Perjalanan Tembakau Alternatif sebagai Pengganti Rokok
Dari bangasawan Prancis hingga Roro Mendut, inilah perjalanan produk tembakau alternatif hingga sekarang.
Dari bangasawan Prancis hingga Roro Mendut, inilah perjalanan produk tembakau alternatif hingga sekarang.
Untuk mengurangi polutan yang dihasilkan dari aktivitas merokok, tentu cara paling baik adalah dengan tidak merokok sama sekali atau berhenti bagi yang sudah merokok. Namun, jika tidak bisa berhenti total, perokok bisa mempertimbangkan untuk menggunakan produk tembakau alternatif.
Pro dan kontra banyak terjadi seputar penggunaan rokok elektronik. Sebagian masyarakat menganggap rokok elektronik lebih sehat, dan sebagian lainnya mengganggap sama seperti rokok konvensional. Bagaimana sebenarnya emisi yang dihasilkan rokok elektronik? Benarkah berbeda dari rokok konvensional?
Aliansi Vaper Indonesia (AVI) mendorong pemerintah berperan aktif mengedukasi perokok dewasa tentang produk tembakau alternatif. Pemahaman masyarakat tentang konsep pengurangan bahaya tembakau masih minim karena akses informasi akurat terkait produk tembakau alternatif yang sangat terbatas.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengungkap perbedaan profil risiko produk tembakau alternatif (PTA). Kajian yang dilakukan oleh Dr. Amaliya, drg., Ph.D mengungkap bahwa pengguna rokok elektronik yang telah berhenti merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi yang sama seperti yang dialami oleh non-perokok. Melihat bukti-bukti ilmiah tersebut, Pemerintah didorong untuk menjadi lebih terbuka melihat potensi produk tembakau alternatif dalam mengurangi risiko kesehatan pada perokok dewasa.
Ini 4 fakta yang kamu perlu ketahui soal produk tembakau alternatif (PTA). Pertama, PTA seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, berhasil menurunkan prevalensi merokok di beberapa negara seperti Swedia, Selandia Baru, dan Jepang. Kedua, PTA memiliki profil risiko yang lebih rendah ketimbang rokok. Public Health England (saat ini bernama UK Health Security Agency) menyatakan bahwa PTA mampu mengurangi risiko hingga 90-95% lebih rendah daripada rokok. Ketiga, asosiasi pelaku usaha dan konsumen berkomitmen untuk mengedukasi bahwa PTA hanya untuk perokok dewasa. Keempat, baru-baru ini Kementerian Kesehatan Inggris membagikan PTA secara gratis kepada satu juta perokok untuk mendorong perokok beralih ke produk yang lebih rendah risiko. Hal ini demi mendukung target pemerintah Inggris untuk bebas dari rokok mulai 2030.
Semenjak pandemi terjadi perubahan tren wisata di kalangan masyarakat. Wisata alam kini mulai menjadi pilihan karena dinilai aman karena bersifat outdoor. Namun begitu, traveler tetap perlu waspada terhadap potensi risiko yang mungkin muncul agar wisata alam tetap nyaman dilakukan.
Studi terbaru dari JAMA Network bertajuk “Prevalence of Popular Smoking Cessations Aids in England and Associations with Quit Success” menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, merupakan alat bantu berhenti merokok paling populer pada 2023-2024, digunakan oleh 40,2% dari 25.094 perokok. Praktisi kesehatan dr. Jeffrey Ariesta Putra menekankan bahwa harga produk tembakau alternatif yang lebih mahal dibandingkan rokok konvensional menjadi hambatan bagi perokok dewasa yang ingin beralih. Ia menyarankan pemerintah memberikan insentif untuk mengurangi prevalensi perokok di Indonesia.
Sejumlah pakar kesehatan sepakat keberadaan produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu solusi menekan tingginya tingkat konsumsi (prevalensi) merokok masyarakat dewasa di Indonesia. Hal ini telah terbukti di sejumlah negara lain yang sebelumnya mengalami situasi sama dengan Indonesia
Penelitian ini menjelaskan tentang definisi dari Third-hand Smoke (THS), paparan THS, dan analisis tentang unsur pokok, proses serapan, dan pelepasan molekul di dalam ruang, transformasi yang terjadi, distribusi, dan jangka waktu menempelnya THS di lingkungan tempat tinggal.
Profesor Riccardo Polosa dari Universitas Catania, Italia, menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok, dan nikotin bukanlah zat yang menyebabkan kanker.
Meskipun produk tembakau alternatif telah berstatus legal, Indonesia masih belum memiliki regulasi yang menyeluruh untuk melindungi hak-hak konsumen produk tembakau alternatif. Hal ini yang perlu kita pelajari dari Amerika Serikat, beserta regulasi yang berlaku di sana.
Ketersediaan produk tembakau alternatif, berpotensi untuk menghemat anggaran kesehatan Selandia Baru hingga $2.5 milyar. Bagaimana peran produk tembakau alternatif dalam penghematan anggaran kesehatan di Selandia baru? Simak infografik berikut.
Polusi udara atau pencemaran udara adalah istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan keadaan udara yang mengandung substansi fisik, kimia, atau biologi yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Rokok elektronik semakin menjadi tren di masyarakat. Lalu apakah rokok elektronik ini memiliki risiko yang lebih kecil dibanding rokok konvensional? Apakah efektif untuk membuat perokok dewasa berhenti merokok secara total? Simak hasil laporan badan Kesehatan masyarakat Inggris, berikut.
Sebagai produk yang berpotensi memberikan solusi mengurangi bahaya kesehatan pada para perokok, pemerintah tidak bisa membiarkan produk tembakau alternatif berkembang tanpa payung hukum yang jelas. Hal ini guna menjaga pengembangan produk tembakau alternatif agar tidak salah tujuan.
Dukungan Pemerintah Jepang terhadap pemanfaatan produk tembakau alternatif terbukti berhasil mengurangi konsumsi rokok. Kebijakan tarif cukai produk tembakau alternatif yang lebih rendah dan memperbolehkan penggunaan produk tembakau alternatif di ruangan khusus turut mendorong keberhasilan pengurangan konsumsi rokok di Jepang. Hal ini ditunjukkan melalui penurunan penjualan rokok sebesar 52 persen.
Head of Medical Community Alodokter, Alni Magdalena menjelaskan bahwa bagi perokok yang kesulitan untuk berhenti, konsep pengurangan risiko melalui penggunaan produk tembakau alternatif dapat menjadi solusi, setidaknya untuk mengurangi paparan TAR.
72 ilmuwan dan kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan nikotin meminta World Health Organization (WHO) dan para pemangku kepentingan untuk mengambil pendekatan yang lebih positif dan terbuka terhadap teknologi dan inovasi baru yang dapat menjadi solusi bagi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok.
Ada berbagai alternatif pengganti rokok yang dinilai lebih sehat, mulai dari makanan yang membantu mengalihkan kebiasaan merokok, hingga produk tembakau modern seperti vaping dan heated tobacco. Alternatif ini hadir sebagai bagian dari pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang ingin tetap mempertahankan gaya hidup tertentu namun dengan paparan zat yang lebih rendah.
Perokok dewasa mempunyai hak untuk menggunakan produk penghantar nikotin yang lebih rendah risiko, seperti produk tembakau alternatif guna mengurangi pravalensi merokok serta memperbaiki kualitas hidup di masa depan, menurut Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR Ariyo Bimmo.
Beberapa tahun terakhir, semakin banyak hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa peningkatan polusi udara di kota-kota besar berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Lalu, bagaimana cara kita melindungi diri sendiri dan orang tersayang dari polusi udara?
Dalam laporan yang bertajuk 'E-cigarettes', dapat disimpulkan bahwa rokok elektronik berpotensi memiliki risiko kesehatan sekitar 95% lebih rendah daripada rokok. Berdasarkan hal tersebut, regulasi mengenai produk tembakau alternatif jadi agenda penting untuk diselesaikan.
