Senyawa Karsinogen dalam Rokok dan Pembakaran Lainnya | KoalisiIndonesiaBebasTar

04 February 2019

Senyawa Karsinogen dalam Rokok dan Pembakaran Lainnya

Sudah menjadi pemahaman umum bahwa rokok adalah salah satu penyebab utama kanker, terutama kanker paru-paru. Namun, kompleksitas asap rokok dan senyawa kimia yang terkandung di dalamnya memunculkan pertanyaan bagaimana sesungguhnya hubungan antara paparan senyawa kimia ini dengan proses timbulnya kanker.

Berdasarkan penjelasan dari American Cancer Society, (https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/general-info/known-and-probable-human-carcinogens.html) kanker disebabkan karena adanya perubahan dalam susunan genetik sel DNA. Perubahan ini dapat terjadi karena pengaruh genetik dari orang tua dan dapat pula terjadi karena adanya paparan dari luar, yang seringkali disebut sebagai faktor lingkungan. Faktor lingkungan ini mencakup berbagai paparan, diantaranya adalah faktor gaya hidup (nutrisi, kebiasaan merokok), paparan dari alam (sinar ultraviolet), tindakan medis (radiasi, suntikan hormon, kemoterapi), serta paparan polusi di tempat kerja dan lingkungan tempat tinggal. Senyawa dan paparan yang dapat menimbulkan kanker ini disebut karsinogen.

Paparan terhadap senyawa karsinogen ada yang bersifat mutagenik atau secara langsung menyebabkan terjadinya mutasi genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel yang abnormal dan tumor. Karsinogen lainnya tidak menyerang gen secara langsung tetapi memengaruhi proses pembelahan sel yang tidak normal sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya perubahan susunan DNA, yang pada akhirnya menimbulkan kanker.

Berdasarkan penelitian (https://www.hri.global/files/2011/07/13/Hoffmann_-_Changing_Cigarette.pdf) yang dilakukan tim peneliti dari American Health Foundation pada tahun 1997, asap rokok setidaknya mengandung 4.000 senyawa kimia yang 50 diantaranya bersifat karsinogenik. Dua golongan yang paling berbahaya adalah senyawa-senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) dan Tobacco-Specific Nitrosamines (TSNAs) atau nitrosamin khusus tembakau.

Apakah PAHs seperti TSNAs yang hanya dapat dihasilkan dari asap rokok? Ternyata tidak. PAHs dapat dihasilkan dari berbagai pembakaran tidak sempurna yang terjadi di sekitar kita. Pembakaran tidak sempurna terjadi jika material yang dibakar tidak sepenuhnya berubah menjadi karbon dioksida dan air, tetapi menghasilkan senyawa lain seperti karbon monoksida dan partikulat berbahaya lainnya ke udara.

Berdasarkan panduan (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK138709/) dari World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, emisi kendaraan bermotor memberikan kontribusi terbesar untuk konsentrasi PAHs di udara luar ruang, terutama di daerah perkotaan. Untuk kontaminasi PAHs pada udara di dalam ruang, sumber emisi utama tidak hanya disebabkan oleh asap rokok, tetapi juga disebabkan dari aktivitas memasak, alat pemanas di dalam rumah, perapian, serta pembakaran lilin dan dupa.

Penting bagi kita untuk dapat mengurangi risiko kesehatan dari paparan senyawa berbahaya pada diri kita dan orang-orang yang kita sayangi. Mari kita kenali lebih jauh sumber-sumber senyawa karsinogen di lingkungan sekitar kita melalui berbagai artikel menarik di situs KABAR!

Share