31 January 2022

Pentingnya Inovasi dalam Upaya Pengendalian Tembakau

Pada 5 Juli 2018, United Nations General Assembly mengadakan diskusi interaktif untuk membahas usaha pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Pertemuan yang diadakan di kantor pusat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat ini dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat sebagai proses persiapan pertemuan tingkat tinggi PBB ketiga, mengenai penyakit tidak menular.

Salah satu isu penting yang dibahas dalam diskusi ini adalah penggunaan teknologi baru dan inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam mengatasi penyakit tidak menular. Pendukung vokal dari pendekatan ini di antaranya adalah perwakilan Amerika Serikat yang juga kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Sania Nishtar.

Salah satu penyakit tidak menular yang memiliki tingkat kematian tertinggi adalah penyakit kardiovaskular. Dr. Nishtar mengemukakan kekhawatirannya bahwa pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat tidak bergerak cukup cepar untuk mengimbangi perkembangan inovasi dan memanfaatkan potensi teknologi baru dalam mengatasi jenis penyakit ini.

Baca Juga: Sudah Benarkah Masker Pelindung Polusi Udara yang Anda Gunakan

Dengan menggunakan studi kasus dari industri tembakaum Dr. Nishtar mengambil contoh dan inovasi dalam bentuk produk tembakau alternatif yang memiliki potensi sebagai salah satu upaya  dalam mengurangi angka penyakit kardiovaskular serta sebagai alternatif lain bagi perokok yang ingin berhenti merokok.

Karena tanpa adanya pembakaran pada suhu tinggi, produk tembakau alternatif merupakan produk yang memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan produk tembakau konvensional.

Argumen tersebut didukung secara luas oleh berbagai pihak. Salah satunya oleh Menteri Luar Negeri Republik Moldova yang dalam pidatonya, ia menggarisbawahi kebutuhan adanya inovasi dalam bentuk produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko bagi kesehatan.

Ia juga menyatakan bahwa pemerintah perlu mendorong percepatan peralihan sektor swasta dengan memberikan insentif bagi produk tembakau alternatif dan menyesuaikan penetapan cukai bagi produk tersebut dengan profil risikonya.

Beliau menambahkan, “Kita dapat mengakselerasi efektivitas kebijakan pengendalian tembakau dengan adanya kerangka kerja yang dapat mendukung produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko daripada rokok konvensional, sehingga pada akhirnya tujuan peningkatan kesehatan masyarakat dapat tercapai”.

Terkait dengan upaya pengendalian tembakau, inovasi dalam bentuk produk tembakau alternatif merupakan perkembangan teknologi yang dapat dilihat sebagai potensi untuk mengurangi angka penyakit tidak menular yang disebabkan oleh rokok. 

Baca Juga: Asap Knalpot vs. Asap Rokok, Apa Dampaknya Bagi Paru-Parumu?

2 Langkah Inovasi dalam Upaya Pengendalian Tembakau di Indonesia

Pemerintah Indonesia dapat meniru dan mencontoh negara-negara lain dalam melakukan pengendalian tembakau. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat inovasi dalam upaya pengendalian tembakau di Indonesia.

1. Melibatkan Semua Pihak

Untuk dapat melakukan inovasi dalam pengendalian tembakau, Pemerintah Indonesia perlu melibatkan semua pihak yang ada, mulai dari produsen, konsumen, hingga pihak swasta. Tujuannya adalah agar peredaran produk tembakau bisa ditekan dan ditinjau dengan sangat sistematis.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan, Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau, Widyastuti Soerojo pun mendorong pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk melakukan gerakan pengendalian tembakau di dalam negeri.

Baca Juga: Dampak Buruk Asap Rokok pada Kecerdasan Intelektual Anak Anda!

2. Membuka Diri untuk Bekerjasama dengan Pihak Swasta

Untuk memaksimalkan potensi teknologi ini, pemerintah perlu membuka diri dengan bekerjasama dengan sektor swasta serta melakukan penguatan bukti ilmiah. Hasil kerja sama dan penelitian dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan regulasi terkait produk tembakau alternatif. 

Banyak yang bisa kita pelajari dari hasil diskusi interaktif United Nations General Assembly di atas, salah satunya, pemerintah sebagai pembuat regulasi perlu membuka diri dengan munculnya berbagai inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas. Mari merangkul inovasi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik! Ikuti terus artikel Kabar agar Anda #JadiLebihPaham.

Share