31 January 2022

Mengurangi Risiko Merokok dengan Produk Tembakau Alternatif, Amankah?

Meskipun saat ini akses informasi sudah serba cepat dan mudah untuk diakses, ternyata masih banyak orang yang belum memahami betul mengenai konsep dari bahaya risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok. Sampai saat ini, ternyata masih banyak yang mengira bahwa sumber utama dari bahaya rokok berasal dari nikotin.

Namun faktanya, sumber yang paling berbahaya bukanlah berasal dari zat nikotin, melainkan berasal dari zat beracun yang muncul akibat proses pembakaran pada rokok konvensional, yaitu TAR. Sedangkan nikotin merupakan zat kimia yang bersifat adiktif. 

Baca Juga: Inilah Macam-Macam Rokok Elektrik yang Bisa Anda Temui

Kandungan Berbahaya Pada Rokok

TAR sendiri merupakan sebuah zat kimia yang sangat berbahaya bagi perokok aktif dan perokok pasif. TAR adalah senyawa yang mengandung zat karsinogenik, yaitu zat yang dapat memicu kerusakan sel akibat asap rokok, serta memicu berbagai jenis penyakit kanker, terutama pada paru-paru. Seperti ungkapan Michael Russell, “People smoke for nicotine but they die from the TAR”.

Selain TAR, berdasarkan data National Cancer Institute (NCI), asap pembakaran rokok juga mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya lainnya. Sebanyak 70 bahan kimia di antaranya merupakan bahan kimia yang mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu berbagai jenis kanker.

Selain itu, setidaknya juga ada sebanyak 250 bahan kimia yang terkandung TAR yang semakin memberikan dampak negatif asap rokok. Di dalamnya termasuk zat karbon monoksida, amoniak, dan hidrogen sianida, yang ketiganya merupakan zat kimia yang sangat berbahaya bagi para perokok aktif maupun perokok pasif.

Dengan pemahaman konsep dasar ini, upaya untuk lepas dari dan mengurangi risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok bukanlah sesuai yang mustahil. Sebagaimana kita ketahui, berhenti dari kebiasan merokok memang bukan perkara yang mudah. Untuk benar-benar lepas 100%, para perokok aktif perlu proses dan kekuatan pengendalian diri yang maksimal.

Baca Juga: Dampak Paparan Rokok vs Rokok Elektrik

Cara Mengurangi Risiko Kesehatan yang Ditimbulkan oleh Asap Rokok dengan Produk Tembakau Alternatif

Untuk dapat berhenti merokok secara total, setidaknya Anda perlu mengurangi kebiasaan merokok secara perlahan-lahan. Pendekatan pengurangan risiko kesehatan akibat asap rokok, untuk mengurangi adiksi para perokok aktif pada nikotin, serta meminimalisir risiko kesehatan para perokok ini disebut juga harm reduction.

Salah satu cara pengendaliannya adalah dengan memanfaatkan produk tembakau alternatif dengan kadar nikotin yang rendah Seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, serta tembakau tempel sebagai pengganti rokok dan mengurangi risiko penyakit dan dampak negatif asap rokok.

produk tembakau alternatif tersebut bisa memenuhi adiksi nikotin para perokok aktif, namun memiliki risiko kesehatan akibat asap rokok yang lebih rendah daripada rokok. Karena produk tembakau alternatif ini tidak melalui proses pembakaran dan menghasilkan uap dari proses pemanasan.

Menurut Annual Review of Public Health tahun 2018, produk tembakau alternatif harus memenuhi tiga aspek, yaitu memiliki tingkat bahaya yang minim, tetap punya daya tarik, dan bisa memberikan rasa nikotin yang memuaskan.

Pada riset tersebut, tercatat perbandingan bahaya rokok hingga produk tembakau alternatif. Jika dibandingkan, bahaya rokok yang dibakar bisa 100 kali lebih kuat dibandingkan produk tembakau alternatif.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Polosa R. dan rekan-rekannya di tahun 2016, orang yang mengganti rokok dengan vape memiliki kondisi paru-paru yang lebih baik. Mereka juga lebih sedikit terjangkit penyakit asma.

Baca Juga: 9 Mitos Rokok Elektrik

Pendekatan ini sempat menimbulkan kekhawatiran terkait adanya bahaya jangka panjang penggunaan produk tembakau alternatif. Tapi, berdasarkan Annual Review of Public Health tahun 2018, jika produk tersebut dipakai dengan hati-hati, justru akan mengurangi risiko kesehatan.

Informasi seputar pengurangan risiko dapat kamu temukan di artikel lainnya di website KABAR.

Share