Apakah Vape Mengandung TAR? Risiko Vape vs Rokok Tradisional
Produk tembakau alternatif seperti vape memiliki tingkat risiko yang berbeda dari rokok. Apakah risiko ini lebih rendah atau sama? Temukan jawabannya di artikel ini!"
Produk tembakau alternatif seperti vape memiliki tingkat risiko yang berbeda dari rokok. Apakah risiko ini lebih rendah atau sama? Temukan jawabannya di artikel ini!"
Peneliti Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) berharap Indonesia memiliki lebih banyak kajian ilmiah terkait aspek manfaat dan keamanan produk tembakau alternatif menyusul telah berbedarnya produk pengganti rokok konvensional itu di Indonesia. SF-ITB telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan judul “Perbandingan Profil Risiko Kesehatan Produk Tembakau yang Dipanaskan Versus Rokok Kretek Indonesia,” yang telah dipaparkan dalam 5th Scientific Summit di Athena, Yunani pada bulan September yang lalu.
Dokter Ahli Bedah Rumah Sakit Panti Rapih, Jeffrey Ariesta Putra, mengusulkan pendekatan pengurangan bahaya melalui produk tembakau alternatif (PTA) sebagai solusi bagi perokok dewasa yang sulit berhenti merokok. Ia menyoroti sulitnya berhenti merokok langsung karena faktor gejala putus nikotin yang berpotensi memicu kembali ke kebiasaan merokok. Maka dari itu, diperlukan akses informasi terhadap PTA dan adopsi peraturan pemerintah terkait pendekatan pengurangan bahaya tembakau ini, selain edukasi di masyarakat.
Sejumlah negara maju seperti Swedia, Jepang, Amerika Serikat, dan Selandia Baru telah mulai mengoptimalkan penggunaan produk tembakau alternatif sebagai bagian dari pendekatan Tobacco Harm Reduction untuk menekan risiko kesehatan akibat merokok. Pendekatan ini berlandaskan konsensus ilmiah yang menunjukkan bahwa sumber utama bahaya rokok berasal dari asap hasil pembakaran, bukan dari nikotin.
“Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mendorong sebagian perokok dewasa mulai beralih ke produk tembakau alternatif”
Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO)
Rokok elektronik atau yang dikenal juga sebagai vape atau vaporizer, merupakan produk tembakau alternatif yang semakin populer di Indonesia. Banyak pengguna rokok meninggalkan batang nikotin itu dan beralih menggunakan vape.
Paparan asap rokok sejak dini memengaruhi fungsi sinaptik dan perkembangan otak. Ketika anak masih berusia sangat muda, itu adalah saat mereka masih mengembangkan sistem saraf mereka dan berada dalam kondisi yang sangat rentan terhadap paparan dari lingkungan luar.
Praktisi Kesehatan, dr. Arifandi Sanjaya mengutarakan gejala umum putus nikotin umumnya dialami perokok dewasa yang belum siap berhenti total, meliputi sakit kepala, mual, sulit konsentrasi, susah tidur, bahkan merasa stres. Meskipun berhenti total merupakan cara terbaik untuk mengurangi bahaya merokok, hal ini harus menjadi perhatian.
Konsep pengurangan bahaya (harm reduction) pada penggunaan tembakau menjadi fokus kolaborasi kajian ilmiah antara dua perguruan tinggi termuka, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Catania, Italia.
Penggunaan produk tembakau alternatif untuk menurunkan prevalensi merokok dilakukan di Swedia. Berkat memanfaatkan produk tembakau alternatif, terutama snus atau kantong nikotin, tingkat kematian terkait konsumsi produk nikotin di Swedia jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.
Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektronik, memiliki profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok. Berdasarkan kajian ilmiah di Indonesia dan berbagai negara, pengaturan untuk produk tembakau alternatif seharusnya berbeda dari rokok.
Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), mengatakan bahwa produk tembakau alternatif (PTA) dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Hal ini sejalan dengan hasil riset “Effects of Reduced-Risk Nicotine-Delivery Products on Smoking Prevalence and Cigarette Sales: An Observational Study” yang dirilis pada September 2023 oleh Queen Mary University of London. Studi tersebut menunjukkan penurunan tingkat merokok lebih cepat di Inggris dan Amerika Serikat berkat penggunaan PTA antara 2004 dan 2019, berbanding terbalik dengan Australia yang memberlakukan kontrol ketat untuk PTA.
Penelitian ini menjelaskan tentang definisi dari Third-hand Smoke (THS), paparan THS, dan analisis tentang unsur pokok, proses serapan, dan pelepasan molekul di dalam ruang, transformasi yang terjadi, distribusi, dan jangka waktu menempelnya THS di lingkungan tempat tinggal.
Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Firmansyah Siregar, mendukung langkah pemerintah memberantas peredaran vape ilegal, namun mengingatkan agar regulasi tidak bersifat berlebihan hingga mengancam pelaku usaha legal.
Kementerian Kesehatan Inggris akan mendorong satu juta orang perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif, dengan mendanai skema nasional ‘beralih untuk berhenti’ yang pertama di dunia. Pemanfaatan produk tembakau alternatif untuk membantu perokok dewasa beralih juga didasari oleh hasil penelitian, termasuk hasil kajian ilmiah lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, Public Health England yang kini dikenal dengan nama UK Health Security Agency (UKHSA)
“Sick building syndrome”, adalah suatu gangguan kesehatan yang terjadi karena terlalu lama menghabiskan waktu di dalam ruangan. Penelitian NASA menemukan bahwa menempatkan tanaman termasuk tanaman hias, dapat mengurangi tingkat polusi udara dalam ruangan secara signifikan.
Asosiasi-asosiasi konsumen menolak jika regulasi produk tembakau alternatif disamakan dengan rokok konvensional. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen produk tembakau alternatif dan perokok dewasa.
Public Health England (PHE), mempublikasikan video eksperimen yang menunjukkan bahaya rokok dan bagaimana menghindarinya dengan beralih pada rokok elektronik. Apakah rokok elektronik lebih rendah risiko?
Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Johan Sumantri menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, terbukti secara kajian ilmiah memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok hingga 95 persen. Namun, informasi mengenai riset tersebut belum tersebar secara masif dan komprehensif bagi konsumen, khususnya di Indonesia. Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, mendukung agar akademisi bersama pemerintah segera menggalakkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif.
Kita tentunya sudah akrab dengan segala efek buruk rokok dan asap rokok terhadap diri kita sendiri dan orang lain. Namun efek buruk rokok ternyata juga mengancam hewan peliharaan kita di rumah!
Temuan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat bahwa kadar formaldehida pada emisi rokok elektronik sekitar 10 kali lebih rendah dibandingkan rokok yang dibakar. Sementara kadar akrolein tercatat 115 kali lebih rendah dan benzena hingga 6.000 kali lebih rendah. BRIN menekankan bahwa kajian ilmiah ini penting sebagai dasar penyusunan regulasi yang adil, berbasis risiko, dan tetap mempertimbangkan keselamatan masyarakat serta keberlangsungan ekonomi sektor tembakau.
Dalam rangka memperingati Hari Vape Nasional, asosiasi vape APVI, APEI, AVI, dan APPNINDO, menandatangani pakta integritas untuk semakin meningkatkan daya saing industri vape nasional. Pakta integritas mencakup tiga poin: komitmen untuk tidak menjual produk tembakau alternatif kepada anak-anak; mencegah penjualan produk tembakau alternatif ilegal; dan mendukung pemerintah Indonesia menerbitkan peraturan produk tembakau alternatif yang berbasis fakta dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait.
Apa saja kandungan asap rokok yang dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan para perokok? Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai hal ini!
Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan, dianggap memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.
Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto, mengatakan, seluruh pelaku usaha wajib memberikan edukasi kepada publik agar penggunaan produk tembakau alternatif hanya ditujukan bagi perokok dewasa.
Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto, menegaskan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin hanya ditujukan bagi perokok dewasa sebagai opsi berisiko lebih rendah. Ia menegaskan bahwa produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk remaja atau non-perokok. Riset APVI dengan BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya pada produk ini lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, sementara studi internasional dengan empat juta responden di AS, Kanada, dan Eropa Barat membuktikan kekhawatiran bahwa rokok elektronik memicu remaja merokok tidak berdasar, justru diikuti penurunan prevalensi merokok pada kelompok muda. APVI berkomitmen terus mengedukasi publik dan mendorong regulasi seimbang demi perlindungan kelompok rentan.
Polusi merupakan masuknya zat atau energi berbahaya ke lingkungan yang dapat merusak keseimbangan alam dan membahayakan kesehatan manusia. Polusi dapat terjadi pada udara, air, tanah, suara, dan cahaya, dengan sumber utama berasal dari aktivitas manusia seperti kendaraan bermotor, industri, limbah rumah tangga, serta pembakaran bahan bakar fosil.
Di Indonesia, polusi udara menjadi isu utama karena tingginya emisi kendaraan dan aktivitas industri, yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Selain di luar ruangan, polusi juga dapat terjadi di dalam ruangan melalui asap rokok, kompor, dan bahan kimia rumah tangga.
Dampak polusi meliputi gangguan pernapasan, penyakit jantung, kerusakan organ, perubahan iklim, hingga penurunan keanekaragaman hayati. Untuk mengurangi dampaknya, diperlukan upaya bersama melalui pengelolaan limbah yang lebih baik, pengurangan emisi, penggunaan teknologi rendah polusi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Dengan langkah sederhana dan dukungan kebijakan pemerintah, pengurangan paparan polusi dapat dilakukan demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Apakah bahaya TAR bagi tubuh? Mari kita pelajari lebih lanjut tentang apa itu TAR serta bahayanya bagi tubuh dan juga cara mengurangi bahaya dari TAR.
Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, inovasi dan teknologi adalah hal yang penting untuk dikembangkan. Pemerintah sebagai pembuat regulasi, perlu membuka diri dengan berbagai inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas.
Strategi pengurangan bahaya tembakau dinilai mampu melengkapi kebijakan pengendalian rokok nasional dengan memberikan alternatif yang lebih rendah risiko bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti sepenuhnya. Laporan Lives Saved bahkan memperkirakan lebih dari 600 ribu nyawa dapat diselamatkan hingga 2060 jika strategi pengurangan bahaya tembakau diterapkan optimal di negara-negara berkembang.
Dengan manfaat yang diberikan dari produk tembakau alternatif, Inggris, Jepang, Kanada, dan Selandia Baru kini menggunakannya sebagai salah satu alternatif untuk menekan angka prevalensi perokok. Pemerintah pun diharapkan untuk melakukan kajian terhadap produk tembakau alternatif ini.
Salah satu cara memasak yang memiliki risiko kesehatan tinggi adalah memanggang, yang ternyata menghasilkan senyawa TAR mirip seperti yang dihasilkan dalam asap rokok. Senyawa yang bersifat karsinogenik terbentuk saat asam amino, gula, dan kreatin bereaksi pada suhu tinggi.
Rokok alternatif seperti vape atau produk tembakau alternatif lainnya, semakin marak digunakan oleh perokok dewasa. Di tengah maraknya konsumsi rokok alternatif, beragam pertanyaan pun muncul. Seberapa besar potensi rokok alternatif sebagai solusi meminimalisir efek buruk rokok?
Ketua Asosiasi Retail Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia menanggapi masih banyaknya kesalahan persepsi publik yang menyamakan produk tembakau alternatif dengan rokok, dan tidak jarang dianggap berbahaya terhadap kesehatan sehingga dianggap tak layak sebagai opsi bagi perokok dewasa beralih dari kebiasaannya.
Nikotin dari rokok bisa meninggalkan noda kuning yang membandel pada gigi. Cara menghilangkan nikotin di gigi melibatkan perawatan kebersihan mulut yang konsisten, pemilihan pasta gigi khusus, serta konsultasi dengan dokter gigi. Langkah-langkah ini penting untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut serta mengurangi dampak kebiasaan merokok.
Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, menilai persepsi keliru terhadap produk tembakau alternatif masih menjadi penghambat besar dalam mengurangi konsumsi rokok di Indonesia.
Merokok di dalam mobil meningkatkan partikel halus yang tinggi di sekitar pengemudi, walau jendela mobil telah dibuka. Paparan asap rokok di mobil tidak hanya terjadi ketika rokok sedang menyala, tapi juga menempel pada interior mobil sehingga menimbulkan bahaya Third-hand smoke.
Bahaya yang timbul dari kebiasaan merokok bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Risiko kesehatan dapat timbul dari kebiasaan ini, tak hanya bagi para perokok aktif, tetapi juga perokok pasif yang terpapar asapnya. Sebenarnya, apakah yang menyebabkan bahaya dari kebiasaan merokok?
