Semua Artikel

Ilustrasi untuk Pentingnya Kajian Multidisiplin Produk Tembakau Alternatif

Pentingnya Kajian Multidisiplin Produk Tembakau Alternatif

Sejumlah pakar dan akademisi berharap agar kajian berbasis sains yang komprehensif terkait profil risiko produk tembakau alternatif bisa ditingkatkan dan dilakukan secara kolaboratif sebagai upaya memperluas informasi yang akurat. Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR), Dedek Prayudi mengungkapkan bahwa kajian yang dimaksud harus melibatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Ilustrasi untuk Pengurangan Risiko Tembakau: Ubah Pandangan tentang Nikotin

Pengurangan Risiko Tembakau: Ubah Pandangan tentang Nikotin

Tim peneliti dari berbagai universitas di Amerika Serikat melakukan tinjauan penelitian untuk memahami potensi Alternative Nicotine Delivery Systems (ANDS) atau produk penghantar nikotin alternatif dalam upaya pengendalian tembakau.

Ilustrasi untuk Pemerintah Harus Pisahkan Aturan Produk Tembakau Alternatif

Pemerintah Harus Pisahkan Aturan Produk Tembakau Alternatif

Prevalensi perokok telah terbukti menurun di berbagai negara maju seperti Inggris yang menerapkan pendekatan pengurangan risiko pada aktivitas merokok (harm reduction). Dengan 90 juta perokok pada tahun 2016 silam, bagaimana baiknya pemerintah menekan prevalensi perokok?

Ilustrasi untuk Tobacco Harm Reduction, Strategi Mengurangi Bahaya Rokok

Tobacco Harm Reduction, Strategi Mengurangi Bahaya Rokok

Dalam kesehatan publik, pengurangan risiko (Harm Reduction) merupakan pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan dan sosial yang terkait kebiasaan atau penggunaan zat tertentu dengan memberikan alternatif lebih baik yang dapat menjadi pilihan pengguna. Seperti apa detailnya?

Ilustrasi untuk Dorong Perokok Dewasa Beralih ke Tembakau Alternatif

Dorong Perokok Dewasa Beralih ke Tembakau Alternatif

Aktivitas merokok berkorelasi dengan meningkatnya risiko terjangkit beragam penyakit tidak menular. Untuk mengurangi angka perokok serta masalah kesehatan yang berkaitan dengan merokok, pemerintah diharapkan bisa mengadopsi solusi baru, seperti salah satunya mendorong perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Asap Memasak vs Kendaraan Bermotor

Asap Memasak vs Kendaraan Bermotor

Seperti kita ketahui sebelumnya, asap memiliki efek yang tidak baik bagi tubuh, baik dalam jangka pendek maupun jangka Panjang. Lalu, apakah asap memasak sama berbahayanya dengan asap kendaraan bermotor? Temukan ulasan singkatnya di infografik berikut ini.

Ilustrasi untuk Tobacco Harm Reduction: Kurangi Risiko Merokok

Tobacco Harm Reduction: Kurangi Risiko Merokok

Bahaya yang timbul dari kebiasaan merokok bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Risiko kesehatan dapat timbul dari kebiasaan ini, tak hanya bagi para perokok aktif, tetapi juga perokok pasif yang terpapar asapnya. Sebenarnya, apakah yang menyebabkan bahaya dari kebiasaan merokok?

Ilustrasi untuk Menuju Pariwisata Bali yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Menuju Pariwisata Bali yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Pertumbuhan pariwisata Bali pada 2025 mendorong kebutuhan akan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan bebas asap rokok. Dalam SAPA Bali 2025 yang digelar Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), para pembicara menyoroti pentingnya pendekatan pengurangan bahaya (harm reduction) bagi perokok dewasa melalui informasi ilmiah tentang produk tembakau alternatif yang memiliki potensi risiko lebih rendah.

Ilustrasi untuk Apa itu Perokok Pasif dan Apa Perbedaan Perokok Aktif dan Pasif?

Apa itu Perokok Pasif dan Apa Perbedaan Perokok Aktif dan Pasif?

Ada beberapa tipe asap rokok yang sering dihirup perokok pasif yang masih banyak belum diketahui orang, yakni Second-hand smoke dan Third-hand Smoke. Kita bahas sedikit mengenai hal ini. Ketika Anda berada di sekitar perokok aktif, Anda akan mengisap asap rokok yang diembuskan perokok dan partikel asap yang berada di udara, inilah yang dinamakan sebagai Second-hand smoke.

