Nikotin vs TAR: Mana yang Lebih Berbahaya
Banyak info beredar mengenai Nikotin dan TAR. Lalu apa perbedaannya? Apakah sama bahayanya? Di dalam infographic ini, Anda dapat dengan mudah mengenali perbedaan nikotin dan TAR.
Banyak info beredar mengenai Nikotin dan TAR. Lalu apa perbedaannya? Apakah sama bahayanya? Di dalam infographic ini, Anda dapat dengan mudah mengenali perbedaan nikotin dan TAR.
Dalam forum Scientific Summit on Tobacco Harm Reduction ke-4, peneliti VVT Technical Research Centre of Finland Teemu Karkela menjelaskan perbedaan asap rokok dan aerosol yang dihasilkan produk tembakau yang dipanaskan serta dampak atas perbedaan risiko kedua produk tersebut. Di mana letak perbedaan sebenarnya? Baca selengkapnya!
Setelah sempat gagal mencapai target mengurangi tingkat perokok dewasa menjadi 10 persen pada tahun 2018, termasuk menerapkan rekomendasi dari Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) dari WHO, Pemerintah Selandia Baru kini menerapkan regulasi menuju negara Bebas Asap 2025. Dengan memberikan ragam pilihan produk rendah risiko bagi perokok untuk beralih dari kebiasaan merokok, Selandia Baru telah berhasil menurunkan tingkat merokok menjadi sekitar 6,86 persen.
"Asap rokok mengandung banyak zat kimia berbahaya bagi perokok dan non-perokok termasuk hidrogen sianida, karbon monoksida dan amonia,” berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa zar berbahaya yang bisa ditimbulkan dari hasil pembakaran rokok. Yuk simak penjelasannya!
Konsumsi rokok dan risiko yang ditimbulkannya telah menjadi isu penting. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi bahaya yang diakibatkan oleh rokok memerlukan solusi yang holistik tanpa mengabaikan hak dasar manusia. Merokok merupakan salah satu aktivitas berbahaya yang dilakukan oleh manusia. Untuk mengurangi dampaknya, maka diperlukan solusi yang holistik dan pendekatan yang beragam.
Mengurangi bahaya asap rokok dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah menjalankan konsep metode harm reduction atau Pengurangan Risiko. Konsep ini dijalankan sebagai salah satu solusi bagi Anda yang ingin lepas dari rasa adiktif rokok konvensional dan untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan kebiasaan merokok.
Akademisi dan asosiasi konsumen produk tembakau alternatif menanggapi tudingan yang beredar bahwa produk inovasi tersebut berkontribusi besar terhadap masalah lingkungan.
Kehadiran rokok elektronik atau vape yang masih terhitung baru. Meskipun bebas TAR, rokok elektronik tetap mengandung nikotin yang yang bersifat adiktif. Selain itu, uap yang dihasilkan rokok elektronik pun tidak hanya memuat nikotin saja, sehingga risiko penggunaannya tetap ada dan kita perlu waspada.
Sejumlah pakar kesehatan sepakat keberadaan produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu solusi menekan tingginya tingkat konsumsi (prevalensi) merokok masyarakat dewasa di Indonesia. Hal ini telah terbukti di sejumlah negara lain yang sebelumnya mengalami situasi sama dengan Indonesia
Eksperimen ini bertujuan untuk mengukur kadar karbon monoksida (CO) pada hembusan napas setelah menggunakan produk tembakau yang dipanaskan.
TAR adalah komponen zat padat yang terbentuk dari pembakaran rokok. Sebanyak 250 bahan kimia yang terkandung di dalam TAR, termasuk karbon monoksida, amoniak, dan hidrogen sianida, adalah zat yang sangat berbahaya karena berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kanker.
Merokok tentunya sudah menjadi tradisi buruk yang sulit dihilangkan, mari kita simak beberapa cara agar bisa berhenti merokok untuk mengurangi risikonya.
Asap knalpot berwarna putih yang dihasilkan karena oli yang masuk ke dalam ruang bakar dan terbakar bersama dengan bensin ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan dan kondisi mesin kendaraan bermotor!
Tentu kita sudah tidak asing dengan minyak goreng. Hampir semua aktivitas memasak, memerlukan minyak goreng agar makanan dapat disantap nikmat. Namun, tahukah Anda setiap minyak goreng memiliki smoking point atau titik pengasapan maksimal yang berbeda?
Sendirian di rumah hanya ditemani binatang peliharaan, apakah menjadikan rumah tempat aman untuk merokok?
Ahli toksikologi dari Universitas Airlangga, Shoim Hidayat menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif dapat dijadikan salah satu solusi dalam membantu perokok dewasa untuk berhenti merokok secara bertahap, seperti yang dilakukan di Inggris, Jepang, dan Selandia Baru.
Dalam eksperimen yang melibatkan hampir 900 perokok ini, ditemukan bahwa 18% pengguna rokok elektronik telah "bebas asap" setelah satu tahun, dibandingkan dengan 9,9% perokok yang mencoba berhenti merokok dengan bantuan produk terapi pengganti nikotin lainnya.
Upaya sejumlah pihak dalam menghambat akses publik maupun informasi terkait produk tembakau alternatif dinilai melanggar prinsip etika, moral, dan keadilan. Sebab, setiap masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar tentang sebuah produk yang mereka konsumsi, termasuk produk tembakau alternatif.
Ariyo Bimmo, Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), menekankan, pentingnya bagi perokok dewasa untuk mendapatkan akses informasi yang akurat dan netral mengenai produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan snus/kantong nikotin. Informasi keliru yang beredar di publik berpotensi menghambat para perokok dewasa untuk beralih ke produk yang lebih rendah risiko ini.
Penelitian ini melakukan pengujian untuk membandingkan kandungan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang dihasilkan dari lima aktivitas memasak yang berbeda di Cina.
Di Amerika Serikat, sebuah penelitian dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut terhadap strategi peralihan perokok ke penggunaan produk tembakau alternatif. Diperkirakan 6,6 juta orang di Amerika Serikat dapat terhindar dari kematian dini jika perokok beralih ke rokok elektronik.
Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran (Unpad), Amaliya, menjelaskan penerapan sistem pemanasan pada produk tembakau alternatif menghasilkan uap sehingga bebas TAR saat digunakan oleh konsumen.
Produk tembakau alternatif, dinilai sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah perokok. Sebuah kajian ilmiah dari Georgetown University Medical menemukan bahwa 6,6 juta orang di Amerika Serikat dapat terhindar dari kematian dini melalui penggunaan produk tembakau alternatif.
TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat menyebakan kanker yang dihasilkan dari proses pembakaran, termasuk rokok. Sedangkan nikotin, adalah senyawa kimia organik yang dihasilkan alami oleh berbagai macam tumbuhan, seperti terung-terungan, tomat, dan tembakau.
Pada akhirnya, rokok elektronik dapat menjadi alternatif terbaru bagi Anda yang memang sedang mencari solusi terbaik untuk berhenti merokok. Produk rokok elektronik sudah semakin mudah ditemukan pada saat ini. Banyak orang merasa rokok elektronik tetap mampu memenuhi kebutuhan nikotin yang ada di dalam rokok konvensional.
Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pelaku usaha di industri rokok elektronik untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Kerja sama ini diyakini akan mempersempit celah oknum yang memanfaatkan cairan rokok elektronik untuk mengedarkan narkoba.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan penurunan signifikan dalam prevalensi merokok. Pada tahun 2000, hampir setengah dari pria dewasa merokok. Berkat kampanye kesehatan dan regulasi ketat, angka ini turun menjadi 10.6% pada tahun 2022, menandai penurunan 46% sejak 2014.
Meski kampanye anti-rokok terus digaungkan, jumlah perokok di Indonesia tetap tinggi—mencapai 60 juta orang. Menurut mantan Direktur WHO, Prof. Tikki Pangestu, hal ini disebabkan oleh penolakan terhadap pendekatan pengurangan risiko, kebijakan yang terlalu fokus pada larangan, dan misinformasi soal produk alternatif. Ia menilai pendekatan yang terlalu ideologis justru menghambat upaya kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang yang membutuhkan solusi lebih pragmatis.
Nikotin dari asap rokok dapat menempel di tangan, menimbulkan bau dan noda kekuningan. Cara paling efektif menghilangkannya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air hangat selama 20 detik, atau menggunakan campuran baking soda, sabun cair, dan perasan jeruk untuk hasil lebih bersih. Hindari bahan kimia keras agar kulit tidak iritasi. Nikotin juga bisa menempel melalui thirdhand smoke di rumah dan pakaian. Untuk membantu tubuh mengeluarkan nikotin, perbanyak air putih, konsumsi vitamin C, dan jaga pola makan sehat. Bila bau atau noda tak hilang, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dengan langkah sederhana ini, tangan terasa lebih bersih, segar, dan bebas dari bau rokok.
Industri produk tembakau alternatif membutuhkan kajian ilmiah yang menyeluruh mengenai produk HPTL. Ketua KABAR Ariyo Bimmo mengatakan kajian ilmiah memiliki peran penting untuk kehadiran dan penerimaan produk HPTL di masyakarat.
Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas, keamanan dari berbagai bentuk terapi pengganti nikotin, dosis nikotin, serta durasi penggunaan yang dapat mendorong keberhasilan berhenti merokok jangka panjang.
Rokok berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan pernapasan, seperti kaker paru, stroke, dan serangan jantung. Apa saja penyebab dan potensi lainnya yang ditimbulkan oleh rokok? Simak selengkapnya di sini.
Dalam rangka memperingati Hari Vape Nasional, asosiasi vape APVI, APEI, AVI, dan APPNINDO, menandatangani pakta integritas untuk semakin meningkatkan daya saing industri vape nasional. Pakta integritas mencakup tiga poin: komitmen untuk tidak menjual produk tembakau alternatif kepada anak-anak; mencegah penjualan produk tembakau alternatif ilegal; dan mendukung pemerintah Indonesia menerbitkan peraturan produk tembakau alternatif yang berbasis fakta dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait.
Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andrianto menjelaskan, Propilen Glikol (PG) yang terdapat pada cairan rokok elektronik itu berbeda dengan Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG) pada kasus obat sirup yang sedang ramai dibicarakan. Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Penghantar Nikotin Indonesia (APPNINDO), Teguh B. Ariwibowo, menambahkan asumsi mengenai rokok elektronik memiliki potensi gagal ginjal akut bagi penggunanya seperti pada kasus obat batuk sirop sangat tidak berdasar karena tidak berdasarkan sumber yang kredibel dan hasil kajian ilmiah yang komprehensif.
Produk tembakau alternatif dinilasi berpotensi memiliki peran yang krusial dalam membantu perokok dewasa yang kesulitan berhenti merokok. Kesimpulan tersebut berdasarkan penelitian systematic review tentang Effectiveness and Safety of Alternative Tobacco and Nicotine Product for Smoking Reduction and Cessation yang dilakukan oleh Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran.
Pada tahun 2017, Departemen Sosial dan Kesehatan Inggris mencetuskan Rencana Pengendalian Tembakau untuk tahun 2017-2022. Perencaan ini secara rinci dirancang untuk mengendalikan konsumsi tembakau dari hulu ke hilir, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi dan kontrol melalui regulasi formal.
Asosiasi-asosiasi konsumen menolak jika regulasi produk tembakau alternatif disamakan dengan rokok konvensional. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen produk tembakau alternatif dan perokok dewasa.
Perkembangan produk tembakau alternatif terus bertumbuh pesat. Setelah rokok elektronik, kini hadir produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar. Lalu, apa saja persamaan dan perbedaan antara rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar?
Produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik telah diakui efektif membantu para perokok aktif untuk beralih dari rokok konvensional dan bahkan bertransisi hingga dapat berhenti sepenuhnya. Namun, timbul kekhawatiran bahwa rokok elektronik jadi ‘jalan masuk’ non-perokok terhadap konsumsi nikotin.
Prevalensi perokok telah terbukti menurun di berbagai negara maju seperti Inggris yang menerapkan pendekatan pengurangan risiko pada aktivitas merokok (harm reduction). Dengan 90 juta perokok pada tahun 2016 silam, bagaimana baiknya pemerintah menekan prevalensi perokok?
Sate yang dibakar terlalu panas mengandung zat kimia berbahaya dan dapat memicu kanker, sedangkan sate yang tidak matang secara merata memiliki risiko virus yang mengancam tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Seperti apa detailnya? Simak artikel ini.
Merokok adalah kebiasaan yang berisiko bukan hanya bagi perokok aktif, tapi juga berbahaya bagi orang-orang di sekitar perokok dan lingkungan sekitarnya. Kebiasaan merokok ini sering kali dilakukan di berbagai lokasi, bahkan di dalam rumah atau di dalam ruangan yang menggunakan air conditioner (AC).
Bahaya yang timbul dari kebiasaan merokok bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Risiko kesehatan dapat timbul dari kebiasaan ini, tak hanya bagi para perokok aktif, tetapi juga perokok pasif yang terpapar asapnya. Sebenarnya, apakah yang menyebabkan bahaya dari kebiasaan merokok?
Seperti TAR dan asap yang dihasilkan oleh rokok, pembakaran tidak sempurna dari sampah rumah tangga akan menghasilkan karbon monoksida serta berbagai senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) seperti benzopyrenes, zat-zat beracun yang bersifat karsinogenik dan mutagenik.
Kementerian Kesehatan Selandia Baru merilis rekomendasi peraturan terkait produk tembakau alternatif untuk mendukung perokok dewasa beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko kesehatan lebih rendah.
Perokok dewasa mempunyai hak untuk menggunakan produk penghantar nikotin yang lebih rendah risiko, seperti produk tembakau alternatif guna mengurangi pravalensi merokok serta memperbaiki kualitas hidup di masa depan, menurut Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR Ariyo Bimmo.
Produk tembakau alternatif umumnya memiliki uap yang lebih banyak dibandingkan dengan asap rokok. Lalu, apakah artinya produk tembakau alternatif tidak lebih baik? Atau produk tembakau alternatif adalah solusi efektif untuk mengurangi bahaya merokok?
Lewat kampanye ini, pengguna produk tembakau alternatif dari berbagai negara di Asia ingin aspirasi mereka didengar oleh para pembuat kebijakan serta masyarakat umum. Aspirasi mereka salah satunya adalah menjadi bagian dari proses pembuatan kebijakan terkait produk tembakau alternatif.
Sebagai produk tembakau alternatif, rokok elektronik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan merupakan bagian dari tobacco harm reduction yang dapat membantu perokok untuk beralih dari rokok dan mengurangi tingkat risiko kesehatan pada diri sendiri dan orang-orang sekitar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar nikotin pada produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan dalam gas yang dihasilkan dari produk tersebut bila dibandingkan dengan rokok elektronik dan rokok konvensional.