Pentingnya Inovasi dalam Upaya Pengendalian Tembakau | KoalisiIndonesiaBebasTar

23 January 2019

Pentingnya Inovasi dalam Upaya Pengendalian Tembakau

Pada 5 Juli 2018, United Nations General Assembly mengadakan diskusi interaktif untuk membahas usaha pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Pertemuan yang diadakan di kantor pusat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat ini bertujuan untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat sebagai proses persiapan pertemuan tingkat tinggi PBB ketiga mengenai penyakit tidak menular.

Salah satu isu penting yang dibahas dalam diskusi ini adalah penggunaan teknologi baru dan inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam mengatasi penyakit tidak menular. Pendukung vokal dari pendekatan ini diantaranya adalah perwakilan Amerika Serikat yang juga kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Sania Nishtar.

Salah satu penyakit tidak menular yang memiliki tingkat kematian tertinggi adalah penyakit kardiovaskular. Dr. Nishtar mengemukakan kekhawatirannya bahwa pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat tidak bergerak cukup cepat untuk mengimbangi perkembangan inovasi dan memanfaatkan potensi teknologi baru dalam mengatasi penyakit ini. Dengan menggunakan studi kasus dari industri tembakau, Dr. Nishtar mengambil contoh inovasi dalam bentuk produk tembakau alternatif yang memiliki potensi sebagai salah satu upaya mengurangi angka penyakit kardiovaskular. Tanpa adanya pembakaran, produk tembakau alternatif merupakan produk yang memiliki risiko kesehatan lebih rendah daripada rokok konvensional.

Argumen ini didukung secara luas, salah satunya oleh Menteri Luar Negeri Republik Moldova yang dalam pidatonya menggarisbawahi kebutuhan adanya inovasi dalam bentuk produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko bagi kesehatan. Beliau juga menyatakan bahwa pemerintah perlu mendorong percepatan peralihan sektor swasta dengan memberikan insentif bagi produk tembakau alternatif dan menyesuaikan penetapan cukai bagi produk tersebut sesuai dengan profil risikonya. Beliau menambahkan, “Kita dapat mengakselerasi efektivitas kebijakan pengendalian tembakau dengan adanya kerangka kerja yang dapat mendukung produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko daripada rokok konvensional, sehingga pada akhirnya tujuan peningkatan kesehatan masyarakat dapat tercapai.”

Terkait dengan upaya pengendalian tembakau, inovasi dalam bentuk produk tembakau alternatif merupakan perkembangan teknologi yang dapat dilihat sebagai potensi untuk mengurangi angka penyakit tidak menular yang disebabkan oleh rokok. 

Dan untuk memaksimalkan potensi teknologi ini, pemerintah perlu membuka diri dengan bekerjasama dengan sektor swasta serta melakukan penguatan bukti ilmiah. Hasil kerja sama dan penelitian dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan regulasi terkait produk tembakau alternatif. 

Banyak yang bisa kita pelajari dari hasil diskusi interaktif United Nations General Assembly di atas, salah satunya, pemerintah sebagai pembuat regulasi perlu membuka diri dengan munculnya berbagai inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas. 

Mari merangkul inovasi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik!

Share