Semua Artikel

Ilustrasi untuk Diskusi KABAR: Pengurangan Bahaya Tembakau untuk Pariwisata Bali

Diskusi KABAR: Pengurangan Bahaya Tembakau untuk Pariwisata Bali

Dengan terus bertumbuhnya sektor pariwisata Bali paska pandemi dan beragamnya kebiasaan wisatawan, Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bersama pelaku pariwisata di Bali mengkaji manfaat pengurangan bahaya tembakau untuk mengatasi permasalahan merokok dan mendukung pariwisata Bali yang nyaman dan tetap ramah wisatawan.

Ilustrasi untuk Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif

Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif dapat memberikan efek buruk yang beragam. Anda dapat mengenal berbagai bahayanya bersama informasi dari KABAR.

Ilustrasi untuk Perbedaan Perokok Aktif dan Perokok Pasif yang Harus Kamu Tahu! 

Perbedaan Perokok Aktif dan Perokok Pasif yang Harus Kamu Tahu! 

Pada tahun 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa terdapat 69,1 juta orang dewasa di Indonesia yang merupakan perokok. Selain itu, jumlah perokok pasif juga tercatat sebanyak 120 juta orang. 

Apa saja bahaya yang dapat dihadapi oleh perokok aktif dan perokok pasif? Mari kita pelajari lebih lanjut di artikel ini!

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Perlu Regulasi Berbasis Kajian Ilmiah

Produk Tembakau Alternatif Perlu Regulasi Berbasis Kajian Ilmiah

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendukung lahirnya regulasi berbasis kajian ilmiah untuk produk tembakau alternatif guna melindungi konsumen sekaligus menurunkan prevalensi perokok di Indonesia. Regulasi berbasis kajian ilmiah itu akan melengkapi strategi pengurangan angka perokok yang sudah ada yakni kawasan bebas rokok, gambar peringatan kesehatan, larangan iklan, dan berbagai promosi kesehatan.

Ilustrasi untuk Apakah Tembakau Alternatif Aman untuk Perokok?

Apakah Tembakau Alternatif Aman untuk Perokok?

Seperti ungkapan Michael Russell, “People smoke for nicotine but they die from the TAR”. Ya, yang berbahaya dari rokok adalah TAR yang mengandung karsinogen, yaitu zat yang memicu kanker. Lalu, apakah produk tembakau alternatif lebih aman sehingga bisa menjadi solusi berhenti merokok?

Ilustrasi untuk Studi: Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Perokok

Studi: Tembakau Alternatif Kurangi Risiko Perokok

Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Johan Sumantri, menjelaskan penggunaan produk tembakau alternatif bukan sekedar tren atau fenomena musiman. Banyak perokok dewasa yang beralih ke produk tembakau alternatif karena sudah paham kalau risikonya lebih rendah dibandingkan dengan terus merokok. Rendahnya profil risiko tersebut lantaran proses pengunaannya yang dipanaskan, tidak dibakar seperti pada rokok, sehingga dapat mengurangi risiko hingga 90-95 persen. Hasil ini juga diperkuat oleh sejumlah kajian ilmiah yang dilakukan di dalam dan luar negeri, termasuk kajian ilmiah Public Health England. Pada kesempatan berbeda, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, juga mengatakan produk tembakau alternatif adalah produk hasil pengembangan inovasi, teknologi yang paling efektif, dan lebih rendah risiko bagi perokok dewasa yang sulit berhenti dari kebiasaan merokok.

Ilustrasi untuk Regulasi berbasis Sains untuk Produk Tembakau Alternatif

Regulasi berbasis Sains untuk Produk Tembakau Alternatif

Kajian ilmiah menunjukkan vape memiliki risiko jauh lebih rendah daripada rokok dan dapat membantu menurunkan prevalensi merokok, sebagaimana terlihat dalam contoh internasional seperti Inggris (Program Swap to Stop). Para pakar juga menekankan pentingnya sains sebagai dasar pembentukan regulasi di Indonesia.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Perlu Segera Diatur

Produk Tembakau Alternatif Perlu Segera Diatur

Pemerintah Indonesia diharapkan segera merumuskan regulasi khusus dan mengatur secara jelas tentang produk tembakau alternatif untuk mengurangi asumsi yang simpang siur di masyarakat terkait profil produk dan tingkat risiko penggunaannya.

