9 Mitos Rokok Elektrik | KoalisiIndonesiaBebasTar

02 April 2019

9 Mitos Rokok Elektrik

Rokok elektrik merupakan salah satu tipe produk tembakau alternatif yang mulai meningkat popularitas dan penggunaannya di Indonesia. Meskipun begitu, kurangnya edukasi dan informasi membuat masyarakat masih kerap memiliki persepsi yang salah mengenai rokok elektrik, atau bahkan mempercayai mitos yang tidak jelas asal-usulnya. Berikut adalah 9 mitos yang salah mengenai rokok elektrik.

1. "Tak ada informasi jelas atau penelitian tentang rokok elektrik."

Nyatanya, jumlah riset dan penelitian mengenai rokok elektrik meningkat secara drastis sejak tahun 2013. Dalam jangka waktu 5 tahun, jumlah penelitian yang ada meningkat dari 50 menjadi lebih dari 500. Di Indonesia pun juga memiliki penelitian mengenai rokok elektrik, seperti penelitian independen yang dilakukan oleh Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP).

2. "Tak ada regulasi mengenai rokok elektrik."

Meski tergolong produk baru, lebih dari 62 negara di dunia telah memberlakukan regulasi mengenai roko elektrik. Indonesia sendiri menjadi pelopor negara yang telah meregulasi rokok elektrik di Asia Tenggara melalui Peraturan Menteri Keuangan pada tahun 2017 dan 2018, Indonesia telah melegalkan rokok elektrik dan produk tembakau alternatif lainnya di Indonesia.

3. "Rokok elektrik mendorong penggunaan oleh non-perokok dan anak muda."

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Action on Smoking & Health (ASH), hanya 6,2% populasi Inggris yang saat ini mengonsumsi rokok elektrik. Mayoritas dari para pengguna adalah perokok aktif (1,7 juta) serta mantan perokok aktif (1,4 juta). Penggunaan rokok elektrik oleh mereka yang tidak pernah merokok sebelumnya sangatlah rendah, yaitu hanya sekitar 0,5% dari keseluruhan populasi Inggris.

4. "Rokok elektrik juga mengandung nikotin dan menyebabkan ketergantungan, seperti rokok konvensional."

Mitos ini tidak sepenuhnya salah karena rokok elektrik memang mengandung nikotin, yang pada dasarnya adalah zat adiktif. Namun, yang perlu diingat adalah nikotin sesungguhnya bukan penyebab dari berbagai risiko kesehatan yang muncul pada rokok konvensional. Rokok elektrik menyediakan pilihan bagi perokok untuk tetap mendapatkan asupan nikotin yang mereka butuhkan, dengan risiko ketergantungan dan risiko kesehatan yang jauh lebih rendah daripada rokok konvensional.

5. "Kenalanku memakainya terus-menerus. Mereka pasti mendapatkan dosis nikotin yang lebih tinggi."

Sebenarnya, konsumsi rokok elektrik yang lebih tinggi daripada rokok konvensional disebabkan oleh kadar nikotin dalam rokok elektrik yang lebih rendah. Karena itulah para perokok yang baru berpindah ke rokok elektrik membutuhkan konsumsi dalam jumlah yang lebih besar untuk mencapai kadar nikotin mereka yang biasanya.

6. "Rokok elektrik mudah meledak."

Rokok elektrik memang mengandung baterai yang dapat meledak saat terlalu panas, namun itu kasus yang sangat jarang terjadi. 

7. "Rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok konvensional."

Pandangan ini sesungguhnya telah dibantah oleh berbagai penelitian mengenai rokok elektrik. Penelitian yang dilakukan YPKP, misalnya, menemukan bahwa perokok konvensional memiliki risiko sel abnormal di mulut lebih tinggi daripada pengguna rokok elektrik. Penelitian oleh Levy et. al. di Amerika juga menyatakan bahwa rokok elektrik memiliki risiko kesehatan 95% lebih rendah daripada rokok konvensional.

8. "Rokok elektrik tak membuat perokok berhenti merokok."

Meskipun belum ada laporan mengenai peningkatan dramatis dalam jumlah perokok yang berhenti merokok berkat rokok elektrik, beberapa penelitian telah menemukan tren yang menggembirakan. Setidaknya, rokok elektrik dapat menjadi langkah awal bagi para perokok untuk berhenti merokok sepenuhnya.

9. "Rokok elektrik dapat memancing anak di bawah umur untuk mencobanya."

Sejauh ini, tidak ada penelitian yang mendukung pernyataan tersebut. Penggunaan rokok elektrik hampir eksklusif dilakukan oleh perokok aktif. 

Setelah mengenal lebih baik rokok elektrik dan memahami mitos-mitos yang tidak berlandaskan bukti ilmiah, sekarang dapat kita pahami bahwa rokok elektrik adalah produk tembakau alternatif yang memiliki risiko kesehatan daripada rokok konvensional kan? Yuk ikuti terus perkembangan dari produk tembakau alternatif di website KABAR.

Share