Pentingnya Penyesuaian Dosis Nikotin Saat Ingin Berhenti Merokok
Pentingnya Penyesuaian Dosis Nikotin Saat Ingin Berhenti Merokok

Bagi banyak perokok, berhenti merokok adalah sebuah mimpi buruk yang sangat sulit untuk dijalani. Penyebabnya adalah nikotin. Nikotin meningkatkan dopamin di dalam tubuh yang menimbulkan perasaan bahagia, sehingga membuat kecanduan. Seiring berjalannya waktu, kecanduan ini akan meningkat karena tubuh mulai memiliki kekebalan terhadap nikotin. Perokok harus merokok lebih sering dan lebih banyak untuk mendapatkan kadar dopamin yang sama. Dengan kata lain, kecanduan nikotin merupakan adiksi yang membuat ketergantungan secara fisik dan dapat menyebabkan munculnya withdrawal symptoms atau gejala putus zat. Gejala putus zat ini muncul cukup cepat, yaitu sekitar 2 jam setelah berhenti merokok. Di titik ini, perokok akan merasakan keinginan merokok yang tinggi diiringi dengan kecemasan, perasaan tegang dan frustasi, tubuh berkeringat, serta sakit kepala.

Lalu, apa cara berhenti merokok yang efektif? Para ahli menyarankan penyesuaian dosis nikotin sebagai elemen penting dari proses berhenti merokok. Hal ini dengan melakukan nicotine replacement therapy sebagai cara berhenti merokok. Pada cara ini, perokok tetap mendapatkan nikotin, tapi dari produk alternatif lain yang memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Queen Mary University of London yang diterbitkan pada tahun 2018 dalam Jurnal Addiction menemukan bahwa perokok yang dapat mengatur asupan nikotin mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk berhenti merokok. Umumnya, dosis yang direkomendasikan dalam nicotine replacement therapy jauh lebih rendah daripada dosis nikotin yang biasa diterima oleh perokok. Perbedaan yang muncul ini dapat membuat perokok merasa tidak puas sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk kembali merokok. Sebaliknya, saat perokok bisa mengatur dosis nikotin yang mereka konsumsi, mereka bisa perlahan-lahan mengurangi konsumsi mereka sesuai kemampuan tanpa merasa terpaksa atau harus mengalami gejala-gejala putus zat yang membebani fisik maupun mental.

Maka, jika Anda atau kenalan Anda serius ingin berhenti merokok, jangan lupa untuk melakukan penyesuaian dosis nikotin. Terutama jika cara berhenti merokok yang dipilih melibatkan peralihan ke produk tembakau alternatif sebagai opsi yang lebih rendah risiko bagi kesehatan. Dosis nikotin yang dikonsumsi dan penyesuaian dengan toleransi, cravings, serta ketahanan pribadi dapat menjadi hal yang menentukan berhasil atau tidaknya program berhenti merokok Anda.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp