Bahaya Menjadi Perokok Pasif bagi Anak-Anak
Bahaya Menjadi Perokok Pasif bagi Anak-Anak

Sudah bukan rahasia umum bahwa merokok bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Namun, Kamu juga perlu tahu bahwa bukan hanya perokok aktif saja yang berisiko terkena berbagai penyakit. Perokok pasif juga memiliki peluang yang sama untuk terserang berbagai penyakit akibat asap rokok. Perokok pasif yaitu mereka yang ikut menghirup asap rokok dari orang-orang di sekitarnya yang merokok tetapi dirinya sendiri tidak merokok. Yuk, cari tahu bahaya perokok pasif akibat menghirup asap rokok terlalu sering.

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif

Asap rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia yang terdiri dari partikel dan juga gas. Lebih dari 50 zat yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan kanker dan sisanya dapat mengiritasi semua organ di dalam tubuh termasuk mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Terdapat dua jenis asap rokok yaitu asap mainstream dan sidestream. Asap mainstream adalah yang dihirup langsung melalui ujung mulut rokok oleh perokok sedangkan asap sidestream adalah yang berasal dari ujung rokok yang terbakar dan menyebar ke udara.

Di antara keduanya, asap sidestream adalah yang paling berbahaya karena empat kali lebih beracun dibandingkan dengan asap mainstream. Pasalnya, asap sidestream mengandung karbon monoksida tiga kali lebih banyak, 10 sampai 30 kali lipat nitrosamin, dan 15 hingga 300 kali lipat amonia.

Biasanya, para perokok pasif menghirup asap sidestream dan asap yang diembuskan langsung oleh para perokok di sekitarnya. Sama seperti perokok aktif, perokok pasif juga juga berpotensi terkena kanker dan penyakit jantung. Selain itu, bagi wanita hamil dan anak-anak, bahaya asap rokok dan menjadi perokok pasif bisa membawa akibat yang sangat fatal.

Banyak orang yang berpendapat bahwa menjadi perokok pasif aman-aman saja. Padahal asap rokok bagi perokok pasif sangat bahaya. Oleh karenanya, anggapan ini salah besar. Meskipun tidak merokok, berada di lingkungan yang penuh asap rokok masih dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh kamu yang sama seperti perokok itu sendiri.

Walaupun tidak selalu terlihat, tapi asap yang dihembuskan setelah merokok memiliki efek yang lebih berbahaya dari asap yang dihirup perokok. Asap ini terbentuk oleh partikel yang sangat kecil sehingga lebih mudah terhirup oleh orang lain di sekitarnya.

Bahaya asap rokok bagi kesehatan bayi dan anak-anak yang menjadi perokok pasif

Saat anak-anak menjadi perokok pasif, ada banyak masalah kesehatan yang mengintai. Berikut berbagai risikonya:

1. Masalah pernapasan kronis

Anak-anak yang menjadi perokok pasif berisiko terkena penyakit pernapasan seperti bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia. Selain itu, anak-anak yang menjadi perokok pasif rentan terkena flu, batuk, mengi (napas berbunyi lirih seperti ngik-ngik), dan sesak napas. Bagi anak-anak, bahaya asap rokok yang satu ini tentu bisa mengganggu aktivitas dan tumbuh kembangnya akibat menjadi perokok pasif.

2. Memperparah asma

Memiliki riwayat asma dan menjadi perokok pasif merupakan kombinasi yang buruk. Pasalnya, ketika anak-anak menjadi perokok pasif, asma yang ia memiliki menjadi mudah kambuh.

Selain itu, anak berisiko mengonsumsi obat asma untuk jangka waktu yang lebih lama. Apalagi jika salah satu anggota keluarga di rumah ada yang merokok di dalam ruangan sehingga asapnya cenderung menetap dan menempel.

3. Sindrom kematian bayi mendadak

Kematian mendadak yang tidak terduga pada bayi atau sindrom kematian bayi mendadak jadi salah satu bahaya asap rokok ketika buah hati jadi perokok pasif. Kondisi ini biasanya terjadi saat bayi sedang tidur tanpa sedang sakit apa pun.

Bahkan, bayi bisa meninggal tiba-tiba saat sedang berada dalam buaian sang ibu ketika tidur. Sindrom ini cenderung menyerang bayi yang berusia kurang dari satu tahun. Dilansir dari Mayo Clinic, bayi yang tinggal dengan orang yang merokok lebih berisiko terkena masalah yang satu ini.

4. Infeksi telinga tengah

Infeksi telinga tengah atau otitis media adalah kondisi yang terjadi ketika tabung eustachius tersumbat dan bengkak. Tabung eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah ke belakang tenggorokan. Cairan yang terperangkap ini lama-lama bisa menyebabkan infeksi. Nah, asap rokok cukup bahaya karena bisa menyebabkan infeksi ini pada anak yang menjadi perokok pasif.

Dari laman The Cancer Council Victoria, anak-anak yang terpapar asap rokok 35 persen berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Risikonya akan bertambah jika sang ibu juga merokok. Ketika si kecil sering mengalami masalah pada telinganya di usia dini, risiko gangguan pendengaran di kemudian hari akan meningkat.

5. Penurunan fungsi paru

Di masa kanak-kanak, paru-paru akan terus tumbuh dan berkembang. Rentang waktu mulai dari baru lahir hingga empat tahun adalah masa-masa yang sangat rentan untuk pertumbuhan dan perkembangan paru.

Nah, ketika anak terpapar oleh asap rokok di usia ini, fungsi paru-paru akan menurun. Gangguan ini berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap kerusakan paru lainnya. Nantinya, anak akan lebih rentan mengalami masalah paru di kemudian hari karena polusi udara atau hal-hal lainnya.

6. Gangguan kognitif

Paparan asap rokok dan menjadi perokok pasif bisa merusak kemampuan anak untuk belajar dan hal ini tentu membawa bahaya jangka panjang bagi masa depannya. Lebih dari 21,9 juta anak berisiko mengalami keterlambatan dalam membaca akibat menjadi perokok pasif.

Tingginya paparan asap rokok juga berkaitan dengan keterlambatan dalam menalar pelajaran matematika dan visuospasial. Visuospasial adalah kemampuan menempatkan benda dalam sebuah tempat atau ruangan. Bahaya asap rokok yang satu ini tentu akan mengganggu perkembangan anak di sekolah akibat menjadi perokok pasif.

7. Gangguan perilaku

Anak-anak yang terpapar asap rokok selama kehamilan berisiko tinggi menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah kondisi saat perkembangan dan aktivitas otak anak mengalami gangguan yang berpengaruh pada kemampuan untuk mendengarkan perintah dan mengendalikan diri.

Umumnya anak dengan ADHD sangat sulit untuk memerhatikan, mendengarkan, dan mengikuti petunjuk yang diberikan. Perhatiannya mudah terganggu dan sulit untuk fokus pada satu tugas atau satu hal. Selain itu, anak dengan ADHD juga cenderung linglung atau pelupa terhadap barangnya sendiri.

Anak dengan ADHD juga terkadang cenderung hiperaktif alias tidak bisa diam. Mereka bisa melakukan banyak hal mulai dari memanjat, melompat, dan banyak hal lainnya. Mereka tidak memedulikan orang di sekitarnya sehingga cenderung mengganggu tanpa bermaksud demikian.

Ciri lain dari anak ADHD yaitu bertindak impulsif atau terlalu cepat tanpa berpikir terlebih dahulu. Anak dengan ADHD mungkin sering kali menyela, mendorong, atau mengambil barang milik temannya.

Jauhi asap rokok mulai sekarang

Semakin seseorang sering terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif, semakin tinggi risiko bahaya bagi kesehatannya. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah menjauhkan diri kamu dan keluarga dari asap rokok sebisa mungkin.

Jika ada orang terdekat kamu yang merokok, mintalah ia untuk merokok di area terbuka yang jauh dari orang lain. Pasalnya, bahaya asap rokok bagi perokok pasif bisa sangat fatal dan berakibat jangka panjang untuk kesehatan.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp