Memasak Dapat Menghasilkan Karsinogen? Kenali Risiko dan Trik Mengatasinya! | KoalisiIndonesiaBebasTar

29 January 2019

Memasak Dapat Menghasilkan Karsinogen? Kenali Risiko dan Trik Mengatasinya!

Dalam mengolah masakan, tidak hanya bahan baku saja yang perlu diperhatikan kualitasnya, namun cara memasak makanan juga penting. Cara memasak yang tidak tepat ternyata dapat menghasilkan senyawa-senyawa karsinogen penyebab kanker yang berbahaya bagi kesehatan. Senyawa yang bersifat karsinogenik terbentuk saat asam amino, gula, dan kreatin bereaksi pada suhu tinggi. Salah satu cara memasak yang memiliki risiko kesehatan tinggi adalah memanggang, yang ternyata menghasilkan senyawa TAR mirip seperti yang dihasilkan dalam asap rokok. Tetapi, tidak hanya memanggang saja yang memiliki dampak kesehatan yang kurang baik. Berikut beberapa tipe memasak dan risiko kesehatan yang ditimbulkan.

1. Direbus

Merebus makanan adalah cara memasak yang dipercaya paling sehat untuk tubuh kita, karena merebus makanan hingga mendidih dapat membantu mencegah oksidasi dari lemak sehingga makanan yang kita konsumsi menjadi lebih sehat. Dampak buruk yang didapat dari merebus makanan adalah jika kita merebus makanan tersebut di air mendidih selama berjam-jam, hal ini berpotensi membuat makanan yang kita masak kehilangan nutrisinya dan mengubah sifat proteinnya.

2. Slow cooking

Slow cooking atau memasak dengan lambat adalah cara yang mudah dan bisa membuat makanan menjadi lebih nikmat. Walaupun cara ini memiliki dampak yang baik bagi tubuh kita dengan memecah kolagen, membuat bumbu meresap dengan baik dan membuat makanan menjadi lebih lembut, slow cooking juga memiliki dampak yang kurang baik untuk tubuh kita karena daging yang terlalu matang dapat menghasilkan glutamat, seperti dalam MSG, yang memiliki risiko jika dikonsumsi berlebihan. Salah satu tips untuk mengurangi risiko dari metode memasak ini adalah dengan memastikan peralatan masak tertutup rapat dan penggunaan rempah-rempah yang mengandung antioksidan, seperti kunyit dan rosemary.

3. Dipanggang

Memasak menggunakan cara ini dapat membuat makanan menjadi kecoklatan dan hal ini dapat memicu terjadinya denaturasi protein melebihi cara memasak yang lain. Memanggang makanan juga dapat mengoksidasi lemak dan menyebabkan glutamat yang dapat menghancurkan banyak nutrisi makanan. Cara memasak ini tidak disarankan untuk sering dilakukan.

4. Dibakar

Memasak dengan cara dibakar atau barbekyu umum dilakukan bila ada acara dengan keluarga atau teman. Membakar makanan membuat rasa makanan menjadi lebih gurih karena proses memasak yang langsung terkena oleh api. Namun dibalik kenikmatan tersebut, makanan yang dibakar memiliki dampak yang serius bagi tubuh kita. Api yang bertemu langsung dengan lemak yang ada pada daging dapat membentuk senyawa-senyawa karsinogen dan penyebab peradangan.

5. Digoreng

Menggoreng makanan adalah cara memasak yang paling populer bagi masyarakat Indonesia. Memasak makanan dengan menggoreng sangat mudah dan sederhana, tetapi cara masak ini adalah salah satu cara yang memiliki dampak kesehatan yang paling tidak baik bagi tubuh kita. Makanan yang terendam minyak panas menyebabkan terjadinya oksidasi lemak. Selain itu, suhu tinggi selama proses penggorengan dapat pula menghasilkan sejumlah senyawa beracun yang bersifat karsinogenik. Jika tetap ingin memasak dengan cara menggoreng, mulailah mengganti minyak goreng biasa dengan minyak sayur yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan hindari penggunaan api besar serta proses memasak yang terlalu lama.

Cara terbaik memasak yang tidak merusak kualitas bahan makanan adalah dengan merebus makanan dan slow cooking. Mengingat risiko kesehatan yang ditimbulkan, metode memasak yang lain kurang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin. Kurangi risiko kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang dimasak dengan cara yang sehat namun tetap enak.

Share