Apakah Asap Kembang Api Berbahaya?
Apakah Asap Kembang Api Berbahaya?

Kembang api, terutama saat pesta dan momen-momen perayaan seperti puasa dan Lebaran, adalah hiburan yang bisa menyenangkan siapapun yang melihatnya. Namun, siapa sangka bahwa kembang api adalah “polutan tercantik”?

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menganalisa hasil laporan dari 300 titik pemantauan di seluruh Amerika Serikat dari tahun 1999-2013. Hasilnya, terdapat peningkatan konsentrasi partikel polusi udara hingga 42 persen pada malam perayaan kemerdekaan, hari yang biasanya dirayakan rakyat Amerika dengan pesta kembang api besar-besaran. Bahkan, di satu titik di negara bagian Utah, pesta kembang api yang dilakukan di sebuah lapangan tidak jauh dari titik pemantauan kualitas udara, konsentrasi partikel polusi udara meningkat hingga 370 persen.

Sementara di Delhi, India, pesta kembang api untuk merayakan hari besar Diwali menyebabkan polusi udara meningkat hingga 10 kali lipat. Seiring dengan itu, penelitian di London terhadap partikel polusi udara dari Diwali menemukan bahwa partikel yang terkandung memiliki tingkat toksisitas yang lebih tinggi serta menyerang paru-paru dengan intensitas yang lebih parah daripada polusi akibat kemacetan dan kendaraan bermotor. Bahkan, pesta kembang api ketika merayakan Diwali menyebabkan peningkatan masalah pernapasan hingga 40 persen di seluruh India.

Tak hanya itu, residu bahan bakar dan pewarna yang terkandung di kembang api cenderung tidak terurai, sehingga masih tertinggal di udara dan dapat menyebabkan batuk, bersin, serangan asma, dan bahkan serangan jantung sehingga membahayakan bagi anak-anak dan orang dewasa. Selain itu, residu bahan bakar dan pewarna dari kembang api juga dapat terjatuh ke tanah atau terbawa hujan hingga berakhir di danau atau sungai. Jika partikel dan residu tersebut meresap ke sumber air, air yang dihasilkan dapat menyebabkan penyakit tiroid. Ini artinya, pesta kembang api yang dilakukan di pinggir danau, sungai, atau sumber air lainnya dapat membawa bahaya besar bagi seluruh penghuni daerah yang memanfaatkan sumber air tersebut dalam kesehariannya.

Maka, mengingat bahaya yang terdapat dalam asap kembang api, ada baiknya jika kita mulai lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Misalnya dengan menggunakan masker pelindung yang dapat menyaring partikel debu sampai ke ukuran PM 2,5 ketika Anda berada di lokasi yang mengadakan pesta kembang api. 

Ayo cari tahu lebih lanjut mengenai risiko-risiko kesehatan yang ada di sekitar kita agar kita dapat mengurangi dampak kesehatan yang ditimbulkan dan melindungi diri kita dan orang-orang yang kita sayangi. 

Ayo
Share!
facebook
whatsapp