Vape vs. Tembakau Dipanaskan: Perbedaan Utama
Perbedaan utama dari rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan adalah bahan baku yang digunakan dalam proses pemanasan untuk menghantarkan nikotin.
Perbedaan utama dari rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan adalah bahan baku yang digunakan dalam proses pemanasan untuk menghantarkan nikotin.
Banyak mispersepsi mengenai nikotin. Ada yang bilang nikotin adalah sumber masalah dari perokok, menyebabkan kecanduan, berbahaya untuk Kesehatan, dll. Apakah semua itu benar? Temukan jawabannya di infografik ini.
Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tikki Pangestu mendorong Indonesia untuk mengambil pelajaran dari keberhasilan Swedia dan Norwegia dalam menekan angka prevalensi merokok yang tinggi yakni 69.1 juta Perokok. Melalui pemaksimalan penggunaan produk-produk tembakau alternatif seperti kantong nikotin, rokok elektrik, dan tembakau yang dipanaskan, Swedia berhasil menurunkan prevalensi merokok di negaranya dari 11% menjadi 5.16% pada tahun 2015, sementara Norwegia berhasil menurunkan dari 44% menjadi 16.20% dalam kurun 20 tahun dari tahun 2000.
Edukasi mengenai produk tembakau alternatif dinilai penting untuk membantu perokok dewasa berhenti merokok. Sekretaris Aliansi Vaper Indonesia, Wiratna Eko Indra Putra, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar informasi yang disampaikan bersifat seimbang dan berbasis bukti. Ia menyoroti misinformasi yang menyamakan risiko produk alternatif dengan rokok konvensional, padahal kajian dari Cochrane Library yang dipublikasikan pada 29 Januari 2025—melibatkan 29.044 perokok dewasa dalam 90 studi ilmiah—menunjukkan bahwa produk seperti rokok elektronik memiliki risiko yang jauh lebih rendah dan efektif sebagai alat bantu berhenti merokok.
Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Johan Sumantri menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, terbukti secara kajian ilmiah memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok hingga 95 persen. Namun, informasi mengenai riset tersebut belum tersebar secara masif dan komprehensif bagi konsumen, khususnya di Indonesia. Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, mendukung agar akademisi bersama pemerintah segera menggalakkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif.
Jika dibandingkan dengan rokok, rokok elektronik dan vape memang menghasilkan uap yang lebih banyak. Namun, apakah uap yang lebih banyak tersebut lebih berbahaya dibanding asap rokok? Atau justru sebaliknya?
Bahaya utama rokok tidak berasal dari nikotin, tetapi dari proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, seperti karbon monoksida, dan ribuan toksikan penyebab penyakit. Karena itu, hadirnya rokok elektronik pada 2003 menjadi inovasi penting: perangkat ini menghantarkan nikotin tanpa pembakaran, sehingga mengurangi paparan zat berbahaya secara signifikan.
Peranan apoteker dalam mengkaji senyawa bioaktif yang digunakan secara luas oleh masyarakat menjadi salah satu bahasan dalam diskusi daring yang diadakan oleh perkumpulan apoteker. Apoteker harus semakin aktif mengkaji senyawa bioaktif, salah satunya senyawa nikotin, untuk mendukung peran apoteker sejalan dengan perkembangan sains dan teknologi pada bidang kesehatan preventif dan promotif.
TAR mengandung karsinogen yaitu zat pemicu kanker. Zat ini bisa merusak sel dalam berbagai organ tubuh. Selain paru-paru, TAR juga dikenal sebagai penyebab kanker mulut dan tenggorokan. Bahaya TAR bahkan bisa dilihat langsung, contohnya gigi para perokok yang biasanya lebih kuning.
Prof. Bambang Prasetya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penelitian lebih lanjut tentang produk tembakau alternatif untuk mengurangi risiko kesehatan. Penelitian BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya dalam produk ini lebih rendah. Dia menekankan pentingnya riset ilmiah sebagai dasar untuk pembuatan suatu kebijakan publik dalam diskusi di APHRF 2024.
Polusi merupakan masuknya zat atau energi berbahaya ke lingkungan yang dapat merusak keseimbangan alam dan membahayakan kesehatan manusia. Polusi dapat terjadi pada udara, air, tanah, suara, dan cahaya, dengan sumber utama berasal dari aktivitas manusia seperti kendaraan bermotor, industri, limbah rumah tangga, serta pembakaran bahan bakar fosil.
Di Indonesia, polusi udara menjadi isu utama karena tingginya emisi kendaraan dan aktivitas industri, yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Selain di luar ruangan, polusi juga dapat terjadi di dalam ruangan melalui asap rokok, kompor, dan bahan kimia rumah tangga.
Dampak polusi meliputi gangguan pernapasan, penyakit jantung, kerusakan organ, perubahan iklim, hingga penurunan keanekaragaman hayati. Untuk mengurangi dampaknya, diperlukan upaya bersama melalui pengelolaan limbah yang lebih baik, pengurangan emisi, penggunaan teknologi rendah polusi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Dengan langkah sederhana dan dukungan kebijakan pemerintah, pengurangan paparan polusi dapat dilakukan demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Penelitian ini melakukan uji emisi untuk menentukan tingkat partikel halus (partikulat berdiameter <2.5 mikrometer - PM2.5), senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), volatile organic compounds (VOCs), aldehida, dan keton dari hasil pembakaran obat nyamuk bakar dan implikasinya bagi kesehatan.
Tim peneliti yang tergabung dalam Committee on the Review of the Health Effects of Electronic Nicotine Delivery Systems mengkaji temuan dari berbagai penelitian terkait rokok elektronik dan implikasinya pada kesehatan masyarakat.
Pada 2018, industri rokok elektronik mampu menyumbang cukai Rp 105,6 miliar, dan tahun ini penerimaan cukai ditargetkan mencapai Rp 2 triliun. Perkembangan produk tembakau alternatif diharapkan mampu menumbuhkan kegiatan ekonomi baru masyarakat, khususnya di daerah.
Peneliti di Pusat Bedah Jantung Onassis di Athena-Yunani Konstantinos E. Farsalinos mengungkapkan penggunaan produk tembakau alternatif yang menerapkan konsep dipanaskan dapat mengeliminasi komponen atau zat berbahaya yang biasanya dihasilkan dari pembakaran rokok, sehingga potensi risikonya lebih rendah.
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan mengatakan, masyarakat membutuhkan regulasi yang transparan dan akuntabel, terkait produk tembakau alternatif demi menurunkan prevalensi perokok Indonesia yang tinggi.
Dari bangasawan Prancis hingga Roro Mendut, inilah perjalanan produk tembakau alternatif hingga sekarang.
Sebuah studi terbaru di Inggris menemukan bahwa penggunaan produk bebas asap, seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, berkorelasi kuat dengan keberhasilan berhenti merokok. Meski jumlah pengguna produk tembakau yang dipanaskan masih terbatas, hasilnya tetap signifikan. Kantong nikotin juga menunjukkan potensi, namun data yang tersedia belum cukup kuat untuk disimpulkan secara pasti.
Tim peneliti divisi Penasihat Tembakau dari the Royal College of Physicians, Inggris melakukan tinjauan penelitian untuk memperbarui bukti ilmiah terkini terkait pendekatan pengurangan risiko dalam kebiasaan merokok yang berhubungan dengan penggunaan produk penghantar nikotin, terutama rokok elektronik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dua skenario pengendalian tembakau di Amerika Serikat tanpa dan dengan penggunaan rokok elektronik.
Asosiasi-asosiasi konsumen menolak jika regulasi produk tembakau alternatif disamakan dengan rokok konvensional. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen produk tembakau alternatif dan perokok dewasa.
Dalam forum Scientific Summit on Tobacco Harm Reduction ke-4, peneliti VVT Technical Research Centre of Finland Teemu Karkela menjelaskan perbedaan asap rokok dan aerosol yang dihasilkan produk tembakau yang dipanaskan serta dampak atas perbedaan risiko kedua produk tersebut. Di mana letak perbedaan sebenarnya? Baca selengkapnya!
Banyak selebriti dunia diketahui berhenti merokok dan beralih menggunakan produk tembakau alternatif untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok. Simak nama-nama selebriti tersebut dan alasan mereka beralih.
