Apa Bedanya Asap dan Uap pada Produk Tembakau?
Apa Bedanya Asap dan Uap pada Produk Tembakau?

Produk tembakau alternatif belakangan ini semakin umum kita jumpai penggunaannya di Indonesia. Salah satunya dalam bentuk vape dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar. Meskipun begitu, masih banyak yang menganggap bahwa produk tembakau alternatif sama berbahaya dengan rokok. Terutama karena vape dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar cenderung menghasilkan uap yang sama banyak atau bahkan lebih banyak daripada rokok. Sehingga masyarakat pada umumnya merasa terganggu dengan para vapers. Padahal, ada perbedaan yang cukup fundamental antara asap rokok dan uap yang dihasilkan oleh vape atau produk tembakau alternatif lainnya.

Sekilas, keduanya memang tampak sama secara visual. Namun sesungguhnya, asap rokok dan uap produk tembakau alternatif memiliki substansi atau kandungan yang jauh berbeda. Asap rokok seperti asap hasil pembakaran lainnya, mengandung lebih dari 7.000 senyawa kimia. 70 di antaranya adalah senyawa karsinogen atau penyebab kanker, seperti sianida, benzyne, dan amonia. Selain itu, asap rokok juga mengandung nitrogen oksida dan karbon monoksida, dua gas beracun yang dapat menyebabkan kematian jika dihirup secara berlebihan. Yang paling utama, asap rokok mengandung TAR. TAR adalah senyawa yang tercipta akibat pembakaran tembakau, dan dapat merusak paru-paru, memicu kanker, menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan bahkan mempengaruhi fertilitas.

Di sisi lain, produk tembakau alternatif menghasilkan uap dari proses pemanasan. Uap itu tercipta dari pemanasan e-liquid atau stik tembakau yang ada di dalam produk tembakau alternatif. Dalam e-liquid, cairan yang dipanaskan terdiri dari air, perasa, nikotin, propylene glycol, dan vegetable glycerin. Dalam stik tembakau yang digunakan dalam produk tembakau yang dipanaskan, stik tersebut merupakan hasil olahan daun tembakau.

Berbeda dengan asap rokok, uap dari produk tembakau alternatif tidak menimbulkan bau yang menyengat dan mengandung senyawa berbahaya dalam kadar yang lebih rendah daripada rokok. Selain tak mengandung karbon monoksida dan karbon dioksida, uap tersebut juga tidak mengandung TAR. Bahkan, penggunaan produk tembakau alternatif tidak akan menyisakan abu atau bau menyengat seperti rokok yang mengganggu orang sekitar. Meskipun begitu, dapat dipahami bahwa kebanyakan orang tetap merasa tak nyaman jika harus menghirup terlalu banyak uap. Maka, ada baiknya juga jika para pengguna produk tembakau alternatif memastikan bahwa tak ada orang yang akan terganggu sebelum mulai mengonsumsi di tempat umum.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp