Bahaya Tar Akibat Pembakaran pada Rokok | KoalisiIndonesiaBebasTar

02 June 2021

Bahaya Tar Akibat Pembakaran pada Rokok

Merokok merupakan kebiasaan yang memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan perilaku merokok adalah penyebab berbagai macam penyakit, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif.

Pasalnya, menurut National Cancer Institute (NCI), asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia. Sebagian besar di antaranya ditemukan dalam tar sebagai hasil pembakaran rokok. Sebanyak 250 bahan kimia yang terkandung di dalam tar, termasuk karbon monoksida, amoniak, dan hidrogen sianida, adalah zat yang sangat berbahaya. Setidaknya 100 di antaranya diketahui berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kanker.

Lebih lanjut, NCI menyatakan bahwa tar adalah komponen zat padat yang terbentuk dari pembakaran rokok. Tar dikenali dari cirinya yang lengket dan berwarna coklat. Zat ini jugalah yang berpotensi menyebabkan noda kuning kecoklatan pada gigi atau jari tangan para perokok.

Tar masuk ke dalam tubuh saat asap rokok dihirup. Tar yang tertinggal di dalam paru-paru membentuk lapisan lengket yang menutupi bahkan mematikan sel yang ada di sana, salah satunya adalah silia. Silia adalah struktur kecil seperti rambut di dalam paru-paru yang berfungsi membersihkan debu dan kotoran dari udara yang kita hirup serta mengeluarkan lendir dari paru-paru.

Kerusakan pada silia dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti emfisema (rusaknya alveolus atau kantung udara kecil pada paru-paru sehingga nafas menjadi pendek), bronkitis kronis, bahkan menyebabkan kanker paru-paru. Tar juga dapat dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang lain dan menyebabkan antara lain penyakit ginjal, jantung, dan impotensi.

Hal yang mengkhawatirkan, tar tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan pada perokok aktif, tetapi juga pada perokok pasif. Malah, perokok pasif berisiko empat kali lebih tinggi mengalami masalah kesehatan akibat tar, dibandingkan perokok aktif. Lalu ada juga golongan ketiga yang disebut sebagai perokok pasif ketiga, yaitu mereka yang menghirup residu bahan berbahaya asap rokok (termasuk tar) yang menempel pada benda-benda.

Dengan melihat banyaknya bahaya dari zat-zat yang terkandung dalam asap rokok, sebaiknya perokok dapat mulai mengurangi rokok atau bahkan berhenti merokok sepenuhnya. Jika mengalami kesulitan untuk berhenti, perokok bisa beralih ke produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik. Produk tembakau alternatif terbukti secara ilmiah memiliki risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan rokok karena tidak adanya proses pembakaran, sehingga tidak menghasilkan tar. Oleh karena itu, produk tembakau alternatif berbeda dengan rokok, terutama dari sisi profil risiko produk terhadap pengguna maupun lingkungan di sekitarnya.

Share