Ilustrasi untuk Macam Macam Polusi dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Macam Macam Polusi dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Macam macam polusi meliputi polusi udara, polusi air, polusi tanah, polusi suara, dan polusi cahaya. Semua jenis polusi ini disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti kendaraan bermotor, limbah industri, dan penggunaan bahan kimia berbahaya. Dampak polusi mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup lain, serta kualitas hidup masyarakat. Beralih ke produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu upaya mengurangi risiko terpapar asap rokok  di ruangan tertutup. 

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif, Risiko Lebih Rendah dari Rokok?

Tembakau Alternatif, Risiko Lebih Rendah dari Rokok?

Perkembangan teknologi telah memungkinkan munculnya Produk Tembakau Alternatif yang berpotensi memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok biasa. Apa saja jenis produk tembakau alternatif yang tersedia? Hal apa yang membedakannya? Mari kita bahas.

Ilustrasi untuk Tembakau Dipanaskan dan Pengurangan Risiko: Pendapat Pakar

Tembakau Dipanaskan dan Pengurangan Risiko: Pendapat Pakar

Hasil penelitian oleh Profesor Amaliya dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengindikasikan adanya perbaikan kualitas gusi yang sama dengan non-perokok pada pengguna rokok elektronik (vape) yang telah berhenti dari merokok saat mengalami peradangan gusi buatan. Dalam kajian klinis ini, terlihat dampak pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi pada pengguna vape. Dengan kata lain, kondisi pertahanan gusi pengguna vape dapat kembali normal ketika dilakukan peradangan gusi buatan (Gingivitis Experimental).

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif dan Pengaruhnya Pada Kualitas Udara

Produk Tembakau Alternatif dan Pengaruhnya Pada Kualitas Udara

Untuk mengurangi polutan yang dihasilkan dari aktivitas merokok, tentu cara paling baik adalah dengan tidak merokok sama sekali atau berhenti bagi yang sudah merokok. Namun, jika tidak bisa berhenti total, perokok bisa mempertimbangkan untuk menggunakan produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Bukti Ilmiah dari Negara yang Berhasil Menurunkan Angka Merokok

Bukti Ilmiah dari Negara yang Berhasil Menurunkan Angka Merokok

Data global menunjukkan bahwa penurunan prevalensi merokok tidak lagi secepat dekade sebelumnya. Namun, beberapa negara justru mampu menekan angka tersebut jauh lebih cepat melalui penerapan Tobacco Harm Reduction (THR) dan regulasi yang jelas terhadap produk nikotin yang tidak melalui proses pembakaran (non-combustion).

Ilustrasi untuk Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Berantas Vape Ilegal

Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Berantas Vape Ilegal

Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Firmansyah Siregar, mendukung langkah pemerintah memberantas peredaran vape ilegal, namun mengingatkan agar regulasi tidak bersifat berlebihan hingga mengancam pelaku usaha legal.

Ilustrasi untuk Pengurangan Bahaya Tembakau, Solusi Atasi Masalah Rokok

Pengurangan Bahaya Tembakau, Solusi Atasi Masalah Rokok

Konsumsi rokok dan risiko yang ditimbulkannya telah menjadi isu penting. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi bahaya yang diakibatkan oleh rokok memerlukan solusi yang holistik tanpa mengabaikan hak dasar manusia. Merokok merupakan salah satu aktivitas berbahaya yang dilakukan oleh manusia. Untuk mengurangi dampaknya, maka diperlukan solusi yang holistik dan pendekatan yang beragam.

Ilustrasi untuk Regulasi Tembakau Alternatif Turunkan Prevalensi Merokok

Regulasi Tembakau Alternatif Turunkan Prevalensi Merokok

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan menjelaskan, produk tembakau alternatif telah terbukti memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok, karena tidak melalui proses pembakaran dalam penggunaannya.

Ilustrasi untuk Tips Melawan Kulit Kusam Ketika Sering di Dapur

Tips Melawan Kulit Kusam Ketika Sering di Dapur

Tanpa kita sadari, asap yang dihasilkan pembakaran bahan makanan di dapur, dapat membuat kulit menjadi kusam, timbul flek-flek hitam, dan juga keriput. Bagaimana tips untuk mengatasi hal ini?

