Memutus Kebiasaan Merokok secara Cold Turkey, Ini Efeknya Pada Otak! | KoalisiIndonesiaBebasTar

31 January 2019

Memutus Kebiasaan Merokok secara Cold Turkey, Ini Efeknya Pada Otak!

Berhenti merokok bukan hal yang mudah dilakukan, banyak perokok yang ingin mencoba berhenti, namun merasa kesulitan dalam melakukannya. Ada beberapa cara berhenti merokok yang dapat dicoba, salah satu yang paling terkenal adalah dengan metode cold turkey yaitu berhenti merokok secara langsung atau seketika. Cara ini dipercaya efektif, namun kenyataanya yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.

Berdasarkan konsensus yang dirumuskan oleh Medical Daily, ditemukan bahwa keberhasilan cold turkey hanya 3-5 persen saja. Bisa dibilang kalau 95 persen orang yang mencoba cara ini gagal melakukannya. Berhenti merokok bukan hal mudah terutama karena adanya faktor ketergantungan pada zat nikotin. Ketergantungan ini yang dapat merubah struktur dan memengaruhi banyak area pada otak, terutama pada bagian yang mengatur pengambilan keputusan, kontrol perilaku, dan proses belajar. Tidak heran jika perokok yang berhenti secara cold turkey akan mengalami gejala putus zat, seperti keinginan yang intens untuk kembali merokok, kesulitan berkonsentrasi, dan merasa cemas. Gejala-gejala ini disebabkan karena adanya reseptor nikotin pada otak yang bekerja secara aktif karena asupan nikotin sebelumnya. Reseptor-reseptor ini akan “menagih” asupan nikotin secara terus menerus, yang jika diabaikan, akan menimbulkan gejala putus zat tersebut.

Selain cold turkey, ada cara lain yang dapat ditelusuri oleh perokok yang ingin mencoba untuk berhenti, diantaranya adalah produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Health Service (NHS) Inggris disimpulkan bahwa dua dari tiga perokok berhasil berhenti merokok dengan bantuan rokok elektrik.

Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik ini memiliki cara penggunaan yang serupa dengan rokok yaitu dihisap, namun karena tidak melalui proses pembakaran, maka produk ini tidak menghasilkan asap melainkan uap. Proses pembakaran pada rokok dapat menghasilkan TAR dan karbon monoksida, yang merupakan salah satu penyebab kanker dan penyakit jantung.

Dengan pendekatan pengurangan risiko (harm reduction), produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu solusi bagi perokok yang ingin mencoba berhenti merokok dan/atau mengurangi risiko kesehatan dari konsumsi rokok. Kesehatan adalah hal yang paling berharga bagi tubuh kita. Jika memiliki pilihan yang lebih baik bagi tubuh kita, jangan pernah berkompromi. Produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu pilihan kita untuk mengurangi risiko kesehatan akibat rokok.

Share