Cara Ala Bali untuk Mengurangi Polusi Udara di Rumah
Cara Ala Bali untuk Mengurangi Polusi Udara di Rumah

Hidup di kota besar memang menyimpan berjuta risiko. Salah satunya adalah risiko kesehatan yang muncul akibat polusi udara. Seperti yang kita ketahui, kota-kota besar cenderung memiliki tingkat polusi udara yang lebih buruk dan kualitas udara yang lebih rendah. Namun, bukan berarti tak ada yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek buruk polusi udara di rumah.

Salah satu yang dapat dilakukan dalam mengurangi bahaya polusi udara adalah dengan menciptakan banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH). Walaupun sebagai warga masyarakat tidak mudah menciptakan RTH, kita bisa memelajari filosofi masyarakat Bali dan mulai menciptakan RTH di lingkungan rumah kita sendiri.

Krama Bali memegang filosofi Tri Hita Karana yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Hal ini juga diterapkan dalam penataan fisik lingkungan hunian. Rumah tradisional krama Bali umumnya mengalokasikan sekitar 70 persen area rumah menjadi lahan terbuka dan sekitar 30 persen sisanya sebagai bangunan untuk hunian. Jika hal ini diterapkan maka masyarakat sudah berkontribusi untuk menciptakan RTH bagi lingkungannya.

Memang tidak semua orang diberi kesempatan untuk memiliki lahan yang luas. Walaupun demikian, ada beberapa filosofi Tri Hita Karana ala Bali yang bisa kita tiru untuk melindungi rumah kita dari polusi udara walaupun lahan yang kita miliki terbatas.

1. Berkebun

Tanaman-tanaman hijau yang menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida dapat membuat lingkungan sekitar rumah menjadi lebih sehat dan segar. Mulailah dengan beberapa pot tanaman yang diletakkan di berbagai titik di rumah, atau dengan membuat sebuah taman vertikal berukuran kecil hingga sedang.

2. Mengurangi merokok di dalam rumah

Siapa sangka, asap rokok ternyata mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia yang dapat memperparah polusi udara. Mulai sekarang, cobalah untuk tidak merokok di dalam rumah agar asap rokok tidak terjebak di dalam ruangan dan memperburuk kualitas udara. Atau, Anda bisa mencoba untuk mengonsumsi produk tembakau alternatif yang tidak menghasilkan TAR atau karbon monoksida saat berada di dalam rumah.

3. Ganti pengharum ruangan dengan minyak aromaterapi

Pengharum ruangan yang mengandung zat kimiawi ternyata juga dapat dikategorikan sebagai polusi udara. Jika dihirup terus-menerus, pengharum ruangan dapat mengurangi fungsi paru-paru. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan minyak aromaterapi yang berbahan dasar bunga-bungaan untuk menghadirkan aroma menyegarkan di dalam rumah.

4. Buka jendela secara teratur

Meskipun telah memiliki ventilasi, sirkulasi udara di dalam rumah tetap harus diperhatikan dan dijaga. Membuka jendela secara teratur dan membiarkan udara luar masuk dapat meningkatkan kualitas udara di dalam rumah dan mengurangi polutan atau senyawa penyebab polusi udara yang selama ini terperangkap di dalam ruangan.

5. Hindari membawa zat kimia ke dalam rumah

Jika Anda adalah pengguna jasa laundry, bisa jadi selama ini Anda tanpa sadar membawa zat kimia ke dalam rumah. Trichloroethylene dan percholoroethylene adalah dua zat yang kerap digunakan oleh laundry dan berkaitan dengan kerusakan ginjal dan sistem saraf. Sebelum membawa baju dari laundry masuk ke dalam rumah, ada baiknya Anda menggantung baju di luar selama beberapa saat dan membiarkan zat kimia yang melekat di baju menguap terlebih dahulu.

Meskipun terdengar sepele dan mudah, namun jika dilakukan secara rutin, lima hal tersebut dapat membantu kita mengurangi polusi udara di dalam rumah. Dengan begitu, kesehatan kita dan orang-orang tersayang akan lebih terlindungi dari efek buruk polusi udara.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp