Berpotensi Kurangi Angka Perokok, Pemerintah Disarankan Dukung Produk Tembakau Alternatif
Berpotensi Kurangi Angka Perokok, Pemerintah Disarankan Dukung Produk Tembakau Alternatif

Produk tembakau alternatif dinilai bisa berpotensi untuk mengurangi jumlah angka perokok aktif. Meski demikian, penggunaannya masih menjadi perdebatan oleh banyak pihak. Hal ini dikarenakan tidak ada regulasi yang mengatur secara khusus mengenai penggunaan produk tembakau alternatif di Indonesia. Pembahasan mengenai produk tembakau alternatif dibahas dalam acara Global Forum on Nicotine (GFN) ke-7 pada tanggal 11-12 Juni 2020 yang diselenggarakan secara daring. Forum tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Mulai peneliti hingga praktisi kesehatan dari berbagai negara. 

Dalam acara GFN, muncul pembahasan mengenai pengurangan risiko akibat rokok dan potensi manfaat dari produk tembakau alternatif bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, dukungan dari pemerintah setempat sangat diperlukan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat mengenai produk tembakau alternatif. Menurut salah seorang pembicara dalam acara GFN, yakni Clive Bates yang merupakan Mantan Direktur Action on Smoking and Health (ASH) Inggris, pembentukan regulasi produk tembakau alternatif dan akses informasi yang akurat sangat diperlukan oleh masyarakat sehingga pemerintah dan semua pemangku kepentingan yang terkait harus memberikan dukungan yang maksimal. Dengan begitu, angka perokok dan penyakit yang berkaitan dengan rokok akan semakin berkurang. 

Clive Bates mengungkapkan, “Jika semua orang mendukung produk tembakau alternatif, lama kelamaan, jumlah perokok pada generasi sekarang ini akan berkurang. Harusnya berita baik ini dilihat sebagai suatu terobosan besar.”

Aryo yang merupakan Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) memiliki pendapat yang tak jauh berbeda dengan Clive Bates. Menurutnya, produk tembakau alternatif merupakan sebuah terobosan inovasi yang perlu diketahui oleh perokok dewasa sehingga mereka dapat memilih untuk beralih ke produk tembakau alternatif yang lebih minim risiko dari rokok biasa. Produk tembakau alternatif saat dipanaskan memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok biasa karena tidak melalui proses pembakaran sehingga yang dihasilkan adalah uap, bukan asap. Tak hanya rendah risiko bagi orang yang menggunakannya, produk tembakau alternatif juga tidak mengganggu orang-orang yang ada di sekitar pengguna karena tidak ada lagi asap, melainkan hanya uap yang bisa menyatu cepat dan menguap dengan udara di sekitarnya.

Aryo Andrianto juga menganggap kalau banyaknya perdebatan mengenai produk tembakau alternatif dikarenakan minimnya informasi yang akurat bagi masyarakat.  “Pemerintah, pakar kesehatan, dan media massa di Indonesia seharusnya bekerja sama untuk terus memberikan informasi yang akurat mengenai produk tembakau alternatif yang didasari oleh hasil penelitian bukan asumsi, seperti yang dilakukan oleh negara beberapa maju, seperti di Inggris,” ungkapnya.

Agar penggunaan produk tembakau alternatif bisa maksimal, menurut Aryo harus ada kajian ilmiah secara komprehensif yang dilakukan oleh pemerintah, akademisi, pakar kesehatan, pelaku usaha, dan asosiasi. Kajian ilmiah tersebut nantinya bisa menjadi regulasi dan pengaturan standar produk tembakau alternatif bagi para pelaku usaha sehingga memiliki kepastian dan rasa aman saat melakukan transaksi dengan konsumen. Jadi semua yang dilakukan nantinya sudah ada ketetapan standarnya. 

Pendapat lainnya mengenai produk tembakau alternatif juga dikemukakan oleh Ariyo Bimmo selaku Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) sekaligus Pengamat Hukum. Bimmo menganggap bahwa regulasi khusus bagi produk tembakau alternatif di Indonesia harus segera dibuat dan dirumuskan. Dengan begitu, potensi yang dimiliki oleh produk tembakau alternatif dapat dimaksimalkan dengan optimal. Regulasi khusus dapat meliputi akses informasi yang akurat bagi konsumen yang menggunakan, peringatan kesehatan yang berbeda dari rokok biasa, tata cara pemasaran, dan juga pengawasan.  

Regulasi khusus yang berbeda dari rokok akan membuat penggunaan produk tembakau alternatif  tepat sasaran. Dengan adanya Regulasi khusus juga akan memastikan produk tembakau alternatif tidak digunakan oleh anak di bawah umur 18 tahun dan non-perokok.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp