Mengapa Mata Harus Dilindungi Dari Asap?
Mengapa Mata Harus Dilindungi Dari Asap?

Asap dan polusi udara sudah menjadi bagian dari keseharian kita, dan tanpa sadar seluruh anggota tubuh kita selalu terpapar asap setiap harinya, bahkan ketika berada di dalam ruangan. Negara berkembang seperti Indonesia kerap mengalami polusi udara dalam ruangan yang disebabkan oleh rokok serta pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar seperti batubara, kayu, arang, dan sisa-sisa tanaman. Pembakaran tidak sempurna ini sering terjadi saat memasak dan menghangatkan ruangan, dan telah terbukti memiliki efek buruk bagi kesehatan seperti penyakit dan kanker organ pernapasan. Maka, telah muncul kesadaran untuk melindungi organ pernapasan dari asap dan polusi udara dalam ruangan. Namun, belum banyak yang menyadari pentingnya melindungi mata dari asap.

Iritasi mata adalah indikasi yang kerap muncul saat membicarakan mengenai efek buruk asap terhadap kesehatan. Namun pada tahun 2013, penelitian yang dilakukan West et al. menemukan sejumlah penyakit mata lain yang berhubungan dengan paparan terhadap asap. Salah satunya adalah katarak. Menghirup asap rokok yang mengandung naftalena, salah satu senyawa penyebab katarak, akan mempengaruhi jaringan penglihatan sehingga menyebabkan katarak. Selain asap rokok, asap dari pembakaran biomassa seperti kayu juga mengandung timah yang kerap diasosiasikan dengan penyakit agregasi protein seperti katarak.

Asap rokok juga dapat menyebabkan degenerasi makula atau penurunan sistem penglihatan pusat yang memengaruhi kemampuan memandang lurus ke depan. Meski begitu, belum diketahui hubungan antara degenerasi makula dengan asap polusi udara dalam ruangan lain seperti asap ketika memasak. Meski begitu, polusi udara dalam ruangan memiliki komponen seperti formaldehida, akrolein, dan senyawa partikel yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan mengubah susunan sitokin pada permukaan mata, sehingga menyebabkan radang dan penyakit mata kering. Selain itu, paparan terhadap polusi udara akibat nitrogen dioksida, formaldehida, asap rokok, dan asap pembakaran kayu juga dapat menyebabkan ketidakstabilan kelenjar air mata serta mengubah waktu keluarnya air mata dan sensitivitas kornea. Jika berlanjut dan tidak ditangani, ini dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan mata.

Terakhir, polusi udara dalam ruangan juga dapat memperburuk infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri. Dua penyakit yang kerap diasosiasikan dengan polusi udara dalam ruangan di negara berkembang adalah trakhoma dan keratitis atau borok kornea. Kedua penyakit ini sama-sama dapat menyebabkan berbagai komplikasi dan kebutaan jika tidak ditangani dengan segera.

Mengingat bahaya laten asap dan polusi udara dalam ruangan yang mengintai penglihatan kita, alangkah baiknya jika kita dapat selalu menghindari asap jika memungkinkan. Dalam keadaan terpaksa, kita dapat mengambil langkah aktif untuk melindungi mata kita dengan menggunakan goggle atau kacamata pelindung. Selain itu, segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala seperti penglihatan kabur, mata merah, dan iritasi.

Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3863851/
https://www.healio.com/ophthalmology/
https://www.alodokter.com/keratitis
https://www.alodokter.com/degenerasi-makula

Ayo
Share!
facebook
whatsapp