PTA seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, berhasil menurunkan prevalensi merokok di beberapa negara seperti Swedia, Selandia Baru, dan Jepang. Kedua, PTA memiliki profil risiko yang lebih rendah ketimbang rokok. Public Health England (saat ini bernama UK Health Security Agency) menyatakan bahwa PTA mampu mengurangi risiko hingga 90-95% lebih rendah daripada rokok. Ketiga, asosiasi pelaku usaha dan konsumen berkomitmen untuk mengedukasi bahwa PTA hanya untuk perokok dewasa. Keempat, baru-baru ini Kementerian Kesehatan Inggris membagikan PTA secara gratis kepada satu juta perokok untuk mendorong perokok beralih ke produk yang lebih rendah risiko. Hal ini demi mendukung target pemerintah Inggris untuk bebas dari rokok mulai 2030.
Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo meminta pemerintah mengeluarkan regulasi yang berbeda bagi produk tembakau, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin. Keberadaan regulasi yang berbeda bagi produk tembakau alternatif dan rokok dipercaya dapat melindungi masyarakat dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.