Lebih Dekat dengan Produk Tembakau Yang Dipanaskan
Lebih Dekat dengan Produk Tembakau Yang Dipanaskan

Produk tembakau yang dipanaskan adalah salah satu jenis produk tembakau alternatif yang akhir-akhir sering disebut di berbagai media massa. Tetapi, apakah itu produk tembakau yang dipanaskan? Banyak yang sudah mengenal jenis penghantar nikotin elektrik lain, seperti rokok elektrik atau vape, tetapi banyak yang tidak mengetahui bahwa produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik atau vape merupakan dua jenis produk tembakau alternatif yang berbeda.

Hal yang perlu digarisbawahi dari produk tembakau alternatif adalah tidak adanya proses pembakaran seperti dalam rokok konvensional. Proses ini yang menyebabkan produk tembakau alternatif tidak menghasilkan asap tetapi uap.

Kembali ke pertanyaan apakah yang membedakan antara produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik atau vape, ini berkaitan dengan produk hasil olahan tembakau yang dipanaskan. Produk tembakau yang dipanaskan menggunakan batang atau stik tembakau sebagai bahan baku utamanya, mirip seperti rokok. Sebaliknya, rokok elektrik atau vape menggunakan cairan (liquid) yang mengandung nikotin atau umum dikenal sebagai e-liquid. Tidak seperti batang atau stik tembakau yang merupakan hasil olahan tembakau, e-liquid tidak selalu didapatkan melalui hasil ekstraksi nikotin dari tembakau tetapi juga bisa berasal berbagai sumber penghasil nikotin lainnya.

Produk tembakau yang dipanaskan maupun rokok elektrik atau vape memiliki ciri khas yang sama dengan rokok, yaitu sama-sama dihisap dan mengandung nikotin. Namun, produk tembakau yang dipanaskan digunakan dengan cara menghisap uap nikotin yang dihasilkan dari pemanasan batang atau stik tembakau yang berada di dalam sebuah alat khusus hingga mencapai titik 350 derajat Celsius.

Dikutip dari Tribun News, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, Komite Toksisitas Inggris, serta Pusat Pengawasan dan Uji Tembakau Nasional Cina menyepakati bahwa produk tembakau alternatif yang menggunakan teknologi pemanasan akan menghasilkan uap yang zat-zat kimia berbahaya 50-90 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan asap hasil pembakaran rokok.

Sebagai negara dengan jumlah perokok tertinggi ketiga di dunia, pemerintah perlu melakukan sesuatu demi mengurangi tingkat konsumsi rokok. Potensi dari produk tembakau alternatif ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka prevalensi rokok di Indonesia.

Mengapa produk tembakau alternatif dapat mengurangi angka prevalensi rokok? Produk tembakau alternatif masih mengandung nikotin. Nikotin adalah zat yang menimbulkan adiksi dan membuat perokok mengalami kesulitan untuk berhenti. Bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti merokok karena adiksi nikotin, produk tembakau alternatif dapat mengurangi risiko paparan zat berbahaya dari rokok karena tidak adanya proses pembakaran, namun masih bisa memenuhi kebutuhan nikotin dari para penggunanya.

Badan-badan kesehatan dari berbagai negara seperti Cina, Inggris, Selandia Baru, Rusia dan Amerika Serikat telah mengumpulkan bukti-bukti ilmiah terkait produk ini dan menyepakati bahwa zat-zat kimia berbahaya yang dihasilkan dari uap produk tembakau alternatif jauh lebih sedikit daripada asap rokok, sehingga penggunaan produk tembakau alternatif dapat menjadi solusi pengurangan risiko bagi perokok yang kesulitan untuk berhenti. 

Pemerintah tidak boleh lagi menutup mata terhadap potensi yang dimiliki produk tembakau alternatif. Dukungan pemerintah mutlak diperlukan demi masa depan kesehatan masyarakat di Indonesia. Banyak nyawa yang dapat diselamatkan dari asap rokok yang berbahaya dan dengan adanya dukungan dan pengawasan dari pemerintah, penggunaan produk tembakau alternatif dapat menjadi salah satu strategi utama dalam upaya pengendalian tembakau.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp