31 January 2022

Dampak Paparan Rokok vs Rokok Elektrik

Dampak paparan rokok vs rokok elektrik kadang menjadi perdebatan di kalangan pengguna dua produk tembakau tersebut, mana yang lebih rendah risiko kesehatannya. Melalui penelitian yang telah diterbitkan oleh UK Health Security Agency, menjelaskan bagaimana perbandingan paparan asap rokok konvensional dengan paparan uap rokok elektrik. Simak informasi selengkapnya di bawah ini agar Anda #JadiLebihPaham.

Dampak Paparan Rokok vs Rokok Elektrik

Eksperimen yang dilakukan oleh tim peneliti dari Public Health England mencoba melihat seberapa besar perbedaan paparan asap rokok konvensional dengan paparan uap rokok elektrik. Sebelumnya seperti kita ketahui, ada perbedaan dari cara penggunaan rokok konvensional dengan rokok elektrik.

Rokok konvensional digunakan melalui proses pembakaran sehingga menghasilkan asap. Sebaliknya, rokok elektrik menggunakan proses pemanasan sehingga menghasilkan uap. Lalu bagaimana dengan perbandingan paparan asap dan uap tadi terhadap tubuh kita?

Di dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan dua tabung kaca berisi kapas yang memiliki pipa pengisap di bagian atas. Selanjutnya dilakukan proses pembakaran rokok konvensional dan pemanasan rokok elektrik pada masing-masing tabung.

Mereka mencoba membentuk pola konsumsi rokok konvensional dan rokok elektrik dalam jangka waktu sebulan. Untuk rokok konvensional, digunakan sampai 16 bungkus sebagai pola konsumsi satu bulan.

Baca Juga: 4 Tanaman Rumah Cegah Polusi Asap Rokok

Hasil yang didapatkan adalah kandungan TAR yang sangat besar dari asap rokok membuat kapas menjadi berwarna kecokelatan hingga cenderung kehitaman. Seluruh kapas yang ada di dalam tabung untuk rokok konvensional memiliki warna yang hampir sama. Jadi hasil yang didapatkan di dalam tabung tersebut menggambarkan dengan apa yang terdapat di dalam tubuh ketika mengonsumsi rokok konvensional dalam jangka waktu sebulan.

Bagaimana dengan rokok elektrik? Melalui proses pemanasan yang menghasilkan uap, paparan rokok elektrik dalam periode yang sama memberikan hasil kapas yang lebih bersih. Puluhan kapas yang ada di dalam tabung kaca tersebut cenderung putih tidak berwarna kecokelatan. Memang, masih ada terlihat bercak cokelat namun tidak sepekat hasil dari rokok konvensional. Selain itu, kandungan kapas-kapas tersebut lebih banyak mengandung air sehingga dapat lebih rendah risiko kesehatannya untuk tubuh kita.

Eksperimen ini menunjukkan bahwa walaupun memang tidak sepenuhnya bebas risiko kesehatan, setidaknya efek rokok elektrik 95% lebih rendah risikonya dibandingkan dengan rokok konvensional. 

Baca Juga: Efek Asap Rokok pada Hewan Peliharaan

Cara Mengurangi Zat-Zat Berbahaya pada Rokok Konvensional

Rokok elektrik merupakan salah satu bagian dari Produk Tembakau Alternatif pada metode harm reduction. Bagi yang belum tahu, harm reduction adalah metode yang memberikan Anda alternatif untuk mengurangi bahaya risiko zat kimia pada rokok konvensional dengan berbagai cara. Salah satunya mengubah pola konsumsi rokok konvensional dengan beralih ke Produk Tembakau Alternatif seperti rokok elektrik dan tembakau yang dipanaskan.

Ya, rokok elektrik yang less harmful dibandingkan rokok konvensional dapat menjadi solusi bagi Anda yang sedang ingin berhenti merokok. Produk ini juga dapat membantu Anda tetap mendapat asupan nikotin dengan kadar yang lebih rendah dan mengurangi zat-zat berbahaya akibat kebiasaan merokok, seperti yang dijelaskan di atas. 

Semoga informasi dapat paparan rokok vs rokok elektrik yang diberikan di atas dapat menjadi pengetahuan baru bagi Anda. Jangan lupa untuk cek artikel Kabar lainnya agar #JadiLebihPaham.

Share