Sebuah riset dari Public Health England menyimpulkan, rokok elektronik 95% lebih rendah risiko daripada rokok konvensional. Rokok elektronik tidak mengandung TAR dan karbon monoksida, yang merupakan zat paling berbahaya, yang dihasilkan dari pembakaran tembakau.
Rokok yang dibakar di didalam mobil akan menghasilkan TAR dan bau yang menempel. Mari kita simak beberapa cara Menghilangkan Bau Rokok di Mobil!
Pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif sebagai upaya mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Sebab, informasi berdasarkan kajian ilmiah tersebut diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih baik bagi perokok dewasa)yang ingin terus menggunakan produk mengandung nikotin. Senada, Dr Dwinita Wikan, Kepala Pusat Penelitian Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan masih sedikit penelitian ilmiah tentang produk tembakau alternatif.
Dengan terus bertumbuhnya sektor pariwisata Bali paska pandemi dan beragamnya kebiasaan wisatawan, Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bersama pelaku pariwisata di Bali mengkaji manfaat pengurangan bahaya tembakau untuk mengatasi permasalahan merokok dan mendukung pariwisata Bali yang nyaman dan tetap ramah wisatawan.
Strategi pengurangan bahaya tembakau dinilai mampu melengkapi kebijakan pengendalian rokok nasional dengan memberikan alternatif yang lebih rendah risiko bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti sepenuhnya. Laporan Lives Saved bahkan memperkirakan lebih dari 600 ribu nyawa dapat diselamatkan hingga 2060 jika strategi pengurangan bahaya tembakau diterapkan optimal di negara-negara berkembang.
72 ilmuwan dan kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan nikotin meminta World Health Organization (WHO) dan para pemangku kepentingan untuk mengambil pendekatan yang lebih positif dan terbuka terhadap teknologi dan inovasi baru yang dapat menjadi solusi bagi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok.
Hasil kajian dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.
Merokok di dalam mobil meningkatkan partikel halus yang tinggi di sekitar pengemudi, walau jendela mobil telah dibuka. Paparan asap rokok di mobil tidak hanya terjadi ketika rokok sedang menyala, tapi juga menempel pada interior mobil sehingga menimbulkan bahaya Third-hand smoke.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendukung lahirnya regulasi berbasis kajian ilmiah untuk produk tembakau alternatif guna melindungi konsumen sekaligus menurunkan prevalensi perokok di Indonesia. Regulasi berbasis kajian ilmiah itu akan melengkapi strategi pengurangan angka perokok yang sudah ada yakni kawasan bebas rokok, gambar peringatan kesehatan, larangan iklan, dan berbagai promosi kesehatan.
Nikotin dari asap rokok dapat menempel di tangan, menimbulkan bau dan noda kekuningan. Cara paling efektif menghilangkannya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air hangat selama 20 detik, atau menggunakan campuran baking soda, sabun cair, dan perasan jeruk untuk hasil lebih bersih. Hindari bahan kimia keras agar kulit tidak iritasi. Nikotin juga bisa menempel melalui thirdhand smoke di rumah dan pakaian. Untuk membantu tubuh mengeluarkan nikotin, perbanyak air putih, konsumsi vitamin C, dan jaga pola makan sehat. Bila bau atau noda tak hilang, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dengan langkah sederhana ini, tangan terasa lebih bersih, segar, dan bebas dari bau rokok.
Produk Tembakau Alternatif (PTA) dapat menjadi salah satu solusi untuk menurunkan angka prevalensi merokok di Indonesia, karena potensi risiko yang lebih rendah daripada rokok konvensional. Namun, bagaimana tanggapan masyarakat & Langkah pemerintah terkait PTA ini?
Kalangan akademisi menilik pentingnya pengurangan risiko produk tembakau mengingat tingginya angka perokok di Indonesia. Pasalnya, pendekatan berhenti merokok secara total ternyata sulit dilakukan bagi perokok dewasa, ujar Wakil Direktur AOI University Hospital Jepang, Hiroya Kumamaru. Pemanfaatan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan ternyata dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Oleh karenanya, pengurangan risiko tembakau dengan memanfaatkan produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu solusi untuk isu prevalensi perokok.
Konsep pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) memanfaatkan kehadiran produk tembakau alternatif sebagai strategi alternatif mengurangi prevalensi perokok di Indonesia. Namun, keberadaannya harus disertai dengan regulasi yang berfungsi sebagai rambu-rambu.
Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa efektif produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, dan produk terapi pengganti nikotin, dalam membantu perokok untuk berhenti total dari kegiatan merokok. Seperti apa hasilnya? Mana yang lebih efektif? Simak infografik berikut.
Produk tembakau alternatif telah diizinkan beredar secara legal di Indonesia. Produk tembakau alternatif ini mencakup rokok elektronik, tembakau kunyah, tembakau tempel, dan produk tembakau yang dipanaskan. Lalu, hal apa yang perlu konsumen pahami tentang produk tembakau alternatif ini?
Mohammad Khotib, Peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, produk tembakau alternatif (PTA) seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa untuk beralih karena risiko kesehatannya yang lebih rendah daripada lanjut merokok. Selama ini, ada misinformasi bahwa nikotin merupakan zat berbahaya dalam produk tembakau yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, sehingga membuat perokok dewasa enggan mengakses PTA. Padahal, penyebabnya adalah TAR, bahan karsinogenik yang terdapat di dalam asap rokok.
Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, inovasi dan teknologi adalah hal yang penting untuk dikembangkan. Pemerintah sebagai pembuat regulasi, perlu membuka diri dengan berbagai inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas.
Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) kini menaungi lebih dari 1.500 anggota di seluruh Indonesia, mulai dari sektor ritel, distributor/importir, hingga produsen. Sementara itu, Perkumpulan Produsen Eliquid Indonesia (PPEI) memproyeksikan penyerapan tenaga kerja industri REL hingga 2030 diprediksi meningkat 1%-3% per tahun, atau bertambah hingga 210.00 - 280.000.
Penelitian ini melakukan pengujian untuk membandingkan kandungan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang dihasilkan dari lima aktivitas memasak yang berbeda di Cina.
National Cancer Institute (NCI) menyatakan sebagian besar bahan kimia dari asap rokok ditemukan di dalam TAR sebagai hasil pembakaran rokok, yang di antaranya diketahui berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kanker. Berikut ini adalah tujuh zat berbahaya di dalam rokok yang perlu Anda ketahui!
Beragam persepsi muncul mengenai produk tembakau alternatif. Sebagian masyarakat percaya produk tembakau alternatif lebih aman, sedangkan sebagian lainnya beranggapan risikonya sama dengan rokok konvensional. Bagaimana perbedaan persepsi tersebut? Simak hasil survei KABAR berikut.
Beberapa tahun terakhir, semakin banyak hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa peningkatan polusi udara di kota-kota besar berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Lalu, bagaimana cara kita melindungi diri sendiri dan orang tersayang dari polusi udara?
Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan mengutarakan manfaat produk tembakau alternatif (PTA) sebagai bentuk penerapan pengurangan bahaya tembakau. Pernyataan ini sejalan dengan kajian ilmiah Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial atau UK Health Security bertajuk “Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products” yang menunjukkan bahwa PTA memiliki profil risiko 90-95% lebih rendah ketimbang rokok yang dibakar. Akses terhadap informasi akurat mengenai PTA, penting untuk mendorong perokok dewasa agar beralih dari kebiasaan merokok.
Dalam kesehatan publik, pengurangan risiko (Harm Reduction) merupakan pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan dan sosial yang terkait kebiasaan atau penggunaan zat tertentu dengan memberikan alternatif lebih baik yang dapat menjadi pilihan pengguna. Seperti apa detailnya?
Mengapa polusi udara menjadi tantangan saat berpuasa? Karena polusi udara sesungguhnya menyebabkan oksidasi stres. Apa itu oksidasi stress? Bagaimana kita mengatasinya? Simak artikel berikut.
Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Budiyanto menyatakan semua lini di industri rokok elektronik akan sangat terdampak akibat Rancangan Permenkes yang merupakan turunan dari aturan PP No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Sebab, kebijakan itu berpotensi besar mendorong tumbuhnya peredaran rokok elektronik ilegal di pasaran.
Penelitian Population Assessment of Tobacco and Health (PATH) dilakukan pada tahun 2013-2019 dengan melibatkan puluhan ribu orang dewasa berusia 40 tahun ke atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dampak penggunaan rokok dan rokok elektronik terhadap kesehatan jantung.