Bahaya Menjadi Perokok Pasif, Terutama Pada Ibu Hamil

Sudah bukan rahasia umum bahwa merokok bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Namun, Kamu juga perlu tahu bahwa bukan hanya perokok aktif saja yang berisiko terkena berbagai penyakit. Perokok pasif yaitu mereka yang ikut menghirup asap rokok dari orang-orang di sekitarnya yang merokok tetapi dirinya sendiri tidak merokok. Perokok pasif juga memiliki peluang yang sama untuk terserang berbagai penyakit akibat asap rokok. Yuk, cari tahu bahaya perokok pasif akibat menghirup asap rokok terlalu sering, termasuk dampaknya pada ibu hamil.

Risiko bahaya yang mengintai ibu hamil yang menjadi perokok pasif karena menghirup asap rokok

1. Membahayakan kehamilan

Terlalu sering menghirup asap rokok selama hamil sangat berbahaya untuk janin di dalam kandungan. Menjadi perokok pasif saat hamil sangat bahaya karena asap rokok bisa membawa banyak masalah bagi bayi dan ibu, seperti:

2. Keguguran, kelahiran mati, dan hamil anggur

Dilansir dari WebMD, peneliti melihat hubungan antara tingkat paparan asap rokok. Hasilnya, para perempuan yang terpapar asap rokok di rumah 17 persennya lebih mungkin mengalami keguguran. Sementara 55 persennya berisiko tinggi mengalami kelahiran mati dan 61 persen lebih mungkin mengalami kehamilan ektopik atau hamil anggur.

3. Kelahiran prematur

Kelahiran prematur adalah bahaya lain dari asap rokok bagi wanita hamil yang jadi perokok pasif. Kelahiran prematur ini salah satunya bisa disebabkan karena abruptio plasenta.  Abruptio plasenta adalah kondisi saat plasenta terlepas dari uterus sebelum melahirkan baik sebagian atau sepenuhnya.

Padahal plasenta bertugas untuk memasok bayi dengan nutrisi dan oksigen. Ketika hal ini terjadi, asupan oksigen dan nutrisi pada bayi menjadi terhambat. Akibatnya, tumbuh kembang si kecil bisa terhambat. Selain itu, hal ini juga bisa menyebabkan perdarahan hebat pada ibu.

4. Berat bayi lahir rendah

Para ilmuwan telah menemukan hubungan sebab akibat antara merokok dan paparan asap rokok selama kehamilan dengan berat bayi lahir rendah. Berat bayi lahir rendah bukanlah kondisi sepele yang bisa diabaikan begitu saja. Di Amerika Serikat, kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi hingga sekitar 300.000 setiap tahunnya.

Tak hanya dari asap rokok secara langsung, wanita hamil juga bisa terpapar asap rokok dari pihak ketiga. Pihak ketiga maksudnya adalah residu atau sisa asap yang menempel pada benda di sekitar mulai dari karpet, sofa, dan lainnnya.

Asap ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Oleh karena itu, jika kamu menemukan tempat yang berbau asap, sebaiknya menjauhlah dan cari tempat yang udaranya lebih bersih. Pasalnya, racun yang menempel pada benda tetap bisa masuk ke aliran darah ketika kamu menghirupnya. Ketika racun masuk ke dalam tubuh, zat ini bisa sampai pada bayi.

Dilansir dari laman American Pregnancy, sebuah penelitian menetapkan bahwa residu asap dari pihak ketiga ini punya efek merugikan untuk janin. Di kemudian hari, racun dari asap yang menempel di benda ini bisa menyebabkan masalah pernapasan.

Oleh karena itu, sebisa mungkin jauhi tempat-tempat berbau rokok setiap kali Kamu pergi ke luar rumah. Jika pasangan Kamu merokok, mintalah ia untuk merokok di luar rumah dan mengganti bajunya saat masuk.

 

Secara langsung, bahaya asap rokok yang langsung juga dirasakan oleh perokok pasif yaitu iritasi mata dan hidung, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan batuk. Dalam jangka panjang, kondisinya akan semakin parah dan bisa meningkatkan berbagai masalah yang lebih serius seperti:

1. Kanker

Perokok pasif juga memiliki potensi terkena kanker seperti perokok aktif. Selain kanker paru-paru, bahaya asap rokok bagi perokok pasif juga membuatnya rentan mengalami berbagai macam kanker, seperti:

  • Kanker laring

  • Kanker tenggorokan

  • Kanker hidung (sinus nasal)

  • Kanker otak

  • Kanker kandung kemih

  • Kanker rektum

  • Kanker lambung

  • Kanker payudara

Asap rokok jadi satu dari sekian banyak penyebab kanker pada manusia. Asap rokok yang dihirup perokok pasif adalah penyebab utama kanker paru-paru pada orang-orang yang bukan perokok. Risiko kanker paru meningkat hingga 20-30% pada orang-orang yang tidak merokok tapi selalu dikelilingi oleh asap rokok, dibanding nonperokok yang tidak terkena paparan asap.

Asap rokok dapat menjadi penyebab kanker nasal sinus dan kanker payudara pada wanita yang belum menopause. Namun masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung hal ini.

2. Penyakit jantung

Selain kanker, perokok pasif juga sama berisikonya untuk terkena penyakit jantung seperti perokok aktif. Meski tidak pernah merokok sebelumnya, perokok pasif bisa mengalami peningkatan risiko penyakit jantung hingga sekitar 25-30 persen. Hal ini tentu saja jika dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah terkena paparan asap rokok.

Asap kepulan rokok yang terhirup akan masuk ke dalam darah dan memengaruhi lapisan dinding pembuluh darah sehingga darah mengental dan lebih mudah membeku. Akibatnya, aliran darah jadi terhambat.

Karbon monoksida dari asap rokok kemudian mengikat oksigen dalam darah, mengurangi aliran oksigen pada jantung dan otot. Dengan berkurangnya oksigen, kerusakan jangka pendek atau permanen pada jantung dan jaringannya bisa lebih mudah terjadi.

Dalam beberapa tahun, perokok pasif akan memiliki penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang akhirnya mengeras menjadi plak. Penyempitan pembuluh darah alias aterosklerosis dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Hal ini membuat mayoritas kematian pada perokok pasif disebabkan oleh penyakit jantung.

Tak perlu waktu lama, dilansir dari laman Cleveland Clinic, berdasarkan lama paparannya, perokok pasif akan mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Terpapar asap selama 5 menit, mengencangkan pembuluh aorta sama seperti sedang merokok

  • Terpapar asap selama 20 sampai 30 menit, menyebabkan pembekuan darah berlebih dan meningkatkan penumpukan lemak di pembuluh darah

  • Terpapar asam selama 2 jam, meningkatkan kemungkinan detak jantung yang tidak teratur dan memicu serangan jantung

3. Mengganggu kesuburan wanita

Perokok pasif terancam mengalami masalah kesuburan. Pada wanita, terpapar asap rokok terlalu banyak bisa membuatnya menjadi sulit hamil. Hal ini diduga kuat karena keberadaan tembakau dan zat lain di dalam rokok yang mengacaukan kadar hormon di dalam tubuh.

Bahkan, merokok juga bisa mempercepat menopause pada wanita. Berbagai kandungan racun pada rokoklah yang menyebabkan hal ini. Oleh karena itu, jauhi paparan asap rokok terlebih jika Kamu sedang merencanakan hamil. Mintalah pasangan untuk tidak merokok saat program hamil sedang dijalani.

Pasalnya, sebuah studi menemukan bahwa wanita yang menjadi perokok pasif jumlah telurnya akan berkurang. Jumlah ini dilihat ketika seorang wanita sedang menjalani program bayi tabung. Tak tanggung-tanggung, jumlah telur yang berkurang hingga mencapai 46 persen.

 

Jauhi asap rokok mulai sekarang

Semakin seseorang sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif, semakin tinggi risiko bahaya bagi kesehatannya. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah menjauhkan diri kamu dan keluarga dari asap rokok sebisa mungkin.

Jika ada orang terdekat kamu yang merokok, mintalah ia untuk merokok di area terbuka yang jauh dari orang lain, termasuk menjauhi ibu hamil. Pasalnya, bahaya asap rokok bagi perokok pasif bisa sangat fatal dan berakibat jangka panjang untuk kesehatan.


 

Ayo
Share!
facebook
whatsapp