Paparan Radiasi dalam Keseharian Kita? Perokok Peringkat Pertama!
Paparan Radiasi dalam Keseharian Kita? Perokok Peringkat Pertama!

Radiasi merupakan sebuah kata yang tak asing dari telinga kita. Selama beberapa tahun terakhir, kita kerap mendengar tentang bahaya radiasi dari barang seperti HP, router WiFi, dan microwave. Untungnya, kita tak perlu khawatir karena ketiganya terbukti hanya mengandung radiasi elektromagnetik dengan tingkat energi rendah atau disebut juga radiasi non-ionisasi. Sementara radiasi ionisasi adalah radiasi yang cukup kuat untuk mengubah susunan elektron dalam atom. Saat radiasi ionisasi sudah mencapai tingkat 2 sieverts, maka orang yang terpapar akan mengalami risiko kematian. Namun, tahukah kamu bahwa kita sebenarnya terekspos dengan radiasi ionisasi tingkat rendah setiap harinya?

Pada umumnya, setiap kota memiliki tingkat radiasi ionisasi 0,1 hingga 0,2 microsieverts setiap jamnya. Radiasi ionisasi ini disebut sebagai background radiation atau radiasi lingkungan yang tak membahayakan serta tidak mengganggu keseharian kita. Tingkat radiasi ionisasi yang lebih tinggi justru ditemukan pada aktivitas-aktivitas tertentu, seperti mengendarai pesawat terbang. Saat pesawat mengudara, atmosfer yang melindungi dari sinar kosmik yang mengandung radiasi akan berkurang. Saat berada di ketinggian 30.000 kaki, orang-orang di dalam kabin pesawat akan terpapar 2 microsievert radiasi ionisasi setiap jamnya. Saat pesawat mengudara lebih tinggi lagi, tingkat radiasi meningkat hingga lebih dari 3 microsieverts.

Tak hanya itu, kita juga akan terpapar radiasi ionisasi saat pergi ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Proses X-Ray akan membuat tubuh kita terpapar 5 microsieverts radiasi ionisasi. Sementara saat melakukan CT Scan, tubuh kita akan terpapar pada 7.000 microsieverts radiasi ionisasi. Jumlah tersebut setara dengan paparan background radiation selama 3 tahun.

Tapi ternyata, ada satu kegiatan yang membuat kita terpapar pada radiasi ionisasi dalam jumlah yang sangat besar, yaitu, merokok. Tembakau dalam rokok yang dibakar mengandung polonium dan timah radioaktif, sehingga paru-paru perokok pada umumnya terpapar pada 160.000 microsieverts radiasi ionisasi setiap tahunnya. Jumlah ini jauh lebih tinggi daripada paparan radiasi ionisasi tahunan yang memapar penduduk Fukushima setelah insiden nuklir pada tahun 2011 atau penduduk Chernobyl, Ukraina yang juga mengalami insiden ledakan reaktor nuklir pada tahun 1986. Radiasi yang memapar perokok ini bahkan masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan berbagai profesi dengan potensi radiasi yang tinggi, seperti pekerja radiasi di Amerika Serikat yang terpapar 50.000 microsieverts atau astronot yang terpapar 110.000 microsieverts radiasi ionisasi setiap tahunnya. Maka, tak hanya terpapar pada senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker, para perokok juga dapat dinobatkan sebagai orang dengan paparan radiasi tertinggi di muka bumi!

Ayo
Share!
facebook
whatsapp