Pada akhir Agustus lalu diadakan Asia Harm Reduction Forum ke-3 di Seoul, Korea Selatan. Pertemuan rutin tahunan ini diadakan sebagai ajang diskusi dan membangun relasi antar akademisi, praktisi kesehatan, pembuat kebijakan, dan konsumen di Asia mengenai penanganan masalah pengurangan risiko tembakau.
Jepang menjadi negara di Asia yang sukses menurunkan prevalensi perokok dalam beberapa tahun terakhir. Kesuksesan tersebut karena sikap terbuka Pemerintah Jepang dalam memanfaatkan penggunaan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan snus, yang menerapkan konsep pengurangan bahaya, sebagai menjadi solusi dalam mengurangi angka perokok.
Lewat kampanye ini, pengguna produk tembakau alternatif dari berbagai negara di Asia ingin aspirasi mereka didengar oleh para pembuat kebijakan serta masyarakat umum. Aspirasi mereka salah satunya adalah menjadi bagian dari proses pembuatan kebijakan terkait produk tembakau alternatif.
Universitas Padjadjaran dan Universitas Catania, meluncurkan Pusat Kajian Pengurangan Bahaya. Guru Besar Ilmu Kedokteran Spesialis Penyakit Dalam Universitas Catania, Italia, Prof Riccardo Polosa menjelaskan, kerja sama ini sudah terjalin lebih dari 5 tahun. Salah satu kajian tersebut adalah pengurangan bahaya rokok.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita, mendeklarasikan komitmen dan partisipasi asosiasi pelaku usaha untuk terus mendukung pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan produk tembakau alternatif oleh anak-anak, perempuan hamil, dan non-perokok melalui aturan asosiasi serta edukasi publik. Namun, Garindra berharap bahwa usaha ini dibarengi oleh keterbukaan pemerintah terhadap hasil kajian produk tembakau alternatif agar dapat berpartisipasi dalam penyebarluasan informasi yang akurat dan komprehensif kepada publik. Baca juga mengenai dukungan aliansi dalam artikel ini!
Rokok alternatif seperti vape atau produk tembakau alternatif lainnya, semakin marak digunakan oleh perokok dewasa. Di tengah maraknya konsumsi rokok alternatif, beragam pertanyaan pun muncul. Seberapa besar potensi rokok alternatif sebagai solusi meminimalisir efek buruk rokok?
Pernahkah Anda terpikir mengapa rokok yang dibakar mengeluarkan asap, sedangkan produk tembakau alternatif mengeluarkan uap? Apakah asap dan uap ini mengandung senyawa yang sama? Manakah yang lebih berbahaya bagi kesehatan?
Produk tembakau alternatif umumnya memiliki uap yang lebih banyak dibandingkan dengan asap rokok. Lalu, apakah artinya produk tembakau alternatif tidak lebih baik? Atau produk tembakau alternatif adalah solusi efektif untuk mengurangi bahaya merokok?
Penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Taiwan untuk memahami apakah paparan terhadap asap dari obat nyamuk bakar merupakan salah satu faktor risiko kanker paru-paru.
Membahas isu konsumsi rokok di Indonesia tidak dapat dilihat dari satu faktor saja. Upaya menekan konsumsi rokok ini butuh kerja sama kuat antar elemen seperti pemerintah, akademisi, dan berbagai elemen lain agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran, terukur, dan proporsional.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kualitas udara di dalam rumah dipengaruhi oleh konsentrasi polutan dari luar, terutama bagi yang tinggal di dekat area industri atau jalan raya yang ramai, sumber polusi di dalam rumah, karakteristik bangunan, serta kebiasaan penghuninya.
Public Health England, sebuah divisi dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial Inggris, kembali melakukan tinjauan penelitian di tahun 2018 untuk merangkum bukti ilmiah terkini sebagai dasar perumusan kebijakan dan regulasi pemerintah Inggris terkait rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar.
Ketika perokok mendapatkan informasi lengkap dan risiko Kesehatan dari setiap produk nikotin, maka perokok lebih terdorong meninggalkan rokok. Saat perokok meninggalkan rokok konvensional, kualitas hidup perokok, keluarga, lingkungan social serta Kesehatan masyarakat pun akan meningkat.
