Left arrow Kembali

Temuan Penelitian National Institute for Health Research Inggris 2019

Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa efektif produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, dan produk terapi pengganti nikotin, dalam membantu perokok untuk berhenti total dari kegiatan merokok. Seperti apa hasilnya? Mana yang lebih efektif? Simak infografik berikut.

Penelitian tentang rokok yang dilakukan National Institute for Health Research dari Inggris tahun 2019 terhadap 900 perokok menyebutkan bahwa 18% perokok berhasil berhenti setelah 1 tahun dengan menggunakan Produk Tembakau Alternatif yaitu rokok elektrik dan 9,9% perokok berhasil berhenti dengan bantuan produk terapi pengganti nikotin setelah 1 tahun. Dinyatakan pula bahwa rokok elektrik hampir 2x lebih efektif untuk membantu perokok berhenti. 

Keberhasilan Perokok Menggantikan Rokok Konvensional dengan Produk Tembakau Alternatif

Fakta di atas menjadi suatu tanda keberhasilan tersendiri dan menjadi bukti nyata yang dapat memperkuat keputusan Anda dalam mencari cara alternatif berhenti merokok. Memang, efek yang diberikan membuat Anda sulit lepas dari rokok konvensional. Di dalam riset Harm Reduction Journal yang dilansir KABAR, ada dua pendekatan untuk mencari cara alternatif berhenti merokok. Pertama, memberikan fakta-fakta bahaya merokok agar para perokok dapat berhenti sepenuhnya. Cara ini melibatkan pelaku industri rokok untuk mencantumkan gambar peringatan bahaya merokok.

Cara kedua yang dapat dilakukan adalah menggunakan metode harm reduction (pengurangan risiko). Sekarang sudah ada metode harm reduction yang memiliki pendekatan dengan tujuan mengurangi risiko kesehatan sekaligus sosial terkait zat-zat tertentu dengan memberikan Produk Tembakau Alternatif.

Baca Juga: Apa Efek Menghirup Uap Produk Tembakau Alternatif?

Keberhasilan metode harm reduction telah dirasakan di Swedia melalui penelitian di jurnal Addictive Behaviors, Maret 2014, yang menyatakan bahwa pengendalian konsumsi tembakau membuat tingkat kematian akibat zat-zat tersebut menjadi yang terendah di dunia. 

Dalam laporan E-cigarettes compared with nicotine replacement therapy within the UK Stop Smoking Services yang dirilis National Library of Medicine dilakukan percobaan terhadap 886 perokok untuk berhenti merokok. Hasil yang diberikan cukup signifikan. Para perokok yang menggunakan Produk Tembakau Alternatif seperti rokok elektrik lebih mudah untuk berhenti. Total ada 18% perokok yang berhasil melakukannya. Efek samping yang diberikan juga minim dalam jangka waktu satu terakhir.

Baca Juga: Senyawa Karsinogen Pada Rokok dan Pembakaran Lainnya

Bagaimana Mengganti Rokok Konvensional dengan Produk Tembakau Alternatif

MD Anderson menyatakan bahwa Produk Tembakau Alternatif menjadi solusi yang brilian untuk mulai masuk ke tahap berhenti karena mudah dilakukan dan telah terbukti di berbagai penelitian. 

Disarankan untuk Anda agar melihat bagaimana kebiasaan merokok yang dijalankan selama ini sebelum memilih Produk Tembakau Alternatif, seperti rokok elektrik atau vape, nikotin tempel, snus, dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar. Jika memang sudah sempat mencoba salah satu produk tersebut, namun merasa gagal, jangan patah arang. Anda bisa mencoba produk lainnya, bahkan mengombinasikannya. Produk Tembakau Alternatif tetap bisa memberikan asupan nikotin untuk Anda tapi dengan cara memanaskan tembakau, bukan membakarnya, sehingga tidak menghasilkan TAR, kumpulan  senyawa kimia yang dihasilkan dari pembakaran tembakau pada rokok. Kandungan senyawa kimia dalam TAR adalah faktor pemicu timbulnya penyakit, salah satunya kanker.

Baca Juga: Memutus Kebiasaan Merokok secara Cold Turkey, Ini Efeknya Pada Otak!

Beberapa penelitian tentang rokok di atas menjadi pembelajaran bagi kita untuk mulai mencoba metode harm reduction agar mengurangi risiko penyakit bagi diri sendiri dan orang di sekitar. Anda juga bisa mengetahui informasi lainnya tentang harm reduction bersama KABAR di sini.

Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) 

National Library of Medicine 

MD Anderson