Apa Bedanya Rokok Elektrik dan Produk Tembakau yang Dipanaskan? | KoalisiIndonesiaBebasTar

20 June 2019

Apa Bedanya Rokok Elektrik dan Produk Tembakau yang Dipanaskan?

Seperti yang sudah diketahui, produk tembakau alternatif dengan berbagai jenisnya kini dapat diperjualbelikan secara legal di Indonesia. Namun, masih diperlukan sosialisasi dan edukasi lebih jauh mengenai jenis-jenis produk tembakau alternatif dan perbedaan setiap jenisnya.

Salah satu jenis produk tembakau alternatif yang cukup populer di Indonesia adalah rokok elektrik atau akrab dikenal sebagai vapeRokok elektrik atau vape biasanya mengandung e-liquid atau cairan khusus yang akan dipanaskan oleh atomizer atau sistem pemanas yang berada di dalam rokok elektrik atau vape ini. Pengguna kemudian dapat menghirup uap yang dihasilkan untuk memperoleh asupan nikotin. Meski mengandung nikotin, rokok elektrik atau vape tidak mengandung TAR karena liquid yang mengandung tembakau diproses dengan cara dipanaskan dan bukan dibakar.

Jenis produk tembakau alternatif lain yang juga mulai banyak dilirik adalah produk tembakau yang dipanaskan (heat-not-burn). Seperti namanya, produk tembakau yang dipanaskan memanaskan tembakau di titik 350ºC dan bukan membakar tembakau di suhu sekitar 800ºC seperti yang terjadi pada rokok. Berbeda dengan rokok elektrik atau vape, produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar menggunakan stik tembakau yang secara kasat mata bentuknya terlihat seperti batang rokok biasa. Dengan hanya memanaskan stik tembakau ini, produk tembakau yang dipanaskan menciptakan nikotin dalam bentuk aerosol atau uap yang dihantarkan dengan efisien ke aliran darah dan otak tanpa menghasilkan karbon monoksida dan karsinogen-karsinogen lainnya seperti yang ada dalam TAR di dalam rokok.

Menurut studi yang dilakukan oleh Francisco Paumgartten, produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar mengurangi paparan terhadap substansi berbahaya yang ada di dalan asap tembakau pada rokok. Produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar tetap memberikan asupan nikotin yang dapat diserap dengan cepat dan perasa tembakau yang biasa dicari oleh perokok. Produk tembakau yang dipanaskan dapat menggantikan asupan nikotin bagi perokok.

National Health Service di Inggris juga menyarankan penggunaan rokok elektrik atau vape sebagai metode untuk berhenti merokok dan menyebutkan bahwa ribuan orang di Inggris telah berhasil berhenti merokok sejak beralih ke rokok elektrik.

Maka, secara garis besar, rokok elektrik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar sama-sama dapat dijadikan alternatif sebagai pengganti rokok ataupun sebagai produk peralihan yang dapat membantu perokok untuk berhenti. Sebagai produk tembakau alternatif, keduanya dapat digunakan sebagai bagian dari tobacco harm reduction atau pengurangan risiko tembakau. Dengan risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok, keduanya dapat membantu perokok untuk beralih dari rokok dan mengurangi tingkat risiko kesehatan pada diri sendiri dan orang-orang sekitar.

Share