Apakah Vape Mengandung TAR? Risiko Vape vs Rokok Tradisional
Produk tembakau alternatif seperti vape memiliki tingkat risiko yang berbeda dari rokok. Apakah risiko ini lebih rendah atau sama? Temukan jawabannya di artikel ini!"
Produk tembakau alternatif seperti vape memiliki tingkat risiko yang berbeda dari rokok. Apakah risiko ini lebih rendah atau sama? Temukan jawabannya di artikel ini!"
Sebuah penelitian oleh Universitas Padjadjaran, Indonesia, mengungkap bagaimana merokok dan vaping memengaruhi kesehatan gusi. Studi ini melibatkan 15 peserta yang dibagi menjadi non-perokok, perokok, dan pengguna vape. Selama 21 hari, peserta tidak membersihkan gigi bawah mereka untuk mengamati perubahan peradangan gusi. Mengejutkannya, perokok menunjukkan peradangan gusi (gingivitis) yang lebih sedikit dibandingkan non-perokok dan pengguna vape. Hal ini menunjukkan bahwa merokok dapat menyembunyikan penyakit gusi yang sebenarnya. Pengguna vape menunjukkan respons gusi yang mirip dengan non-perokok, menunjukkan bahwa vaping memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah bagi kesehatan gusi dibandingkan merokok.
Pemerintah diminta turut serta pada upaya mengurangi bahaya tembakau. Salah satunya dengan menyediakan informasi komprehensif dan berimbang mengenai manfaat dari produk-produk tembakau alternatif.
Nikotin dari asap rokok dapat menempel di tangan, menimbulkan bau dan noda kekuningan. Cara paling efektif menghilangkannya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air hangat selama 20 detik, atau menggunakan campuran baking soda, sabun cair, dan perasan jeruk untuk hasil lebih bersih. Hindari bahan kimia keras agar kulit tidak iritasi. Nikotin juga bisa menempel melalui thirdhand smoke di rumah dan pakaian. Untuk membantu tubuh mengeluarkan nikotin, perbanyak air putih, konsumsi vitamin C, dan jaga pola makan sehat. Bila bau atau noda tak hilang, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dengan langkah sederhana ini, tangan terasa lebih bersih, segar, dan bebas dari bau rokok.
Profesor Riccardo Polosa dari Universitas Catania, Italia, menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok, dan nikotin bukanlah zat yang menyebabkan kanker.
Head of Medical Community Alodokter Alni Magdalena menyarankan perpaduan konsep pengurangan bahaya tembakau dengan layanan telemedis untuk menjangkau lebih banyak perokok yang ingin berhenti merokok.
Riset Universitas Bern bertajuk “Electronic Nicotine-Delivery Systems for Smoking Cessation” yang dipublikasikan di New England Journal Medicine pada Februari 2024 lalu menyimpulkan produk tembakau alternatif (PTA) lebih efektif dibadingkan konseling berhenti merokok. Selain keefektifannya untuk beralih merokok, pemanfaatan PTA ternyata juga berdampak positif dalam mengurangi dampak kesehatan akibat merokok.
Hasil penelitian oleh Profesor Amaliya dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengindikasikan adanya perbaikan kualitas gusi yang sama dengan non-perokok pada pengguna rokok elektronik (vape) yang telah berhenti dari merokok saat mengalami peradangan gusi buatan. Dalam kajian klinis ini, terlihat dampak pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi pada pengguna vape. Dengan kata lain, kondisi pertahanan gusi pengguna vape dapat kembali normal ketika dilakukan peradangan gusi buatan (Gingivitis Experimental).
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan mengatakan, masyarakat membutuhkan regulasi yang transparan dan akuntabel, terkait produk tembakau alternatif demi menurunkan prevalensi perokok Indonesia yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penelitian terkait dampak kesehatan dari sistem penghantar nikotin elektronik atau rokok elektronik dan kaitannya dengan implikasi regulasi terkait produk tersebut.