Ilustrasi untuk Belajar dari Inggris Soal Pengendalian Tembakau

Belajar dari Inggris Soal Pengendalian Tembakau

Pada tahun 2017, Departemen Sosial dan Kesehatan Inggris mencetuskan Rencana Pengendalian Tembakau untuk tahun 2017-2022. Perencaan ini secara rinci dirancang untuk mengendalikan konsumsi tembakau dari hulu ke hilir, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi dan kontrol melalui regulasi formal.

Ilustrasi untuk Mengapa TAR Berbahaya Bagi Kesehatan: Fakta dan Dampaknya

Mengapa TAR Berbahaya Bagi Kesehatan: Fakta dan Dampaknya

TAR mengandung karsinogen yaitu zat pemicu kanker. Zat ini bisa merusak sel dalam berbagai organ tubuh. Selain paru-paru, TAR juga dikenal sebagai penyebab kanker mulut dan tenggorokan. Bahaya TAR bahkan bisa dilihat langsung, contohnya gigi para perokok yang biasanya lebih kuning.

Ilustrasi untuk Payung Hukum Produk Tembakau Alternatif

Payung Hukum Produk Tembakau Alternatif

Sebagai produk yang berpotensi memberikan solusi mengurangi bahaya kesehatan pada para perokok, pemerintah tidak bisa membiarkan produk tembakau alternatif berkembang tanpa payung hukum yang jelas. Hal ini guna menjaga pengembangan produk tembakau alternatif agar tidak salah tujuan.

Ilustrasi untuk Waspada Bahaya Membakar Sampah

Waspada Bahaya Membakar Sampah

Seperti TAR dan asap yang dihasilkan oleh rokok, pembakaran tidak sempurna dari sampah rumah tangga akan menghasilkan karbon monoksida serta berbagai senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) seperti benzopyrenes, zat-zat beracun yang bersifat karsinogenik dan mutagenik.

Ilustrasi untuk Apa Kata BfR Jerman tentang Kantung Nikotin (Nicotine Pouch)?

Apa Kata BfR Jerman tentang Kantung Nikotin (Nicotine Pouch)?

Pada 2022, Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR), yang merupakan lembaga penilaian risiko kesehatan independen milik pemerintah Jerman, menerbitkan kajian ilmiah mengenai kantung nikotin (nicotine pouch), produk nikotin oral tanpa tembakau yang kian berkembang di Eropa. Dalam kajian tersebut, BfR menegaskan bahwa produk ini bukan tanpa risiko, mengingat nikotin tetap bersifat adiktif. Namun, BfR juga mencatat perbedaan mendasar dibanding rokok yang dibakar: bahwa kantung nikotin tidak melibatkan pembakaran, sehingga tidak menghasilkan tar, karbon monoksida, dan berbagai senyawa toksik lainnya yang menjadi penyebab utama beban penyakit akibat rokok.

Ilustrasi untuk Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto, menegaskan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin hanya ditujukan bagi perokok dewasa sebagai opsi berisiko lebih rendah. Ia menegaskan bahwa produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk remaja atau non-perokok. Riset APVI dengan BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya pada produk ini lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, sementara studi internasional dengan empat juta responden di AS, Kanada, dan Eropa Barat membuktikan kekhawatiran bahwa rokok elektronik memicu remaja merokok tidak berdasar, justru diikuti penurunan prevalensi merokok pada kelompok muda. APVI berkomitmen terus mengedukasi publik dan mendorong regulasi seimbang demi perlindungan kelompok rentan.

Ilustrasi untuk Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif

Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif dapat memberikan efek buruk yang beragam. Anda dapat mengenal berbagai bahayanya bersama informasi dari KABAR.

Ilustrasi untuk Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta

Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta

Pada bulan Maret 2017, Penas Tanggul, sebuah kawasan perumahan miskin di Jakarta Timur menjadi kawasan tanpa rokok pertama di ibu kota. Bagaimana Kawasan pemukiman miskin dapat menjaga lingkungannya untuk dapat bebas rokok?

Ilustrasi untuk Industri Vape Butuh Lebih Banyak Kajian Ilmiah

Industri Vape Butuh Lebih Banyak Kajian Ilmiah

Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Johan Sumantri menjelaskan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, terbukti secara kajian ilmiah memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok hingga 95 persen. Namun, informasi mengenai riset tersebut belum tersebar secara masif dan komprehensif bagi konsumen, khususnya di Indonesia. Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, mendukung agar akademisi bersama pemerintah segera menggalakkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk 10 Mitos Rokok Elektronik

10 Mitos Rokok Elektronik

Rokok elektronik merupakan salah satu tipe produk tembakau alternatif yang mulai meningkat popularitas dan penggunaannya di Indonesia. Meskipun begitu, kurangnya edukasi dan informasi membuat terjadinya mispersepsi di masyarakat. Bahkan, beragam mitos pun bermunculan seputar rokok elektronik.

Ilustrasi untuk American Cancer Society: Hentikan Penggunaan Tembakau Bakar

American Cancer Society: Hentikan Penggunaan Tembakau Bakar

American Cancer Society (ACS) membuat pernyataan publik resmi mengenai penghapusan penggunaan tembakau yang dibakar. Hal ini didorong oleh kesadaran bahwa tembakau yang dibakar memiliki risiko kesehatan tinggi dan salah satu faktor penyebab utama penyakit tidak menular di Amerika Serikat.

Ilustrasi untuk Hasil Penelitian YPKP Indonesia: Nikotin Tak Berbahaya, Kenapa?

Hasil Penelitian YPKP Indonesia: Nikotin Tak Berbahaya, Kenapa?

Nikotin akan menyebabkan efek kecanduan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Namun, Nikotin tidak memicu berbagai penyakit yang biasa disebutkan pada kemasan rokok. Tidak hanya dalam produk tembakau, nikotin juga terkandung dalam sayuran, seperti kembang kol, kentang, terong, dan tomat.

Ilustrasi untuk Ketua AKVINDO: Tembakau Alternatif, Solusi Realistis Permasalahan Merokok

Ketua AKVINDO: Tembakau Alternatif, Solusi Realistis Permasalahan Merokok

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 69 juta perokok. Menurut Paido Siahaan, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), berhenti merokok sepenuhnya sering terhambat gejala putus nikotin, sehingga produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan dapat menjadi opsi bagi perokok dewasa. Studi dari Inggris dan Royal College of Physicians menunjukkan risikonya lebih rendah dan peluang berhenti meningkat hingga 64,9 persen. Meski demikian, misinformasi dan penyalahgunaan rokok elektronik masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi pengurangan berbasis risiko, penegakan hukum, dan edukasi publik agar manfaatnya tepat sasaran.

Ilustrasi untuk Perbedaan Cara Konsumsi Produk Tembakau (Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional vs Produk Tembakau yang Dipanaskan)

Perbedaan Cara Konsumsi Produk Tembakau (Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional vs Produk Tembakau yang Dipanaskan)

Rokok Elektrik (Vape) bekerja dengan memanaskan cairan mengandung nikotin hingga menghasilkan uap, tanpa pembakaran. Produk tembakau yang dipanaskan memanaskan tembakau tanpa mencapai suhu pembakaran. Sebaliknya, rokok konvensional membakar tembakau dan menghasilkan TAR berbahaya. Nikotin bersifat adiktif, tetapi bukan penyebab utama penyakit akibat merokok. TAR, yang terbentuk dari pembakaran tembakau, adalah penyebab utama dan meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti kanker dan gangguan paru-paru. Rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko lebih rendah karena tidak mengandung TAR hasil dari pembakaran.

 

Ilustrasi untuk Regulasi Mutlak Diperlukan untuk Produk Tembakau Alternatif

Regulasi Mutlak Diperlukan untuk Produk Tembakau Alternatif

Hasil survei internal yang dilakukan oleh KABAR pada bulan Juli 2019 lalu menunjukkan bahwa tidak adanya regulasi merupakan salah satu faktor yang membuat perokok ragu dan enggan untuk beralih ke produk tembakau alternatif. Regulasi seperti apa yang diperlukan? Dan mengapa ini penting?

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik: Lebih Rendah Risiko dari Rokok?

Rokok Elektronik: Lebih Rendah Risiko dari Rokok?

Public Health England (PHE), mempublikasikan video eksperimen yang menunjukkan bahaya rokok dan bagaimana menghindarinya dengan beralih pada rokok elektronik. Apakah rokok elektronik lebih rendah risiko?

Ilustrasi untuk Selandia Baru: Aturan Baru untuk Tembakau Alternatif

Selandia Baru: Aturan Baru untuk Tembakau Alternatif

Kementerian Kesehatan Selandia Baru merilis rekomendasi peraturan terkait produk tembakau alternatif untuk mendukung perokok dewasa beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko kesehatan lebih rendah.

Ilustrasi untuk Menghambat Info Tembakau Alternatif, Langgar Etika

Menghambat Info Tembakau Alternatif, Langgar Etika

Upaya sejumlah pihak dalam menghambat akses publik maupun informasi terkait produk tembakau alternatif dinilai melanggar prinsip etika, moral, dan keadilan. Sebab, setiap masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar tentang sebuah produk yang mereka konsumsi, termasuk produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur Riset WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia

Mantan Direktur Riset WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia

Meski kampanye anti-rokok terus digaungkan, jumlah perokok di Indonesia tetap tinggi—mencapai 60 juta orang. Menurut mantan Direktur WHO, Prof. Tikki Pangestu, hal ini disebabkan oleh penolakan terhadap pendekatan pengurangan risiko, kebijakan yang terlalu fokus pada larangan, dan misinformasi soal produk alternatif. Ia menilai pendekatan yang terlalu ideologis justru menghambat upaya kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang yang membutuhkan solusi lebih pragmatis.

Ilustrasi untuk Fakta Tentang Nikotin yang Perlu Anda Pahami

Fakta Tentang Nikotin yang Perlu Anda Pahami

Produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan kantung nikotin, merupakan produk yang mengandung nikotin. Hanya saja, selama ini, nikotin identik dengan rokok, sehingga ada mispersepsi bahwa nikotin penyebab penyakit seperti kanker. Lembaga Kesehatan Nasional Inggris (NHS) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) mencoba meluruskan mispersepsi tersebut.

Ilustrasi untuk Polusi: Rokok Elektronik vs. Tembakau Dipanaskan

Polusi: Rokok Elektronik vs. Tembakau Dipanaskan

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan paparan kandungan metal dan organik bagi pengguna pasif dari produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar (heat-not-burn) yang baru muncul di pasaran dengan membandingkannya dengan emisi yang dihasilkan rokok konvensional  dan rokok elektronik.

Ilustrasi untuk Kenali Jenis Minyak Goreng dan Risikonya

Kenali Jenis Minyak Goreng dan Risikonya

Tentu kita sudah tidak asing dengan minyak goreng. Hampir semua aktivitas memasak, memerlukan minyak goreng agar makanan dapat disantap nikmat. Namun, tahukah Anda setiap minyak goreng memiliki smoking point atau titik pengasapan maksimal yang berbeda?

Ilustrasi untuk Alternatif Pengganti Rokok: Pilihan Lebih Sehat untuk Mengurangi Risiko Merokok

Alternatif Pengganti Rokok: Pilihan Lebih Sehat untuk Mengurangi Risiko Merokok

Ada berbagai alternatif pengganti rokok yang dinilai lebih sehat, mulai dari makanan yang membantu mengalihkan kebiasaan merokok, hingga produk tembakau modern seperti vaping dan heated tobacco. Alternatif ini hadir sebagai bagian dari pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang ingin tetap mempertahankan gaya hidup tertentu namun dengan paparan zat yang lebih rendah.

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik dan Evolusi Pengurangan Bahaya Tembakau: Apa Kata Sains?

Rokok Elektronik dan Evolusi Pengurangan Bahaya Tembakau: Apa Kata Sains?

Bahaya utama rokok tidak berasal dari nikotin, tetapi dari proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, seperti karbon monoksida, dan ribuan toksikan penyebab penyakit. Karena itu, hadirnya rokok elektronik pada 2003 menjadi inovasi penting: perangkat ini menghantarkan nikotin tanpa pembakaran, sehingga mengurangi paparan zat berbahaya secara signifikan.

Ilustrasi untuk Langkah Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Kurangi Masalah Rokok

Langkah Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Kurangi Masalah Rokok

Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) bergerak aktif untuk mencari solusi atas masalah rokok di Indonesia. Salah satunya melalui KABAR Roadshow, sebuah kegiatan untuk mensosialisasikan mengenai konsep harm reduction atau pengurangan risiko dengan cara beralih pada produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk 62 Negara Atur Tembakau Alternatif, Bagaimana Indonesia?

62 Negara Atur Tembakau Alternatif, Bagaimana Indonesia?

Peraturan yang diterapkan oleh masing-masing negara tersebut sudah ada yang terfokus, tetapi ada juga yang masih diatur di bawah peraturan pengendalian tembakau. Seberapa pentingkah untuk Indonesia menerapkan peraturan untuk produk tembakau alternatif? Apa saja efek dari peraturan tersebut?

Ilustrasi untuk Praktisi Kesehatan Tekankan Rokok Elektronik sebagai Metode Transisi Efektif Bagi Perokok

Praktisi Kesehatan Tekankan Rokok Elektronik sebagai Metode Transisi Efektif Bagi Perokok

Studi terbaru dari JAMA Network bertajuk “Prevalence of Popular Smoking Cessations Aids in England and Associations with Quit Success” menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, merupakan alat bantu berhenti merokok paling populer pada 2023-2024, digunakan oleh 40,2% dari 25.094 perokok. Praktisi kesehatan dr. Jeffrey Ariesta Putra menekankan bahwa harga produk tembakau alternatif yang lebih mahal dibandingkan rokok konvensional menjadi hambatan bagi perokok dewasa yang ingin beralih. Ia menyarankan pemerintah memberikan insentif untuk mengurangi prevalensi perokok di Indonesia.

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Bisa jadi Solusi Tekan Jumlah Perokok

Produk Tembakau Alternatif Bisa jadi Solusi Tekan Jumlah Perokok

Produk tembakau alternatif, dinilai sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah perokok. Sebuah kajian ilmiah dari Georgetown University Medical menemukan bahwa 6,6 juta orang di Amerika Serikat dapat terhindar dari kematian dini melalui penggunaan produk tembakau alternatif.

Ilustrasi untuk Third-hand Smoke: Bukti dan Riset Baru

Third-hand Smoke: Bukti dan Riset Baru

Penelitian ini menjelaskan tentang definisi dari Third-hand Smoke (THS), paparan THS, dan analisis tentang unsur pokok, proses serapan, dan pelepasan molekul di dalam ruang, transformasi yang terjadi, distribusi, dan jangka waktu menempelnya THS di lingkungan tempat tinggal.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur WHO: Strategi Komprehensif untuk Kurangi Perokok

Mantan Direktur WHO: Strategi Komprehensif untuk Kurangi Perokok

Mantan Direktur Kebijakan Penelitian & Kerja Sama Badan Kesehatan Dunia (WHO) PBB Prof. Tikki Pangestu mengungkapkan pentingnya upaya intervensi pemerintah dalam memitigasi epidemi perokok di Indonesia. Dari beberapa opsi strategi di dunia ini, kata Prof. Tikki, yang paling efektif untuk diterapkan di Indonesia adalah pendekatan pemanfaatan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

Ilustrasi untuk BRIN & AKVINDO: Regulasi Berbasis Risiko untuk Indonesia

BRIN & AKVINDO: Regulasi Berbasis Risiko untuk Indonesia

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Bambang Prasetya, menegaskan bahwa bahaya utama rokok berasal dari pembakaran yang menghasilkan TAR, bukan dari nikotin. Karena itu, menurutnya, produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik atau tembakau dipanaskan tidak seharusnya diperlakukan sama dengan rokok.

Ilustrasi untuk Rokok Konvensional vs Rokok Elektronik

Rokok Konvensional vs Rokok Elektronik

Rokok elektronik semakin populer dikalangan masyakarat. Rokok elektronik dipercaya oleh sebagian orang sebagai solusi untuk berhenti merokok. Lalu apakah rokok elektronik benar lebih aman dan efektif dibandingkan rokok konvensional?

Ilustrasi untuk Industri Vape Legal menjadi Sumber Penghidupan Ribuan UMKM Lokal

Industri Vape Legal menjadi Sumber Penghidupan Ribuan UMKM Lokal

Asosiasi Pekerja Vape Indonesia (APVINDO) menegaskan bahwa industri vape legal menciptakan ribuan lapangan kerja dan menopang UMKM, sektor ritel, serta produsen lokal. Ketua APVINDO, Agung Prasojo, menilai regulasi harus berbasis kajian ilmiah dan analisis ekonomi agar dapat tetap menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.