Ilustrasi untuk Laporan GSTHR 2022: The Right Sight of History Telah Terbit

Laporan GSTHR 2022: The Right Sight of History Telah Terbit

Knowledge Action Change (KAC), lembaga kajian Kesehatan masyarakat yang berbasis di Inggris menerbitkan kajian Global Satate of Tobacco Harm Reduction (GSTHR): The Right Side of History di November 2022. Kajian ini membahas strategi mempercepat penghentian merokok guna mengurangi penyakit dan kematian akibat rokok di seluruh dunia. Salah satunya dengan inovasi teknologi untuk menghasilkan produk tembakau alternatif sebagai upaya pengurangan risiko kesehatan.

Ilustrasi untuk Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta

Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta

Pada bulan Maret 2017, Penas Tanggul, sebuah kawasan perumahan miskin di Jakarta Timur menjadi kawasan tanpa rokok pertama di ibu kota. Bagaimana Kawasan pemukiman miskin dapat menjaga lingkungannya untuk dapat bebas rokok?

Ilustrasi untuk Wujudkan Bali Bersih Lewat THK

Wujudkan Bali Bersih Lewat THK

Polusi udara di Bali, khususnya di Denpasar masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Beragam upaya dilakukan untuk memperbaiki hal ini, salah satunya dengan menjalankan filosofi Tri Hita Karana (THK) yang pada hakikatnya selalu menjaga keseimbangan alam.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko, Ada Buktinya?

Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko, Ada Buktinya?

Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan tajuk Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok. Kajian tersebut juga menemukan bahwa perokok dewasa mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk beralih dari kebiasaannya merokok setelah menggunakan produk tembakau alternatif selama enam bulan, dibandingkan terapi pengganti nikotin.

Ilustrasi untuk APVI Tolak Kemasan Polos pada Rokok Elektronik: Alasan dan Dampak

APVI Tolak Kemasan Polos pada Rokok Elektronik: Alasan dan Dampak

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasmita menilai penerapan kebijakan kemasan polos tanpa merek pada produk tembakau alternatif hanya akan menciptakan berbagai permasalahan baru, termasuk meningkatnya peredaran dan konsumsi produk ilegal di publik.

Ilustrasi untuk Pelaku Usaha Dukung Cegah Penyalahgunaan Tembakau Alternatif

Pelaku Usaha Dukung Cegah Penyalahgunaan Tembakau Alternatif

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita, mendeklarasikan komitmen dan partisipasi asosiasi pelaku usaha untuk terus mendukung pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan produk tembakau alternatif oleh anak-anak, perempuan hamil, dan non-perokok melalui aturan asosiasi serta edukasi publik. Namun, Garindra berharap bahwa usaha ini dibarengi oleh keterbukaan pemerintah terhadap hasil kajian produk tembakau alternatif agar dapat berpartisipasi dalam penyebarluasan informasi yang akurat dan komprehensif kepada publik. Baca juga mengenai dukungan aliansi dalam artikel ini!

Ilustrasi untuk Turunkan Jumlah Perokok, Indonesia Bisa Tiru Jepang

Turunkan Jumlah Perokok, Indonesia Bisa Tiru Jepang

Jepang menjadi negara di Asia yang sukses menurunkan prevalensi perokok dalam beberapa tahun terakhir. Kesuksesan tersebut karena sikap terbuka Pemerintah Jepang dalam memanfaatkan penggunaan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan snus, yang menerapkan konsep pengurangan bahaya, sebagai menjadi solusi dalam mengurangi angka perokok.

Ilustrasi untuk Tembakau Alternatif Tingkatkan Kesehatan Gusi

Tembakau Alternatif Tingkatkan Kesehatan Gusi

Hasil kajian klinis yang dilakukan akademisi dari Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Padjajaran, drg. Amaliya, M.Sc. Ph.D, bersama drg. Agus Susanto, Sp.Perio dan drg. Jimmy Gunawan, Sp.Perio membuktikan bahwa pengguna rokok elektronik yang telah berhenti merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi yang dibuktikan dengan tingkat peradangan dan pendarahan gusi yang sama seperti yang dialami oleh non-perokok. 

Ilustrasi untuk Nikotin Aerosol Tembakau Dipanaskan vs. Rokok Elektronik

Nikotin Aerosol Tembakau Dipanaskan vs. Rokok Elektronik

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar nikotin pada produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan dalam gas yang dihasilkan dari produk tersebut bila dibandingkan dengan rokok elektronik dan rokok konvensional.

Ilustrasi untuk Asap Rokok vs. Uap Tembakau Alternatif: Mana Berbahaya?

Asap Rokok vs. Uap Tembakau Alternatif: Mana Berbahaya?

Pernahkah Anda terpikir mengapa rokok yang dibakar mengeluarkan asap, sedangkan produk tembakau alternatif mengeluarkan uap? Apakah asap dan uap ini mengandung senyawa yang sama? Manakah yang lebih berbahaya bagi kesehatan?

Ilustrasi untuk Masih Keliru Memahami TAR dan Nikotin? Ini Bedanya!

Masih Keliru Memahami TAR dan Nikotin? Ini Bedanya!

TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat menyebakan kanker yang dihasilkan dari proses pembakaran, termasuk rokok. Sedangkan nikotin, adalah senyawa kimia organik yang dihasilkan alami oleh berbagai macam tumbuhan, seperti terung-terungan, tomat, dan tembakau.

Ilustrasi untuk Mengapa Asap Rokok Berbahaya Bagi Kesehatan Tubuh?

Mengapa Asap Rokok Berbahaya Bagi Kesehatan Tubuh?

Mengurangi bahaya asap rokok dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah menjalankan konsep metode harm reduction atau Pengurangan Risiko. Konsep ini dijalankan sebagai salah satu solusi  bagi Anda yang ingin lepas dari rasa adiktif rokok konvensional dan untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan kebiasaan merokok.

Ilustrasi untuk Berapa Lama Nikotin Hilang dari Tubuh

Berapa Lama Nikotin Hilang dari Tubuh

Nikotin umumnya membutuhkan waktu 1–3 hari untuk keluar sepenuhnya dari tubuh setelah seseorang perokok berhenti merokok. Namun, waktu ini bisa bervariasi tergantung pada faktor seperti durasi merokok, metabolisme, dan kondisi kesehatan. Memahami proses pengeluaran nikotin penting bagi mereka yang ingin mengurangi paparan asap rokok dan mulai beralih ke produk tembakau alternatif, seperti HTP dan vape.

Artikel terkait: Rokok Elektrik vs Konvensional: Mana Lebih Rendah Risiko?

Ilustrasi untuk Tembakau yang Dipanaskan Lebih Rendah Risiko

Tembakau yang Dipanaskan Lebih Rendah Risiko

Dalam forum Scientific Summit on Tobacco Harm Reduction ke-4, peneliti VVT Technical Research Centre of Finland Teemu Karkela menjelaskan perbedaan asap rokok dan aerosol yang dihasilkan produk tembakau yang dipanaskan serta dampak atas perbedaan risiko kedua produk tersebut. Di mana letak perbedaan sebenarnya? Baca selengkapnya!

Ilustrasi untuk NU Dukung Pendekatan Pengurangan Bahaya Kesehatan

NU Dukung Pendekatan Pengurangan Bahaya Kesehatan

Pakar sekaligus Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Rumadi Ahmad, beri masukan pada Konferensi Afrika II tentang Pengurangan Risiko Kesehatan-Kesehatan Global Afrika yang berlangsung pada tanggal 27-29 September silam. Menurutnya, Indonesia sebagai negara terbesar berpenduduk muslim memiliki komitmen dalam memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi umat manusia. Sejalan dengan komitmen tersebut, NU sebagai organisasi Muslim terbesar di Indonesia, menggunakan pendekatan pengurangan bahaya untuk mengatasi masalah kesehatan dan lingkungan di Indonesia. Secara khusus Rumadi memberikan solusi pengurangan bahaya kesehatan dari dampak merokok dengan cara menggunakan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau dipanaskan, kantong nikotin dan rokok elektronik.

Ilustrasi untuk Implementasikan Pengurangan Risiko, Produk Tembakau Alternatif Opsi Beralih dari Rokok

Implementasikan Pengurangan Risiko, Produk Tembakau Alternatif Opsi Beralih dari Rokok

Praktisi kesehatan, dr. Freddy Dinata, menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian ilmiah, konsep pengurangan bahaya (harm reduction) dengan beralih ke produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko, seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan, dapat menjadi langkah efektif bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti merokok secara langsung karena dapat mengurangi dampak negatif dan gejala putus zat seperti kecemasan dan craving.

Ilustrasi untuk PAHs dalam PM2.5: Dampak Metode Memasak di Cina

PAHs dalam PM2.5: Dampak Metode Memasak di Cina

Penelitian ini melakukan pengujian untuk membandingkan kandungan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang dihasilkan dari lima aktivitas memasak yang berbeda di Cina.

Ilustrasi untuk Apa Itu Nikotin? Pengertian, Cara Kerja, dan Efeknya bagi Tubuh

Apa Itu Nikotin? Pengertian, Cara Kerja, dan Efeknya bagi Tubuh

Nikotin merupakan senyawa alami yang diproduksi oleh tanaman keluarga Solanaceae, termasuk tembakau, tomat, kentang, dan terung. Nikotin dapat diserap tubuh melalui berbagai jalur, termasuk melalui inhalasi, penyerapan melalui mukosa mulut dan hidung, penyerapan melalui kulit, serta melalui saluran pencernaan. Ketika dicerna oleh tubuh, nikotin menstimulasi sistem saraf pusat, menghasilkan sensasi rileks sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Penting dipahami bahwa nikotin berbeda dengan TAR yaitu zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran. 

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik Bantu Orang Tua Lindungi Anak dari Bahaya

Rokok Elektronik Bantu Orang Tua Lindungi Anak dari Bahaya

Menurut data WHO pada tahun 2015, lebih dari 40 juta balita di Indonesia menjadi perokok pasif karena memiliki orang tua atau keluarga dekat perokok. Dengan maraknya penggunaan rokok elektronik, apakah rokok elektronik dapat mengurangi jumlah perokok pasif?

Ilustrasi untuk Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Penerapan Strategi Pengurangan Bahaya Tembakau di Indonesia: Di Mana Letak Hambatannya?

Prof. Tikki Pangestu, mantan Direktur Riset Kebijakan Penelitian & Kerja Sama WHO, menyoroti lambatnya penerapan strategi pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) di Indonesia. Padahal, berbagai kajian menunjukkan bahwa produk tembakau yang tidak melalui proses pembakaran berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok, sehingga menurunkan risiko penyakit terkait tembakau. Menurutnya, inovasi ini belum dimanfaatkan secara optimal, antara lain karena lima hal utama: sikap WHO yang belum mendukung pendekatan ini, perbedaan regulasi antarnegara, maraknya misinformasi tentang produk alternatif, rendahnya kepercayaan publik terhadap inovasi dari industri, serta fokus perdebatan yang lebih menitikberatkan pada risiko bagi anak-anak dibanding membantu perokok dewasa. Pendekatan yang terlalu restriktif, menurut Prof. Tikki, justru berisiko mendorong pasar gelap seperti yang terjadi di Australia

Ilustrasi untuk Ini Dia Cara Paling Efektif untuk Berhenti Merokok!

Ini Dia Cara Paling Efektif untuk Berhenti Merokok!

Berhenti merokok adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Pasalnya, setiap perokok yang berusaha berhenti akan menghadapi nicotine withdrawal atau gejala putus zat nikotin. Beragam metode dilakukan untuk membantu perokok dewasa berhenti merokok, namun mana yang paling efektif?

Ilustrasi untuk Pengamat: Penurunan Perokok Butuh Regulasi Transparan

Pengamat: Penurunan Perokok Butuh Regulasi Transparan

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan mengatakan, masyarakat membutuhkan regulasi yang transparan dan akuntabel, terkait produk tembakau alternatif demi menurunkan prevalensi perokok Indonesia yang tinggi.

Ilustrasi untuk Zat Kimia: Tembakau Dipanaskan vs. Rokok Dibakar

Zat Kimia: Tembakau Dipanaskan vs. Rokok Dibakar

Penelitian ini bertujuan untuk memahami zat-zat kimia yang terkandung dalam uap yang dihasilkan pada produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn) dengan membandingkannya dengan asap yang dihasilkan dari rokok yang dibakar.

Ilustrasi untuk Gejala Putus Nikotin: Alternatif untuk Perokok Dewasa yang Sulit Berhenti

Gejala Putus Nikotin: Alternatif untuk Perokok Dewasa yang Sulit Berhenti

Praktisi Kesehatan, dr. Arifandi Sanjaya mengutarakan gejala umum putus nikotin umumnya dialami perokok dewasa yang belum siap berhenti total, meliputi sakit kepala, mual, sulit konsentrasi, susah tidur, bahkan merasa stres. Meskipun berhenti total merupakan cara terbaik untuk mengurangi bahaya merokok, hal ini harus menjadi perhatian.