“Nikotin bekerja dengan mengikat reseptor di otak yang disebut ‘reseptor asetilkolin nikotinik’. Reseptor ini penting dalam pembelajaran, memori, perhatian, dan neuroproteksi (perlindungan saraf)”
Mitchell B. Leister, Assistant Clinical Professor di Department of Psychiatry, University of Colorado
Dengan manfaat yang diberikan dari produk tembakau alternatif, Inggris, Jepang, Kanada, dan Selandia Baru kini menggunakannya sebagai salah satu alternatif untuk menekan angka prevalensi perokok. Pemerintah pun diharapkan untuk melakukan kajian terhadap produk tembakau alternatif ini.
Pada 11 Oktober 2017, Kementerian Kesehatan Selandia Baru membuat pernyataan resmi mengenai potensi kontribusi rokok elektronik untuk mencapai Selandia Baru Bebas Asap pada tahun 2025. Rokok elektronik dipercaya dapat menjadi jalan keluar bagi 550.000 perokok aktif di negara tersebut.
Edukasi mengenai produk tembakau alternatif dinilai penting untuk membantu perokok dewasa berhenti merokok. Sekretaris Aliansi Vaper Indonesia, Wiratna Eko Indra Putra, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar informasi yang disampaikan bersifat seimbang dan berbasis bukti. Ia menyoroti misinformasi yang menyamakan risiko produk alternatif dengan rokok konvensional, padahal kajian dari Cochrane Library yang dipublikasikan pada 29 Januari 2025—melibatkan 29.044 perokok dewasa dalam 90 studi ilmiah—menunjukkan bahwa produk seperti rokok elektronik memiliki risiko yang jauh lebih rendah dan efektif sebagai alat bantu berhenti merokok.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Garinda Kartasasmita sayangkan banyak informasi keliru yang menyatakan pelaku usaha menyasar anak-anak sebagai target konsumen produk tembakau alternatif (PTA). Asosiasi tekankan kembali komitmen dan upaya pemasaran bertanggung jawab.
Peneliti Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) berharap Indonesia memiliki lebih banyak kajian ilmiah terkait aspek manfaat dan keamanan produk tembakau alternatif menyusul telah berbedarnya produk pengganti rokok konvensional itu di Indonesia. SF-ITB telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan judul “Perbandingan Profil Risiko Kesehatan Produk Tembakau yang Dipanaskan Versus Rokok Kretek Indonesia,” yang telah dipaparkan dalam 5th Scientific Summit di Athena, Yunani pada bulan September yang lalu.
Artikel ini memberikan gambaran tentang HPTL dan struktur cukai yang dikenakan padanya. Cukai Hasil Tembakau (CHT) ini menjadi salah satu komponen penerimaan negara sehingga memiliki peran penting dan strategis. CHT turut dikenakan pada Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 198/PMK.010/2020 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.
TAR adalah komponen zat padat yang terbentuk dari pembakaran rokok. Sebanyak 250 bahan kimia yang terkandung di dalam TAR, termasuk karbon monoksida, amoniak, dan hidrogen sianida, adalah zat yang sangat berbahaya karena berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kanker.
Pemerintah diharapkan dapat memberi dukungan penuh bagi produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantung nikotin, sebagai solusi permasalahan rokok di Indonesia.
Mengapa polusi udara menjadi tantangan saat berpuasa? Karena polusi udara sesungguhnya menyebabkan oksidasi stres. Apa itu oksidasi stress? Bagaimana kita mengatasinya? Simak artikel berikut.
Nikotin akan menyebabkan efek kecanduan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Namun, Nikotin tidak memicu berbagai penyakit yang biasa disebutkan pada kemasan rokok. Tidak hanya dalam produk tembakau, nikotin juga terkandung dalam sayuran, seperti kembang kol, kentang, terong, dan tomat.
Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bergerak aktif untuk mencari solusi atas masalah rokok di Indonesia. Salah satunya melalui KABAR Roadshow, sebuah kegiatan untuk mensosialisasikan mengenai konsep harm reduction atau pengurangan risiko dengan cara beralih pada produk tembakau alternatif.
Meski kampanye anti-rokok terus digaungkan, jumlah perokok di Indonesia tetap tinggi—mencapai 60 juta orang. Menurut mantan Direktur WHO, Prof. Tikki Pangestu, hal ini disebabkan oleh penolakan terhadap pendekatan pengurangan risiko, kebijakan yang terlalu fokus pada larangan, dan misinformasi soal produk alternatif. Ia menilai pendekatan yang terlalu ideologis justru menghambat upaya kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang yang membutuhkan solusi lebih pragmatis.
Merokok sangat memengaruhi penampilan. Gigi kuning, rambut rontok, kulit kusam, dan kulit keriput adalah perubahan-perubahan fisik yang dirasakan oleh perokok aktif. Dengan hadirnya produk tembakau alternatif, apakah produk tersebut aman untuk penampilan? Beberapa studi pun dilakukan untuk menjawab ini.
Dari bangasawan Prancis hingga Roro Mendut, inilah perjalanan produk tembakau alternatif hingga sekarang.
Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, menilai persepsi keliru terhadap produk tembakau alternatif masih menjadi penghambat besar dalam mengurangi konsumsi rokok di Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo), Firmansyah Siregar, mendukung langkah pemerintah memberantas peredaran vape ilegal, namun mengingatkan agar regulasi tidak bersifat berlebihan hingga mengancam pelaku usaha legal.
Adiksi terhadap nikotin adalah faktor utama yang membuat perokok kesulitan untuk berhenti, meski mereka menyadari bahaya merokok. Sebagai solusi, penggunaan harm reduction strategy adalah alternatif yang paling efektif untuk dilakukan.
Rokok elektronik semakin menjadi tren di masyarakat. Lalu apakah rokok elektronik ini memiliki risiko yang lebih kecil dibanding rokok konvensional? Apakah efektif untuk membuat perokok dewasa berhenti merokok secara total? Simak hasil laporan badan Kesehatan masyarakat Inggris, berikut.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendukung adanya regulasi berbasis kajian ilmiah bagi produk tembakau alternatif. Adanya regulasi tersebut dianggap bisa menguatkan potensi dari produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan kantung nikotin dalam menurunkan prevalensi merokok di Indonesia dan untuk melindungi konsumen.
Membakar satu obat nyamuk bakar menghasilkan particulate matter (PM) 2,5 yang banyaknya sama dengan menyalakan 75 batang rokok. Obat nyamuk bakar juga dapat menghasilkan zat formaldehida (formalin) dengan kandungan setara dengan 51 batang rokok.
Dalam forum Scientific Summit on Tobacco Harm Reduction ke-4, peneliti VVT Technical Research Centre of Finland Teemu Karkela menjelaskan perbedaan asap rokok dan aerosol yang dihasilkan produk tembakau yang dipanaskan serta dampak atas perbedaan risiko kedua produk tersebut. Di mana letak perbedaan sebenarnya? Baca selengkapnya!
Seperti TAR dan asap yang dihasilkan oleh rokok, pembakaran tidak sempurna dari sampah rumah tangga akan menghasilkan karbon monoksida serta berbagai senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) seperti benzopyrenes, zat-zat beracun yang bersifat karsinogenik dan mutagenik.
Dukungan Pemerintah Jepang terhadap pemanfaatan produk tembakau alternatif terbukti berhasil mengurangi konsumsi rokok. Kebijakan tarif cukai produk tembakau alternatif yang lebih rendah dan memperbolehkan penggunaan produk tembakau alternatif di ruangan khusus turut mendorong keberhasilan pengurangan konsumsi rokok di Jepang. Hal ini ditunjukkan melalui penurunan penjualan rokok sebesar 52 persen.
Polusi udara atau pencemaran udara adalah istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan keadaan udara yang mengandung substansi fisik, kimia, atau biologi yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Penelitian ini melakukan uji emisi untuk menentukan tingkat partikel halus (partikulat berdiameter <2.5 mikrometer - PM2.5), senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), volatile organic compounds (VOCs), aldehida, dan keton dari hasil pembakaran obat nyamuk bakar dan implikasinya bagi kesehatan.
Kebiasaan merokok saat berkendara menimbulkan berbagai risiko serius. Residu beracun dari asap rokok akan menempel di interior mobil, terutama di bagian jok, atap kabin, dan karpet. Bau rokok yang kuat dan sulit dihilangkan juga menciptakan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan pengemudi maupun penumpang. Meski jendela dibuka atau sirkulasi AC diaktifkan, sistem sirkulasi udara mobil tidak cukup efektif untuk menghilangkan bahaya ini sepenuhnya. Aktivitas seperti ini bukan hanya mengganggu, tapi juga buruk bagi kesehatan orang lain di dalam kabin.
Nikotin dari rokok bisa meninggalkan noda kuning yang membandel pada gigi. Cara menghilangkan nikotin di gigi melibatkan perawatan kebersihan mulut yang konsisten, pemilihan pasta gigi khusus, serta konsultasi dengan dokter gigi. Langkah-langkah ini penting untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut serta mengurangi dampak kebiasaan merokok.
Ada 2 produk tembakau alternatif yang populer dikalangan masyarakat, yaitu rokok elektronik atau vape, dan produk tembakau yang dipanaskan. Apa perbedaan dari 2 produk tembakau alternatif tersebut? Temukan jawabannya di infografik berikut.
Sejumlah penelitian menunjukkan nikotin dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk kemampuan fokus dan suasana hati. Namun para ahli mengingatkan bahwa temuan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai dorongan untuk mulai menggunakan produk nikotin, mengingat zat ini tetap bersifat adiktif dan memiliki risiko kesehatan tertentu.
Menurut data WHO pada tahun 2015, lebih dari 40 juta balita di Indonesia menjadi perokok pasif karena memiliki orang tua atau keluarga dekat perokok. Dengan maraknya penggunaan rokok elektronik, apakah rokok elektronik dapat mengurangi jumlah perokok pasif?
Nikotin umumnya membutuhkan waktu 1–3 hari untuk keluar sepenuhnya dari tubuh setelah seseorang perokok berhenti merokok. Namun, waktu ini bisa bervariasi tergantung pada faktor seperti durasi merokok, metabolisme, dan kondisi kesehatan. Memahami proses pengeluaran nikotin penting bagi mereka yang ingin mengurangi paparan asap rokok dan mulai beralih ke produk tembakau alternatif, seperti HTP dan vape.
Artikel terkait: Rokok Elektrik vs Konvensional: Mana Lebih Rendah Risiko?
Ketersediaan produk tembakau alternatif, berpotensi untuk menghemat anggaran kesehatan Selandia Baru hingga $2.5 milyar. Bagaimana peran produk tembakau alternatif dalam penghematan anggaran kesehatan di Selandia baru? Simak infografik berikut.
Mantan Direktur Kebijakan Penelitian & Kerja Sama Badan Kesehatan Dunia (WHO) PBB Prof. Tikki Pangestu mengungkapkan pentingnya upaya intervensi pemerintah dalam memitigasi epidemi perokok di Indonesia. Dari beberapa opsi strategi di dunia ini, kata Prof. Tikki, yang paling efektif untuk diterapkan di Indonesia adalah pendekatan pemanfaatan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.
Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, kantong nikotin dan rokok elektronik, terbukti memiliki profil risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok. Dokter Spesialis Paru dr. Yahya Sp.P, mengungkapkan produk tembakau alternatif hanya berisi uap air dan beberapa essens, dan tidak menyebabkan orang sekitarnya menjadi perokok pasif.
Pertumbuhan pariwisata Bali pada 2025 mendorong kebutuhan akan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan bebas asap rokok. Dalam SAPA Bali 2025 yang digelar Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), para pembicara menyoroti pentingnya pendekatan pengurangan bahaya (harm reduction) bagi perokok dewasa melalui informasi ilmiah tentang produk tembakau alternatif yang memiliki potensi risiko lebih rendah.
Penelitian menemukan daging barbekyu mengandung zat yang bersifat karsinogenik yang bernama Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH). Zat ini terbentuk dari lemak dan sari daging yang dimasak dengan temperatur tinggi dan menghasilkan asap yang menempel pada daging. Lalu bagaimana cara aman mengonsumsi barbekyu?
Dengan prevalensi merokok yang masih tinggi, Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih efektif dan realistis untuk mengurangi dampak kesehatan akibat merokok. Prof. Tikki memandang Tobacco Harm Reduction sebagai peluang untuk memperkuat strategi kesehatan masyarakat, khususnya dalam membantu perokok dewasa yang belum mampu berhenti sepenuhnya.
Sebagai produk tembakau alternatif, rokok elektronik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan merupakan bagian dari tobacco harm reduction yang dapat membantu perokok untuk beralih dari rokok dan mengurangi tingkat risiko kesehatan pada diri sendiri dan orang-orang sekitar.