Mengenali Berbagai Jenis Polusi Udara
Mengenali Berbagai Jenis Polusi Udara

Polusi udara atau pencemaran udara adalah istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan keadaan udara yang mengandung substansi fisik, kimia, atau biologi yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun, belum banyak yang mengetahui jenis-jenis polusi udara berdasarkan kandungan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) di dalamnya. PAHs adalah kumpulan senyawa yang umum ditemukan pada asap pembakaran tidak sempurna seperti pembakaran bahan bakar, tembakau, kegiatan memasak, dan lain sebagainya. Kumpulan senyawa ini telah terbukti dapat menyebabkan kanker kulit, paru-paru, kandung kemih, ginjal, dan perut. Paparan terhadap PAHs juga dapat menyebabkan penyakit jantung serta menghambat perkembangan janin.

Selama beberapa dekade terakhir, pengukuran kandungan PAHs di udara telah menjadi dasar untuk menilai polusi udara di kota-kota besar seperti Beijing, New York, Paris, Madrid, dan Boston. Pada tahun 2006, Ott dan Siegmann melakukan penelitian untuk mengukur kandungan PAHs pada beberapa sumber asap yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan penelitian tersebut, kandungan PAHs terendah ditemukan pada asap dari kegiatan memasak seperti memanggang roti atau memasak daging yang dilakukan dengan pintu dan jendela tertutup serta sistem ventilasi yang tidak berfungsi baik. Kandungan PAHs yang lebih tinggi dengan rata-rata 0,15 ngmm2 ditemukan pada asap rokok dan cerutu. Kandungan TAR yang cukup tinggi dalam rokok dan cerutu mengakibatkan kandungan PAH yang lebih tinggi, serta meningkatkan jumlah senyawa karsinogen dalam jaringan paru-paru mereka yang menghirupnya.

Menyalakan dupa menghasilkan kandungan PAHs di udara yang setara dengan rokok, sementara kandungan PAHs akibat menyalakan lilin berbeda-beda tergantung jenis lilinnya. Lilin putih yang umum digunakan dan dinyalakan di dalam ruangan memiliki kadar PAHs yang rendah, namun lilin yang berbahan dasar parafin terhitung lebih berbahaya karena dapat menghasilkan toksin akibat kandungan toluena dan bensol.

Kandungan PAHs tertinggi justru ditemukan pada asap akibat pembakaran kayu dan asap dari kendaraan bermotor. Asap pembakaran kayu di luar ruangan menyebabkan kandungan PAH hingga 0,32 ngmm2 atau dua kali lipat kandungan PAHs yang dihasilkan rokok, terutama  jika yang dibakar adalah jenis kayu cedar. Sementara solar, baik dalam keadaan kendaran tidak bergerak ataupun kendaraan berjalan, menghasilkan kandungan PAHs hingga 0,58 ngmm2 atau yang tertinggi di antara bahan bakar lain seperti biodiesel, pertamax, dan premium.

Menghindari polusi udara memang hampir tidak mungkin dilakukan, terutama di negara seperti Indonesia. Namun, jika kita lebih paham dengan penyebab polusi udara yang ada, kita dapat mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan, terutama dengan membatasi paparan polusi udara berkadar PAHs tinggi di sekitar kita serta membatasi aktivitas pembakarannya. Mari lebih waspada agar kita dapat melindungi kesehatan kita dan orang-orang tersayang!

Sumber:
cancerres.aacrjournals.org
www.sciencedirect.com
large.stanford.edu
www.sciencedirect.com

Ayo
Share!
facebook
whatsapp