Mengurangi Risiko Merokok dengan Produk Tembakau Alternatif, Amankah? | KoalisiIndonesiaBebasTar

28 December 2018

Mengurangi Risiko Merokok dengan Produk Tembakau Alternatif, Amankah?

Meski akses informasi sudah serba cepat dan mudah, banyak orang yang belum memahami betul konsep bahaya rokok. Banyak yang mengira sumber bahaya rokok adalah nikotin.

Memang betul, nikotin menyebabkan adiksi atau ketergantungan. Namun, sumber yang paling berbahaya adalah , zat beracun yang muncul akibat pembakaran tembakau pada rokok. TAR mengandung karsinogen, yaitu zat yang memicu penyakit kanker, terutama pada paru-paru. Seperti ungkapan Michael Russell, “People smoke for nicotine but they die from the TAR”.

Dengan pemahaman konsep dasar ini, upaya untuk lepas dari bahaya bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebagaimana kita ketahui, berhenti merokok bukan perkara mudah. Untuk benar-benar lepas 100%, para perokok perlu proses dan kekuatan pengendalian diri yang maksimal.

Untuk itu, dikenal konsep ‘harm reductionreduction’ atau pendekatan pengurangan risiko untuk mengurangi adiksi pada nikotin. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan produk tembakau alternatif dengan kadar nikotin, seperti permen nikotin, koyo nikotin, hingga nikotin inhaler sebagai pengganti rokok.

Produk tembakau alternatif tersebut bisa memenuhi ‘rasa candu’ para perokok, tapi memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok karena tidak dibakar dan menghasilkan asap. Produk tembakau alternatif juga dianggap bisa mengurangi ‘candu’ dengan dosis yang lebih rendah. Menurut Annual Review of Public Health tahun 2018, produk tembakau alternatif harus memenuhi tiga aspek, yaitu memiliki tingkat bahaya yang minim, tetap punya daya tarik, dan bisa memberikan rasa nikotin yang memuaskan.

Pada riset tersebut, tercatat perbandingan bahaya rokok konvensional hingga produk tembakau alternatif. Jika dibandingkan, bahaya rokok yang dibakar bisa 100 kali lebih kuat dibandingkan produk tembakau alternatif.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Polosa R. dan rekan-rekannya di tahun 2016, orang yang mengganti rokok dengan vape memiliki kondisi paru-paru yang lebih baik. Mereka juga lebih sedikit terjangkit penyakit asma.

Pendekatan ini sempat menimbulkan kekhawatiran terkait adanya bahaya jangka panjang penggunaan produk tembakau alternatif. Tapi, berdasarkan Annual Review of Public Health tahun 2018, jika produk tersebut dipakai dengan hati-hati, justru akan mengurangi risiko kesehatan.

Simak terus perkembangan tentang produk tembakau alternatif melalui Facebook fanpage GEBRAK!. Klik di sini untuk mengikuti fanpage kami!

Share