Setelah sempat gagal mencapai target mengurangi tingkat perokok dewasa menjadi 10 persen pada tahun 2018, termasuk menerapkan rekomendasi dari Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) dari WHO, Pemerintah Selandia Baru kini menerapkan regulasi menuju negara Bebas Asap 2025. Dengan memberikan ragam pilihan produk rendah risiko bagi perokok untuk beralih dari kebiasaan merokok, Selandia Baru telah berhasil menurunkan tingkat merokok menjadi sekitar 6,86 persen.
Penelitian terbaru dari Oxford University Press dalam jurnal “Nicotine and Tobacco Research” menunjukkan bahwa beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif dapat mengurangi risiko kesehatan pernapasan bagi perokok. Dari 5.210 subjek yang mengalami batuk, 65% sudah tidak lagi mengalami gangguan, dan dari 5.367 subjek dengan mengi/bengek, 53% mengalami perbaikan. Dr. Indra Mustika S.P, drg., Sp. Perio (K) dari Universitas Padjadjaran menambahkan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan, mengurangi risiko kesehatan karena tidak melalui proses pembakaran seperti rokok konvensional.
Penelitian ini melakukan eksperimen dalam ruang tertutup untuk melihat senyawa volatile organic compounds (VOCs) dan konsentrasi partikel di dalam ruangan setelah pembakaran dupa dan lilin.
Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 69 juta perokok. Menurut Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), berhenti merokok sepenuhnya sering terhambat gejala putus nikotin, sehingga produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa. Studi dari Inggris dan Royal College of Physicians menunjukkan risikonya lebih rendah dan peluang berhenti meningkat hingga 64,9 persen. Meski demikian, misinformasi dan penyalahgunaan rokok elektronik masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi pengurangan berbasis risiko, penegakan hukum, dan edukasi publik agar manfaatnya tepat sasaran.
Hantaman pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu sempat melumpuhkan berbagai sektor usaha, termasuk industri kreatif yang digeluti Muhammad David.
Kalangan akademisi menilik pentingnya pengurangan risiko produk tembakau mengingat tingginya angka perokok di Indonesia. Pasalnya, pendekatan berhenti merokok secara total ternyata sulit dilakukan bagi perokok dewasa, ujar Wakil Direktur AOI University Hospital Jepang, Hiroya Kumamaru. Pemanfaatan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan ternyata dapat membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Oleh karenanya, pengurangan risiko tembakau dengan memanfaatkan produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu solusi untuk isu prevalensi perokok.
Sendirian di rumah hanya ditemani binatang peliharaan, apakah menjadikan rumah tempat aman untuk merokok?
Penelitian yang didanai oleh German Federal Institute for Risk Assessment (BfR), sebuah divisi dalam Departemen Bahan Kimia dan Keamaan Produk dari Jerman ini bertujuan untuk melakukan uji toksikologi dari emisi produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar yang ada di pasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak perbandingan dari paparan produk tembakau dengan modifikasi risiko (dipanaskan bukan dibakar) dan rokok konvensional pada perilaku gerakan sel monosit antar sel endotel.
Pemerhati Kesehatan Publik, dr. Tri Budhi Baskara mengatakan, produk tembakau alternatif telah terbukti memiliki kandungan toksin yang lebih rendah sampai 95% dibandingkan rokok dan telah terbukti efektif menurunkan angka perokok di berbagai negara, contohnya Swedia dan Jepang.
Menjelang pertemuan negara-negara penandatanganan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) di Jenewa pada 17 November lalu, dua mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Derek Yach dan Prof. Tikki Pangestu, bersama ekonom Chris Snowdon dan pendiri Clearing the Air Peter Beckett, menyerukan evaluasi ulang arah kebijakan pengendalian tembakau global. Mengacu pada riset terbaru Yach, mereka menilai bahwa penerapan strategi tobacco harm reduction secara lebih luas berpotensi menyelamatkan lebih dari 100 juta jiwa hingga 2060, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah dengan prevalensi merokok yang tinggi.
American Cancer Society (ACS) membuat pernyataan publik resmi mengenai penghapusan penggunaan tembakau yang dibakar. Hal ini didorong oleh kesadaran bahwa tembakau yang dibakar memiliki risiko kesehatan tinggi dan salah satu faktor penyebab utama penyakit tidak menular di Amerika Serikat.