12 January 2022

Strategi Pengendalian Tembakau ala Kanada

Tidak hanya di Indonesia, penggunaan produk tembakau konvensional seperti rokok selalu menjadi sebuah masalah yang menimbulkan resiko kesehatan di berbagai belahan dunia. Masalah ini juga tidak luput untuk terjadi di Kanada. Masalah konsumsi tembakau masih menjadi penyebab kematian yang dapat dicegah tertinggi di Kanada.

Setidaknya, terdapat 45 ribu penduduk Kanada yang meninggal diakibatkan oleh penggunaan produk tembakau. Dan untuk menanggulangi kondisi ini, Kanada mencanangkan sebuah strategi empat langkah untuk mencapai target konsumsi tembakau sebesar kurang dari 5% pada tahun 2035 mendatang.

Lalu tindakan apa saja yang diambil Pemerintah Kanada untuk menanggulangi masalah rokok yang menjadi penyebab kematian yang dapat dicegah tertinggi di Kanada?

Baca Juga: Apa Bedanya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif?

4 Langkah Strategi Pengendalian Tembakau Kanada

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa Pemerintah Kanada telah mencanangkan sebuah strategi yang berupa empat langkah untuk mencapai target konsumsi tembakau, sebesar kurang dari 5% pada tahun 2035 mendatang. Lantas, apa saja langkah-langkah Pemerintah Kanada tersebut?

1. Menciptakan Sistem Pendukung

Langkah pertama yang dilakukan Pemerintah Kanada adalah dengan menciptakan sebuah sistem pendukung. Dimana sistem pendukung ini berguna untuk membantu para perokok yang ingin berhenti merokok.

Pemerintah Kanada telah menyadari bahwa adiksi masyarakat yang merokok terhadap nikotin adalah sesuatu yang sulit diatasi dan juga alasan utama perokok sulit bahkan gagal untuk berhenti. Dengan demikian, Pemerintah Kanada telah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kanada untuk menciptakan sebuah sistem dukungan berhenti merokok yang lebih efisien dan terjangkau.

Tak hanya itu saja, Pemerintah Kanada juga meresmikan Tobacco and Vaping Products Act untuk menyediakan produk tembakau alternatif yang lebih aman. Langkah tersebut juga telah diambil dan diterapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui PMK 146 tahun 2017 untuk melegalisasi produk tembakau alternatif di Indonesia. 

Baca Juga: Dampak Buruk Asap Rokok pada Kecerdasan Intelektual Anak Anda!

2. Memberikan Perlindungan Terhadap Remaja dan Masyarakat Umum

Setelah membangun dan menciptakan sebuah sistem pendukung pengguna rokok untuk berhenti merokok, langkah kedua yang dilakukan Pemerintah Kanada adalah dengan memberikan perlindungan terhadap remaja dan masyarakat umum.

Perlindungan yang diberikan untuk remaja dan masyarakat umum ini berguna untuk meminimalisir daya tarik rokok dan produk tembakau lainnya. Kemudian Pemerintah Kanada juga menyiapkan kampanye pemasaran dan komunikasi baru dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja yang rentan untuk mulai merokok, serta orang tua mereka mengenai bahaya dari rokok dan produk tembakau lainnya.

3. Memperkuat Landasan Sains, Riset, dan Pengawasan

Selanjutnya, pemerintah Kanada juga memperkuat landasan sains, riset, dan pengawasan. Riset yang berlandaskan sains akan menjadi dasar seluruh pengambilan keputusan dan pembuatan regulasi. Secara khusus, pemerintah Kanada meningkatkan usaha untuk memahami interaksi masyarakat dengan produk tembakau agar dapat merancang strategi komunikasi yang sesuai.

Sementara pengawasan ketat akan memastikan akuntabilitas industri tembakau melalui mekanisme yang mendorong kontribusi positif industri tembakau terhadap biaya pengendalian tembakau dan kesehatan publik.

4. Memastikan Terciptanya Kolaborasi yang Setara dan Saling Menguntungkan dengan Mitra

Terakhir, pemerintah Kanada juga memastikan terciptanya kolaborasi yang setara dan saling menguntungkan dengan mitra, pemangku kepentingan, dan masyarakat umum. Koordinasi yang baik serta usaha bersama akan memastikan bahwa rencana pengendalian tembakau pemerintah dapat berjalan dengan baik. 

Empat langkah tersebut disusun oleh pemerintah Kanada berdasarkan data dan kondisi di lapangan untuk membentuk rencana pengendalian tembakau yang paling sesuai dan efisien. Alangkah baiknya jika usaha Kanada ini dapat dijadikan panduan dan bahan pelajaran oleh pemerintah Indonesia untuk menurunkan efek negatif konsumsi tembakau di negeri ini.

Baca Juga: Masih Belum Yakin Jika Rokok Elektrik Miliki Risiko Kesehatan yang Lebih Rendah Daripada Rokok?

Upaya Pengendalian Konsumsi dan Dampak Tembakau Secara Global

Lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE), dalam "Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018" menyebutkan tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95 persen daripada rokok konvensional.

Senada dengan Kanada, pemerintah Inggris juga mempraktikkan strategi pengendalian konsumsi tembakau di Negaranya dengan mendukung kehadiran tembakau alternatif untuk menggantikan eksistensi rokok konvensional. Dikutip dari Tempo, Lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE), dalam "Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018" menyebutkan tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95 persen daripada rokok konvensional.

Selain itu pada tahun 2008 lalu, WHO (World Health Organization) juga telah mengeluarkan strategi pengendalian dampak tembakau. Strategi yang dikeluarkan oleh WHO ini diberi nama MPOWER yang merupakan akronim yang terdiri dari; Monitor penggunaan tembakau, Perlindungan terhadap asap rokok, Optimasi dukungan untuk berhenti merokok, Waspadakan masyarakat akan bahaya tembakau, Eliminasi iklan, promosi, dan sponsor terkait tembakau, dan terakhir Raih kenaikan cukai tembakau.

Sebagai kesimpulan, baik empat langkah strategi pemerintah Kanada untuk mengendalikan tembakau serta langkah-langkah yang telah diambil oleh World Health Assembly dan enam strategi yang dicetuskan oleh WHO berupa MPOWER, semua langkah dan strategi tersebut sangat penting untuk diterapkan oleh seluruh negara di Dunia.

Masalah penggunaan tembakau telah menjadi masalah kesehatan global, fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa kita tidak bisa berdiam diri dalam mengatasi masalah ini. Semua strategi dan langkah-langkah preventif di atas harus bisa dijalankan secara komprehensif untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pengendalian konsumsi dan dampak tembakau.

Share