Pencemaran Udara : Dampak Pencemaran Udara Pada Lingkungan
Pencemaran Udara : Dampak Pencemaran Udara Pada Lingkungan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dampak dari pencemaran udara pada manusia, tumbuhan, hewan, dan material lainnya. Penelitian dilakukan dengan melakukan pembelajaran terhadap studi-studi literatur yang menggambarkan bahwa secara global, sektor transportasi sebagai tulang punggung aktivitas manusia mempunyai kontribusi yang cukup besar bagi pencemaran udara, yakni sebanyak 44 persen total suspended particulate (TSP), 89 persen hidrokarbon (CH), 100 persen plumbum (PB) dan 73 persen nitrogen oxides  (NOx).

Sementara dari inventarisasi Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) menunjukkan bahwa di Jakarta, emisi yang dilepaskan ke udara sebagai dampak penggunaan konsumsi energi mencakup 15% TSP, 16% NOx, dan 63% sulfur oksida (SOx). Melalui studi literatur tersebut, data-data akan dikumpulkan untuk mengetahui dampak pencemaran udara pada lingkungan. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut:

  • Hadirnya pencemar udara seperti nitrogen oxides (NOx), sulfur oksida (SOx), kobalt (CO), total suspended particulate (TSP), plumbum (Pb) dan logam berat lainnya mempunyai pengaruh dan dampak yang sangat buruk terhadap lingkungan, baik untuk kesehatan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, lingkungan alam itu sendiri. 

  • Akibat-akibat yang timbul pada tubuh manusia karena dampak pencemaran udara adalah terjadinya iritasi mukosa pada saluran pernafasan yang berakibat pada peningkatan insiden penyakit saluran pernafasan kronik yang non spesifik seperti asma dan bronkitis. 

  • Beberapa bahan organik berupa partikel debu dapat menyebabkan pneumokoniosis pada manusia. Bahan biologis seperti virus, bakteri, dan jamur dapat menimbulkan infeksi dan reaksi alergi. Bahan pencemar lainnya seperti oksida nitrogen (Nox) dan sulfur dioksida (SO32) juga dapat mengakibatkan penyakit saluran pernafasan kronik.

  • Pada tingkat tertentu, dampak pencemaran udara bisa mengurangi tingkat produktivitas manusia dalam aktivitasnya dan berakibat pada sektor lainnya.

  • Dampak pencemaran udara bagi lingkungan flora dan fauna, baik secara primer maupun sekunder mempunyai dampak yang sama seperti pada manusia dan bisa merusak mata rantai ekosistem lingkungan. Pada tingkat tertentu, pencemaran udara bisa berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian serta sektor lainnya.

  • Dampak pencemaran udara pada material adalah terjadinya korosi dan hilangnya keindahan material tersebut.

Jadi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dampak pencemaran udara ini tak hanya bisa dirasakan oleh manusia, tetapi juga pada flora dan fauna yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, mulai sekarang cobalah untuk turut serta dalam pencegahan terjadinya pencemaran udara dengan cara naik kendaraan umum, hemat energi listrik, memperbanyak tanaman hijau, menggunakan produk daur ulang yang ramah lingkungan, serta beralih ke produk tembakau alternatif.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp