Benarkah Stunting pada Anak disebabkan oleh Orang Tua Perokok? | KoalisiIndonesiaBebasTar

03 April 2019

Benarkah Stunting pada Anak disebabkan oleh Orang Tua Perokok?

Stunting atau kerdil adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat akibat gizi yang kurang baik, sehingga anak tidak dapat tumbuh secara optimal dan kerap kali menjadi lebih pendek atau kerdil dari anak-anak seusianya. Tak hanya menghambat pertumbuhan, stunting juga terkait dengan perkembangan otak yang tidak maksimal sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang. Selama ini, kekurangan gizi dianggap sebagai satu-satunya penyebab stunting. Namun, penelitian baru dari World Health Organization (WHO) menemukan bahwa stunting lebih umum terjadi pada anak-anak dengan orangtua perokok. 

Penelitian WHO yang dilakukan di Kamboja tersebut menemukan korelasi antara pengurangan penggunaan tembakau atau rokok oleh ibu dengan penurunan prevalensi stunting di Kamboja selama satu dekade terakhir. Penelitian tersebut menemukan bahwa ibu yang merokok memengaruhi stunting pada anak secara signifikan. Seperti yang umum diketahui, konsumsi tembakau dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan pada uterus, sehingga memengaruhi nutrisi yang diperoleh oleh anak sejak di dalam kandungan. Penelitian sejenis di Brazil pun menemukan bahwa ibu yang merokok selama kehamilan dan paparan berlebih terhadap asap rokok pada awal pertumbuhan anak menghasilkan efek negatif jangka panjang pada tinggi badan.

Lebih jauh lagi, penggunaan tembakau oleh, baik ibu atau pun ayah, kerap kali mendorong orangtua menghabiskan uang mereka untuk membeli rokok dan bukan membeli makanan. Anak-anak pun menjadi pihak yang dirugikan karena mereka tidak mendapatkan makanan serta nutrisi seperti yang seharusnya. Penelitian yang dilakukan oleh Semba et. al. pada keluarga urban miskin di Indonesia menemukan bahwa paternal smoking atau keberadaan ayah yang merokok meningkatkan risiko stunting, kekurangan gizi, dan bahkan severe wasting atau kekurangan gizi akut yang menyebabkan anak menjadi sangat kurus. Pada keluarga-keluarga miskin dengan ayah perokok, mayoritas pemasukan dihabiskan untuk membeli rokok untuk konsumsi sang ayah. Akibatnya, alokasi pengeluaran untuk makanan pun menjadi lebih rendah dan anak-anak menjadi kekurangan gizi.

Penemuan-penemuan ini dapat menjadi pengingat pada diri kita sebagai orang tua untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap kesehatan anak kita, agar mereka tak mengalami stunting akibat hal-hal yang seharusnya bisa dihindari.

Share