Karakterisasi Perbedaan Penyebaran Spasial dan Temporal antara Uap dari Rokok Elektrik dan Asap dari Rokok yang Dihembuskan
Karakterisasi Perbedaan Penyebaran Spasial dan Temporal antara Uap dari Rokok Elektrik dan Asap dari Rokok yang Dihembuskan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak kesehatan bagi pengguna pasif yang terpapar asap dari rokok dan uap yang dihasilkan rokok elektrik. Penelitian ini melakukan pengujian emisi yang membandingkan antara udara yang terpapar uap dari rokok elektrik dan asap dari rokok yang dihembuskan. Temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Perubahan konsentrasi partikel-partikel di udara sama-sama terjadi baik setelah hembusan asap rokok konvensional maupun uap dari rokok elektrik (106 partikel/cm3).
  • Tetapi, pada rokok elektrik, konsentrasi partikel-partikel udara ini segera kembali ke konsentrasi partikel normal di dalam ruangan (10,000 partikel/cm3) tempat eksperimen dilakukan hanya dalam hitungan 10 – 15 detik. Kecepatan hilangnya konsentrasi partikel tidak tergantung pada ventilasi udara di dalam ruangan tersebut. Hal ini disebabkan karena produk yang dihasilkan rokok elektrik adalah uap air yang dapat terevaporasi dengan cepat.
  • Sebaliknya, pada rokok konvensional, konsentrasi partikel-partikel udara di dalam ruangan meningkat hingga 50,000 partikel/cm3 dan menurun lebih lambat hingga mencapai 30 – 45 menit dan sangat tergantung pada ventilasi udara di ruangan.
  • Pada rokok elektrik, partikel-partikel yang dihasilkan di dalam uap berukuran 150nm dan cenderung mengecil ketika berjarak semakin jauh dari pengguna. Uap dari rokok elektrik tidak menimbulkan dampak apapun kepada mereka yang berada dalam jarak 2m dari pengguna.

Pada rokok konvensional, partikel-partikel yang dihasilkan di dalam asap berukuran 300nm dan tidak berubah berapa pun jarak antara perokok dan perokok pasif.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp