Left arrow Kembali

Penelitian FKG Unpad Temukan Perubahan Kondisi Gusi Usai Beralih dari Rokok, Ini Hasilnya

05 Januari 2010

Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) terhadap personel marinir menemukan perubahan pada sejumlah indikator kesehatan mulut setelah mereka beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif selama 90 hari.

Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) terhadap personel marinir menemukan perubahan pada sejumlah indikator kesehatan mulut setelah mereka beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif selama 90 hari.

Temuan tersebut mencakup perbaikan aliran darah gusi, perubahan warna gusi, peningkatan kemampuan mengenali rasa, serta penurunan kadar karbon monoksida dalam embusan napas.

Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG Unpad, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., memaparkan hasil penelitian tersebut dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta.

Penelitian itu membandingkan kondisi personel marinir yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif dengan mereka yang tetap merokok selama periode pengamatan 90 hari.

Amaliya menjelaskan, penelitian tersebut dilatarbelakangi tingginya prevalensi merokok di lingkungan militer.

Tekanan pekerjaan dan beban tugas menjadi sejumlah faktor yang mendorong kebiasaan merokok di kalangan personel.

"Ternyata prevalensi merokok di subpopulasi militer mencapai 45,8 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan masyarakat umum yang berada di kisaran 22-23 persen," kata Amaliya dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (28/10/2026).

Baca juga: Tembakau Alternatif, Solusi Turunkan Prevalensi Merokok

Survei tim peneliti FKG Unpad pada 2026 juga menunjukkan sebagian besar responden telah berupaya berhenti merokok, tetapi masih mengalami kesulitan.
Aliran Darah Gusi dan Kemampuan Mengenali Rasa Berubah

Dalam penelitian tersebut, tim mengamati sejumlah indikator kesehatan, meliputi aliran darah gusi, kondisi jaringan gusi secara klinis, kemampuan mengenali rasa, serta kadar karbon monoksida dalam embusan napas.

Untuk mengukur aliran darah gusi, peneliti menggunakan alat laser Doppler guna memperoleh hasil pengukuran yang objektif dan mengamati perubahan jaringan gusi.

Hasilnya, kelompok yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif mengalami perbaikan aliran darah gusi.

Warna gusi kelompok tersebut juga terlihat lebih cerah dibandingkan kelompok yang tetap merokok.

Selain itu, kemampuan peserta dalam mengenali rasa asin, manis, dan asam meningkat secara signifikan setelah beralih ke produk tembakau alternatif.

Baca juga: Apakah Produk Tembakau Alternatif Juga Menyebabkan Noda Gigi?

Perubahan juga terlihat pada kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Setelah tiga bulan, kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih tercatat jauh lebih rendah dibandingkan kelompok yang tetap merokok.

"Hasil ini menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih menurun hingga mendekati tingkat pada orang yang tidak merokok," tutur Amaliya.