Kurangi Polusi Udara di Rumah dengan Tanaman Hias | KoalisiIndonesiaBebasTar

30 January 2019

Kurangi Polusi Udara di Rumah dengan Tanaman Hias

Kemudahan dan kenyamanan teknologi saat ini membuat kita lebih sering menghabiskan waktu di dalam ruangan. Sebagian besar dari kita merasa bahwa udara dalam ruangan lebih menyehatkan karena tidak mengandung polusi seperti emisi gas buang kendaraan atau asap rokok. Namun, penelitian menunjukkan bahwa udara di dalam ruangan juga mengandung polusi dan sisa zat kimia yang membahayakan kesehatan seperti benzena, toluena, oktan, trichloroethylene (TCE), formaldehida, dan terpen.

Polusi udara di dalam rumah biasanya dihasilkan dari paparan polusi udara luar rumah, asap dari hasil memasak, asap rokok, gas-gas yang dikeluarkan dari furnitur atau dinding, bakteri, mikroorganisme, dan lain-lain. Berbagai senyawa kimia ini ditemukan di setiap rumah dan kadarnya jauh lebih tinggi pada bangunan baru. Namun, tingginya kadar senyawa kimia tersebut belum terbukti dapat memengaruhi kesehatan manusia.

Penelitian dari NASA pada tahun 1989 menunjukkan adanya dampak kesehatan yang cukup serius pada mereka yang biasa menghabiskan waktu yang lama di dalam rumah. Dampak kesehatan ini dikenal sebagai “sick building syndrome”, suatu kondisi kesehatan dimana penghuni rumah sering mengalami berbagai gangguan kesehatan semakin lama ia menghabiskan waktu di dalam ruangan. Berbagai gejala kesehatan jangka pendek yang timbul adalah sakit kepala, pusing, mual, iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, batuk kering, kulit kering dan gatal, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, alergi, gejala flu, serta meningkatnya frekuensi serangan asma. Dalam jangka panjang, paparan terhadap berbagai senyawa kimia ini dapat menyebabkan gangguan kehamilan, keguguran, hingga kanker.

Untungnya, kini ada solusi mudah, murah, dan juga indah untuk mengurangi polusi udara di dalam ruangan. Penelitian NASA juga menemukan bahwa menempatkan tanaman di dalam ruangan, termasuk tanaman hias, dapat mengurangi tingkat polusi udara dalam ruangan secara signifikan. 20 tahun setelahnya, penelitian yang dilakukan oleh Yang et al. pada tahun 2009 juga menemukan hasil yang serupa.

Dari lebih dari 30 tanaman yang diuji, ditemukan lima tanaman yang paling efektif mengurangi zat-zat berbahaya atau polusi udara di dalam ruangan. Tanaman sambang getih, daun ivi, ekor tupai, dan hoya carnosa merupakan empat jenis tanaman yang paling efektif mengurangi tingkat benzena, toluena, oktan, TCE dan terpen di udara dalam ruangan. Disusul oleh tanaman hati ungu yang efektif mengurangi tingkat polusi karena zat kimia selain oktan.

Di luar lima tanaman tersebut, benzena dan TCE juga dapat diatasi dengan meletakkan bunga aster atau tanaman fittonia verschaffeltii di dalam ruangan. Untuk mengurangi kadar oktan dapat digunakan pohon beringin atau daun berlangkas. Sementara tanaman palem kuning adalah pilihan terbaik untuk mengurangi kadar formaldehida di dalam ruangan.

10 tanaman yang telah disebutkan di atas dapat menjadi pilihan yang menarik untuk menghiasi rumah sekaligus meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Namun, perlu diingat bahwa setiap tanaman memiliki efektivitas yang bervariasi dalam mengurangi kadar zat kimia yang berbeda. Maka, untuk memaksimalkan peningkatan kualitas udara di dalam ruangan, kita harus memilih jenis tanaman yang beragam. Akan lebih baik lagi jika pemilihan tersebut disesuaikan dengan kadar zat kimia berbahaya yang terdapat di dalam rumah kita.

Selamat menghias rumah Anda dan menghirup udara yang lebih sehat!

Share