31 January 2022

Asap Rokok Vs Uap Produk Tembakau Alternatif, Mana Lebih Berbahaya?

Pernahkah Anda terpikir mengapa rokok  konvensional yang dibakar dapat mengeluarkan asap, sedangkan produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik mengeluarkan uap? Apakah asap dan uap dari kedua produk ini merupakan asap dan uap yang mengandung senyawa kimia yang sama? Lantas manakah dari kedua produk ini yang lebih berbahaya bagi kesehatan?

Sebelum membahas perbandingan keduanya, Anda perlu tahu mengenai pengertian keduanya terlebih dahulu. 

Apa itu Asap Rokok?

Asap secara umum adalah hasil dari sebuah proses pembakaran yang melibatkan panas, oksigen, dan bahan bakar. Dalam konteks pembakaran rokok konvensional, menurut WHO, asap dihasilkan ketika rokok konvensional dibakar pada temperatur yang sangat tinggi, yang suhunya dapat mencapai 600 sampai 900 derajat celcius.

Baca Juga: Asap Knalpot vs. Asap Rokok, Apa Dampaknya Bagi Paru-Parumu?

Apa itu Uap produk tembakau alternatif?

Beda halnya dengan asap, uap merupakan titik-titik dari benda cair di udara yang muncul akibat adanya proses kondensasi cairan pada suhu tertentu yang memanfaatkan energi panas. Dalam konteks pemanasan pada produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan ataupun rokok elektrik, uap dihasilkan dari tembakau atau cairan yang dipanaskan pada suhu tertentu, dengan memanfaatkan energi panas yang dihasilkan dari energi baterai hingga menghasilkan uap aerosol ringan.

Dari pengertian asap dan uap di atas, bisa disimpulkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok. Hal ini bisa Anda lihat dari hasil pembakaran rokok konvensional yang berbeda dengan rokok elektrik. Lantas, zat kimia berbahaya apa yang dihasilkan oleh rokok? Simak penjelasan berikut!

Baca Juga: Metode Memasak yang Sehat juga Dapat Menghasilkan Zat Karsinogen loh! Cek Artikel Berikut!

Zat Kimia Berbahaya yang Dihasilkan oleh Rokok

Ketika pembakaran terjadi pada rokok, maka senyawa kimia berbahaya akan mulai terbentuk dan menghasilkan asap, serta residu dengan zat kimia yang kompleks. Asap rokok konvensional mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya dan 70 di antaranya merupakan bahan kimia berbahaya yang memiliki risiko tertinggi untuk menyebabkan berbagai jenis kanker.

Selain bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, asap rokok juga mengandung gas karbon monoksida yang sangat beracun dan berbahaya bagi tubuh. Pembakaran rokok juga menghasilkan residu yang disebut dengan TAR atau Total Aerosol Residue, yang mengandung berbagai bahan kimia berbahaya lainnya.

Baca Juga: Perbedaan Dosis, Durasi, dan Bentuk Terapi Pengganti Nikotin untuk Berhenti Merokok

Perbandingannya dengan produk tembakau alternatif

Jika Anda membandingkan penggunaan rokok dengan penggunaan produk tembakau alternatif, terutama produk tembakau yang dipanaskan. Kedua produk ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Dengan hasil pembakaran yang berbeda, produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok konvensional.

produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan menghasilkan uap dengan risiko lebih rendah daripada rokok konvensional. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, uap adalah hasil pemanasan zat yang menyebabkan terjadinya transisi dari fase padat atau cair ke fase gas, baik di bawah titik didih atau di atas titik didih cairan tersebut.

Penguapan pada produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan terjadi pada temperatur yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan pembakaran pada rokok konvensional. Kandungan yang terdapat pada uap produk tembakau yang dipanaskan masih sama dengan zat awalnya.

Selain pada produk tembakau yang dipanaskan, Anda bisa melihat contoh lainnya pada produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik. Produk yang hampir serupa dengan produk tembakau yang dipanaskan ini juga memiliki cara kerja yang sama dengan memanaskan cairan yang mengandung beberapa kandungan seperti nikotin, perasa, dan sebagainya untuk kemudian menghasilkan uap yang dihisap oleh penggunanya.

Sedangkan pada produk tembakau yang dipanaskan, memiliki cara kerja dengan melakukan pemanasan pada batang tembakau. Baik rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, kedua produk tembakau alternatif ini memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok konvensional karena tidak menghasilkan TAR pada proses penguapan dan pemanasannya.

Ketiadaan TAR ini lah yang membedakan produk tembakau alternatif dengan rokok konvensional. Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa penggunaan produk tembakau alternatif, memiliki risiko kesehatan bagi perokok dewasa secara signifikan lebih rendah daripada terus merokok menggunakan rokok konvensional.

Selain itu, pengguna produk tembakau alternatif pun masih dapat memperoleh asupan nikotin yang mereka inginkan. Anda bisa melihat info lebih lanjut mengenai perbandingan dari paparan produk tembakau alternatif dengan produk tembakau konvensional lainnya di sini.

Jika begitu, apakah uap dari produk tembakau alternatif ini aman bagi kesehatan? Walau memiliki risiko lebih rendah dibanding asap rokok, penelitian menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif tetap tidak sepenuhnya bebas risiko. Produk ini mengandung nikotin, sehingga dapat menyebabkan ketergantungan. Selain itu, penelitian lainnya juga masih perlu dilakukan untuk mengetahui dampak jangka panjang dari konsumsi produk tembakau alternatif.

Share