Maksimalkan Kesehatan Masyarakat, Pemerintah Harusnya Rangkul Produk Tembakau Alternatif
Maksimalkan Kesehatan Masyarakat, Pemerintah Harusnya Rangkul Produk Tembakau Alternatif

Produk tembakau alternatif adalah produk tembakau yang dikonsumsi tanpa melibatkan proses pembakaran sehingga tidak menghasilkan asap. Tanpa adanya asap, produk tembakau alternatif menghasilkan kadar zat-zat kimia berbahaya yang jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan rokok sehingga lebih rendah risiko kesehatan, baik bagi pengguna maupun orang-orang di sekitarnya. Produk tembakau alternatif yang umum dikenal di Indonesia adalah produk tembakau yang dipanaskan atau heated tobacco product dan rokok elektrik atau vape. Produk tembakau alternatif akhir-akhir ini mendapat sorotan terutama terkait usulan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melarang penggunaan rokok elektrik.

Usulan larangan ini patut disayangkan mengingat sudah banyak negara maju, seperti Inggris, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Jepang, yang merujuk pada bukti-bukti ilmiah dan mengakui potensi produk tembakau alternatif sebagai produk yang lebih rendah risiko kesehatan dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bagi perokok dewasa yang ingin beralih ke produk tersebut. Sebagai salah satu contoh, BPOM Amerika Serikat atau U.S Food and Drug Administration (U.S FDA) baru saja mengeluarkan izin bagi salah satu perusahaan tembakau asal Swedia untuk mengiklankan produk tembakau alternatifnya dengan label rendah risiko kesehatan daripada rokok konvensional. Hal ini merupakan langkah tepat dalam melindungi kesehatan masyarakat di Amerika Serikat, terutama terkait penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok.

Produk tembakau alternatif lain seperti produk tembakau yang dipanaskan atau heated tobacco products juga telah terbukti secara ilmiah memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah. Produk ini menggunakan tembakau asli yang telah diproses secara khusus dan kemudian dipanaskan dengan menggunakan sebuah perangkat elektronik pada suhu tertentu. Batang tembakau kemudian menghasilkan uap yang menghantarkan nikotin. Tanpa adanya proses pembakaran, produk ini tidak menghasilkan TAR, zat kimia berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran pada rokok. Pembuktian ilmiah terkait risiko dari produk tembakau yang dipanaskan dilakukan oleh Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko atau German Federal Institute for Risk Assessment (BfR) pada tahun 2018. Hasil pengujian ilmiah menunjukkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki tingkat toksisitas yang lebih rendah hingga 80 sampai 99 persen bila dibandingkan dengan rokok konvensional.

Belajar dari Amerika Serikat dan Jerman, pemerintah seharusnya lebih memfokuskan diri pada kajian ilmiah yang independen daripada memutuskan pelarangan terhadap produk tembakau alternatif. Tanpa adanya kajian ilmiah yang komprehensif sebelum mengambil keputusan, pemerintah telah menghilangkan kesempatan untuk memanfaatkan produk tembakau alternatif yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat luas.

Selain itu, permasalahan mendasar dalam risiko terkait penggunaan produk tembakau alternatif di Indonesia adalah standarisasi produk baik dari alat maupun bahan baku yang digunakan pada produk tembakau alternatif. Permasalahan ini dapat dipecahkan oleh pemerintah melalui regulasi yang dapat mengatur produsen agar dapat menjamin keamanan produk bagi penggunanya. Melalui regulasi yang mempertimbangkan risiko dan potensi yang dimiliki produk tembakau alternatif, pemerintah dapat lebih mengawasi produksi, distribusi, dan promosi dari produk tembakau alternatif dan memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh produk ini bagi kesehatan masyarakat.

Masyarakat, terutama perokok dewasa, berhak untuk mendapatkan informasi yang akurat dan kredibel dan akses terhadap alternatif yang lebih rendah risiko kesehatan sehingga dapat mengambil keputusan bijak yang dapat memberikan manfaat baik bagi perokok dewasa maupun orang-orang di sekitarnya.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp