Kategori Penelitian

Ilustrasi untuk Tanaman Penyerap Debu: Solusi Alami untuk Rumah Lebih Bersih dan Sehat

Tanaman Penyerap Debu: Solusi Alami untuk Rumah Lebih Bersih dan Sehat

Tanaman penyerap debu adalah tanaman hias yang mampu menangkap partikel debu dan menyerap zat polutan di udara, membantu menciptakan udara di dalam ruangan yang lebih bersih. Meskipun efeknya tidak sekuat alat pembersih udara, tanaman ini tetap memberi manfaat bagi kesehatan dan keindahan rumah, terutama dalam upaya pengurangan paparan asap rokok bagi penghuni dewasa.

Ilustrasi untuk PAHs dalam PM2.5: Dampak Metode Memasak di Cina

PAHs dalam PM2.5: Dampak Metode Memasak di Cina

Penelitian ini melakukan pengujian untuk membandingkan kandungan senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) yang dihasilkan dari lima aktivitas memasak yang berbeda di Cina.

Ilustrasi untuk Bukti Ilmiah Terkini soal Regulasi E-cigarettes

Bukti Ilmiah Terkini soal Regulasi E-cigarettes

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penelitian terkait dampak kesehatan dari sistem penghantar nikotin elektronik atau rokok elektronik dan kaitannya dengan implikasi regulasi terkait produk tersebut.

Ilustrasi untuk Tekanan Darah Perokok vs. Pengguna Rokok Elektronik

Tekanan Darah Perokok vs. Pengguna Rokok Elektronik

Eksperimen ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan tekanan darah dan detak jantung secara periodik dalam jangka waktu 52 minggu pada mereka yang berhenti merokok (quitters) dan mengurangi (reducers) dengan bantuan rokok elektronik, serta mereka yang tidak merubah kebiasaannya dalam mengonsumsi rokok (failures).

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik Bantu Perbaikan Kualitas Gusi

Rokok Elektronik Bantu Perbaikan Kualitas Gusi

Hasil penelitian yang dilakukan oleh akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengungkap perbedaan profil risiko produk tembakau alternatif (PTA). Kajian yang dilakukan oleh Dr. Amaliya, drg., Ph.D mengungkap bahwa pengguna rokok elektronik yang telah berhenti merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi yang sama seperti yang dialami oleh non-perokok. Melihat bukti-bukti ilmiah tersebut, Pemerintah didorong untuk menjadi lebih terbuka melihat potensi produk tembakau alternatif dalam mengurangi risiko kesehatan pada perokok dewasa.

Ilustrasi untuk Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua APVI: Produk Tembakau Alternatif Bukan untuk Remaja dan Non-Perokok

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto, menegaskan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin hanya ditujukan bagi perokok dewasa sebagai opsi berisiko lebih rendah. Ia menegaskan bahwa produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk remaja atau non-perokok. Riset APVI dengan BRIN menunjukkan kandungan zat berbahaya pada produk ini lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, sementara studi internasional dengan empat juta responden di AS, Kanada, dan Eropa Barat membuktikan kekhawatiran bahwa rokok elektronik memicu remaja merokok tidak berdasar, justru diikuti penurunan prevalensi merokok pada kelompok muda. APVI berkomitmen terus mengedukasi publik dan mendorong regulasi seimbang demi perlindungan kelompok rentan.

Ilustrasi untuk Vape Lebih Efektif Dibanding NRT: Temuan Baru dari Australia

Vape Lebih Efektif Dibanding NRT: Temuan Baru dari Australia

Penelitian dari University of New South Wales (UNSW Sydney) menemukan bahwa penggunaan vape lebih efektif membantu perokok dewasa mengurangi kebiasaan berisikonya, termasuk melalui pemanfaatan NRT (Nicotine Replacement Therapy).

Ilustrasi untuk Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko, Ada Buktinya?

Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko, Ada Buktinya?

Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan tajuk Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok. Kajian tersebut juga menemukan bahwa perokok dewasa mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk beralih dari kebiasaannya merokok setelah menggunakan produk tembakau alternatif selama enam bulan, dibandingkan terapi pengganti nikotin.

Ilustrasi untuk Emisi Polusi Udara dari Pembakaran Dupa dan Lilin

Emisi Polusi Udara dari Pembakaran Dupa dan Lilin

Penelitian ini melakukan eksperimen dalam ruang tertutup untuk melihat senyawa volatile organic compounds (VOCs) dan konsentrasi partikel di dalam ruangan setelah pembakaran dupa dan lilin.

Ilustrasi untuk Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur WHO Dukung Tembakau Alternatif Tekan Perokok

Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tikki Pangestu mendorong Indonesia untuk mengambil pelajaran dari keberhasilan Swedia dan Norwegia dalam menekan angka prevalensi merokok yang tinggi yakni 69.1 juta Perokok. Melalui pemaksimalan penggunaan produk-produk tembakau alternatif seperti kantong nikotin, rokok elektrik, dan tembakau yang dipanaskan, Swedia berhasil menurunkan prevalensi merokok di negaranya dari 11% menjadi 5.16% pada tahun 2015, sementara Norwegia berhasil menurunkan dari 44% menjadi 16.20% dalam kurun 20 tahun dari tahun 2000.

Ilustrasi untuk Metode Memasak dan PAHs pada Daging Ayam

Metode Memasak dan PAHs pada Daging Ayam

Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya kandungan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs), senyawa kimia yang dikenal sebagai karsinogen yang kuat, pada cara memasak ayam yang berbeda-beda, yaitu merebus, menggoreng, membakar, dan memanggang.

Ilustrasi untuk Riset BRIN: Rokok Elektronik Berpotensi Turunkan Risiko bagi Perokok Dewasa

Riset BRIN: Rokok Elektronik Berpotensi Turunkan Risiko bagi Perokok Dewasa

Temuan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat bahwa kadar formaldehida pada emisi rokok elektronik sekitar 10 kali lebih rendah dibandingkan rokok yang dibakar. Sementara kadar akrolein tercatat 115 kali lebih rendah dan benzena hingga 6.000 kali lebih rendah. BRIN menekankan bahwa kajian ilmiah ini penting sebagai dasar penyusunan regulasi yang adil, berbasis risiko, dan tetap mempertimbangkan keselamatan masyarakat serta keberlangsungan ekonomi sektor tembakau.

Ilustrasi untuk Rokok Elektronik dan Evolusi Pengurangan Bahaya Tembakau: Apa Kata Sains?

Rokok Elektronik dan Evolusi Pengurangan Bahaya Tembakau: Apa Kata Sains?

Bahaya utama rokok tidak berasal dari nikotin, tetapi dari proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, seperti karbon monoksida, dan ribuan toksikan penyebab penyakit. Karena itu, hadirnya rokok elektronik pada 2003 menjadi inovasi penting: perangkat ini menghantarkan nikotin tanpa pembakaran, sehingga mengurangi paparan zat berbahaya secara signifikan.