Upaya baru untuk menekan prevalensi perokok di Indonesia harus diintensifkan pemerintah dengan alternatif lebih rendah risiko? Bagaimana bisa?
Ketua Asosiasi Retail Vape Indonesia (Arvindo), Fachmi Kurnia, mendesak pemerintah untuk meninjau kembali aturan kemasan polos rokok yang menyamakan semua merek. Menurutnya, kebijakan ini dapat menghambat peralihan konsumen ke produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko dan mendorong maraknya produk illegal karena tidak adanya diferensiasi visual dan identitas dagang.
Industri produk tembakau alternatif membutuhkan kajian ilmiah yang menyeluruh mengenai produk HPTL. Ketua KABAR Ariyo Bimmo mengatakan kajian ilmiah memiliki peran penting untuk kehadiran dan penerimaan produk HPTL di masyakarat.
Penelitian ini melakukan pengujian untuk membandingkan kandungan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang dihasilkan dari lima aktivitas memasak yang berbeda di Cina.
Dalam forum Scientific Summit on Tobacco Harm Reduction ke-4, peneliti VVT Technical Research Centre of Finland Teemu Karkela menjelaskan perbedaan asap rokok dan aerosol yang dihasilkan produk tembakau yang dipanaskan serta dampak atas perbedaan risiko kedua produk tersebut. Di mana letak perbedaan sebenarnya? Baca selengkapnya!
Banyaknya remaja yang mengonsumsi rokok elektronik, membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyatakan penggunaan rokok elektronik sudah ditahap epidemi. Lalu, apakah pemerintah Amerika Serikat melarang rokok elektronik, atau regulasinya yang diperketat?
Kementerian Kesehatan Inggris akan mendorong satu juta orang perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif, dengan mendanai skema nasional ‘beralih untuk berhenti’ yang pertama di dunia. Pemanfaatan produk tembakau alternatif untuk membantu perokok dewasa beralih juga didasari oleh hasil penelitian, termasuk hasil kajian ilmiah lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, Public Health England yang kini dikenal dengan nama UK Health Security Agency (UKHSA)
Mengurangi bahaya asap rokok dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah menjalankan konsep metode harm reduction atau Pengurangan Risiko. Konsep ini dijalankan sebagai salah satu solusi bagi Anda yang ingin lepas dari rasa adiktif rokok konvensional dan untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan kebiasaan merokok.
Eksperimen ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan tekanan darah dan detak jantung secara periodik dalam jangka waktu 52 minggu pada mereka yang berhenti merokok (quitters) dan mengurangi (reducers) dengan bantuan rokok elektronik, serta mereka yang tidak merubah kebiasaannya dalam mengonsumsi rokok (failures).
“Sick building syndrome”, adalah suatu gangguan kesehatan yang terjadi karena terlalu lama menghabiskan waktu di dalam ruangan. Penelitian NASA menemukan bahwa menempatkan tanaman termasuk tanaman hias, dapat mengurangi tingkat polusi udara dalam ruangan secara signifikan.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya kandungan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs), senyawa kimia yang dikenal sebagai karsinogen yang kuat, pada cara memasak ayam yang berbeda-beda, yaitu merebus, menggoreng, membakar, dan memanggang.
Banyak orang yang sering merokok ketika sudah selesai makan. Namun ternyata ada berbagai bahaya merokok setelah makan yang harus dihindari.
Pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif sebagai upaya mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Sebab, informasi berdasarkan kajian ilmiah tersebut diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih baik bagi perokok dewasa)yang ingin terus menggunakan produk mengandung nikotin. Senada, Dr Dwinita Wikan, Kepala Pusat Penelitian Hortikultura dan Perkebunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan masih sedikit penelitian ilmiah tentang produk tembakau alternatif.
Menjalankan filosofi Tri Hita Karana (THK) yang menekankan keseimbangan alam, dapat juga kita lakukan dengan mudah di rumah. Hal ini berguna untuk melindungi rumah dari polusi udara walaupun lahan yang dimiliki terbatas. Apa saja yang perlu dilakukan? Simak artikel menarik berikut.