Berantas Penyalahgunaan Rokok Elektrik

GENERASI Anti Narkoba Indonesia (GANI) mengapresiasi upaya Polda Metro Jaya yang mengungkap sindikat produsen dan penjual rokok elektrik yang menambahkan narkoba pada liquid vape. GANI berharap kejadian serupa dapat dicegah, terutama melalui regulasi untuk mengatur rokok elektrik. “Kami mengapresiasi pencapaian kepolisian yang telah menangkap pelaku penyalahgunaan rokok elektrik.” 

Ke depannya, semua pemangku kepentingan harus ikut andil dalam gerakan pencegahan penyalahgunaan rokok elektrik. Utamanya dibutuhkan dukungan pemerintah untuk membuat aturan khusus bagi produk ini,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat GANI Djoddy Prasetio Widyawan.

Djoddy mengatakan pihaknya aktif mengkampanyekan Gerakan Pencegahan Penyalahgunaan Rokok Elektrik bersama Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) sejak 2019. Tujuannya, agar tidak ada lagi kasus penyalahgunaan produk ini. “Rokok elektrik bukan alat untuk menggunakan narkoba,” tegas Djoddy.

Ia menjelaskan penyalahgunaan masih terjadi, salah satunya lantaran Indonesia belum memiliki regulasi khusus yang mengatur tentang produk tembakau alternatif, selain terkait cukai. Kementerian Kesehatan selaku otoritas yang bertanggung jawab atas produk tembakau dan turunannya harus segera mengeluarkan aturan khusus rokok elektrik dan produk tembakau alternatif lainnya. 

Regulasi itu harus dibuat khusus terpisah dari regulasi rokok. “Perlu diatur dari hulu sampai hilir, seperti bahan bahan yang tidak boleh ditambahkan ke liquid, pengawasan, sampai pemasaran khusus untuk usia 18 tahun ke atas. Aturan itu untuk mencegah penyalahgunaan dalam bentuk apapun,” tambahnya. Sementara itu, Ketua KABAR Ariyo Bimmo mengatakan pemerintah mesti bergerak cepat membentuk regulasi khusus yang berbeda dari rokok dan mempermudah para perokok untuk mengakses produk tembakau alternatif ini. Hal ini mengingat sudah banyak kajian ilmiah yang menemukan bahwa produk-produk tembakau tanpa pembakaran memiliki kandungan zat berbahaya yg jauh lebih rendah dibandingkan rokok. Jadi, pemerintah memiliki peran krusial untuk menyelesaikan masalah ini. 

Bimmo berharap pemerintah segera membentuk regulasi khusus untuk yang dibedakan dari rokok. “Adanya regulasi khusus akan mempermudah pemerintah dalam melakukan pengawasan penggunaan, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, akses yang lebih mudah bagi konsumen serta menciptakan rasa aman bagi mereka. Untuk pembentukan regulasi rokok elektrik, KABAR terbuka untuk berdiskusi dan siap terlibat di dalamnya,” pungkas Bimmo.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp