Dilarang Merokok saat Berkendara. Benar atau Salah?
Dilarang Merokok saat Berkendara. Benar atau Salah?

Bagi sebagian orang, berkendara adalah saat yang tepat untuk merokok. Ada pengendara motor yang merasa bahwa merokok mencegah kantuk, sehingga mereka dapat berkendara lebih aman dan lebih lama. Sementara penumpang merasa bahwa merokok adalah cara untuk menghabiskan waktu selama berkendara. Namun, tahukah Anda bahwa merokok saat berkendara, baik sebagai pengendara ataupun penumpang, sebenarnya dilarang oleh negara?

Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 12 Tahun 2019 pasal 6 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Untuk mendukung penerapannya, Direktorat Lalu Linta Polda Metro Jaya juga telah melakukan penindakan dan menilang ratusan pengendara roda dua yang melanggar.

AKBP Purn Budiyanto selaku pemerhati masalah transportasi dan mantan Ketua Bidang Penegakkan Hukum Polda Metro Jaya mendukung penerapan Permenhub Nomor 12 Tahun 2019 tersebut. Menurutnya, Pasal 6 huruf c yang tercantum dalam Permenhub hanyalah penjabaran dari UU no. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di UU tersebut, telah dinyatakan bahwa pengendara harus berkonsentrasi penuh saat mengemudi. Merokok dianggap sebagai aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

UU no. 22 tahun 2009 itu juga yang dirujuk oleh Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani saat ia menyatakan bahwa Permenhub tersebut tak akan tebang pilih dalam penerapannya. Meskipun dikeluarkan sebagai regulasi untuk ojek online, Permenhub tersebut juga berlaku bagi semua pengendara motor karena sifatnya memang mengganggu konsentrasi. Bagi ojek online, larangan merokok tersebut juga berkenaan dengan standar pelayanan terhadap penumpang.

Di sisi lain, Jusri Pulubuhu selaku Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) cukup menyayangkan jika aturan tersebut hanya berlaku bagi pengendara dan tidak mengatur penumpang. Menurut Jusri, penumpang juga bisa mengganggu pengendara dengan asap rokok yang ia hisap di atas motor. Bahkan, penumpang yang merokok dapat mengganggu pengguna jalan lain jika asap atau abu rokok mengenai pengendara motor di belakang atau di sampingnya. Tak hanya itu, Jusri juga berharap bahwa aturan Permenhub tersebut akan berlaku juga untuk semua jenis kendaraan dan tak hanya kendaraan bermotor roda dua.

Jadi, kali berikutnya Anda mengendarai motor atau menjadi penumpang kendaraan bermotor roda dua, hentikan kebiasaan merokok ketika berkendara agar tak terkena razia dan mendapat tilang dari pihak berwenang. Sadari juga bahwa kebiasaan merokok di jalan ini tidak hanya berisiko pada keselamatan di jalan raya tetapi juga pada kesehatan, baik diri Anda sebagai pengguna tetapi pada sesama pengguna jalan raya lainnya.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp